
Ddrtt dtttt...
Ponsel milik Gustav bergetar getar manjah, tanda ada orang yang menghubungi.
Setelah dilihat id callernya, ternyata yang menghubungi adalah ayah mertuanya, yang mengajaknya dinner di rumah Weston. Gustav cukup tahu bahwa ini pasti kerjaannya ibu mertuanya yang cantik dan baik hati. Karena entah Kenapa Ayah mertuanya itu seperti kurang suka dengan kehadirannya di rumah besar keluarga Weston.
" Iya ayah!" katanya sambil memberikan informasi kepada baby kalau yang meneleponnya saat ini adalah Ayah Vallen.
" Kalian sedang ada di mana?" tanya Vallen dengan nada datar.
" Dalam perjalanan pulang menuju rumah keluarga Weston." kata Gustav dengan nada santai.
" Jangan lupa untuk untuk singgah sebentar di rumah karena ibu minta kalian untuk makan malam di rumah. Bagaimana dengan hasil perjalanan kalian ke butik dan juga ke Catatan Sipil?" tanya Ayah Vallen kepada Gustav.
" Beres! semuanya sudah diatur dengan baik oleh orang orangku serta asistenku Ayah!" kata Guatav dengan sopan.
" Hmm kalau begitu, tinggallah semalam di sini karena Ibu begitu mengkhawatirkan anak perempuan satu-satunya yang masih belum berpengalaman itu. kamu tidak apa-apa kan?" tanya ayah Vallen dengan nada sedikit kelu karena dia juga mengingat bahwa sebentar lagi dia harus berpisah dengan anak perempuan satu-satunya yang sangat dimanjakan itu.
" Ya ayah! Tenang saja, baby dan saya akan menuruti pengaturan yang dibuat ayah dan ibu." kata Gustav dengan ramah dan sopan karena dirinya juga baru mengalami pengalaman memiliki seorang ayah dan ibu yang benar-benar menjaga dan juga melindunginya seperti ini. Gustav sangat menikmati kebersamaan bersama keluarga Weston di mana dirinya tidak pernah memiliki ayah dan ibu yang dekat dengannya memberikan kasih sayang seperti Anindya dan juga Vallen yang memperhatikan anak perempuanya itu.
" Baiklah ayah akan menutup panggilan teleponnya dan kamu hati-hati dalam berkendara tidak usah ngebut dan pastikan kalian aman sampai ke rumah keluarga Weston!" kata ayah Valen sambil menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Gustav. dan Gustav tidak sakit hati dengan kenyataan bahwa ayah Vallen menutup panggilan ponselnya tanpa menunggu jawaban darinya.
Karena dia sadar meskipun Ayah Vallen itu terlihat keras dan juga tegas di luar namun di dalam hatinya yang terdalam Ayah Vallen itu memiliki rasa cinta dan juga perlindungan terhadap keluarga dan anak-anaknya. Bahkan dia juga sekarang sedikit merasakan bahwa ayah Vallen memperhatikan dirinya sekalipun tidak terlalu nyata ditunjukkan oleh Ayah Valen kepadanya.
Setelah Gustav meletakkan ponsel di samping kirinya, Baby langsung bertanya kepada Gustav Siapa yang menelepon dirinya?
" Siapa itu?"
" Tadi kan udah mas bilang kalau yang telepon tadi adalah ayah! Kamu nggak merasa cemburu kan dan berpikir yang tidak-tidak ketika Mas menerima panggilan telepon dari ayah?" katanya Gustav sambil menaik turunkan alisnya tanda sekarang dirinya ingin menggoda kelinci kecilnya yang manis dan lucu itu.
__ADS_1
" Ih, narsis!" kata baby sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu, Sebenarnya sih memang dirinya tadi sedikit bertanya-tanya apakah tadi yang menelepon Gustav adalah seorang wanita karena jujur baby sama sekali tidak mengetahui kehidupan Gustav di masa lalunya. Apakah Gustav memiliki pacar sebelumnya atau memiliki tunangan sebelumnya atau apakah Gustav pernah menjalin dengan wanita-wanita malam? Bukankah Gustav itu sudah berusia tua?
" Pelan-pelan ya! Nanti mas pasti akan menceritakan seluruh perjalanan kehidupan Mas dari kecil sampai setua ini." katanya seakan mengerti apa yang saat ini ada di dalam pikiran istri kecilnya itu.
Karena gustav pun sadar saat ini dirinya sama sekali tidak mengetahui apa yang menjadi pemikiran istrinya apa yang ada di dalam bayangan nya apa yang menjadi kesukaannya?
Memang ini semua terlalu cepat tapi dirinya pun menyadari bahwa usianya bukan lagi usia yang tepat untuk berpacaran atau pertunangan.
Baginya saat mendapatkan wanita yang benar-benar membuat hatinya berdebar itu sudah cukup untuk mengajaknya ke pelaminan!
" Kamu Cina ya?" tanya baby dengan nada menggoda sambil menaik turunkan alisnya tanda dirinya ingin membuat Gustav berpikir keras.
" Hah? " Gustav tidak mengerti mengapa baby mengatakan dirinya cina apakah baby itu rasis? Padahal baby tahu dengan jelas bahwa namanya saja Gustav alexandro Dimitri yang berarti dirinya tidak memiliki darah China sekalipun.
" Iya? Cina.. Cinayang! Tahu aja yang ada dalam pikiran aku." kata baby Sambil tertawa terbahak-bahak. Jujur saja Gustav tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh baby Maklum saja karena Gustav itu orangnya straight to the point jadi hidupnya tuh selama ini hanya lurus-lurus saja tidak pernah berbelok ke arah yang tidak benar. yang satu lagi Gustav itu orangnya memang tidak update dengan perkembangan zaman dan candaan receh yang sering dilakukan oleh anak-anak muda zaman sekarang.
Gustav harus memahami lebih dalam bahwa yang dimaksudkan oleh baby itu sebenarnya adalah kata cenayang yang artinya sama dengan paranormal atau orang yang bisa menebak pikirannya dengan cepat padahal baby belum mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
" Iyalah!" kata baby sambil menatap Gustav dengan bingung karena tadi Gustav tidak tertawa sama sekali ketika dia tertawa terbahak-bahak.
Dan Baby kembali dibuat bingung oleh Gustav karena saat ini Gustav malah tertawa terbahak-bahak setelah dirinya selesai tertawa beberapa saat yang lalu?
" Apa yang bikin mas ketawa?"
" Candaan kamu tenang cenang tadi lah!" katanya dengan enteng.
Kemudian baby hanya bisa menepuk jidatnya dengan keras pertanda bahwa dia baru sadar kalau orang yang di sampingnya ini benar-benar Lola dan telat banget mikir kalau sudah masuk masalah candaan candaan anak muda zaman sekarang.
" Astaga mas! Kamu itu gak tahu candaan seeprti itu? Itu receh banget loh mas! Candaan bapak bapak banget!" kata Baby dengan kesal.
__ADS_1
" Ya maklumlah karena setiap kali itu Mas, hanya memenuhi otak kanan dan kiri Mas dengan pelajaran. jadi mas tidak pernah punya waktu untuk bercanda." kata Gustav sambil mengusap rambut panjang istrinya yang tampak halus itu. Jelas baby memiliki pikiran yang licik dan nakal untuk mengerjai calon suaminya ini eh salah sudah sah jadi suami.
" Mas, kamu harus belajar rayuan rayuan jaman now ya. Karena aku maunya kamu ngerayu aku.." kata baby sambil mengerlingkan matanya dengan tujuan jahil.
" Kayak apa tuh?" tanya Gustav dengan tatapan mata yang tidak mengerti namun dia sudah berjanji di dalam hati untuk selalu menyenangkan istri kecilnya itu maka dia mau saja dikerjain sama Baby untuk belajar rayuan-rayuan receh demi istrinya itu.
" Misal kayak gini, sejak kenal kamu, mas! Baby bawaannya pengen belajar terus. .. Maksudnya Belajar jadi istri yang terbaik." kata Baby sambil menggombali suaminya yang perjaka tua itu.
" Astaga? Baby! Benarkah itu?" tanya Gustav dengan hati berbunga bunva. Maklum ya Gustav belum pernah digombalin sama orang yang benar-benar dia suka, makanya dia merasa seperti melayang-layang di udara ketika di gombalin sama istrinya itu.
Gustav semakin melayang-layang di udara ketika melihat istri cantiknya itu tersenyum dengan penuh kejahilan namun mengangguk-anggukan kepalanya tanda apa yang dia katakan tadi adalah kebenaran yang Hakiki.
" Terimakasih ya sayang!" katanya sambil menggenggam tangan baby yang mungil lalu mengecup punggung tangannya itu dengan penuh pemujaan. Tiba-tiba baby merasa sedikit bersalah karena melihat suaminya itu benar-benar merasa dipuja gara-gara gombalan yang telat banget tadi!
" Hmm baby juga mau di rayu kayak gitu ya.. Jadi mas harus belajar kayak gitu, oke?" Gustav langsung mengangguk-anggukan kepalanya dan segera memencet tombol cepat menelepon di dalam ponselnya untuk segera menghubungi asisten pribadinya.
" Ken, Carikan aku buku untuk merayu istriku dan carikan juga referensi-referensi buku Di mana aku bisa mendapatkan jokes jokes receh yang sedang disukai oleh anak-anak zaman now." katanya kepada asisten pribadinya tanpa menggunakan salam pembuka.
" Ha ha ha emang ya suaminya baby itu paling gercep kalau disuruh sesuatu! Kalau begini kan baby tambah sayang!" baby terus-menerus menebarkan Bombom cinta karena dirinya juga tahu Gustav itu sangat tampan Pasti banyak wanita yang menyukainya tapi apa yang sudah menjadi miliknya baby tidak akan pernah bisa diambil oleh orang lain. Jadi ini adalah langkah preventif baby untuk melindungi aset berharga yang dia miliki saat ini.
" Tentu saja Mas Gustav pasti akan melakukan apa saja untuk menyenangkan hati istri kecil yang cantik ini!" kata Gustav sambil kembali menciumi punggung tangan baby yang menurutnya mungil dan imut itu.
Baby tersenyum senang karena selain lucu suaminya itu begitu polos dalam masalah seperti ini tapi baby belum tahu kalau sebenarnya Gustav tidak akan sepolos ini kalau menghadapi malam pertamanya!
Menurut kalian enaknya malam pertamanya itu sekarang apa nunggu kalau sudah pesta pernikahan dihelat? Jangan lupa untuk komentar yang banyak tentang, enaknya diceritain secara detil malam pertamanya sekarang apa nunggu kalau sudah selesai pesta? komentar ditunggu oleh autor buat bikin episode selanjutnya!
Eh satu lagi, author berterimakasih karena buku baru yang sudah author bikin yaitu Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda masuk di beranda. Ini berkat kalian...Trus pencet like, fav, gift, vote dan juga komen yang banyak... thank you!! Happy reading!!
__ADS_1
Plis tolongin thor, itu cerita lagi dalam pantauan para editor, jadi tolong bantuannya ya....untuk memfavoritkan. mengelike dan juga memberikan vote serta memberi hadiah.