
Erik sudah mendapatkan lokasi rumah terpencil yang akan dipakai untuk menyekap Anindya. Sedangkan audio yang tadi didengar oleh Vallen adalah perkataan-perkataan dari 2 perawat laki-laki yang membawa Anindya dengan mobil ambulans tadi. Tentu saja perkataan-perkataan itu tidak senonoh, Itulah sebabnya Mengapa Vallen sangat marah, tapi posisi Anindya pun saat ini sedang tertidur lelap karena sudah diberi obat bius oleh 2 perawat tadi. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu apa pun terhadap anaknya yang ada di dalam kandungan Anindya, doa Vallen di dalam hati.
Di dalam perjalanan, Vallen dilanda kecemasan. headset yang diberikan oleh Erik tidak dilepaskan oleh Vallen barang sedetikpun. Dia harus tahu apa yang dilakukan oleh dua orang perawat laki-laki yang membawa tubuh istrinya itu. Dia berjanji didalam hati tidak perduli nanti bagaimana, kalau sampai mereka menyentuh berlebihan pada tubuh istrinya, dia akan membuat perhitungan dengan mereka.
Erik menatap Vallen dengan wajah datar, dia tahu pasti apa yang sedang dipikirkan oleh temannya itu. Dalam hal ini Revan tidak diajak ikut bersama dengan mereka berdua, karena Revan memiliki tanggung jawab lain yaitu mengurus perusahaan mahkota horeca group dan juga Weston Group.
Erik melakukan pemotongan jalan, dia sudah tahu lokasi di mana rumah terpencil yang akan digunakan untuk menyekap Anin. Sekalipun dia sudah melakukan pemotongan jalan, Erik masih saja ketinggalan dibandingkan 2 perawat yang membawa Anindya. Mereka berdua sudah sampai duluan ke rumah itu.
Erik mengkode anak buahnya untuk mematikan mobil van yang mereka gunakan jauh dari lokasi. Erik melakukan gerakan memutar ke belakang rumah tersebut dan menghentikan mobil yang mereka pakai itu kira-kira 100 meter dari rumah tersebut. Harapannya adalah orang-orang yang ada di dalam rumah itu tidak mendengar suara mobil yang berhenti tiba-tiba di dekat mereka. Karena perlu diketahui bahwa rumah itu benar-benar terletak di tempat yang sangat terpencil sehingga kondisinya sangat sepi.
Kalau sampai mereka ketahuan, yang mereka khawatirkan adalah keselamatan Anindya. Secara jumlah orang mereka yakin akan bisa memenangkan pertarungan itu. Tapi mereka tidak bisa melupakan keberadaan Anindia sebagai sandera di tengah-tengah pertempuran mereka.
Vallen yang sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya benar-benar salah tingkah. dia cemas, tapi di sisi lain dia tidak boleh gegabah. Dia tidak bisa mempertaruhkan rencana Erik begitu saja, kalau gagal yang menjadi konsekuensinya adalah istrinya sendiri. Jadi sekalipun dia merasa cemas dan ingin rasanya dia sendiri menerobos ke dalam rumah itu dan menyelamatkan Anindya, namun dia benar-benar menahan emosinya supaya rencana dan rancangan dari Erik ini tidak akan gagal.
__ADS_1
Erik merasa bangga dengan temannya itu, dia bisa menahan diri, menahan emosinya supaya rencana mereka semua tidak gagal.
Erik langsung mengkode anak buahnya dua orang ke arah kanan rumah itu dan 2 orang ke arah kiri rumah itu, dan mereka harus menanti komando dari Erik untuk masuk ke dalam rumah itu. Sedangkan Erik, Vallen dan 1 orang anak buah Erik menerobos masuk ke dalam rumah yang memang sebenarnya tidak diamankan sedemikian rupa, jadi di ketiga orang ini sangat mudah untuk masuk ke dalam rumah itu.
Rupanya Anindya yang dibius belum sadarkan diri, terbukti belum adanya perlawanan dan percakapan yang berarti. Hanya suara-suara orang yang berbincang lirih mereka dengar dari ruangan di depan yang bisa dikatakan seperti sebuah ruangan tamu.
Vallen yang memantau pergerakan Anindya melalui alat perekam dan juga pelacak yang ditanam di anting-anting Anindya Iya juga tidak menemukan orang yang bercakap-cakap di sekitaran istrinya.Valen mengambil kesimpulan bahwa istrinya sedang ada di dalam sebuah ruangan dan posisinya sedang sendirian. Dia memberikan kode kepada Erik dan juga anak buah Erik bahwa dia akan mencari istrinya ke arah lain, sedangkan Erik dan anak buahnya melanjutkan penggerebekan nya menuju ke ruang tamu di mana Erik memperkirakan Ketiga orang itu ada di sana.
Benar saja dugaan Vallen Bahwa saat ini Anindya ada di sebuah kamar yang letaknya agak di belakang dekat ruang dapur, ruangan itu cukup luas dan ada sebuah tempat tidur serta lemari di sana. rupanya istrinya tidak sendirian disitu ada seorang wanita muda yang menjaga istrinya. Untung saja Vallen tidak melakukan pergerakan pergerakan yang berarti sehingga wanita muda yang rupanya sedang mendengarkan lagu melalui ponselnya tidak menangkap suara yang ditimbulkan oleh Vallen saat membuka pintu ruangan itu.
Karena wanita muda itu masih mendengarkan musik di ponselnya melalui headset yang dia pakai, dia tidak bisa mendengar ada orang yang yang berada di belakang tubuhnya. Valen juga melihat bahwa Anindya belum sadarkan diri, posisi Anindya sedang tertidur di atas tempat tidur yang ada di ruangan itu. Vallen langsung Mengayunkan pasak kayu yang dia bawa untuk menghajar tengkuk wanita muda itu sehingga tidak sadarkan diri.
Valen tidak lantas berpuas diri, dia menyentuh bagian nadi wanita muda itu untuk memastikan bahwa wanita itu belum meninggal. Dan benar seperti perkiraannya, wanita muda itu hanya tidak sadarkan diri. Valen langsung bergegas menggendong istrinya yang masih juga belum sadar.
__ADS_1
Sesampainya Vallen di luar ruangan itu, dia mendengar kegaduhan yang terjadi di ruangan tamu depan. Valen tidak memperdulikan yang lainnya, yang paling pasti dia harus menyelamatkan istrinya terlebih dahulu. Dia berencana untuk membawa istrinya itu itu ke mobil Erik yang di bawa tadi.
Dia harus menyelamatkan Anindya terlebih dahulu sebelum orang-orang yang ada di dalam rumah itu mengetahui bahwa Anindya sudah dibawa lagi. Dan nanti rencananya dia akan balik lagi ke situ untuk membuat perhitungan kepada bedebah bedebah yang sudah berani menculik istrinya.
Cepat-cepat Vallen berbalik ke arah di mana dia masuk bertiga tadi, dan karena dia harus melompati tembok di belakang maka dia merubah gendongan Anindya dari gendongan ala bridal ke gendongan di belakang punggung. Di dalam pikiran Vallen saat ini adalah ia harus segera membawa Anindia keluar dari tempat itu sebelum istrinya sadarkan diri. Beruntung ada gundukan pasir beserta batu-batu tu yang ada di dekat tembok tersebut, ini sedikit memudahkan Vallen untuk melompat dengan membawa beban istrinya di punggungnya. Tapi karena Vallen kurang hati-hati ketika melompat ke seberangnya jadi dia terjatuh.
" Arrrgggh!!" Bruuukkk!!!
.
.
.
__ADS_1
TBC
Wk wkw wk, sah ya udah 2 episodee. Jangan lupa vote dan likenya dong. Biar Thor semangattttttt!!!!! Jadi Thor bakal up terus sampe tangannya thor gempor!!! Happy Reading!!