Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 99.


__ADS_3

Anindya menuju ke kamar ayah mertuanya. Ia ingin menjenguk dan melihat kondisi ayah mertuanya. Padahal kondisi dirinya aja baru saja sembuh dan juga bekas operasi sesar itu juga masih terasa sakit saat dia berjalan atau melakukan aktivitas.


Tapi Anindya tidak mau berdiam diri saja, setelah menidurkan anak-anaknya dan selesai bebersih dia langsung menuju ke kamar rawat Ayah mertuanya. Dia ingin memastikan kalau Ayah mertuanya itu dalam keadaan baik-baik saja.


Di dalam sana mertuanya sedang sendirian karena dokter Prayogo tadi izin keluar sebentar untuk membawakan obat-obatan.


" Ayah, apakah sekarang sudah sedikit baikan? Apa perlu diambilkan sesuatu?" tanya Anin sambil membetulkan selimut ayah mertuanya. Tapi ayah mertuanya itu hanya menggelengkan kepala sambil berkata,


" Ayah sudah banyak perkembangan. malahan Ayah itu sudah kepingin gendong cucu cucu ayah, Tapi sayangnya kondisi tubuh Ayah belum bisa untuk menggendong mereka. Mudah-mudahan dalam Minggu ini Ayah sudah bisa melepas semua perban dan juga bisa segera berjalan lagi." jelas ayah mertua dengan nada senang.


Ayah mertuanya belum diberitahu tentang skenario yang saat ini dijalani oleh mereka. Ayah mertuanya belum tahu kalau di luaran sana mereka sudah menganggap Ayah mertuanya itu tidak ada alias meninggal. Tentunya itu dilakukan oleh Valen untuk menjaga keselamatan ayah mertuanya itu di dalam panti asuhan yang memang dikhususkan untuk bayi-bayi yang terlantar.


Awalnya keluarga Weston memang mendirikan Panti Asuhan ini khusus untuk bayi-bayi yang terlantar, jadi bayi yang ditinggalkan oleh orang tuanya, bayi-bayi yang dibuang karena keluarganya miskin, atau bayi hasil perselingkuhan.


Dan ada banyak juga orang tua - orang tua yang tidak bisa memiliki anak secara pribadi kemudian mengambil atau mengadopsi anak ditempat ini.


Tempat ini sangat eksklusif dan hanya didatangi oleh orang-orang tertentu saja. Lokasinya yang jauh menjorok dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk yang memang pekerja-pekerja dari keluarga Weston membuat Panti Asuhan ini ini sangat aman.


" Tapi ayah masih harus banyak istirahat karena luka-luka itu masih belum sepenuhnya sembuh juga bagi ayah yang patah membutuhkan perhatian yang ekstra. Jadi ayah jangan sembarangan untuk berjalan sebelum emang dokter Prayogo mengijinkan. Bukankah menurut dokter Prayogo, syaraf dan kelistrikan dari tubuh Ayah juga sudah membaik berkat nasehat dari dokter Nugroho kan?" kata Anindya sambil menyodorkan minum air putih kepada ayah mertuanya itu, karena biasanya sebelum tidur ayah mertuanya itu sering meminta minum terlebih dahulu. Memang Valen juga menyewa perawat dan suster yang khusus untuk merawat bayi dan juga yang khusus untuk merawat ayahnya.


" Iya tentu saja Ayah menjaga kesehatan Ayah supaya ayah bisa menjaga cucu cucu ayah yang barusan lahir itu. Ngomong-ngomong sebenarnya ini dimana sih? Kenapa kita tidak ditaruh di rumah sakit milik ayah saja?" tanya Ayah Valen itu dengan nada bingung. Tapi Anindya menjelaskan kepada ayah dengan lembut.


" Ayah masih ingat kenapa ayah bisa kecelakaan?" tanya Anin dengan lembut.


" Ditabrak dari samping sama truk? Tapi kata Prayogo, supir truknya meninggal di tempat?" kata ayah dengan lirih, ia mengingat dengan baik kejadian itu.


" Benar dan itu bukan sebuah kebetulan. Pembunuhnya mengincar bukan saja ayah, tapi juga Anin dan cucu cucu ayah." jelas Anindya dengan detil.


" Apa? Ini pasti kelakuan dari adik ayah kan? Paman Bil?" cecar Ayah dengan nada menuntut.

__ADS_1


"Anin sebetulnya tidak tahu-menahu tentang siapa yang sudah melakukan itu, cuman untuk sementara agar Vallen tidak stres untuk melindungi kita semua, dia membuat skenario untuk menyembunyikan kita sementara sehingga mereka tidak bisa menjangkau kita." lanjut kata Anin lagi.


" Keterlaluan dia!!"


" Tenang dulu ayah, Anin belum tahu siapa sebenarnya yang bersalah.." kata Anin berusaha menenangkan ayah mertuanya itu.


" Kenapa dengan ayah, sayang?" kata Valen yang sudah masuk ke dalam kamar rawat inap ayah di panti itu.


" Maaf mas, aku menjelaskan kepada ayah sedikit tentang keadaan kita, dan kenapa kita harus sembunyi sementara. Tapi ayah mengira ini pekerjaan paman Bill." kata Anin menjelaskan.


" Ayah harus bersabar ya. Valen sudah mengurus semua yang berkaitan dengan siapa yang memcelakai ayah."


" Apa itu pamanmu yang melakukannya?"


" Belum ada bukti, Yah!! Lebih baik ayah istirahat, kalau ayah ingin cepat bisa sembuh dan bisa ikut merawat anak-anak dari Vallen yaitu cucu-cucu ayah." kata Valen dengan nada mutlak tidak ingin ditawar. Vallen langsung membetulkan letak tidur ayahnya dan juga membenarkan letak selimut supaya Ayah Valen bisa beristirahat dengan nyaman. Ayah langsung menuruti apa yang menjadi kehendak anaknya itu agar lekas beristirahat supaya cepat sembuh.


" Yuk kita cek anak anak." kata Valen sambil menggamit lengan istrinya.


Anin dengan patuh mengikuti langkah kaki dari suaminya kembali ke area kamar dimana dia dan dan anak-anaknya berada. Disana Valen segera mengusir para perawat untuk keluar agar ia bisa bersama.dengan anak istrinya.


" Kangen!" rengek Valendengan manja. Valen langsung mendudukkan istrinya ke ranjang dan dia sendiri langsung memeluk istrinya serta tidur di paha istrinya itu dengan santainya.


" Kan baru kemarin ketemu." sahut Anin sambil mengusap rambut suaminya.


" Emang kamu gak kangen sama suami kamu?" tanya Valen dengan nada sewot, sedangkan Anin hanya tersenyum mendengar jawaban dan pertanyaan dari Vallen suaminya itu.


" Kenapa hmm? Ada yang menganggu pikiran kamu?" tanya Anin sambil mengusap rambut suaminya dengan lembut. Valen jadi merasa nyaman.


" Lelah dengan wanita penggoda!" katanya yang tanpa sadar membuat Anindya pasang taring ding kanan dan kiri.

__ADS_1


" Dimana?"


" Di rumah besar!" sahut Valen sambil masih mengendus endus aroma bayi di tubuh istrinya.


" Hah? Kamu masukin siapa?" tanya Anin.dengan nada kesal, Valen kali ini menjadi peka kalau sebenarnya istrinya kemungkinan dalam posisi cemburu ketika dia menceritakan bahwa ada wanita penggoda di rumah besar.


" Dengerin dulu mas tidak masukin siapa-siapa. Wanita yang maksud adalah seorang baby sitter yang ditugaskan untuk menjaga bayi milik kerabat jauh Erik yang dipinjam seolah-olah itu adalah anaknya mas.


Dia inilah yang yang dikirim oleh pembunuh Ibuku untuk menjebak aku karena mereka berpikir hanya tinggal aku dan anak itulah yang menjadi pewaris dari Weston Group. Tapi kamu tidak usah kuatir karena mas tidak tertarik dengan wanita penggoda macam dirinya. Karena di hati mas sudah penuh dengan kamu." rayu Valen sambil mengelus dada istrinya dengan seduktif.


" Jangan menggoda mas!"


" Minta dikit, eh keluar air susunya tuh!" kata Valen sambil masih meremas dada istrinya.


" Jangan ini buat anak anak mas..."


" Dikiiiiiiit aja..." kata Valen.sedikit memaksa.


Tiiiiiiiiit, maaf... adegan sensor ya🤭.


Up lagi siang ya, mata ngantuk.. hari ini harus revisi banyakkkk. Semangat pejuang revisii.💋


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2