Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 150.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


Kemudian mr Wong mendesah dengan sedikit kesal karena ternyata baik Vallen maupun Revan masih dapat dibodohi oleh Alicia maupun Paman Bil. Itulah kenapa mereka akan selalu kalah dengan pamannya itu karena pamannya itu lebih licik.


" Ehm, tuan Wong?" sapa Valent sambil menggoyang-goyangkan tangannya didepan wajah Tuan Wong, karena rupanya Tuan Bong sedang melamun.


Tuan Wong kembali mendesah karna dia harus menjelaskan kepada orang-orang dihadapannya itu bahwa sebenarnya Tanpa mereka sadari mereka sudah masuk ke dalam jebakan dari Paman Bill.


" Begini lo bro bukannya aku itu tidak memperbolehkan kamu untuk menangkap Paman kamu yang licin kayak belut itu. Tapi aku ingin kalau kalian tidak terpengaruh dan terjebak dalam skenario yang sudah dia buat untuk membuat kalian terjebak dalam drama yang sudah sengaja dia buat." kata tuan Wong sambil menghela nafasnya dengan kasar.


Tapi sebenarnya ini bukan kesalahan sepenuhnya dari Vallen dan Revan, mereka memang benar-benar orang baru di dalam dunia permafia an seperti ini.

__ADS_1


Jadi wajar kalau mereka itu tidak memahami seluk-beluk dan juga skenario yang sudah dibuat oleh Paman dari Vallen itu. Dan disinilah beratnya seorang Tuan Wong untuk menjelaskan kepada mereka.


" Maksudnya bagaimana sih? Kami tidak paham." kata Revan Setelah dia berpandang-pandangan dengan Vallen dan mengkode bahwa ia pun tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Tuan wong itu.


" Baiklah akan aku jelaskan secara singkat, jadi begini setiap markas besar di dunia hitam seperti yang aku sudah alami adalah mereka memiliki yang dinamakan areal penjebakan. Seperti area penjebakan yang aku miliki di depan rumah besar ini, yang pernah dibuat untuk menjebak pasukan Hunter Dead. Jadi sekalipun Alicia maupun Paman berada di sana mereka sudah mempersiapkan sebuah skenario plan B untuk menghancurkan orang-orang yang masuk ke dalam areal miliknya. Makanya seperti yang aku bilang tadi Alicia itu juga tidak dapat dipercaya, dia mengatakan seperti itu agar kamu datang ke rumah paman mu itu dan terjebak di sana serta mati di sana. Makanya seperti yang aku bilang tadi sebetulnya Alicia ini hanya mencari teman untuk mati bersama. kejahatan mereka itu sudah bisa aku baca dengan baik, Jadi aku harap kamu tidak terpengaruh dengan apa yang mereka katakan." jelas tuan wong dengan sangat rinci.


" Jadi kita harus membiarkan begitu saja informasi ini lewat karena kita takut kalau sampai kena jebakan dari pamannya Vallen?" kata Revan dengan nada tidak terima.


" Sebetulnya bukan membiarkan dia lewat begitu saja, karena itu pun aku tidak akan mungkin melewatkan untuk mendapatkan paman mu itu. Sebagai orang kedua yang akan aku siksa tanpa ampun sampai dia sendiri memohon-mohon kepadaku untuk dibunuh sama seperti aku memperlakukan Alicia. Tapi kalian harus tahu bahwa kita harus bermain cantik dalam hal ini. Kita harus bisa menyusupkan seseorang ke sana sehingga kita bisa mengerti langkah mana yang harus kita ambil dan spot-spot mana yang ditanami bom. Aku yakin dia melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan. dan untuk mempelajari skema dan tata letak markas milik Paman Bill itu, supaya kita tidak terjebak di tempat yang sama. Tenang saja aku sudah memiliki satu orang yang aku kenal sebagai crazy man yang biasa menyusup ke tempat-tempat seperti itu. Aku pastikan akan mendapatkan kepala Bill Weston untuk ikan-ikan di laut."


" Tenang bro..Orang itu sudah di dalam sana. " kata Tuan Wong sambil mengedipkan matanya tanda ia menenangkan Valen dan Revan.


" Bagaimana dengan tempat Hunter Dead?" tanya Revan kemudian.


" Kita akan habisi mereka satu persatu. Ingat, jangan menyisakan satupun dari mereka." kata tuan Wong sambil menyeringai. Wajahnya yang tampan tampak menakutkan sekarang.

__ADS_1


Tok tok tok..


Ternyata anak buah Tuan Wong dari pengembangan teknologi datang menemui Tuan Wong. Mungkin apa yang akan dibicarakan oleh Kepala pengembangan teknologi milik Tuan Wong itu sangatlah penting, menilai dari wajahnya yang cukup serius tanpa ada senyum di gurat wajahnya.


" Ada apa? " Sapanya dingin.


" Maaf, Tuan! Kami menemukan bahwa di Pulau pribadi itu semuanya adalah anak buah dari Hunter Dead. Kami sudah meneliti wajahnya satu persatu dan menggunakan alat pendeteksi panas tubuh supaya bisa memantau apakah ada orang yang disembunyikan atau tersembunyi di bawah tanah. Tapi kami mendapati tidak ada seorangpun yang tersembunyi di bawah tanah. Jadi kami bisa yakin bahwa semuanya ada di lapisan teratas dan setelah kami teliti satu persatu mereka semua adalah anak buah dari Hunter diet yang menjadikan Pulau itu sebagai markas besar mereka." jelas kepala pengembangan teknologi milik Tuan Wong.


" Lalu apakah yang menjadi rekomendasi kamu untuk menghancurkan mereka?" tanya Tuan Wong dengan santai. Dia sudah memiliki beberapa kemungkinan untuk menghancurkan Hunter Dead tanpa mengotori tangannya.


" Menurut kami yang paling tepat adalah menggunakan kapal selam sehingga keberadaan kita tidak akan terdeteksi kemudian menaruh bom di beberapa tempat yang vital lalu menghancurkan Pulau itu sehingga tidak tersisa. Itu adalah cara yang paling aman dan tepat untuk menghadapi orang-orang semacam Hunter Dead. Dan dari pihak kita pun akan mengalami lebih sedikit risiko karena kita tidak berhadapan langsung dengan mereka. Karena kemungkinan mereka juga menanam beberapa bom di beberapa tempat di Pulau itu." kata anak buah tuan Wong itu dengan sedikit gugup. Cara ini sudah dipikirkan dengan baik, dan ia sedikit lega ketika melihat bos besarnya hanya manggut manggut seakan setuju dengan apa yang ia katakan. Tapi anak buahnya baru sedikit merasa lega belum sepenuhnya lagi sebelum Bos besarnya itu membuka mulut tentang ide yang sudah ia utarakan itu apakah disetujui oleh big bosnya atau tidak.


" Menurutmu siapakah yang harus maju ke sana?" tanya tuan Wong lagi dengan nada menyelidik.


" Kalau bisa sih yang melakukan ini adalah angkatan laut yang benar-benar menguasai berada di perairan lepas seperti itu. Mungkin bisa saja bekerjasama dengan anggota interpol untuk menyerbu dan mempersiapkan bom yang digunakan untuk menghancurkan Pulau itu beserta orang-orang yang ada di dalamnya. tadi saya berpikir tentang pasukan katak yang dimiliki oleh Angkatan Laut. Mereka bisa menyelam dan kemudian menanam bom di Karang Karang dekat markas yang dibangun di Pulau itu." lanjut kepala pengembangan teknologi milik Tuan wong itu. Tuan wong berpikir bahwa idenya ini bisa dilaksanakan jadi dirinya langsung berkata kepada Vallen yang kebetulan juga berada di tempat yang sama dengan dirinya.

__ADS_1


" Bro, kamu sudah dengarkan? Kita bisa memanfaatkan ide yang diberikan oleh Kepala pengembangan teknologi ku ini dan melakukan penyerangan kepada Hunter Dead. Jadi satu persatu dari orang yang dipakai oleh Paman kamu itu akan kita hancurkan supaya dia tidak bisa lagi meminta tolong kepada yang lainnya. Gimana?"


__ADS_2