Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Masalah buat Valen.


__ADS_3

Setelah mereka bertiga masuk ke dalam ruangan kerja Vallen dan menutup pintunya, Anindya langsung mengintrogasi seorang laki-laki tampan yang tinggi tegap dan berbody atletis.


Dirinya bahkan belum mengenal Siapa nama orang yang hendak dia interogasi itu. Anindya hanya menyuruh Vallen untuk duduk di dekat dirinya dengan tatapan mata karena ia masih kesal dengan suaminya.


Ia tahu ini pasti suaminya telah menyembunyikan sesuatu di belakangnya sehingga tiba-tiba ada calon menantu yang membawa seserahan Ingin Melamar Anak perempuan satu-satunya.


" Nah, silahkan kamu berbicara. Sebenarnya ada apa dengan semua seserahan dan juga perkataan kamu tadi? Kapan kamu bertemu dengan anak perempuan saya dan mengapa kamu ingin melamarnya?Dan siapa nama kamu?" desak Anin dengan nada tegas membuat Gustav sedikit ciut.


Dirinya tidak pernah berhadapan dengan seorang ibu-ibu apalagi ibu-ibu ini adalah calon ibu mertua nya.


Biasanya yang ia temui adalah orang-orang yang ada di bawah dirinya atau pekerja pekerja yang bekerja untuk dirinya jadi dia tidak perlu berkata-kata dengan penuh hormat dan memilih kata-kata yang tepat agar orang itu tidak tersinggung.


" Ehm jadi gini bu! Nama saya Gustav Alexandro Dimitri, dan awalnya saya bertemu dengan Wilhelmina saat dia melarikan diri dan dia bekerja sebagai pelayan di cafe hits Lembang milik saya. Tetapi dia memasukkan data pribadinya sebagai Nana Yondra dan bukannya Wilhelmina Chalyondra Weston.."


" Sebentar, Apa katamu?Melarikan diri? Mas kamu bilang kalau baby pergi sudah pamit sama kamu! yang benar yang mana ini?" tanya Anindya sambil menoleh kearah suaminya yang sudah memejamkan mata tanda dirinya sudah tahu bahwa Anindya bakal memarahi dirinya. Oh my God jatah tidur luar ini! batin Vallen dengan Nelangsa.

__ADS_1


" Awalnya dia memang melarikan diri sayang tapi setelah aku menyelidiki jadinya aku sudah langsung tahu di mana baby berada. Agar kamu tidak terlalu cemas maka aku bilang seperti itu sama kamu." Valen menjawab begitu agar Anin tidak marah, tapi sandiwaranya dipatahkan oleh Gustav yang dengan polosnya menceritakan bahwa bukan begitu kejadiannya. Membuat Anin melirik gemas terhadap suaminya yang sekarang hanya bisa garuk-garuk kepala melihat Anin sekarang lebih percaya kepada calon menantunya itu.


" Ehm bukan gitu, ayah mertua! Ayah mertua itu baru tahu setelah hari ini, tepatnya pagi tadi saya menelpon ayah mertua untuk menjemput baby Ly alias Nana Yondra yang saat itu ada di tempat saya. Jadi kronologinya adalah begini, biasanya saya selalu mencari data-data pegawai yang masuk ke tempat saya atau yang melamar ke tempat saya dan diterima kerja di semua posisi di tempat saya, namun sekarang saya heran kenapa biodata Nana yondra itu tidak dapat dilacak lewat disdukcapil yang diakses oleh asisten pribadi saya. Kami kebingungan karena biasanya biodata asli akan dapat dilacak melalui disdukcapil maka kami mencurigai bahwa Nana itu telah berbohong dan memalsukan biodata pribadinya. Hari ini Asisten saya langsung menghubungi Underground Site di mana seringkali kami juga memakai untuk meneliti catatan kejahatan maupun biodata asli. Dan kami melihat iklan yang dibuat oleh Tuan Vallen alias ayah mertua yang mengatakan bahwa mereka mencari Wilhelmina chalyondra Weston alias baby Ly yang hilang karena melarikan diri dari rumah. Dan foto Wilhelmina yang dipasang di data base underground site itu persis sekali dengan Nana yondra yang saat itu masih ada di rumah saya. Dan setelah saya lacak tanggal kepergiannya baby Ly dari rumahnya sangat cocok dengan ketika dia masuk ke cafe hits Lembang. Dan baru sore tadi saya mengetahui tentang kejelasan semuanya." jelas Gustav dengan polosnya. Anindya hanya mengangguk-anggukan kepalanya sedikit melirik sinis suaminya yang tampak berwajah bersalah.


" Lalu? Kenapa kamu malah ingin melamar dan menikahi anak saya?" Tanya Anin dengan tatapan menyelidik karena wajah Gustav ada memarnya. Pasti ini ulah dari suaminya.


" Ehm karena saya... ehm karena saya dari awal bertemu dengan Nana eh baby Ly, sudah langsung suka. Makanya saya taruh Nana di rumah saya sebagai asisten pribadi saya. Dan tadi.. ehm kami.. kami berciuman panas..tapi bener bener atas dasar suka sama suka. Saya serius mau bertanggung jawab, bahkan saya bersedia memenuhi keinginan ayah mertua yang ingin pulau pribadi saya yang digunakan untuk memoles permata dan batu mulia untuk dijadikan mahar pernikahan saya dan baby Ly." kata Gustav dengan sedikit terbata dan terpatah patah. Karena malu dan juga takut takut. Benar kata baby Ly, ibunya lebih menyeramkan dibanding ayah Valen. Suaranya halus dan anggun tapi efek tatapannya itu membuat dirinya takut. Bukan cuman dia, bahkan ayah Valen sejak tadi hanya bisa meringkuk tak berdaya, apalagi Valen ketahuan bahwa berbohong kepada Ibu Anindya Bagaskara, padahal perjanjiannya dulu ayah Vallen tidak boleh berbohong kepada Ibu Anindya dalam konteks apapun.


" Ohhh.. jadi ayah Vallen meminta kepada kamu untuk memberikan Pulau pribadi yang kamu pergunakan untuk memoles permata dan juga batu mulia itu sebagai mahar pernikahan anak perempuannya, begitu maksudnya?" tanya Anindya sekali lagi dengan menegaskan beberapa perkataannya supaya Gustav bisa menjawab kebenaran tersebut.


" Yapi sayang, aku bisa jelasin semuanya kepada kamu! Ini bukan karena aku matre atau ingin menjual anak kita, tapi ada alasan dibalik semuanya itu." kata Vallen membela diri.


" Tapi saya benar-benar serius untuk melamar Wilhelmina C Weston sebagai istri saya yang sah dan satu-satunya. Karena sebenarnya saya ini belum pernah jatuh cinta sama sekali dengan wanita manapun, tapi begitu saya bertemu dengan Nana eh maksudnya Wihelmina, dada saya langsung berdebar kencang." kata Gustav berusaha merayu Ibu mertuanya itu agar keinginan dirinya untuk mempersunting Nana bisa tercapai.


" Oke kalau kamu memang benar-benar serius kepada anak saya, kamu bisa memanggil keluarga kamu untuk segera Melamar Anak saya." sahut Anindya sambil melipat tangannya di dada tanda dia ingin melihat kesungguhan dan keseriusan dari Gustav karena tadi dia melihat bahwa Gustav tidak membawa keluarganya atau ayah ibunya.

__ADS_1


" Sayang, berarti kamu setuju dengan dia?"


" Ya! Sejauh yang aku tahu dia jauh lebih jujur daripada dirimu!" jawaban telak Anin membuat Valen tahu dirinya ada di ambang masalah besar.


" Tapi ibu mertua, saya sebatang kara di dunia ini. Kakek saya baru beberapa bulan yang lalu meninggal. Ayah saya meninggal karena kecelakaan, ibu saya meninggal karena melahirkan saya."


" Astaga, malang benar nasibmu nak!" kata Anindya sambil memeluk Gustav dengan rasa kasihan. membuat Valen yang ada disitu justru merasa cemburu dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu dan memutar bola matanya dengan kesal terhadap Gustav yang sudah bisa meraih simpati dari Anindya dengan mudah.


" Bisa gak, kalau gak usah pelukan?" tanya Valen dengan nada datar dan dingin sambil menatap Gustav dengan tajam, sedangkan tangannya berusaha memisah Anin dan juga Gustav.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Guys.. jangan lupa like, komen, gift, vote dan share ya... Ditunggguuuu!!!


__ADS_2