
Hiks hiks, readers .. thor sedih soalnya cerita ini turun rank dari rangking 8 jadi 10.... hua hua hua....Semangatin thor dengan like, vote dan gift yang banyak yaaaa, i love you allll babyy
***
" Kalau sudah begini bagaimana kita bisa mengatasi semuanya, Dim?" tanya Dewa dengan nada yang sangat lemas, Apa yang dilakukan oleh anaknya itu memang mencoreng nama baik dirinya dan juga keluarganya, tapi dia juga tidak tega kalau hanya membiarkan There begitu saja.
" Minta pengampunan!" jawabnya singkat.
Dewa dan Tere menatap Pak Dimas dengan pandangan horor. Bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan pengampunan dari Vallen. Bahkan Tere yang gila pun sadar bahwa apa yang sudah dia lakukan itu keterlaluan dan nggak mungkin kalau Vallen sampai mau memberikan pengampunan kepadanya.
" Tapi Dim, Bagaimana mungkin kita mendapatkan pengampunan dari Vallen sedangkan tadi saja aku saat ke sana sudah mencaci-maki Vallen seperti itu. Dan apa yang sudah dilakukan oleh Tere aku rasa tidak akan mungkin mendapatkan pengampunan dari Vallen." kata Dewa dengan wajah memelas. Dia sudah salah strategi tadi, dia sudah mencaci maki Vallen, mana mungkin Vallen memberikan maaf kepadanya. Tapi ini sebenarnya bukan salahnya juga, ketidaktahuannya akan perilaku anaknya yang menyimpang itu membuat dirinya percaya diri saja dengan apa yang dikatakan anaknya bahwa Tere itu difitnah dan Vallen lah yang sudah keterlaluan sampai menfitnah dan memenjarakan anaknya itu. Nasi sudah menjadi bubur maka dia harus mencari cara lain supaya Vallen dan Anin bisa memaafkan kesalahan anaknya. Dimas menatap Dewa dengan tatapan penuh sukacita.
" Pasti Vallen sangat mencintai Anindya kan? Dan dari informasi yang aku dengar, Anindya ini selain Dia terkenal cantik dia juga terkenal baik." pernyataan Pak Dimas yang baru saja didengar oleh Tere membuat Tere kembali meradang. Kembali lagi dia diperhadapkan pada orang yang memuji kebaikan dan kecantikan sepupunya itu, padahal Tere merasa bahwa dirinya tidak kalah cantik dengan sepupunya.
" Apa maksudmu sebenarnya sih Dim? Kalau masalah mencintai tentu saja Vallen sangat mencintai istrinya karena Anindya itu sering sekali membela Vallen di hadapan keluarga Bagaskara, sedangkan kalau masalah baik, memang Anindya itu anaknya sopan dan tidak pernah neko-neko." jelas Dewa dengan nada yang masih bingung, dia masih belum menangkap maksud dari sahabatnya itu.
" Dewa ini adalah tugas kamu! Kamu harus mendapatkan maaf dari Vallen! Dan caranya adalah kamu dekati Anindya, mintalah Maaf melalui Anindya, dan mintalah juga Anindya untuk mencabut tuntutan dari Vallen. Bisa juga kamu beralasan akan mem bawa Tere ke luar negeri dan tidak pernah kembali ke Indonesia lagi. Itu satu-satunya cara supaya kamu bisa mengeluarkan anakmu dari penjara. Kalau seandainya dia menolak untuk membebaskan There paling tidak mintalah keringanan hukuman supaya hukuman There tidak akan sampai hukuman mati atau hukuman seumur hidup!" jelas Pak Dimas dengan wajah yang berbinar-binar, seakan-akan dia sudah mendapatkan jawaban dari permasalahan yang rumit tadi.
__ADS_1
Tapi wajah Dewa berbanding terbalik dengan wajah Pak Dimas yang berbinar-binar. Dewa kelihatan tambah lesu dan tidak bersemangat. Apalah daya pada akhirnya dia sendiri yang harus menjadi tumbal dari kelakuan anaknya. Tapi dewa berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Dimas sahabatnya tadi memang benar, dia harus bisa berusaha mendekati Vallen melalui Anindya. Karena hanya lewat Anin lah jalan satu satunya dia bisa menaklukan Valen. Dan Dewa harus bisa yakin 100% bahwa dia bisa menaklukkan Anindiya sehingga hukuman dari There setidaknya akan diperingan.
There juga memasang wajah kesal, Sebenarnya dia enggan untuk meminta-minta bantuan dari Anindya. Secara Anindya itu adalah musuhnya. Masa dia harus membuang harga dirinya untuk memohon-mohon kepada Anindya untuk melepaskannya. Tapi There juga berpikir ini adalah jalan yang terbaik. Setidaknya kalau dirinya ingin bebas, dia harus lepas betul dan menjauh dari kehidupan Anindya juga Vallen. There merasa dirinya cantik dan pasti banyak orang yang mau dengannya. Mungkin juga lebih kaya daripada Vallen yang dingin dan datar itu.
Akhirnya mereka sepakat untuk menemui Anindya di rumah sakit kembali. Dewa harus memikirkan cara untuk bisa mendekati Anindya karena dia tahu sekarang Vallen pasti akan melarangnya untuk bertemu dengan Anindya dan memperketat keamanan di rumah sakit.
Dan Dewa mendengar dari kakaknya bahwa dalam waktu dekat ini Anin akan diperbolehkan pulang ke rumah. Jadi dia harus lebih cepat lagi menemui Anindya, karena jauh lebih mudah untuk menemui Anindya di rumah sakit.
Dewa baru tahu kalau kakaknya hanua tahu kalau Anindya masuk kedalam Rumah Sakit katena hamil kembar dan bukan karena penculikan. Kakaknya bahkan tidak tahu menahu kalau Anin habis melalui hal yang berat seperti penculikan dan mereka juga tidak tahu kondisi There yang terlibat sebagai pelaku dalam penculikan dan percobaan pembunuhan terhadap Anindya.
Kakaknya bahkan juga tidak tahu bahwa menantunya itu adalah salah satu orang yang terpandang dan terkaya se-asia Tenggara. Mereka masih juga menghina menantunya yang dianggapnya tidak mampu menjaga kondisi kehamilan dari Anindya. Bahkan di saat hamil seperti ini pun Anindya masih harus kesusahan mengurus mahkota horeca grup. Keluarga Bagaskara menganggap bahwa kehancuran dan kebangkrutan Bagaskara grup sudah dipulihkan lewat kerja keras Anindya.
***
" Mas kapan aku bakal pulang ke rumah?" tanya Anin dengan nada manja. Emang saat ini Valen sedang mengupaskan buah untuk dimakan oleh istrinya.
" Kalau Dokter sudah mengijinkan kamu untuk pulanglah, sayang!" kata Valen dengan singkat padat dan datarrrr seperti biasa nya, jawaban itu membuat istrinya menjadi kesal.
__ADS_1
" Aku sudah bosan di sini dan tidak ngapa-ngapain, Mas! Padahal pekerjaan di kantor itu sedang banyak-banyaknya dan aku harus..."
" Sementara ini kamu harus cuti dulu! Biarlah Ibu Susan yang mengurus semua kebutuhan kantor, kamu hanya perlu memantaunya via online saja. Aku tidak mau kalau sampai ada apa-apa lagi! Anak kita ini lebih penting daripada pekerjaan di kantor, sayang!" potong Valen dengan nada tidak suka. Ini membuat Anindya menjadi kesal, mungkin karena hormon ini membuatnya mood-nya menjadi swing. Mungkin juga karena bosan, dia selama beberapa hari ini hanya makan tidur, makan tidur saja dan tidak melakukan aktivitas yang berarti. Padahal Anindya ini terkenal aktif.
" Huh! Mas tapi aku bosan." sergah Anin dengan nada tinggi.
Valen menaruh pisau dan buah yang sedang dia kupas. Dengan tatapan yang datar dan dingin dia memandang istrinya, Valen tidak suka kalau Anin lebih mementingkan pekerjaan daripada anak-anaknya. Valen sebetulnya bukan melarang Anindya untuk bekerja tapi dia harus ingt kalau kandungannya sedikit bermasalah, harusnya Anin bisa memprioritaskan antara anak dan pekerjaannya apalagi saat ini Vallen memiliki pekerjaan tetap yang jauh memiliki penghasilan yang lebih besar daripada istrinya itu.
Tatapan suaminya yang dingin membuat Anindya sedikit takut, biasanya suami memandangnya dengan tatapan memuja. Entah kenapa, Anin ingin menangis rasanya saat ditatap seperti itu oleh suaminya. Air matanya seperti tidak dapat dicegah keluar dari sudut matanya. Bahkan tiba tiba Anin sudah terisak isak. Hal ini membuat Valen menjadi bingung, bagaimana menenangkan istrinya yang tiba tiba menangis?
.
.
.
TBC
__ADS_1
Nah looooo, gimana cobaa??? Valen sih bikin istrinya nangis! 😂😂😂