
Kami kembali ke penginapan, makan malam, dan istirahat dengan tubuh yang ringan dan hati yang gembira! itu sih yang awalnya kami pikirkan, ketika akhirnya sebuah masalah lagi-lagi menghampiri kami.
di depan penginapan, kami sudah disambut oleh sekelompok Ksatria bersenjata lengkap. dengan Zirah yang menutupi seluruh tubuh mereka dan sebuah pedang dengan bilah yang terlihat cukup tajam. eh, ada apa gerangan?
salah satu dari mereka menghampiri kami. aku sendiri tidak bisa melihat wajahnya secara jelas karena seluruh kepalanya ditutupi oleh helm bajanya. dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan itu pada kami.
"Kalian adalah petualang yang baru saja datang kemarin kan!? tidak! rasanya alih-alih menyebutkan diri kalian seorang petualang, Kalian adaka sekelompok pencuri!"
hah, pencuri? apa yang sebenarnya orang ini katakan? dia memahami kebingungan kami dan memanggil salah satu rekannya. dia akhirnya datang dan membawa tas yang berisi barang-barang kami. kami dipaksa untuk melihat isi barang bawaan sendiri. hei, hei, hei! kalian tidak punya hak untuk membongkar bawaan orang lain tanpa seizin yang punya lho.
tidak ku sangka, ternyata ada dua emas batangan di tasku dan James. sementara itu, ada tiga dan empat emas batangan di tas milik Anna dan Evelyn. itu adalah emas batangan murni. eh, jadi kalian ingin menuduh kami sebagai pencuri?
"Lihat ini dasar jelata rendahan! kau jelas-jelas datang kesini untuk mencuri kan!? bagaimana bisa kami membiarkan sekelompok orang seperti kalian mengganggu keamanan di kota yang terberkati oleh para Dewi ini? anjing-anjing seperti kalian lebih pantas hidup menjilati tanah penjara!"
dengan amarah yang membara, dia memaki kami. tidak hanya itu, menggunakan sepatu besinya yang keras, dia bahkan dengan sangat keras menendang dadaku! yah, itu sama sekali tidak sakit. bahkan aku bisa saja tetap bergeming setelah menerima tendangan itu. tetapi ya sudahlah, mari kita ikuti permainan kekanakan semacam ini.
BRUKKK!! Sepatunya yang keras dengan telak mendarat di dadaku. aku terpental sejauh tiga meter. aku tidak sempat berteriak kesakitan karena dari mulutku darah sudah keluar terlebih dahulu. Anna dengan panik ingin menolongku, namun dihadang oleh salah satu dari mereka. Cih, kami kalah jumlah. dan yang lebih penting lagi, tubuhku sudah tidak berdaya. sepertinya beberapa tulang rusukku patah.
"hahaha, rasakan itu bajingan! hei kalian, bawa mereka ke penjara bawah tanah sekarang! biarkan para pencuri biadab seperti mereka merasakan dinginnya penjara bawah tanah sebagai hukuman bagi mereka!"
dengan tubuh yang lemah, aku digotong oleh mereka. yang lain juga secara paksa digelandang ke tempat yang sama sekali tidak kita ketahui. aku penasaran kenapa mereka melakukan hal seperti ini pada kami. apakah mereka ingin memeras harta benda yang kita bawa?
****
Malam harinya di bawah tanah....
"Hei bangun dasar anjing kampung!" siraman air membasahi tubuhku. ini dingin! tidak peduli dipandang dari sisi manapun, menyiram Seseorang di malam musim dingin adalah ide-ide yang sangat buruk!
"Oh lihat, sepertinya dia sudah sadar. lebih baik kita apakan bocah ini? sepertinya mempermainkan tubuhnya adalah yang terbaik ya, hehehe..." Hihhh! menjijikkan! aku bisa mendengar suaranya yang menjijikkan miliknya memenuhi ruangan ini!
aku tidak punya petunjuk dimana aku berads sekarang. tetapi sepertinya ini adalah penjara. ada beberapa ruang yang ditutupi oleh teralis besi. aku tidak tahu apa yang membuat mereka melakukan ini pada kami. kita semua sadar kalau ini adalah sandiwara yang mereka buat. tapi apa tujuannya? mereka tidak tahu kalau aku dan Anna merupakan bangsawan jadi mereka pasti memandang kita tidak lebih dari Petualang rendahan.
__ADS_1
tentu saja tujuan mereka jelas-jelas bukan memeras kami. tapi apa? baik, kesampingkan itu dahulu, aku harus memeriksa kondisi yang lain. dengan sihir [Search & Scan] aku mencari yang lain dan dengan itu aku bisa mengetahui kabar partyku. James terlihat baik-baik saja. dia sedang tertidur di salah satu jeruji besi. syukurlah Tidak ada luka di tubuhnya.
tapi dimana Anna dan Evelyn? aku sudah mencari dan memindai seluruh bangunan ini tapi tidak menemukan mereka di ruangan manapun. tiba-tiba sebuah petir seperti menyambar kepalaku. mataku seperti dibuka. begitu. begitu rupanya! yang mereka incar bukan apa yang kami bawa. cih para bajingan tidak tahu diri itu mengincar Anna dan Evelyn! sial! kenapa sesuatu seperti ini tidak terpikirkan dariku sejak Awal! Issac Bodoh, Issac Bodoh, Issac Bodoh!
Tenang Issac. Panik tidak akan membawa kebaikan apapun padamu. Pertama, mari kita bebaskan diri sendiri dulu dan James. kedua orang yang tadi juga sudah selesai menyiksaku. Mereka sedang lengah karena aku diikat dengan tali sihir. Ini sihir yang biasa saja tetapi karena dirapal oleh orang yang cukup kuat, efek sihir ini juga menjadi kuat.
tetapi sihir seperti ini mana mungkin bisa mengikatku. [Absolute Null: Tingkat Satu] aku mengeluarkan sihir itu. ini adalah sihir yang mampu menetralkan segala jenis serangan dan hal-hal mengikat semacam ini. tidak perlu waktu lama, dua detik sudah cukup untuk menghilangkan tali ini.
kedua orang tadi sedang tidak di ruangan ini, cih, Kalau salah satu dari pasukan pribadiku ada yang seperti mereka, aku bersumpah akan menceburkan mereka kedalam sumur dengan kepala terjatuh lebih dulu.
dengan santai dan senyap, aku keluar dari ruangan bau ini. aku melihat kedua orang tadi diluar. mereka sedang tertawa-tawa. ada Anggur botol tergeletak di meja. eh, mereka sedang mabuk. ini lebih mempermudah pekerjaanku. aku berjalan ke arah mereka tanpa menghilangkan hawa keberadaanku. salah satu dari mereka yang pada akhirnya selesai tertawa terkejut karena melihat orang yang seharusnya sedang terikat dan pingsan tiba-tiba terlepas dan datang menghampirinya.
"Oi Anjing Kampung! Apa Yang Kau Laku…" dia belum selesai menuntaskan kalimatnya ketika sebuah kristal es tiba-tiba menghantam kepalanya dan menembus otaknya. yeah, dia mati seketika.
sementara lawan bicaranya tercengang karena kematian rekannya yang tiba-tiba, dia melompat dan menjauhiku mengikuti Insting pertahanan dirinya. dia mengambil pedangnya dan mulai mengancamku.
"Dasar Anjing Kampung Tidak Tahu Diri! Kau pikir siapa yang sebenarnya sedang kau hadapi!? Kami Ada…" Astaga, aku bahkan merasa tidak perlu untuk mendengar kata-katanya lagi sebelum pada akhirnya aku menghantam kepala orang itu dengan kakiku.
"A-aku, Se-sebagai Ksatria yang me-melayani Earl Clifford, tidak akan mengatakan apapun padamu!"
Aku tersenyum sambil menghampirinya. ya, dia tidak perlu mengatakan apapun. aku sudah mengetahui keberadaan James. begitupun dimana Anna dan Evelyn. begitu sampai di depannya, aku langsung menginjak kepalanya sekali. dia pingsan. aku melukai jari telunjukku sendiri dan meneteskan darahku ke telinga Ksatria itu.
"[Blood Magic: Bloody Puppet]"
Yosh, persiapanku selesai. mari kita jemput James sekarang. dia ada di ruangan yang tidak jauh dari sini. sepanjang jalan, aku 'terpaksa' harus membunuh para Ksatria yang aku temui. yah, aku ingin sedikit mungkin orang yang dapat melihat keberadaan ku.
tenyata benar, tidak jauh dari tempat aku dikurung, James ada disana. dia tidak tertidur, tetapi sepertinya dia agak stress. inikah pertama kalinya dia masuk penjara?
"Hai James, sepertinya kau tidak terlihat baik-baik saja. ayo kita keluar."
James kaget karena tiba-tiba melihatku berdiri di depan selnya. seolah cahaya harapan tiba-tiba muncul dihadapannya. hei, aku bukan rasul jadi jangan memandangi aku seperti itu oke? aku membuka gembok sel itu dengan kunci yang aku dapatkan dari salah satu Ksatria.
__ADS_1
"Ah Benar juga, Dimana nona Anna dan Eve, Issac? kenapa kau tidak menyelamatkan mereka terlebih dahulu?" aku bisa merasakan sedikit kemarahan dalam nadanya. James benar. mereka memang harus diprioritaskan tapi sayangnya, mereka juga tidak dikurung di penjara ini.
"Sayangnya mereka tidak ada di sana. aku tidak tahu bagaimana kondisi mereka tetapi, aku sudah tahu dimana mereka berada. cepat, Kita tidak punya banyak waktu atau kesucian mereka akan segera ternoda!"
mengatakan itu, aku memimpin jalan menuju tempat Anna dan Evelyn. kalian berdua, bertahanlah!
****
di markas Ksatria Kota Cliff, Satu kilometer dari Mansion Earl Clifford....
ini adalah salah satu kamar mewah dan megah milik kepala Ksatria. dia biasanya tidur disini. tetapi sekarang, kamar yang megah itu kini berantakan. penyebabnya cukup jelas, Komandan Ksatria yang sedang bertarung dengan Anna dan Evelyn.
Tetapi Komandan Ksatria ini cukup kuat untuk membuat Anna dan Evelyn kewalahan. nafas mereka berdua menjadi berat. baju mereka juga sudah tersobek-sobek. Komandan Ksatria itulah yang membawa mereka ke kamar ini untuk jadi santapan malamnya. mereka dibawa kesini dalam keadaan tidak sadarkan diri. begitu mereka bangun, hanya tinggal dalaman berupa kamisol dan celana pendek yang menempel di tubuh mereka.
untungnya, mereka tidak lemah dan dapat melakukan perlawanan balik ketika Sadar. tetapi kesenjangan kekuatan mereka terlampau lebar. meskipun Komandan Ksatria kota Cliff, Will, adalah orang bejat, tetapi dia kuat. berada di Grade satu. sementara Anna dan Evelyn paling tinggi berada di Semi Grade satu. meskipun berdekatan, tetapi perbedaan kemampuan antara Semi Grade satu dan grade satu memang benar-benar jauh.
Mereka sudah tidak mampu bertarung lagi. Evelyn sudah pasrah, tetapi kali ini Anna tersenyum. senyum yang sama sekali tidak dipahami oleh Will maupun Evelyn.
"Cih kenapa kau tersenyum dasar wanita murahan!?" Will yang moodnya masih buruk karena belum berhasil mencicipi tubuh indah mereka, sangat kesal ketika melihat Anna tersenyum seolah melihat pujaan hatinya. jika dia benar memang memiliki seorang pujaan hati, Will ingin sekali menyetubuhi Anna di depan orang itu.
"tidak ada masalah Evelyn, sudah saatnya kita gantian." tiba-tiba sepuluh pedang Es menembus langit-langit kamar itu dan melesat ke arah Will. dia nyaris saja terlambat untuk menghindar. meskipun dia grade satu, tidak diragukan lagi kalau dia akan mati jika terkena serangan itu.
"SIAPA ANJING PENGECUT YANG BERANINYA MENYERANG KU DARI BELAKANG!? KELUAR DAN MAJU HADAPI AKU!"
kemarahannya memuncak. sudah gagal untuk melakukan hal "itu", sekarang dia tiba-tiba diganggu oleh orang lain. dia mengadahkan wajahnya ke atas sambil mencaci dan menantang orang yang menyerangnya tadi secara frontal!
"Aku disini, dasar Ksatria Tolol!" berlainan dengan harapan Will, suara seorang lelaki muncul lewat jendela. Will mengarahkan pandangannya ke jendela dan dia tertegun. badannya gemetar ketakutan. di depannya harusnya adalah dua orang yang sekarang mendekam di penjara. tidak, seharusnya orang yang berbicara itu sudah mati karena dijadikan mainan oleh prajuritnya! kenapa dia bisa ada disini.
dan tentu saja, orang yang berdiri di jendela adalah James dan Issac.
"Yoh, tuan Ksatria. pertandingan Baru saja dimulai lho " kata Issac dengan seringai Iblisnya.
__ADS_1