
Hanya dalam dua bulan toko milik Issac telah berkembang pesat. Para pelanggan berbondong-bondong mendatangi tokonya. Bukan karena sekedar kualitas barangnya yang bagus dan baik, tetapi juga pelayanan yang profesional dari para pegawainya.
Tapi yang paling laris adalah toko yang menjual perlengkapan untuk para petualang. Awalnya target pasar Issac hanyalah para petualang peringkat atas yang membutuhkan senjata berkualitas dan tidak mudah rusak.
Tapi berkat iklan gratis dari para petualang yang membicarakan kualitas produk milik Issac, banyak para bangsawan ksatria dan bangsawan lainnya yang mendatangi toko Issac dan berniat membeli produk yang ia jual. Tentu saja, Issac tidak keberatan menjual itu pada mereka.
"Aku tidak menyangka tokomu akan seramai ini hanya dalam waktu dua bulan. Betapa mengerikannya."
"Mau bagaimana lagi, kan? Sejujurnya ini sangat tidak terduga. Target pasarku awalnya hanyalah para petualang peringkat atas. Ternyata para bangsawan dan ksatria memiliki telinga yang panjang."
Issac dan Margareth sedang mengunjungi tokonya. Orang-orang yang memakai baju mewah dan zirah yang megah sedang melihat-lihat barang. Ada para pegawai yang memberikan para calon pelanggan katalog produk yang mereka ia jual. Selain itu, mereka juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari barang-barang yang ada di sana.
Tentu saja pelanggan tidak hanya datang dari kalangan atas. Di lantai dua tokonya, ada perlengkapan yang dia jual dengan harga yang cukup murah. Itu adalah senjata yang dia produksi dari para pandai besi Reichstaag yang tinggal di distrik rakyat biasa.
Dia mendatangi mereka lalu memberikan para pandai besi itu material setengah jadi. Nantinya, para pandai besi itulah yang akan membuat material setengah jadi itu menjadi senjata ataupun zirah ringan yang biasa dipakai oleh para petualang.
Issac tidak melarang orang yang tidak punya uang untuk masuk ke tokonya selama mereka tidak mencurinya. Dia memerintahkan pegawai tokonya untuk tetap profesional tidak peduli siapapun pelanggan itu. Inilah yang membuat tokonya menjadi primadona bagi orang-orang Reichstaag.
"Hmmm....hasil penjualan dari bulan lalu ke bulan ini meningkat sangat pesat. Gaji juga sudah dibayarkan kepada para pegawai dan bonus mereka....aku rasa tidak ada yang bermasalah di sini."
Margareth memeriksa catatan keuangan yang ada di buku penjualan. Tidak ada masalah di sana. Antara stok yang terjual dan uang yang masuk juga sudah tepat.
"Kalau begitu, aku harus memberikan gaji pada seseorang yang lain."
Issac mengambil sekantong uang dari balik rompi kemejanya dan memberikan itu kepada Margareth.
"Tu-tunggu! Ini sama sekali tidak perlu. E-eh i-isinya 20 koin pl-platinum! Aku tidak bisa menerima semua ini!"
"Jangan dipikirkan. Aku juga harus profesional. Ambil saja. Jangan khawatir, aku masih punya banyak koin kekaisaran tahu."
Mengeluarkan 20 koin platinum baginya adalah hal yang sangat ringan. Yah, orang kaya bebas. Margareth awalnya ragu tetapi dia akhirnya memasukan uang itu ke balik kemejanya dengan gemetar. Siapapun akan seperti itu ketika menerima 20 koin platinum.
"Apakah besok ada jadwal yang harus aku penuhi, Margareth?"
__ADS_1
"E-eh....ah, tidak Ada. Besok jadwalmu kosong."
"Bagus, kalau begitu temani aku ke pelelangan di distrik komersial besok. Aku ingin melelang beberapa barang yang ada di sihir spasialku."
Issac sudah memberitahukan tentang beberapa keistimewaan dirinya pada Margareth. Termasuk sihir spasial walaupun dia tidak memberikan detailnya seperti kapasitas dan isinya. Dia bisa mempercayakan sebanyak itu pada Margareth.
"Huh? Aku tidak keberatan sih. Tapi apa yang akan kamu jual?"
"Yah, pokoknya ada beberapa. Kau akan tahu apa saja yang aku jual besok."
Margareth hanya mengangkat bahunya. Kalau itu Issac, pasti dia akan melelang barang-barang aneh. Tapi Margareth yakin barang itu akan sangat berguna dan bagus.
Keesokan harinya, mereka pergi ke pelelangan. Ukuran pelelangan yang ada di Reichstaag tidak bisa dibandingkan dengan Venz. Selain tempatnya dan kapasitas yang lebih besar sehingga dapat menampung lebih banyak orang, barang yang dilelang di sini lebih banyak dan beragam. Mulai dari alat sihir, senjata, bahkan monster yang telah dijinakkan. Bahkan artefak kuno peninggalan pahlawan juga ada di tempat ini. Konon katanya seperti itu.
Issac dan Margareth menggunakan sihir yang dapat menyamarkan diri mereka. Entah itu tampilan luar maupun energi sihir mereka, semuanya dapat tersamarkan.
"Selamat datang di pelelangan Reichstaag. Silahkan tuliskan nama anda. Jika ada barang yang ingin dilelang, silahkan tuliskan nama barang anda dan tunjukkan kepada saya."
Issac dan Margareth tidak menuliskan nama asli mereka. Hal seperti itu sama sekali tidak wajib di pelelangan ini. Yang terpenting, selama barang yang mereka lelang di tempat ini adalah barang yang bagus, berkualitas, dan legal, itu semua sudah cukup.
Tidak hanya gadis resepsionis itu yang bingung. Margareth juga sama bingungnya. Untuk apa dia memberikan barang seperti ini? Jika dia ingin menjual benda seperti jahe, dia bisa menjualnya di tukang sayur. Atau kalau dia ingin menghasilkan uang dari zirah bekas ini, dia bisa menjualnya di tukang rongsok.
"Jangan salah, dua barang ini bukanlah benda sembarangan. Apakah kalian memiliki seseorang yang biasa menjadi peraga? Sepertinya aku harus membuat kalian melihat manfaat dari benda ini secara langsung."
Resepsionis itu memanggil gadis lainnya dari ruangan lain untuk menggantikannya sebentar. Gadis itu mengajak Issac dan Margareth ke sebuah ruangan. Di ikuti oleh dua orang yang membawa set zirah itu.
Dalam ruangan itu, ada seorang dengan badan yang sangat besar. Wajah miliknya sangat menyeramkan. Apakah dia algojo? Gadis itu berbicara pada orang itu dan ia menghampiri Issac dan Margareth.
"Jadi, kalian adalah orang yang melelang barang-barang aneh itu? Jangan melucu! Kedua barang sampah itu tidak perlu diuji oleh peraga handal seperti.....ARGHHHH!!"
Issac langsung memotong tangan orang itu! Tentu saja Margareth dan gadis resepsionis itu panik! Kenapa dia tiba-tiba melakukan hal gila itu!?
Tetapi Issac tidak mengatakan apapun. Dia hanya mengambil benda yang mirip jahe tadi lalu memotongnya sedikit dan memberikannya kepada Pria berbadan besar yang tangannya putus.
__ADS_1
Saat pria itu memakan sebagian kecil benda yang Issac berikan, perlahan pendarahannya berhenti. Sepuluh detik kemudian, tangan yang tadinya putus kini mulai beregenerasi hingga akhirnya tangan yang tadi Issac tebas kembali utuh.
"Lu-luar biasa! Tangan itu kembali utuh hanya dengan sebagian kecil dengan barang aneh itu! Benar-benar benda yang sangat hebat!"
"Itu sangat di luar dugaan! Baiklah, kami akan menerima barang ini! Tapi bagaimana dengan yang itu?"
Gadis resepsionis tadi menunjuk ke arah zirah yang akan Issac lelang. Mau dilihat darimana pun, itu adalah zirah biasa, kan? Tapi setelah yang tadi, gadis resepsionis itu mengubah pola pikirnya. Orang ini jelas bukan manusia sembarangan.
"Ini adalah Zirah khusus yang dibuat oleh seorang penempa dan penyihir terkenal. Begitulah deskripsi yang ada di dungeon tempat aku menemukan zirah itu. Oi kau! Coba pakai baju besi ini!"
Issac memanggil pria tadi dan memerintahkan untuk memasang satu set baju besi yang telah dia siapkan. Meskipun agak ragu, dia tetap memakai zirah itu dan anehnya, itu pas dengan ukuran tubuhnya walaupun secara visual sangat tidak cocok untuk badan besarnya.
Issac langsung melemparkan sihir bola api tingkat dasar. Pria besar tadi ketakutan tapi tidak terjadi apa-apa. Lalu Issac melemparkan sihir api tingkat menengah. Orang itu terpental tapi tubuhnya tidak terluka.
"Baju besi ini punya keistimewaan yang luar biasa. Tidak peduli siapapun yang memakainya, dia akan secara otomatis menyesuaikan dirinya dengan ukuran tubuh penggunanya. Selain itu, seperti yang kalian lihat tadi. Baju zirah ini dapat mereduksi seluruhnya sihir tingkat rendah. Lalu bisa mengurangi efek sihir menengah sebesar 85 persen. Sementara itu, untuk sihir tingkat tinggi hingga 50 persen.
"Dan juga, baju besi ini akan menyembuhkan luka secara otomatis yang diderita oleh penggunanya. Bagaimana? Ini benda berharga bukan? Tapi tenang saja, barang ini adalah sample, aku masih punya barang yang lebih bagus lagi."
Issac meminta kedua orang tadi untuk mengambil barang yang ia maksud. Sepuluh menit kemudian, barang-barang baru telah datang. Dua set baju besi berwarna emas dan biru tua. Sementara itu benda sejenis jahe, ada tiga dan berwarna merah.
"Aku akan melelang ini semua. Masing-masing harga awal aku pasang 300 koin emas. Baiklah, kami akan pergi ke tempat pelelangan berlangsung."
Issac menggandeng tangan Margareth dan pergi ke arena pelelangan. Saat pandangan mereka tidak bertemu lagi, gadis resepsionis itu tersenyum seolah-olah menemukan sesuatu yang menarik.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pelelangan sudah dimulai. Issac dan Margareth duduk di kursi VIP. Wajah Margareth memerah karena tangannya di pegang oleh Issac. Dia yang seperti ini sangat imut! Begitulah yang Issac pikirkan saat melihat Margareth.
Tidak ada barang menarik yang Issac lihat. Satu-satunya yang membuat dia tertarik adalah gadis resepsionis tadi yang sekarang menjadi pemandu acara. Dia cantik. Tapi bukan itu yang menjadi perhatian utamanya. Kemampuan dia dan auranya. Dia jelas bukan orang yang sembarangan.
Barang Issac dihadirkan paling akhir. Itu tandanya benda yang ia lelang benar-benar istimewa. Ada pria besar yang tadi juga! Dia benar-benar berani memperagakan mereka.
Tentu saja setelah melihat itu, semua hadirin langsung mengangkat nomor mereka dan menawarkan harga! Bahkan ada yang rela mengeluarkan 30 hingga 100 koin platinum untuk satu barangnya. Pada akhirnya, harga jatuh ke penawar tertinggi yang memborong semua barang lelangan itu dengan harga 500 koin platinum kekaisaran!
__ADS_1
Begitu pelelangan selesai, Issac mengambil hasil lelangnya. Sebagai retribusi, hasil tadi di potong 30 persen tapi dia masih menerima banyak uang. Sebelum pergi, resepsionis tadi memberikan kartu namanya. Begitu juga Issac.
Inilah tujuan dia dari awal. Dia datang kesini untuk memancing ikan besar dengan umpan yang tidak seberapa. Dan hasilnya, nampaknya dia sukses besar.