
Eh! aku bertunangan!? kenapa jadi begini!? kedua kakakku menatapku dengan pandangan tajam. H-hei, A-aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi oke? jadi jangan menatapku seperti itu! saat itulah ayah berdeham dan melanjutkan pembicaraannya.
"Ayah benar-benar minta maaf atas pemberitahuan yang mendadak ini. Ayah dan kedua ibu kalian juga tidak menyangka bahwa hal seperti ini dengan cepat terjadi. seorang bangsawan melakukan beberapa manuver politik dan hasilnya sebagai bentuk komitmennya, dia bersedia menikah anak perempuannya pada salah satu putra dari keluarga Randall.
mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku tidak menyerahkan putri itu kepada Geitz maupun Albert. tentu saja aku sudah menawarkan itu pada mereka tapi seperti yang bisa kalian tebak, Geitz menolaknya mentah-mentah. aku tidak tahu kenapa, tapi kelihatannya dia menjauhi perempuan sekarang.
sementara Albert, dia dengan sopan menolak itu. mungkin karena dia sudah jatuh cinta dengan kedua pelayan pribadinya. kalau begitu hanya Is yang bisa kami andalkan untuk itu. aku mohon maaf Is tapi tolong, kau adalah satu-satunya putra terakhir kami!" Ayah mengatakan itu sambil membungkukkan badannya ke arahku.
"E-ehhh...ya bagaimana ya. ayah tidak perlu membungkuk seperti itu. aku tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali kok. la-lagipula ini adalah sesuatu yang bangsawan harus hadapi kan. aku hanya kaget saja kok. iya kan kak..eh?"
aku baru saja ingin mengatakan sesuatu tetapi kak Misha maupun kak Sasha membuang wajahnya lalu pergi dari ruangan ayah. mereka bahkan membanting pintu!
"Yah aku sangat senang karena kau setuju. tetapi tentu ya, kedua kakakmu sepertinya tidak menerima itu. cinta mereka padamu sangat berat ya?"
harus aku akui. ya, ayah benar. aku sudah tahu perasaan mereka padaku. mereka Mencintaiku. dan rasa cinta mereka jelas-jelas bukan seperti cinta antara kakak-adik. ah, ini akan menjadi semakin merepotkan.
"sekali lagi aku minta maaf Is. Maya dan Luna akan berbicara dengan mereka nanti. sekarang, mari kita lanjutkan pembicaraan tadi. awalnya mereka berniat untuk membawa putri mereka kepadaku tetapi aku sendiri menolaknya dan memilih untuk mendatangi wilayah satu Minggu lagi. apakah kau siap untuk kesana?"
seminggu kah? aku rasa tidak masalah. selama liburan ini pekerjaanku tidak banyak jadi aku juga lebih fleksibel.
__ADS_1
"Baiklah Ayah. tetapi, siapa kira-kira tunanganku itu? sejujurnya aku penasaran."
ayah tersenyum lalu mengusap kepalaku. "Itu rahasia, nak." cih curang sekali. baiklah kalau begitu aku sendiri yang akan mencari tahu!
****
Charles sedang membaca berbagai laporan dari para Agennya yang berada di berbagai wilayah ketika seseorang akhirnya mengetuk pintu. Charles mempersilahkannya masuk. dan muncul seorang pria dengan badan yang cukup besar. dia memakai Sebuah topeng berwajah serigala untuk menutupi identitasnya.
"Ah, Wolf kah? jarang sekali kau mampir ke kantor pusat. apakah ada sesuatu?"
orang itu, Wolf, tertawa kecil. dia bersekspektasi kalau Charles kemungkinan besar akan terkejut.
kaget? Charles penasaran dengan laporan macam apa yang dibawa oleh Wolf. dia memberikan beberapa kertas pada Charles, yang membuat dia membelalakan matanya.
"hah? apakah ini serius? Tuan Issac akan segera bertunangan? dan dengan dia!? y-ya...aku harus mengakui kalau aku memang terkejut. tidak ku sangka itu akan terjadi secepat ini. baiklah, untuk sedikit menjahilinya tuan, jangan berikan laporan ini padanya. aku ingin sekali melihat wajahnya yang terkejut."
Charles memasukkan laporan itu ke dalam lacinya. setelah itu dia mengambil botol wine dari lacinya yang lain dan mengambil dua gelas.
"Aku punya firasat bahwa tuan kita akan menerima pertunangan ini. aneh memang rasanya jika merayakan ini tanpa kehadirannya tapi, maukah kau menemaniku untuk merayakan hal ini?"
__ADS_1
Wolf mengambil bangku dan duduk di depan Charles sementara Charles sendiri mengisi dua gelas yang dia ambil tadi dengan wine.
"Untuk kehidupan pertunangan tuan kita yang bahagia, bersulang." gelas mereka saling bersentuhan dan dengan suasana yang khidmat, dua orang itu merayakan kebahagiaan tuannya.
****
apa!? VIESTA tidak memiliki catatan negosiasi antara tuan tanah yang dimaksud dengan ayah!? kenapa bisa seperti itu. Ampun! aku benar-benar tidak memotong petunjuk kalau begini!
ini tidak seperti aku yang biasanya karena pagi-pagi sudah berteriak. hari ini adalah keberangkatan ku menuju tempat tunanganku. jujur, aku sedikit tidak nyaman dengan suasana rumah sekarang. makanya aku memutuskan untuk mengatakan pada ayah untuk mempercepat waktu keberangkatan. dan hari ini adalah waktunya.
Kak Misha dan Kak Sasha ternyata marah padaku dan tidak menyapaku sama sekali. ini sudah tiga hari mereka seperti itu. yah, dicueki oleh kakak yang paling menyayangiku seperti ini sama sekali membuatku tidak senang. hasilnya mungkin aku juga marah pada mereka.
barang-barangku sudah siap semuanya. dua jam lagi aku akan berangkat kesana. aku juga sudah siap-siap. ayah dan ibu sedang mempersiapkan sesuatu diluar. baiklah, aku hanya harus menunggu dua jam lagi.
"Is, ayo kita berangkat." Ibu mengetuk kamarku ketika waktunya telah tiba. aku menghirup nafas lalu menghembuskannya. aku agak tegang sih, tetapi tidak masalah.
setelah membawa semua barang-barang ku ke bawah, aku naik ke kereta kuda yang lain dan akhirnya kami berangkat menuju wilayah yang menjadi tempat calon tunanganku berada. untuk menenangkan diri, aku akhirnya tidur sepanjang perjalanan. dan hingga akhirnya, petang telah tiba dan Kami telah sampai di daerah yang di maksud orang tuaku.
tunggu dulu? inikan wilayah Sera! akhirnya berbagai pikiran masuk dalam kepalaku. Viscount Sera hanya memiliki satu anak perempuan. dan itu adalah Anna!
__ADS_1
dan sisanya...aku rasa kalian telah mengetahuinya. tunanganku adalah orang yang selama ini aku Anggap sebagai sahabat yang sangat dekat dan baik. sahabat yang dengan tingkah riang dan malu-malunya selalu menghiburku. dia adalah Anna Sera. anak bungsu dari Viscount Sera.