Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 102: Tragedi Di Mansion Clifford


__ADS_3

Keesokan harinya, kehebohan menyebar ke seluruh penjuru kota Cliff. Komandan Ksatria Kota Cliff, Will, ditemukan tewas dengan tubuh tanpa pakaian di pinggiran kota dengan tubuh terkoyak-koyak. banyak rumor beredar perihal penyebab kematiannya. ada yang mengatakan bahwa dia dibunuh oleh salah satu bawahannya karena berebut harta berupa emas batangan murni dan beberapa mineral berharga yang tersimpan di markas Ksatria. dan yang jauh lebih ekstrim lagi, kematiannya didalangi oleh Earl Clifford sendiri beserta istrinya.


namun yang terpenting, tidak ada satupun yang curiga bahwa pendatang luar lah yang Membunuh Will. bahkan, catatan tentang ditangkapnya beberapa petualang yang menginap di kota Cliff tidak ada sama sekali. seolah pengangkapan mereka tidak pernah terjadi sama sekali.


itu membuat Issac dan kawan-kawan dapat meninggalkan kota Cliff dengan tentram tanpa perlu mengkhawatirkan apapun.


****


yahhh... meskipun banyak ketegangan dan masalah terjadi di kota Cliff, setidaknya kami berhasil keluar kota dengan selamat dan tidak kurang apapun. bahkan aku membiarkan Batang emas yang ada di tas kami tetap di tangan kami. ingat, kita bukan pencuri! bukannya mereka sendiri yang dengan dermawan memberikan kami semua itu?


kondisi Anna dan Evelyn juga sudah baik-baik saja. mereka jelas Shock awalnya. wanita mana yang tidak terguncang jika ada orang yang mencoba memperkosa mereka? untunglah, aku melemparkan sihir yang dapat menenangkan hati dan pikiran mereka. dengan begitu, mereka bisa sedikit tenang.


sayang ya, di dunia belum ada psikolog yang dapat membantu penyintas kekerasan seksual. masih butuh jalan yang panjang untuk mencetak ahli seperti mereka. tentu saja di dunia ini.


James sangat marah begitu mendengar apa yang Komandan Ksatria itu lakukan pada Evelyn. makanya dia kurang puas begitu komandan itu, kalau tidak salah Will namanya, ditemukan mati begitu saja dipinggir jalan. tenang saja, James. dia sudah sangat menderita lebih dari apa yang kau pikirkan.


sebenarnya aku menyiksa Will itu di markasnya hanya sebentar. sisanya, aku lakukan di Kantor cabang VIESTA kota Cliff yang ada dipinggir kota. ada banyak agen lapangan yang tersebar Disana. sebagian dari mereka sudah pernah dilatih oleh Wolf untuk menginterogasi dan mendapatkan informasi dari lawan. tentu saja hal-hal semacam penyiksaan termasuk di dalamnya.


untuk melampiaskan kekesalanku karena dia berani menyentuh Anna, aku memberikan siksaan yang sangat berat baginya. dimulai dari mematahkan jari-jemarinya satu per satu, lalu mencabuti giginya dengan paksa, mencolok matanya dan lainnya. biasanya aku tidak menikmati membunuh orang lain, tetapi melakukan hal seperti ini kepada orang seperti dia mendatangkan kepuasan tersendiri. mari jangan normalisasikan hal itu oke!


puncaknya, ketika dia sudah benar-benar kesakitan dan menyesal atas hidupnya, disinilah permainan sesungguhnya baru dimulai. beberapa agen datang kepadaku dengan sebuah kandang yang cukup besar. aku membuka kandang itu dan keluar seekor goblin.


itu adalah goblin yang sudah di beri obat perangsang. ketika goblin sedang berada dalam kondisi seperti itu, seekor goblin tidak pandang bulu dalam melampiaskan birahinya. aku memaksanya untuk membuka celana. dan kalian tahu apa yang terjadi setelahnya tanpa harus aku ceritakan, kan?


teriakan, tangisan, rasa sakit, dan permintaan pengampunan saat Goblin itu melampiaskan nafsunya pada Will. tidak, aku tidak melihatnya. aku dan para agenku menunggu di luar. maaf, tapi kami sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu.


entah berapa lama, mungkin sekitar 30 menit, kami masuk ke dalam. bau yang sangat busuk tercium dari ruangan ini. aroma air mata, ingus, keringat, darah dan cairan kuning menyatu disini. aku menyuruh agenku untuk membersihkan ini semua. owahh aku puas melihat wajah depresi Will! nah mungkin dia akan gila sebentar lagi jadi aku langsung saja membunuhnya. well, aku menggila malam itu.

__ADS_1


sekarang, kami sedang berjalan kaki meninggalkan Wilayah Clifford. kami berjalan kaki menuju batas wilayah Clifford dan nanti, Pak Kusir akan menunggu kami disana. kami menyewa gerobak untuk keperluan pulang dan pergi.


selain itu kami juga punya tamu baru. itu adalah Cacha yang sedang dalam mode anjing kecilnya. dia imut! bulunya juga sangat lembut. Anna dan Evelyn Sanga terhibur dengan kehadiran mereka jadi ini sama sekali tidak masalah. meskipun lagi-lagi Cacha berkali-kali meminta bantuan ku lewat telepati. berjuanglah Cacha!


"Hei Issac, kira-kira apa yang akan kau lakukan di Musim Dingin ini." Anna dengan suasana hati yang baik bertanya padaku. hmmm apa ya?


"Aku akan banyak pekerjaan di Musim Dingin ini jadi aku akan menghabiskan waktu di Venz saja alih-alih kembali ke Romeon."


Anna mengangguk dengan senyum masih menempel di wajahnya. hmhm..itu imut! aku secara refleks mencubit pipinya. Anna yang kesal dengan itu membalasnya dengan tinju. yah, ini menyenangkan.


"Ah benar juga, bagaimana dengan kalian? apakah kalian akan kembali ke wilayah Sera?" kali ini aku yang bertanya kepada James dan Evelyn. mereka berdua mengangguk.


"Yah, dalam waktu dekat. kami akan kembali ke sana setelah mendapat cukup uang. mungkin kami berdua akan mengambil beberapa misi yang sesuai dari guild lagi. setelah cukup, kami akan pergi ke desa kami."


oh begitu. aku menepuk pundaknya dengan pelan. "kalau kalian butuh bantuanku, Katakan saja ya! aku dengan senang hati membantu kalian!"


*****


di mansion Clifford, berita kematian Will telah sampai ke telinga Stevenson. mendengar kabar itu, Stevenson yang awalnya sudah sangat stress, kini semakin merasa tertekan. dia membanting gelasnya yang berisi anggur hangat ke tanah dan menendang seorang maid yang membereskan pecahan gelas itu.


"BANGSAT! LAGI DAN LAGI! KENAPA KESIALAN SELALU MENIMPAKU AKHIR-AKHIR INI! OI KALIAN! SELIDIKI KEMATIAN WILL DAN CARI PELAKUNYA. SERET DIA KE DEPANKU HIDUP ATAU MATI!"


Dua orang Ksatria yang menyampaikan berita kematian Will langsung lari setelah mendapatkan instruksi dari Stevenson. yah, dia memang mengerikan ketika marah. Will adalah adik iparnya. dia menikahi kakak perempuannya yang merupakan putri seorang Viscount yang tidak memiliki wilayah. karena Will kuat, dia mempekerjakannya sebagai komandan Ksatria.


dia adalah bawahan yang kompeten. setidaknya dalam pandangan Stevenson. bersama dengannya, Stevenson menebarkan teror kepada masyarakatnya sendiri untuk memastikan kedudukannya aman di wilayah Clifford. dia juga membuat jaringan mata-mata yang juga dipimpin oleh Will untuk menjamin bahwa tidak ada rakyat jelata yang berani melawan Stevenson.


dengan kematian Will, barisan ksatria bisa kacau. Will adalah satu-satunya bawahan yang bisa dia percayai. kematiannya akan membuat stabilitas di Kota Cliff kacau. apalagi dengan kondisi yang sekarang ini.

__ADS_1


dengan rasa Frustasi yang menumpuk, Stevenson mencoba untuk mencari cara untuk mengatasi hal ini. pekerjaannya semakin menumpuk.


saat itulah, salah satu Ksatria penjaga Mansion Clifford masuk ke kantornya dengan tergesa-gesa. tanpa mengetuk pintu.


"TUAN, TU-TUAN INI BERBAHAYA! SEGERA PERGI BERLINDUNG! SALAH SATU KSATRIA KOTA CLIFF MENEROBOS MANSION DAN MEMBUNUH SEMUA ORANG YANG ADA DIHADAPANNYA. YANG LEBIH PENTING LAGI, DIA MENGATAKAN BAHWA IALAH YANG MEMBUNUH KOMANDAN!"


Stevenson baru saja ingin mengamuk karena ketidak sopanan penjaganya. namun dia jauh lebih benci mendengar kalimat terakhirnya.


"APA!"


****


Di waktu yang sama pada saat Earl Clifford sedang mengeluhkan kematian Will, para penjaga gerbang mansion melihat seorang Ksatria Penjaga kota berjalan menuju mereka. itu adalah gerakan yang biasa. bukan seperti Zombie atau apapun. tetapi itu aneh. untuk apa seorang prajurit biasa datang menghampiri mansion ini?


"Berhenti disana! ada urusan apa denganmu hingga kau datang kesini!?"


tidak ada jawaban dari ksatria itu. lebih tepatnya tidak ada jawaban lisan. sebagai gantinya, Ksatria itu mengangkat pedangnya dan membunuh penjaga yang tadi meneriakinya.


penjaga yang lain langsung berusaha untuk melumpuhkan Ksatria itu tetapi gerakan mereka terlalu lambat. Ksatria itu dengan cepat membunuh mereka semua. setelah seluruh penjaga terbunuh, Ksatria itu tiba-tiba menjadi mode berserk dan menerobos gerbang mansion. dia membunuh siapapun yang ada didepannya. tidak peduli itu tukang kebun, kusir, maid, dan para penjaga lainnya sambil meneriakkan "AKULAH YANG MEMBUNUH WILL!"


saat dia selesai membersihkan lantai pertama dia akhirnya menuju lantai dua namun terhenti ketika Stevenson akhirnya muncul dan melompat dari lantai dua serta menghadangnya. Stevenson melemparkan sihir [Paralyze] dan mendekati ksatria itu.


"Jadi kau bajingan yang membunuh Cliff HAH!?" KATAKAN PADAKU APA ALASANMU MEMBUNUH ORANG YANG PALING AKU PERCAYA!?"


Stevenson meninju Wajah orang itu, menendang perutnya dan menginjak kepalanya. tapi alih-alih kesakitan, Ksatria itu justru tersenyum. melihat senyuman itu Stevenson sadar ada sesuatu yang salah. tetapi dia terlambat. tiba-tiba cahaya yang sangat merah muncul dari orang itu dan...BUUUMMM!!


suara ledakan yang dapat terdengar ke seluruh penjuru kota Cliff terdengar dari arah mansion Earl Clifford. membuat kota yang awalnya sepi, menjadi lebih hidup.

__ADS_1


__ADS_2