
Langkah pertama ku untuk mengendalikan Fraksi Anti Bangsawan selesai. yaitu dengan menggunakan James untuk masuk ke dalam tubuh mereka. sebenarnya aku tidak mau melibatkan dia tapi aku tidak punya pilihan lain.
selain sangat merepotkan, pekerjaan ini juga cukup berbahaya bagi James. maafkan aku James, kau pasti akan mengalami kesulitan tapi berjuanglah, Oke?
untuk sekarang, aku memberikan dia beberapa misi. cukup sederhana. aku hanya meminta dia untuk mencari tahu siapa yang punya cukup pengaruh diantara mereka dan apa saja yang mereka bicarakan ketika mereka berkumpul.
aku memberikan daftar nama kepada James yang berisi orang-orang yang telah terpantau sebagai anggota Fraksi Anti Bangsawan. tentu saja dia masuk ke dalam lingkaran mereka lewat orang itu.
syukurlah, semuanya berjalan seperti perhitungan ku. dia disambut dengan senang hati oleh mereka. mungkin mereka menganggap bahwa James adalah aset yang berharga untuk mereka. terserah sih.
sekarang mari kita kesampingkan dulu soal itu. karena yang terpenting adalah...Aku mendapat surat balasan dari Lili dan Via! sebenarnya aku salah mengirimkan surat. awalnya aku pikir Lili dan Via sedang berada di ibu kota. tapi ternyata mereka sudah kembali ke wilayah Balzaac beberapa hari yang lalu.
balasan dari surat itu sebenarnya berisi hal-hal remeh seperti kegiatannya sehari-hari mereka, latihan yang mereka jalani, dan lainnya. remehkan? tapi itu tetap menghangatkan hati. syukurlah jika mereka baik-baik Saja. aku yakin entah itu Via ataupun Lili, mereka semakin kuat.
dan sekarang, aku sedang berada di kelas tambahan. tentu saja dengan Zorgrad sebagai gurunya. seperti biasa, kelas ini sepi. para pewaris gelar bangsawan selanjutnya mungkin sibuk dengan pesta minum teh serta lobi-lobi mereka. biarkan saja sih.
tidak banyak yang dia bahas. akhirnya satu jam kemudian, kelas selesai.
aku berjalan ke arah asrama ku hingga akhirnya secara tidak sengaja bertemu dengan Anna. rambut merah panjang yang selalu dia kuncir kuda itu terlihat makin indah saat berkibar ditiup angin. matanya yang berwarna kuning keemasan terlihat berkilauan. ada sedikit ekspresi sedih di wajahnya. kenapa anak ini?
"Issac, maukah kau ikut dengan ku? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
"Boleh saja. kenapa tidak? tunggu aku sebentar oke. aku akan ganti baju terlebih dahulu dan segera menemui mu disini."
Tidak perlu pakai lama, aku sudah selesai ganti baju dan akhirnya menemui Anna di depan asrama pria. yah, pastinya murid perempuan tidak boleh masuk ke asrama laki-laki.
Anna mengajak ku ke perpustakaan. biasanya di sore hari perpustakaan sudah sangat sepi. ohhh, mungkinkah dia ingin membicarakan sesuatu yang rahasia?
aku duduk bersebelahan Dengan Anna disalah satu kursi yang ada di dekat sana. dari situ, Anna mulai menceritakan semuanya.
****
__ADS_1
Anna Sera. dia adalah anak ketiga dari keluarga Sera. dia dilahirkan dari lingkungan yang baik dan menghabiskan masa kecil yang nyaman di wilayah ayahnya.
semua menyayangi nya. Ibu dan ayahnya, kedua saudara laki-lakinya, dan seluruh pelayan maupun orang-orang yang berada di mansionnya baik kepadanya.
namun, semakin dia besar, semakin dia memahami bahwa sebenarnya dia tidak hidup di surga. dia hidup dalam realitas yang kejam. ayah dan ibunya seringkali bertengkar karena hal-hal sepele. bahkan tidak jarang ayahnya main tangan pada ibunya.
kedua kakakknya juga tidak jauh berbeda. mungkin di depan Anna, mereka akan bersikap baik hati dan rukun satu sama lain. namun dibelakang Anna, mereka tentu saja, saling menusuk untuk berebut kekuasaan.
dengan kata lain, sebenarnya keluarga Anna adalah keluarga yang Toxic.
pada saat itu Anna masih kecil. mungkin berusia enam atau tujuh tahun. dia pikir, jika dia selalu tersenyum dan riang, kondisi keluarganya akan membaik.
tentu saja harapannya terwujud. keluarganya kembali seperti semula! ayah dan ibunya tidak ribut lagi. kedua kakaknya juga benar-benar akur. tapi tentu saja itu hanya dipermukaan. mereka menganggap bahwa keriangan Anna adalah bentuk ketidaktahuan dia terhadap kondisi keluarganya.
tentu saja itu salah. dia sudah cukup besar untuk memahami bahwa keluarganya kacau, tapi bahkan dia tetap bersikap seperti itu hingga sekarang.
di usianya yang sepuluh tahun, Ayahnya menjodohkan dia dengan Gustave Conrad, anak pertama dari Istri sah Duke Conrad. Viscount Sera berada di Fraksi Duke Conrad dan untuk memperkuat posisinya dia membawa Anna ke hadapan Duke Conrad dan anaknya lalu bersujud sembari meminta mereka agar mau menikahi Anna.
sampai pada akhirnya dia berusia 12 tahun, dia sadar ada sesuatu yang tidak beres diantara Keluarga Sera dan Keluarga Conrad. saat dia memasuki kantor kerja Ayahnya karena penasaran, dia menemukan surat-surat yang berisi tentang berbagai kegiatan kriminal yang mereka lakukan. entah itu penculikan, usaha pembunuhan bangsawan lain, dan masih banyak hal lagi.
tetapi setelah mengetahui hal itu, sikapnya kepada keluarganya tidak berubah sama sekali. bahkan perilaku ini dia bawa terus menerus hingga akhirnya masuk ke akademi dan berinteraksi dengan siswa lain. termasuk Issac.
suatu hari, beberapa bulan saat dia sudah masuk ke akademi, dia dipanggil oleh Gustave ke gedung yang biasa dipakai oleh para anak bangsawan untuk berkumpul. saat tiba disana, hatinya terasa remuk. dia melihat dua wanita telanjang dipangku oleh Gustave sambil menciumnya.
dia marah, tentu saja. tapi tidak bisa berbuat apapun. akhirnya dia menyembunyikan ekspresi itu sambil mengenakan ekspresi cerianya yang biasa.
"Kau sekelas dengan Issac bukan?" Anna mengangguk.
"Bagus kalau begitu aku perintahkan kau untuk terus mengawasi gerak-geriknya. jangan lengah atau kau akan mendapatkan hukuman."
Anna hanya dengan pasrah mengiyakan perintah itu. mau bagaimana-pun Issac telah menjadi sahabatnya. untuk menggunakan dirinya sebagai katalis untuk mengawasi Issac itu terlalu....
__ADS_1
"Satu lagi Anna, ketika dia lengah..." Gustave melihat ke arah Kakak pertama Issac, Geitz, lalu mengangguk.
"Bunuh dia!" permintaan ini lah yang pada akhirnya memberatkan dirinya. dia tidak bisa melakukan hal itu tapi jika dia menolak ini, mungkin keluarga Sera akan dalam bahaya.
pada akhirnya dia terpaksa melakukan hal itu.
*****
"jadi, kau diperintah oleh Gustave untuk mengamati ku lalu pada akhirnya membunuh ku?" Anna sudah selesai bercerita. air matanya dengan deras mengalir di pipinya. aku mengambil sapu tangan lalu mengusap air matanya.
"ya itu benar. Aku pada akhirnya, tidak mampu melakukan hal itu karena kau adalah sahabat yang aku miliki." setelah sedikit tenang
aku berpikir sejenak. mereka semakin kurang ajar ternyata. sepertinya aku terlalu menahan diri hingga melibatkan sahabat nya dalam permainan mereka. baiklah aku harus mempercepat persiapan ku untuk berperang melawan mereka.
"Anna, katakan padaku, maukah kau bekerja untukku? sebagai gantinya, aku berjanji akan membebaskan mu dari cengkeraman Si Tolol Gustave itu. setelah itu, kau bebas melakukan apa yang kau inginkan. bagaimana?"
Mendengar tawaran ku dia sedikit kaget. wahh ekspresi anak ini selalu imut jika dia kaget!
"A-apa kau benar-benar bisa melepaskan ku dari cengkeraman Gustave?"
Aku mengangguk. itu hal yang tidak mudah sih. tapi entah bagaimana aku bisa mengurus hal itu.
"Kalau begitu baiklah! aku akan bekerja untuk mu. tidak peduli sekotor apapun pekerjaan itu, selama aku bisa lepas dari si bajingan itu, apapun akan aku lakukan!"
wooohhh, tekad yang kuat! ini sedikit diluar dugaan ku tapi pada akhirnya aku punya mata dalam tubuh mereka sendiri.
"Ku pikir ini tidak sulit. jadilah agen ganda dan laporkan setiap aktifitas para anak bangsawan bodoh itu kepada ku. dari informasi itu aku bermaksud untuk melemahkan fraksi mereka."
Anna dengan senang mengangguk. nah, dengan ini, sambil menyatukan Fraksi Anti Bangsawan, aku juga bisa melemahkan tali solidaritas Fraksi Bangsawan disaat yang sama. membunuh dua burung dalam satu lemparan batu.
dengan ini, sebagai seorang sahabat dan rekan, Anna resmi berada di sisiku.
__ADS_1