
"Oke Anna, aku tahu kau terguncang tetapi aku juga sama terkejutnya tahu. jadi tenang saja dan mari bicarakan ini pelan-pelan." sekarang aku dan Anna sedang berbicara satu sama lain di halaman belakang Mansionnya. ini kalah besar jika dibandingkan mansion milik keluarga Randall di Romeon tetapi kemewahannya terasa. ini kontras dengan rumah-rumah penduduknya yang cukup kecil dan agak tidak terawat.
"Aku minta maaf Issac! aku benar-benar tidak menyangka kalau aku akan dijodohkan denganmu oleh ayah. sekali lagi aku benar-benar minta maaf! ji-jika kamu tidak menginginkan pertunangan ini, Aku tidak keberatan jika Issac membatal..."
"Eits, cukup sampai situ Nona Anna, jangan katakan itu oke? aku akan marah jika Anna memintaku untuk melakukan hal itu, oke? aku justru senang ketika tahu bahwa pasanganku adalah Anna karena kita sudah saling mengenal sejak di akademi.
aku meletakan jari telunjukku di bibirnya yang merah alami dan lembut. memegangnya membuat aku menjadi sedikit merasa addict. karena tindakan dan perkataanku Anna tersipu malu. wajahnya yang merona karena malu membuat dia terlihat semakin cantik.
kalau kalian bertanya kepadaku bagaimana perasaanku padanya, jawabanku jelas. aku menyukainya. entah sebagai seorang sahabat maupun sebagai Seorang laki-laki dan perempuan. tapi itulah masalahnya.
"Nah sekarang, aku yang harus bertanya pada Anna. apakah Anna benar-benar ingin menerima pertunangan ini?"
inilah masalah yang aku katakan tadi. selama ini kami adalah sahabat. setidaknya Anna menganggapku seperti itu. aku juga sih. tapi perubahan yang mendadak seperti ini bisa menyebabkan guncang bagi mental Anna. apakah Anna siap untuk menerimaku sebagai seorang suami nantinya?
bagiku pernikahan adalah sesuatu yang sakral. ini adalah kebaikan yang kau lakukan seumur hidup sampai maut memisahkan kita. jadi sebelum maju ke jenjang pernikahan, ada baiknya kau mendewasakan mental kita terlebih dahulu.
"Sejujurnya aku ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu. tidak! bukan berarti aku ingin membatalkan pertunangan ini. sejujurnya aku sangat senang ketika Issac yang menjadi tunanganku. tapi aku mohon, berikan aku waktu untuk menetapkan hatiku."
aku tersenyum pada Anna. aku bersyukur dia tahu apa yang harus dia lakukan. aku tidak keberatan untuk menunggu Anna sama sekali. dan perasaanku padanya, ku pikir, tidak akan berubah.
"benar juga, untuk menguatkan perasaanmu, bagaimana jika besok kita berkencan. kebetulan aku ingin Anna mengajakku berkeliling kota. apakah boleh?"
Anna dengan senang hati mengangguk. kalau dipikir-pikir lagi aku belum pernah menghabiskan waktu berduaan dengannya. aku pikir jika Anna mau, kencan besok akan menjadi momen yang tepat untuk mempererat ikatan kami. lagipula aku tidak mau Anna jatuh hati kepada orang selainku. tidak hanya Anna, tapi juga kedua kakakku. aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan hati mereka. Aku egois? Ya!
tapi tenang, aku tidak akan memaksakan kehendak mereka. aku juga tidak akan menggunakan cara yang menjijikkan seperti kekerasan ataupun cuci otak dan hal-hal seperti itu. mau bagaimana-pun, tidak bisa dikatakan sebagai kebahagiaan jika salah satu diantara kita tidak menerima hal itu.
"unnn... baiklah, aku dengan senang hati menerima ajakan Issac!"
yosh yosh. bagus! sudah diputuskan! besok, aku akan berkencan dengan Anna!
__ADS_1
****
jam sepuluh pagi. hujan salju belum turun. matahari menyembul dari balik awan yang kelabu dan memperlihatkan sedikit langit biru. Cahaya mataharinya menghangatkan. beberapa warga wilayah Sera sudah keluar dari rumah dan beraktifitas.
toko-toko yang menjual makanan juga sudah buka. karena sekarang sedang musim dingin, para penjual makanan mengganti menu mereka dengan makanan yang hangat. bau yang sedap dan aroma yang harum memenuhi kota Brauwl, pusat pemerintahan wilayah Sera.
seperti yang direncanakan kemarin, aku dan Anna sedang berkencan sekarang. rambut Anna yang bisa dibiarkan terurai rapih kini terkepang memanjang. gaya rambut Anna yang begini juga indah.
"jadi, mana tempat yang ingin kau kunjungi terlebih dahulu Issac? ada banyak tempat bagus yang bisa kita kunjungi disini tapi aku akan menyerahkan kepada Issac tempat mana yang akan kita tuju."
tempat yang akan kita kunjunginya ya? aku tidak begitu mengerti tempat-tempat di kota Brauwl jadi itu akan kuserahkan saja pada Anna. tetapi sebelum itu...
"Kita meninggalkan mansion tanpa sarapan. bagiamana kalau kita sarapan dulu? aku yakin Anna tahu tempat yang enak untuk mengisi perut kan?"
"Baiklah! kalau begitu ayo kita makan! aku tahu tempat yang enak, murah, dan porsinya cukup besar. aku juga yakin itu akan sesuai dengan selera Issac!"
Anna terlalu bersemangat hari ini. bahkan sampai menarik tanganku untuk mengikutinya. melihat Anna yang seperti ini juga membuatku semangat jadi aku mengikuti langkahnya. sekitar 200 meter dari alun-alun, ada sebuah rumah makan yang berukuran sedang. tempatnya sederhana tapi ramai. sepertinya tempat ini menjadi salah satu Primadona di kota Brauwl.
seorang wanita berusia kurang lebih 40 tahun langsung menyambut Anna begitu kami datang. sepertinya Anna cukup sering kesini dulu. kemarin dia bilang pada saat masih kecil, dia seringkali diam-diam keluar dari mansionnya dan bermain sendirian di kota. anak ini benar-benar aktif ya.
"Hai bibi, perkenalkan dia adalah salah satu temanku di akademi! panggil saja dia Tar! aku mengajakanya kesini untuk berkeliling kota. benar juga, bisakah bibi menyiapkan menu andalan untuk kami?"
bibi itu tertawa melihat Anna yang ceria. "Halo Tar, salam kenal. namaku Mina. kau bisa memanggilku bibi Mina. baiklah, kalian duduklah terlebih dahulu, aku akan menyiapkan sesuatu yang lezat untuk kalian!"
Anna mengajakku duduk di dekat salah satu jendela. mungkin ini adalah tempat favoritnya dari awal.
"kau kelihatannya akrab sekali ya dengan bibi Mina. apakah dulu Anna suka mampir ke tempat ini?"
"Hmhmh, begitulah. dulu saat aku berusia sepuluh tahun, aku pernah menyusup keluar mansion tetapi lupa membawa uang. pada saat itu aku lapar dan bibi Mina dengan baik hati memberiku makan dengan gratis di tempat ini. jadi sejak itu aku nyaris selalu kesini jika sedang berada di kota."
__ADS_1
pantas saja. ternyata seperti itu. tapi kalau mendengar cerita Anna, bibi Mina adalah orang yang baik. dia selalu memberikan makan gratis pada anak-anak yang tidak memiliki apapun untuk membeli makan.
lima menit setelah kami duduk, bibi Mina datang dengan dua mangkuk makanan. itu mengepulkan asap dan aromanya sangat menggugah selera. awalnya aku pikir ini adalah Sop daging biasa. ternyata bukan. ini adalah bola daging dengan kuah yang cukup kental. kuah itu berwarna kemerahan. ini mungkin seperti kari. bola daging ini juga mengingatkan bakso di dunia lamaku. di dalamnya juga ada sayur-sayuran.
""Selamat makan."" aku memotong bola daging itu dengan sendokku lalu menyuapkannya ke mulutku. hei, ini lezat! dagingnya lembut. asin dan gurih. ada sedikit rasa manis dan pedas. bumbunya juga meresap hingga ke dalam!
"Bagaimana? enak bukan?" aku mengangguk berkali-kali. ini bukan hanya enak, melainkan sangat enak! aku melanjutkan makanku dengan lahap. kelihatannya Anna benar-benar menikmati ekspresiku.
"Ah kenyangnya! ini luar biasa! aku benar-benar tidak menyangka makanan seenak ini bisa ada di tempat makan sekecil ini." mungkin pujian itu terdengar berlebihan, tapi hei, aku benar-benar serius.
setelah menikmati makanan kami, Anna membayar semuanya dan kami melanjutkan kencan. sebenarnya aku yang ingin bayar tapi dia mengatakan, "Issac sudah sering mentraktirku jadi biarkan aku yang membayar kali ini."
selanjutnya, Anna mengajakku berkeliling alun-alun. mampir dari satu kios ke kios yang lain. kami juga membeli beberapa pernak-pernik sebagai oleh-oleh. selain itu, Anna juga membawaku ke sebuah taman yang berada di dekat alun-alun.
ini adalah taman terbuka yang biasa menjadi tempat bermain anak-anak. di tengah taman juga ada patung nenek Anna. Anna bilang, taman ini dibuat atas keinginan neneknya. dia kasihan karena melihat anak-anak yang tidak memiliki tempat bermain jadi dia membangun tempat ini agar anak-anak bisa bermain dengan aman dan bebas.
tidak terasa hari sudah sore. dan sebagai destinasi terakhir, Anna mengajakku ke sebuah menara yang berdiri ditengah kota. itu cukup tinggi sehingga kau dapat melihat keseluruhan ibukota 360 derajat. pemandangan dari sini cukup indah. kau benar-benar bisa melihat seluruh kota dari atas sini.
setelah puas menikmati pemandangan dari atas menara, kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke Manson Viscount Sera karena besok, aku akan kembali ke ibukota. sepanjang perjalanan, kami membicarakan banyak hal. salah satunya adalah apa yang selama ini Anna anggap selalu mengganggu dirinya.
"....Issac. terimakasih. dan aku juga minta maaf karena selama ini Issac selalu ada ketika aku dalam kesulitan. Issac juga selalu menolongku ketika aku membutuhkan bantuan. maaf, karena selama ini sudah menjadi beban untuk Issac."
hah? maaf? beban? apa yang gadis manis ini katakan? kenapa dia malah membicarakan hal seperti itu? aku dengan lembut mengelus kepalanya. sepertinya Anna terganggu dengan ini ya.
"Anna tidak perlu meminta maaf. lagipula selama ini kamu juga telah banyak membantuku. terutama dalam memberikan informasi dari Fraksi Bangsawan. aku juga tidak menganggap Anna sebagai beban.
tetapi ada satu hal yang harus Anna pahami. aku adalah manusia biasa. aku mungkin kuat tapi sama sekali tidak maha kuasa dan maha tahu. suatu saat aku mungkin akan pergi ke tempat yang jauh. jadi aku tidak bisa melindungi Anna saat hal itu terjadi.
maka dari itu Anna juga harus menjadi kuat. setidaknya untuk melindungi diri Anna sendiri. tidak perlu hebat dalam bertarung. Anna bisa menyalurkan tenaga Anna untuk hal lain. misalnya menjadi orang yang sangat penting agar orang yang menyakiti Anna sadar bahwa menyentuh Anna berarti bersiap untuk mati. yah kurang lebih seperti itu."
__ADS_1
Anna mengangguk dan memahami kalimatku. aku tidak tahu apa yang ada dipikiran Anna tetapi dia terlihat menikmati kencan kami. tentu saja aku juga sama. tetapi Anna terlihat jauh lebih senang daripadaku. begitulah, kami berjalan Menuju mansion. kali ini dengan tangan yang saling bertautan.