
Putri Aurellia memutuskan untuk tinggal di wilayah Randall selama dua Minggu. selama disini Putri menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. entah itu ke pemandian air panas, menginap di hotel mewah milik La-Sa guild, makan di restoran Akasia termasuk mengunjungi panti Asuhan yang aku bangun.
wahh, aku tidak menyangka putri mau repot-repot untuk kembali ke panti asuhan. seperti yang diharapkan dari seorang putri yang dicintai rakyat ya.
Selain mengunjungi anak-anak, Putri juga ikut para guru untuk mengajari mereka membaca, menulis, dan menghitung. hehhh ternyata pesonanya sebagai guru luar biasa!
sementara itu, seminggu yang lalu ayah berangkat ke Ibukota bersama Maya Kaa-san untuk melaporkan kejadian waktu itu kepada raja.
selain itu, ayah membawa barang bukti berupa sebuah batu sihir yang dapat menarik perhatian para monster yang agen VIESTA temukan saat memperbaiki kereta milik putri, pemicu batu sihir yang dibawa oleh Robert, dan artefak yang bisa merekam suara seseorang.
artefak ini rupanya diberikan oleh raja kepada putri Aurellia saat ulang tahunnya yang ke-11. eh hebat sekali Daughter-con ini!
nah semoga Artefak nya baik-baik saja ya!
soal Robert, hmmm, ayah juga membawanya untuk diserahkan kepada pihak istana tapi entah kenapa dia tiba-tiba menjadi orang sinting.
aku penasaran apakah dia pura-pura gila? atau ada mekanisme khusus yang membuat ia menjadi gila ketika misi yang di berikan kepadanya gagal?
aku pikir pilihan kedua adalah yang paling tepat. wah kalau sihir seperti itu memang ada pasti bisa diterapkan di VIESTA jika ada yang berkhianat! aku akan berkonsultasi Nimitz dan yang lainnya nanti.
ya walaupun sekarang itu tidak terlalu diperlukan karena setiap orang yang mengkhianati ku akan mati.
aku telah menanamkan tato khusus sebagai bukti kesetiaan.
walaupun begitu, hanya aku yang bisa menggunakan sihir itu.
itulah kenapa mekanisme tertentu yang membuat para agen mati atau gila ketika mereka berkhianat sangat penting untuk dimiliki VIESTA ketika aku telah tiada.
tapi mari pikirkan itu nanti. sekarang ada beberapa hal yang harus aku lakukan.
yang pertama adalah surat merpati yang dikirimkan oleh ayahku saat ia telah sampai di ibu kota.
surat itu bukan berisi penjelasan soal apa yang terjadi pada fraksi pangeran Lewis dan kroninya. ayah jelas tahu bahwa aku terlibat dalam penangkapan Robert.
tetapi tentu saja sebagai seorang ayah yang menyayangi anaknya, jelas dia tidak ingin melibatkan ku lebih jauh dari ini.
terimakasih ayah atas perhatian mu, tapi aku yakin ayah tahu bahwa sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali untukku. ini semua demi melindungi kalian jadi jangan sedih, oke?
well, aku selalu bisa mendapatkan informasi soal apa yang terjadi pada Pangeran Lewis lewat kantor cabang Venz.
__ADS_1
omong-omong, surat itu berisi reminder dari ayah kalau tiga bulan lagi aku akan mulai belajar di Akademi.
ah benar juga, saking banyaknya kejadian yang aku lalui, aku hampir lupa jika umurku sudah 13 tahun. itu artinya aku akan masuk akademi dan bertemu kedua kakakku lagi!!
tapi ada sedikit masalah. ayah meminta ku untuk tinggal di mansion ibukota selama tiga bulan ke depan. alasannya sih agar aku terbiasa dengan lingkungan ibukota. selain itu aku juga diminta sekalian untuk mengawal tuan putri.
ada benarnya memang. tapi, ayolah ada banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan di Romeon!!
jika aku pergi tetapi pekerjaan ku belum selesai, itu akan menumpuk!!
yah, mengeluh tidak ada gunanya. jika begitu, aku hanya harus mempercepat Rencana ku kan?
aku mengambil mantel ku dan segera pergi meninggalkan kamar.
****
di ruang VIP penginapan JASMINE, salah satu jaringan bisnis milik La-Sa Guild.
seorang pria, kemungkinan berusia sekitar 45 tahun, sedang duduk di depan meja kerjanya. dia terlihat sedang membaca berbagai berkas berisi laporan. beberapa kali juga menanda tangani dokumen.
saat sedang fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba suara ketukan terdengar dari luar ruangannya.
Awalnya pria itu, Hudson, adalah ingin marah ketika mendengar suara berisik dari pintunya. tetapi begitu dia tahu bahwa yang mengetuk adalah atasannya, kemarahannya hilang seketika.
"silahkan masuk tuan Issac."
dia berdiri untuk menyambut Issac. saat Issac masuk, dia menundukkan kepalanya. Issac meminta dia untuk mengangkat kepalanya.
Hudson awalnya adalah seorang ksatria yang lahir dari keluarga ksatria yang terhormat di kerajaan Heinz, Albatros. di usianya yang masih sangat muda, dia menunjukkan kemampuan berpedang yang luar biasa.
dia akhirnya direkrut ke dalam salah satu kelompok ksatria paling bergengsi di kerajaan, Kastria Matahari. namanya semakin terkenal setelah dia bergabung dalam ksatria itu.
namun suatu hari, ketika dia berusia 35 tahun, nasib buruk menimpanya. waktu itu dia diminta langsung oleh raja untuk mengawal kerabatnya agar dia bisa kembali selamat.
dia membawa serta 50 anak buahnya yang paling kuat untuk mengawal kerabat sang raja. nahas, tiba-tiba rombongan mereka diserang oleh beberapa monster yang telah berevolusi.
agar nyawa para prajurit serta kerabat raja tidak terancam, dia memutuskan untuk menghadang para monster itu sendirian. dia memerintahkan mereka untuk kabur sementara dirinya melawan para monster itu.
para monster itu berhasil dia kalahkan. mereka mati. namun hal itu harus dibayar oleh Hudson. ketika anak buahnya menyusul dirinya, Hudson sudah tergeletak tidak sadar.
__ADS_1
badannya penuh luka sementara kaki kanannya putus. kedua tangannya terluka parah sehingga tidak bisa memegang pedang lagi. para Priest mengatakan bahwa sepanjang sisa umurnya, luka itu tidak bisa disembuhkan.
luka itu membuat dirinya depresi. selain itu, kerabat raja yang ternyata seorang pembuat itu makin menyudutkan keadaannya.
dia mengatakan bahwa Hudson tidak pantas menjadi seorang ksatria matahari karena bahkan dia tidak bisa melawan monster peringkat rendah.
karena itu, untuk menghindari malu, keluarga Albatros menelantarkannya. para bangsawan juga ramai-ramai mempermalukan dirinya.
akhirnya dia di 'pensiunkan' dari dinas ksatria nya untuk menjaga nama baik mereka. anak buahnya yang ikut dalam ekspedisi pengawalan akhirnya pensiun dini secara bersamaan sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada bos mereka.
itu adalah kerugian terbesar bagi ksatria matahari karena kehilangan lima puluh orang yang sangat berbakat.
karena kasihan kepada Hudson, Arthur membawa Hudson ke wilayahnya. lagipula dia adalah guru berpedang Luna.
akhirnya dia bertemu Issac lima tahun yang lalu. Bak keajaiban, Issac dapat menumbuhkan kembali kaki Hudson dan menyembuhkan tangannya. itulah yang membuat Hudson menjadi seperti hidup lagi.
sekarang dia bersumpah setia pada Issac dan bekerja di bawahnya.
"hei Hudson, kenapa kau diam saja?"
Hudson tersentak kaget.
"ah tidak ada apa-apa tuan. adakah yang bisa saya bantu?"
Issac lalu menceritakan surat dari ayahnya dan tentang niatnya untuk tinggal di ibukota sebelum ke akademi dan harus mempercepat rencananya. mendengar ini Hudson mengangguk senang.
"tentu tuan. tidak ada masalah dengan hal itu. saya akan membereskannya secepat mungkin."
Issac mengangguk. "bagus Hudson. tapi juga tidak perlu terlalu terburu-buru. toh aku tidak terlalu membutuhkan mereka ketika aku bersekolah nanti."
"dimengerti tuan. serahkan padaku."
Issac mengangguk puas. dia segera pergi meninggalkan ruangan. tapi...
"Tuan, jangan bekerja terlalu keras. sementara anda di Akademi, nikmatilah Masa muda anda."
mendengar itu, Issac tersenyum, "tentu, terimakasih paman." mendengar kata paman membuat hati Hudson Luluh. dasar anak ini!
***
__ADS_1
yosh akhirnya urusannya selesai juga. jadi aku tidak perlu khawatir. baiklah tuan putri, mari kita berangkat menuju Venz!!