
Keesokan harinya, Minggu, kami bersiap kembali ke akademi. yah kami bisa saja telat datang seperti kemarin tetapi masalahnya aku membawa Aurellia, jadi berlama-lama disini bukan hal yang baik. lagipula akan gawat jika Berita hilangnya tuan putri sampai ke telinga istana. pencarian besar-besaran mungkin akan dilakukan.
agen ku sebisa mungkin menahan kehebohan ini agar tidak sampai kepada raja. tapi mereka sendiri mungkin punya batasnya. sebelum itu terjadi, mari kita kembali!
aku mengajak tuan putri untuk sarapan. begitu seharusnya ketika akhirnya aku sadar...dia menghindari ku!! itu pasti karena kejadian kemarin.
tadi pagi, saat aku baru keluar kamar, dia dengan kepala tertunduk dan wajah memerah mendatangi ku lalu meminta maaf.
"Ma-maafkan aku I-i-issac. kemarin aku terlalu terbawa suasana Ja-ja-jadi aku berlebihan. Tolong Maafkan Aku!"
e-e-ehhh...yah sejujurnya aku sama sekali tidak keberatan dengan itu. maksudku, aku memang sedikit malu tapi juga senang. namun setelah aku pikir-pikir lagi, jika hal itu sampai diketahui oleh bangsawan lain dan dilaporkan, urusannya akan panjang.
yah Lia memang ceroboh ku rasa tapi aku juga lengah. jadi itu bukan kesalahan dia sepenuhnya.
"Kau tidak perlu minta maaf Lia. well, kau memang ceroboh tetapi aku juga lengah. lain kali jangan melakukan hal itu oke. lagipula, kau harus menyimpan ciuman itu untuk orang yang kau cintai nanti."
oh, aku lihat Lia sedikit sedih setelah aku menerima permintaan maafnya. hei, aku memaafkan mu jadi jangan bersedih oke?
dan sampai sekarang, putri masih terlihat malu-malu saat bersama ku. tetapi entah kenapa aku merasakan sedikit kemarahan. apakah dia merajuk? hmmm baiklah, aku akan menghiburnya saat perjalanan pulang nanti!
sarapan kali ini sangat memuaskan! selain rasanya enak, sepertinya bahan yang Bibi gunakan juga memiliki kualitas yang lebih baik. aku dengan lahap menghabiskan makanan ku.
setelah selesai, aku dan Lia langsung membereskan barang bawaan kami. jika kami berangkat sepagi ini, aku pikir kita akan sampai di kota akademi saat siang jadi semakin cepat berangkat semakin baik.
setelah beres-beres, kami menuju kandang untuk mempersiapkan kuda kami. setelah itu, kami berpamitan kepada Bibi Mervouw untuk kembali. aku lagi-lagi berjanji untuk mengajak kakak dan temanku berkunjung lagi ke Adonia. yah, semoga saja aku bisa menepatinya sih.
dan, begitulah sisanya. sepanjang perjalanan aku berhasil menghibur Aurellia dan Moodnya kembali seperti sedia kala. nah, kalau kau tersenyum, kau akan terlihat sangat cantik Aurellia!
*****
Sementara, saat Issac dan Aurellia sedang dalam perjalanan kembali ke Akademi, seorang pemuda dan beberapa pengawalnya terlihat sedang berada di markas Dark Guild Ibukota, Venz.
tidak seperti yang kalian bayangkan, markas Dark Guild tidak terlihat gelap dan kotor. malah sebaliknya, ini bersih dan cerah. tempatnya terawat dengan baik dan ventilator udara berfungsi sebagaimana mestinya. cahaya matahari masuk lewat sela-sela bangunan. pada dasarnya, Markas Dark Guild adalah bar.
__ADS_1
pemuda itu dan para pengawalnya menghampiri seorang bartender yang sedang meracik minuman. salah satu dari pengawal itu menghampiri bartender wanita itu.
"Selamat datang di Bar kami. ada yang bisa saya bantu?"
sebelum pengawal pemuda tadi membuka mulutnya, bartender disini sudah berbicara terlebih dahulu. mungkin ini adalah standar resmi dari guild ini.
"Ya, aku bersama tuan ku yang di sebelah sana ingin memesan sesuatu. tetapi sebelum itu, tolong hidangkan minuman untuk kami terlebih dahulu."
dia menunjuk ke arah pemuda itu dan pengawal yang satunya. Bartender mengangguk dan segera memanggil rekannya untuk menyiapkan minuman. wanita ini juga memberikan orang yang di depannya minuman. lingkaran hitam terlihat dari wajah pria ini. sepertinya dia kelelahan. tetapi sang bartender tidak menaruh kepedulian sama sekali. bukan tanggung jawabnya untuk mempertanyakan hal seperti itu.
"Baiklah, adakah sesuatu yang anda inginkan lagi?"
pria itu mengangguk. kali ini pemuda yang tadi juga berdiri di samping pria itu. dilihat dari pakaiannya, anak ini adalah seorang bangsawan. wanita itu merasakan sesuatu yang sangat menjijikkan dari pemuda ini, tetapi dia mengabaikannya. dia sudah terbiasa.
pria itu mengangguk dan memberikan beberapa kertas kepada bartender. itu adalah sebuah quest. di dalamnya tertera misi yang mereka inginkan. ternyata pembunuhan. disitu juga ada nama dan sketsa wajah target mereka beserta ciri-cirinya.
"Tergantung seberapa besar harga yang anda berikan untuk kepala ini, organisasi assassin yang berafiliasi dengan kami akan segera mengambil quest ini."
"Kalau begitu bagaimana dengan 500 koin emas?"
"Lima ratus koin emas hanya bisa membayar retribusi bagi kami. setidaknya anda harus mengeluarkan satu koin platinum untuk membayar jasa mereka."
pemuda itu mendecakkan lidahnya. mahal. tentu saja karena Membunuh target yang dia berikan, seorang bangsawan, sangat beresiko. tapi dia tidak tahu bahwa dia harus menghabiskan sebanyak itu. tidak, segitu terlalu sedikit, dia harus mengeluarkan lebih banyak lagi.
pemuda itu mengeluarkan lima koin platinum dan lima ratus koin emas. platinum untuk jasa Assassin dan lima ratus koin emas untuk retribusi. itu adalah uang hasil tabungannya selama lima tahun. tapi dia tidak punya pilihan lain. demi menuntaskan dendam, ini adalah harga yang harus dia bayar.
"Terimakasih atas pembayarannya. paling lama akan membutuhkan waktu satu Minggu untuk menyelesaikan misi ini. kami tidak bertanggung jawab jika misi ini gagal teta....."
BRAKK!! pemuda itu dengan memukul meja. wajahnya terlihat sangat marah. dia menghabiskan lima platinum setengah dan dark guild sama sekali bertanggung jawab atas hal itu!?
Bartender hanya menggeleng. dia tahu apa yang pemuda itu pikirkan. seperti yang ia duga, bocah ini baru pertama kali berurusan dengan dark guild.
"Jika anda membutuhkan semacam asuransi atau jaminan, silahkan mengirimkan request ini ke Guild Petualang. sayangnya anda tidak akan bisa melakukan hal itu, kan? tenang saja, kami tidak akan membocorkan identitas orang yang mengirim quest ini."
__ADS_1
pemuda itu masih marah. tetapi dia tidak punya pilihan. dia harus melakukan ini. dia dengan pasrah menyetujui peraturan itu.
setelah mengonfirmasi beberapa hal lagi, pemuda itu dan pengawalnya segera pergi meninggalkan bar itu. sang bartender mengucapkan selamat tinggal kepada mereka dengan ramah.
***
Setelah memastikan bahwa mereka telah meninggalkan bar, Wanita itu memastikan lagi identitas dari pembuat quest ini. Alex Clifford. pantas saja dia tidak asing. ternyata anak keluarga Clifford.
"Astag kau ini White rabbit. seharusnya kau langsung menolak membawa quest itu kepada jaringan organisasi Assassin jika misinya adalah membunuh Tuan Issac kau tahu."
Seorang lelaki tiba-tiba muncul. dia adalah rekan si bartender.... tidak, dia adalah rekan White Rabbit. lelaki itu adalah Black Cat. mereka adalah anggota dari unit Wolfgang yang berada di bawah naungan VIESTA. sekarang mereka masih menjalani misi.
"Tidak apa-apa kan? jika itu adalah tuan, dia akan dengan mudah mengatasi para assassin yang akan mengincarnya. baiklah, aku harus menuliskan ini untuk dijadikan laporan penting kepada tuan Wolf. jangan ganggu aku Black Cat. ah benar juga, bawa kertas-kertas ini ke sarang mereka. aku cukup penasaran siapa yang akan mengambil misi ini."
Black Cat mengangkat bahunya. yah, ini agak merepotkan tapi dia tidak keberatan. dia segera mengambil surat itu dan ingin pergi. tetapi sebelum itu, White rabbit yang penasaran bertanya padanya.
"Aku bertanya-tanya. sepertinya si Clifford ini terobsesi sekali untuk balas dendam kepada tuan Issac bahkan ketika dia tahu bayarannya sangat mahal. kira-kira kenapa ya?"
"Aku rasa banyak sebabnya. tetapi yang paling mungkin adalah karena Tuan berhasil mengalahkan anak itu pada saat turnamen musim gugur di akademi. padahal, Clifford telah mengonsumsi pil naga emas tetapi dia dengan hina dikalahkan oleh tuan.
butuh waktu hingga berbulan-bulan untuk pulih. sisanya kau sendiri lah."
"Ohhh dendam semacam itu. yah, hal seperti itu memang umum di antara para bangsawan. tetapi Pil naga emas ya...darimana dia mendapatkan barang langka seperti itu? ah tidak perlu dipikirkan. baiklah terimakasih Black Cat. hati-hati oke."
setelah mengatakan itu, White rabbit memasuki ruang tersembunyi yang terletak di balik rak botol anggur sementara Black Cat dengan senyum masam, meninggalkan bar. terimakasih karena White Rabbit, pekerjaannya jadi bertambah.
****
"Tuan apakah anda yakin ingin membalaskan dendam anda kepada si Starfall itu? saya rasa terlalu berbahaya tuan. tolong urungkan niat anda!"
salah satu pengawal yang mengikuti Alex terlihat keberatan dengan niat anak itu. dia tahu apa yang telah terjadi karena dia juga menonton pertandingan itu. tetapi Melihat Issac dapat bertahan dari gempuran Alex yang telah diperkuat oleh pil tanpa terluka sama sekali, itu membuktikan seberapa kuatnya Issac.
tetapi Alex tampak tidak peduli. dia terlanjur di bakar oleh dendam sehingga tidak peduli apapun caranya dia harus Membunuh Issac. lagipula dia sudah mendapatkan izin dari Gustave.
__ADS_1
"Sekarang, nikmati hari mu Issac karena paling lama, seminggu lagi, tubuh mu akan tercabik-cabik!"
dengan seringai menyeramkan Alex memikirkan betapa menyenangkannya melihat tubuh Issac hancur berkeping-keping.