
"Jadi, kau sudah memulai perekrutan para pemuda untuk dijadikan tentara? Anna memang benar-benar hebat. Terimakasih Anna."
"Sama-sama. Tetapi kita sendiri tidak akan menyangka kalau orang yang mendaftar akan sebanyak ini. Departemen pertahanan dan keamanan benar-benar kerepotan dan akhirnya mereka harus mencari cara untuk menyeleksi mereka semua."
"Ini memang agak merepotkan ya. Aku sendiri juga tidak akan berpikir kalau animo di kalangan para pemuda menjadi setinggi ini. Kalau begitu, mari kita tambah kuotanya. Kita akan menerima paling banyak 1600 orang untuk tergabung ke dalam tentara.
"Lalu, kita juga akan menaikkan standar tesnya menjadi sedikit lebih tinggi. Dan mereka yang lulus akan segera dipindahkan ke barak lalu dilatih. Sementara yang tidak lulus akan dijadikan sebagai cadangan dan ketika perekrutan kembali dibuka, mereka akan menjadi prioritas."
Sekarang ini Anna dan Issac sedang mengobrol lewat layar proyeksi. Mereka sedang membahas tentang pembentukan kesatuan tentara di wilayah Starfall. Issac sendiri telah menempatkan anggaran militer di peringkat ketiga setelah pendidikan dan kesehatan.
Meskipun peringkat ketiga, anggaran yang disiapkan untuk pertahanan dan keamanan sebenarnya cukup besar. Anggaran itu tidak hanya digunakan membeli senjata dan menggaji para tentara saja. Cakupannya lebih luas daripada itu.
Perawatan dan reparasi senjata, pembangunan infrastruktur militer seperti barak, gudang suku cadang, gudang penyimpanan suplai makanan, membeli persediaan makanan untuk para tentara, dan lainnya. Itu semua adalah fungsi dari anggaran militer. Termasuk penelitian dan pengembangan alat-alat militer.
Issac memberikan beberapa arahan kepada Anna. Untuk sekarang, para pemuda yang telah lulus seleksi akan dikirim keluar Versailles untuk dilatih selama satu tahun. Yang akan melatih mereka adalah beberapa orang dari pasukan pribadi miliknya.
Mereka akan dilatih untuk disiplin dan teratur. Selain itu mereka akan menerima pendidikan tentang kesetiaan dan tanggung jawab. Itulah pelatihan yang akan mereka lakukan sebelum latihan berpedang, menombak, atau sihir.
Anna dan Issac bermesraan sejenak. Setelah puas, mereka saling mengucapkan selamat malam dan akhirnya, layar proyeksi mati. Issac berdiri dan keluar menuju balkon. Wilayahnya semakin hari semakin maju. Dia yakin bangsawan lain tidak akan senang dengan hal ini. Mereka pasti, dengan segala cara, ingin memeras wilayah Starfall bagaimana pun caranya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pangeran akan datang ke akademi seminggu kemudian. Aneh, pertemuannya di undur. Tapi tidak ada yang protes mengenai hal itu. Lagipula, mereka tetap senang karena pangeran yang mereka cintai akan datang. Jadi mereka melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan diri.
Sementara itu, Issac sedang berada di toko barunya. Yaitu toko yang akan menjual perlengkapan untuk para petualang. Barang-barang yang akan dia jual sudah disimpan di gudang. Margareth dan yang lainnya menemani Issac di tempat itu. Pegawai toko telah direkrut dan mereka juga sudah dilatih.
Mereka semua sedang menata peralatan yang siap untuk dijual besok hari. Ada lagi yang sedang-sedang bersiap-siap untuk memasarkan semua produk mereka ke Guild petualang karena disitulah tempat para petualang berkumpul.
"Banyak sekali....hei Issac, darimana barang-barang ini berasal? Kau tidak mencurinya kan?"
Agatha mengatakan itu sambil mengambil sebuah pedang dan mengamatinya. Sebagai keluarga Schafer yang telah menjadi penyuplai persenjataan ke pasukan kaisar selama ratusan tahun, darah yang ada di dalam tubuhnya bisa membedakan mana senjata yang berkualitas dan mana yang tidak. Harus diakui, senjata yang Issac jual memiliki kualitas yang sangat tinggi.
"Jangan sembarangan! Tidak mungkin aku mencurinya. Sebaliknya, aku bekerja sama dengan penempa hebat di kekaisaran agar dia mau menjual senjata-senjata buatannya padaku. Tentu saja mereka ingin dirinya dirahasiakan dari umum."
Tapi bohong. Tidak mungkin Issac akan mengatakan kalau semua senjata ini seperti pedang, tombak, dan anak panah ia dapatkan dari alam neraka. Saat dia disana, dia berhadapan dengan jutaan goblin biasa dan High goblin, Orc biasa dan High Orc, Ogre biasa dan High Ogre, serta lizardman biasa dan High lizardman.
Mereka menggunakan bermacam-macam senjata dan yang lebih luar biasanya lagi, senjata yang mereka gunakan, bahkan hanya untuk ras monster biasa, memiliki kualitas yang sepuluh hingga 15 kali lebih baik daripada senjata yang ditempa manusia.
__ADS_1
Selain itu mereka juga menggunakan peralatan sihir seperti tongkat, batu sihir, dan zirah anti sihir dengan beragam jenis. Issac telah mengambil semua itu dari mereka. Tapi, untuk senjata dan baju zirah yang berasal dari ras unggulan, dia tidak akan menjualnya disini. Ada kemungkinan, dia akan menjualnya ke pelelangan karena kualitas senjata itu benar-benar di luar akal sehat manusia!
Issac mengumpulkan para pegawainya dan memberikan briefing kepada mereka sebelum toko benar-benar dibuka. Setelah briefing selesai, akhirnya mereka kembali ke pos masing-masing dan mulai bekerja.
"Ah benar juga, ini aku kembalikan yang kemarin. Terimakasih banyak karena sudah meminjamkan aku pedang ini."
Agatha mencabut dua pedang yang tersarung di pinggangnya dan memberikannya pada Issac. Tentu saja yang lain penasaran dengan pedang itu. Mereka pergi ke samping Issac dan melihat pedang itu.
"Indah sekali ya....aku merasa seolah pedang ini ditempa oleh para Dewi lalu jatuh ke dunia ini."
"Aku juga berpikiran sama. Tidak hanya indah, pedang ini tajam dan sangat berkualitas. Meskipun bilahnya terlihat lentur, tapi bilah pedang ini sangat kokoh."
"Ada ukiran indah juga. Sepertinya penempa pedang ini benar-benar mencurahkan seluruh tenaga dan hatinya untuk pedang ini."
Angelica, Margareth, dan Lilianne masing-masing mengagumi keindahan pedang yang dipegang oleh Issac. Issac hanya tersenyum dan menyarungkan pedang itu kembali. Tidak disangka-sangka, dia melemparkan lagi benda itu kepada Agatha.
"Aku sudah berjanji kepada Adalrich untuk melindungimu. Ambil lah pedang itu. Mulai sekarang dan seterusnya, aku dan pedang itulah yang akan melindungimu."
Agatha kaget tapi setelah itu matanya mulai berkaca-kaca. Dia membawa pedang itu ke dalam pelukannya. Ini bukan tentang pedangnya. Tapi diberikan hadiah oleh seorang lelaki yang dia Kagumi dan sukai adalah sesuatu yang sangat istimewa! Karena itulah dia akan menjaga hadiah ini apapun yang terjadi.
Tentu saja yang lain iri dan cemburu tapi mereka tidak melakukan apapun. Kecuali Lilianne. Dia memang tidak meminta apapun tetapi selama sisah hari ini, dia terus-menerus menempel pada Issac. Dan sebagai hukumannya, Issac menindih Lilianne malam itu.
Di hari yang sudah ditentukan, pangeran pertama dari kekaisaran Grand Aria, Chris Von Menachen Aria, telah Berdiri dengan tegap di aula akademi kekaisaran. Semua murid tanpa terkecuali dari semua kalangan datang demi melihat pangeran yang mereka puja.
Penampilan pangeran memang luar biasa. Rambutnya berwarna biru tua dan sebagai poninya turun ke matanya. Badannya tinggi semampai walaupun tidak kekar. Dirinya memancarkan kharisma yang kuat. Pantas saja dia begitu dicintai banyak orang. Dia adalah pangeran yang baik.
Issac sendiri menjadi tim keamanan. Begitu juga Lilianne. Kalau Issac diminta tolong oleh Margareth sementara Lilianne menawarkan dirinya. Lagipula, dia sudah resmi menjadi anggota dewan siswa berkat Margareth.
"Siapa yang menyangka kalau duta dari negeri lain akan menjaga keaman pangeran dari kekaisaran. Reputasi diriku benar-benar dipertaruhkan tahu?"
"Maaf deh. Soalnya aku tahu kalau Issac kuat. Lagipula, kalau kamu menjalankan tugasmu dengan baik bukankah pamor kamu akan naik juga?"
"Benar juga sih. Tapi pangeran pertama ya? Dia benar-benar mencintai rakyatnya ya. Itu benar-benar terpancar dari aura miliknya. Tidak seperti pangeran dari kerajaan tertentu yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi ego masing-masing."
Margareth tertawa kecil. Tentu saja ia tahu apa yang Issac maksud. Meskipun ayahnya tidak menceritakan tentang ketiga pangeran yang sekarang sedang berebut tahta, Margareth pernah bertemu mereka bertiga secara pribadi saat masih kecil.
Dari tindakan dan perkataan mereka, ketiga orang ini tidak cocok untuk menjadi seorang raja. Jika mereka benar-benar menjadi raja, mungkin kerajaan akan hancur kurang dari 10 tahun. Sebaliknya, orang yang tepat menjadi penguasa adalah adik mereka yang paling kecil dan cantik, Aurellia. Itulah kenapa sampai sekarang mereka masih bersahabat baik walaupun dipisahkan oleh jarak. Mereka juga masih bertukar surat.
__ADS_1
"Aku pikir, pangeran Chris akan cocok sekali dengan Aurellia. Mereka sama-sama cerdas dan peduli kepada rakyatnya. Aku rasa kalau mereka menikah.... kerajaan dan kekaisaran akan bersatu dan rakyat semakin makmur."
Kalau begitu pangeran pasti akan aku bunuh. Issac biasanya akan mengatakan itu tapi kali ini tidak. Setelah ia memperhatikan pangeran Chris dengan detail, dia seratus persen yakin kalau pangeran Chris tidak akan menikahi Aurellia jika dia diberi kesempatan.
"Menurutku tidak seperti itu. Entah itu Putri Aurellia maupun pangeran Chris adalah orang yang cerdas dan hebat. Aku yakin mereka akan menjadi pemimpin yang luar biasa dan membawa masing-masing kerajaan dan kekaisaran menuju kemakmuran.
"Tapi mereka adalah orang yang baik. Mereka tidak akan sanggup melakukan cara kotor agar kerajaan maupun kekaisaran tetap eksis. Mereka tidak akan bisa menyingkirkan duri-duri di jalan atau pun menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalan mereka.
"Itulah kenapa yang mereka butuhkan di belakang punggung mereka adalah orang yang berlawanan dengan mereka. Seseorang yang berani mengotori tangannya untuk melindungi orang-orang yang mereka cintai. Seseorang yang berani dan sanggup menanggung dosa besar menghalalkan segala cara bahkan jika itu artinya adalah mengorbankan orang-orang yang tidak berdosa."
Margareth mengernyitkan alisnya. Entah kenapa hatinya sangat sakit. Entah kenapa dia melihat Issac seolah mengatakan bahwa Issac Starfall adalah orang yang sangat tepat untuk melakukan hal itu. Issac menangkap ekspresi itu dari wajahnya. Kelihatannya, Margareth sudah mengetahui apa yang Issac maksud. Dia tersenyum.
"Jangan membuat wajah seperti itu Margareth. Semakin terang cahaya maka semakin gelap bayangan yang menyertainya. Ah, Pangeran sudah selesai berpidato! Saatnya untuk menjalankan tugasku sebagai tim keamanan!"
Pidato pangeran disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para murid dan yang lainnya. Seorang pangeran yang bersedia untuk mengorbankan dirinya sendiri untuk kemakmuran rakyatnya. Benar-benar pidato yang menggugah.
Margareth juga bertepuk tangan tetapi Issac tidak. Dia malah mengeluarkan belati yang dia sarungkan di atas katananya dan membuka sarungnya lalu melemparkan itu ke arah pangeran.
Tentu saja Margareth panik! Tetapi Issac tidak pernah berniat untuk mengincar pangeran sejak awal. Belati itu terbang dengan kecepatan tinggi layaknya proyektil yang ditembakkan dari senjata api.
CRASSSHHHH!!! belati itu tertancap tepat di jantung seorang Assassin yang dari tadi berkamuflase di langit-langit untuk membunuh pangeran dan orang itu jatuh ke atas podium.
"SIAPA ORANG ITU!?"
"DIA ADALAH ASSASSIN! CEPAT AMANKAN PANGERAN!!"
Pasukan pengawal pangeran yang daritadi berdiri di samping pangeran sama sekali tidak menyadari kehadiran mereka! Dengan Panik, pangeran mengikuti para pengawalnya yang siap untuk mengevakuasi dirinya.
Kekacauan segera terjadi! Para murid dan yang lainnya segera lari kesana kemari untuk menyelamatkan diri. Para petugas keamanan dari dewan siswa langsung sibuk mengurus mereka.
"Margareth, evakuasi seluruh murid dan yang laina dari aula ini. Aku akan mengurus para Assassin itu dengan Lili. Jangan khawatir, kami pasti akan kembali."
Margareth sangat khawatir. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Dia harus percaya dengan Issac. Dengan dia pergi meninggalkan Issac dan mengevakuasi yang lain. Sementara itu, para Assassin berada di panggung dan akan mengejar pangeran Chris. Tapi lambat, kepala mereka sudah terbang terlebih dulu ketika Issac menebaskan katananya.
Issac bisa mendengar dentingan pedang dan merasakan kekuatan sihir di bagian aula yang lain. Lilianne pasti sedang mengurus mereka. Tiba-tiba dari bawah podium, sebuah pisau melesat ke arah Issac tapi Issac telah menancapkan katananya ke podium. Saat ia mencabut katananya, ujung bilahnya memiliki warna merah segar dan bau anyir. Lumayan. Tapi trik seperti itu tidak akan bisa membunuhnya.
Issac segera mengambil mayat Assassin yang telah ia bunuh lalu melemparkannya ke Assassin yang mengejar pangeran dengan kecepatan tinggi. Mayat itu mengenai lima Assassin dan mereka tewas seketika. Rasanya mungkin seperti ditabrak oleh mobil dengan kecepatan 120 kilometer per jam.
__ADS_1
"Ya ampun, siapa yang menyangka jika hari istimewa ini akan menjadi hari yang begitu berdarah."
Dengan senyum seorang pembunuh, Issac langsung menerjang sepuluh Assassin yang mengahalangi jalannya. Mereka semua terlempar dengan bagian tubuh yang tercincang. Pertarungan ini akan terus berlanjut hingga semua Assassin ini dibantai habis.