
Seminggu setelah pelelangan, tidak ada hal khusus yang terjadi. Semuanya berjalan lancar dan biasa saja. Sama seperti akademi di kerajaan, hari Jum'at, Sabtu, dan Minggu adalah hari libur. Karena itulah di hari Jumat ini, bersama dengan Margareth, Issac menghabiskan waktunya di toko pakaian dan cafe miliknya.
Margareth bilang dia ingin belanja. Issac dengan senang hati mengajaknya untuk ke tokonya. Dia akan mentraktir Margareth sepuasnya sebagai hadiah karena selama ini telah membantu Issac.
"Kamu tahu, bagaimana aku harus mengatakan ini? Aku sangat bersyukur kamu ingin membelikanku tapi....ini terlalu berlebihan! Maksudku....kamu telah menggajiku. Dan bahkan sekarang, kamu mencoba untuk membeli...."
"Jangan dipikirkan, jangan dipikirkan. Anggap saja ini sebagai hadiah karena kerja kerasmu selama ini. Jangan ragu, oke? Pilih saja mana yang kamu suka."
Margareth menghela nafas lelah. Dia benar-benar dimanja oleh Issac semenjak laki-laki ini berada di kekaisaran. Ini membuatnya menjadi serba salah. Dia bukan kekasih Issac. Akan lebih tepat jika dia dan Issac adalah seorang sahabat. Tetapi di sisi lain, dia mulai jatuh cinta dengannya.
Tapi dia tahu akan sulit menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang telah memiliki enam pasangan. Ya, itu benar. Margareth, Agatha, maupun Angelica telah mengetahui bahwa Issac sudah memiliki enam orang kekasih yang tinggal di kerajaan. Lilianne yang waktu itu memberitahu mereka. Apalagi salah duanya adalah teman masa kecil Margareth.
Bukan berarti Issac ingin merahasiakan hal ini. Tapi dia memang berniat untuk memberi tahu pada yang lain. Bukan karena alasan rahasia, karena mau bagaimana pun, di benua Lontus, seorang lelaki yang memiliki lebih dari satu pasangan adalah yang diperbolehkan selama lelaki memiliki kekuatan finansial yang cukup untuk membiayai kehidupan istrinya.
Dia tidak ingin memberi tahu karena hal itu tidak penting. Tidak perlu mengumbar bahwa ia memiliki banyak orang yang mencintainya dan memamerkan itu kepada banyak orang. Issac hanya tidak mau membuat masalah untuk para kekasihnya.
Margareth sedikit murung. Mungkin, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk bersama Issac. Kalau begitu, selama Issac berada di kekaisaran, dia akan memanfaatkan momen ini untuk terus berdiri di sampingnya!
"Jangan murung seperti itu. Seperti yang aku katakan tadi. Ini adalah hadiah dariku. Kalau kau..."
"Diam laki-laki bodoh! Tidak peka! Menyebalkan!"
Margareth menjadi kesal dan masuk ke toko duluan. Meninggalkan Issac yang tercengang di halaman toko. Eh....ada apa dengan Margareth? Yah, mungkin suasana hatinya sedang agak buruk jadi biarkan saja seperti itu dulu. Itulah yang Issac pikirkan.
Tentu saja itu salah! Margareth menjadi kesal dengan Issac karena dia tidak peka! Dia murung bukan karena soal baju tetapi sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu!
Tapi entah bagaimana, Margareth merasa dirinya terlalu berlebihan. Padahal Issac telah memperlakukannya dengan sangat baik selama ini. Dia juga tidak pernah memarahinya atau memperlakukan dirinya dengan kasar bahkan jika Margareth melakukan kesalahan dalam pekerjaannya.
Baiklah, dia akan minta maaf setelah ini! Saat dia berpikir seperti itu, Issac tiba-tiba muncul di sampingnya dan tersenyum. Dia menggenggam tangan Margareth erat-erat. Hangat. Itulah yang dia pikirkan. Selama sisa hari Jumat itu, mereka berdua menghabiskan waktu di toko Issac dan bersenang-senang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Agatha sedang berada di dalam toko perlengkapan petualang milik Issac. Di sana juga ada Margareth, Angelica, dan Lilianne. Mereka sedang asyik melihat-lihat koleksi senjata dan alat sihir yang dijual oleh Issac. Karena barang yang ia jual sebagus ini, pantas saja toko ini tidak pernah sepi.
Issac sendiri baru saja selesai rapat bersama Margareth dan yang lainnya. Melihat tren penjualan yang terus naik sementara itu permintaan atas perlengkapan petualang yang ia jual terus naik, mereka mulai merencanakan untuk membuka cabang. Terutama di sebuah kota labirin yang terletak lima hari perjalanan dari Reichstaag.
Saat itulah, tiba-tiba seorang wanita dengan rambut pirang bergelombang masuk ke dalam toko. Dia menengok ke kanan dan kiri. Entah kenapa wanita itu seperti sedang menilai toko ini.
"Permisi, adakah yang saya bisa bantu, nona? Apakah anda sedang mencari sesuatu yang anda butuhkan untuk berpetualang?"
Gadis itu menggeleng. Dia mencari sesuatu yang lain di sini.
"Ah, tidak. Maaf ini memang mendadak. Tapi bisakah aku bertemu dengan pemilik toko ini? Kalau tidak salah namanya adalah Tuan Issac Starfall, benar?"
"Itu aku. Sudah aku duga kau akan kemari, nona Carolina Von Lambard. Selamat datang di tokoku."
Meskipun bahasanya tidak formal, Issac tetap memberikan sambutan yang sopan pada gadis itu. Di antara yang lain, hanya Margareth yang tidak merasa asing dengannya.
"Dia....ah benar juga. Gadis itu adalah resepsionis sekaligus pemandu acara di pelelangan terbesar Reichstaag. Tunggu? Lambard? Berarti kamu adalah....
Lambard. Salah satu serikat dagang terbesar yang ada di kekaisaran Grand Aria. Jika dibandingkan dengan La-Sa Guild, jujur saja, serikat dagang milik Issac itu masih kalah. Serikat dagang Lambard telah merajai tidak hanya pasar kekaisaran, melainkan juga pasar internasional.
Bahkan, tidak peduli jika itu adalah kekaisaran Moskov yang bermusuhan sekalipun ataupun suku-suku barbar yang ada di barat kekaisaran, mereka tidak bisa lepas dari ketergantungan serikat dagang Lambard.
Issac berjalan menuju Carolina dan menawarkan jabat tangan, yang segera diterima oleh Carolina. Mereka berdua terlihat cepat akrab. Mungkinkah karena mereka berdua sama-sama pedagang?
"Aku tidak menyangka kalau tuan Issac adalah pemilik dari toko ini. Aku sudah mendengar rumornya, tahu? Katanya sebuah toko baru di Reichstaag menjual peralatan yang berkualitas. Aku kira itu hanya toko biasa, ternyata perkiraanku salah."
Carolina melihat interaksi antara pegawai dan pelanggan. Juga melihat bagaimana mereka melayani calon pelanggan secara profesional. Tidak peduli bahkan jika calon pelanggan itu tidak memiliki uang, para pegawai tetap melayani mereka dengan profesional.
"Kalau begitu, nona Carolina, haruskah kita membicarakan sisanya di dalam? Margareth, tolong siapkan teh. Agatha, Angelica, dan Lilianne boleh ikut jika kalian mau."
Lilianne dan yang lainnya hanya saling berpandangan, lalu mengangkat bahu mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan Issac bicarakan dengan Carolina, tetapi baiklah, mereka ikut saja.
__ADS_1
Issac membawa mereka semua ke ruang yang biasa ia pakai rapat. Ini adalah ruang yang sangat luas dan cukup untuk menampung 50 orang dalam satu ruangan. Banyak kertas menempel di dinding berisikan motivasi maupun target penjualan yang bisa dipenuhi oleh para pegawai yang berada di divisi marketing.
Ada juga dapur kecil. Jika para pegawai ingin minum teh ataupun makan cemilan, mereka bisa membuatnya di sana. Issac menyediakan itu untuk mereka. Walaupun untuk makan, mereka akan menggunakan uang milik mereka sendiri. Tapi dari gaji yang Issac berikan pada mereka, itu sudah cukup.
"Aku hanya berpikir kalau pegawai merasa nyaman di sini, performa dan kinerja mereka akan naik dan semakin membaik dari waktu ke waktu. Dengan begitu, tokoku akan berkembang berkat mereka."
Issac menjelaskan itu pada Carolina yang terkesan dengan ruangan ini. Mereka akhirnya duduk dan berbincang. Walaupun mereka baru saja bertemu, mereka telah benar-benar akrab! Mereka saling bercerita tentang masa kecil satu sama lain dan lain-lain. Gadis yang lain juga antusias mendengar cerita masa kecil Issac.
"Sekarang nona Carolina, kau ke sini pasti bukan hanya untuk berbicara tentang nostalgia masa kecil, kan?"
Itu benar. Percakapan tadi hanyalah pembukaan. Mereka sedang menilai satu sama lain. Apakah orang ini dapat dipercaya? Apakah orang ini memang benar-benar kompeten? Apakah dia dapat diandalkan? Dan lain-lain.
"Tentu saja. Fufufu. Sepertinya umpan yang anda lempar berhasil memancing ikan besar ya? Langkah pertama kamu berhasil menarik perhatian kami."
Ehh, rupanya dia sadar kalau sedang dipancing. Lagipula ini benar-benar tangkapan yang tidak terduga. Siapa yang menyangka penerus serikat dagang Lambard benar-benar mendatanginya?
"Koleksi yang kau jual disini memiliki kualitas yang luar biasa. Meskipun aku bukan pandai besi yang menempa senjata dan peralatan lainnya, aku bisa yakin dengan merasakan kekuatan yang ada di dalamnya. Kau tahu, aku jadi tertarik untuk ikut memasarkan produk milikmu."
Kena! Issac memang berniat membuka cabang di tempat lain. Dan untuk itu, dia memang memerlukan partner yang tepat dan terpercaya untuk diajak bekerjasama. Memasarkan barang dan menjualnya memang tidak terlalu sulit. Yang membuatnya sulit adalah berhadapan dengan para pesaing lainnya.
Akan baik-baik saja jika pesaing yang Issac hadapilah adalah persaingan yang sehat. Tapi jika persaingan yang akan dia hadapi adalah persaingan yang beracun, nama Serikat dagang Lambard akan memberikan daya gertak yang besar pada mereka. Selain itu, Lambard memiliki cakupan pasar yang lebih luas daripada toko miliknya. La-Sa guild memang memiliki pasar di kekaisaran, tetapi itu terbatas hanya di wilayah Mariendolf saja.
Dengan bekerjasama dengan Lambard, Issac berharap bahwa nama La-Sa Guild mendapatkan reputasi yang baik di mata masyarakat kekaisaran dan dengan begitu, dia bisa memperluas jaringan bisnisnya.
Akhirnya pembicaraan yang cukup alot terjadi antara Issac dan Carolina. Margareth dan yang lainnya ikut tegang. Issac mengajukan proposal bahwa dia akan menyuplai barangnya kepada serikat dagang Lambard dengan harga yang terjangkau dengan syarat ia akan mendapatkan akses kepada produk lain milik Lambard dengan harga yang lebih murah.
Tentu saja proposal itu ditolak oleh Carolina. Dia mengajukan proposal lain dan Issac menolaknya. Begitu terus hingga akhirnya kesepakatan terbentuk. Issac akan menjadi supplier barangnya kepada Lambard dan sebagai gantinya, Lambard akan memberikan persentase keuntungan yang lebih besar untuk Issac.
Lalu, Lambard akan diberikan hak terbatas untuk menjadi serikat dagang yang menjual barang-barang milik Issac kepada pihak lain di luar wewenang Issac. Tentu saja jika Lambard melanggar kesepakatan dan melebihi batas yang telah disepakati, akan ada sanksi bagi Lambard. Peraturan ini juga berlaku untuk Issac.
Mereka berdua berjabat tangan dan tersenyum. Kesepakatan telah terbentuk dan surat perjanjian telah ditandatangani. Sebenarnya ini hanyalah awal. Setidaknya bagi Issac. Karena di luar itu, dia membutuhkan komoditas berharga yang menjadi andalan Serikat dagang Lambard. Sesuatu yang benar-benar ia butuhkan.
__ADS_1