
Issac terbangun ketika matahari sedikit menyembul di ufuk timur. Langit masih cukup gelap dan hawa terasa cukup dingin. Saat dia terbangun, dirinya disambut oleh pemandangan yang...yah, sangat indah.
Itu karena di sampingnya, seorang gadis yang sangat manis dan cantik sedang tertidur di sebelahnya, tanpa mengenakan sehelai pakaian pun. Dia hanya mengenakan sebuah selimut yang tipis namun tetap hangat.
Itu membuat kelokan tubuhnya yang Indah begitu menonjol dan membuat Issac bergairah. Ia menciumi setiap lekuk tubuh, yang membuat gadis itu sedikit mengerang dalam tidurnya.
Yah, itu sudah pasti Maria. Issac mengambil keperawanannya tadi malam. Sangat intens sehingga Maria merasa sangat kelelahan tapi di saat yang sama juga merasa sangat nikmat dan puas. Juga tentu saja, ada sebercak darah yang telah mengering di atas kasur.
Issac bangkit dari pembaringannya dan memakai pakaiannya. Ia lalu mengeluarkan daun teh, dua cangkir, dan satu teko keramik yang ia impor dari benua timur yang tersimpan di dalam sihir spasialnya.
Dia memasukan daun teh itu ke dalam teko dan mengisinya dengan air yang berasal dari sihir air miliknya lalu memnaskan itu dengan sihirnya.
__ADS_1
Uap muncul dari hasil rebusan. Aroma wangi teh menyebar ke seluruh kamar hingga membuat Maria terbangun. Dia tersenyum pada Issac tetapi saat kemudian wajahnya menjadi merah padam.
Itu karena dia sadar kalau dirinya tidak mengenakan apapun. Issac hanya tertawa kecil dan menyelasaikan racikan tehnya sambil mengalihkan pandangannya dari Maria.
Satu menit kemudian, tehnya sudah selesai dan dituangkan ke dia cangkir yang ia letakan di atas meja. Keduanya menghabiskan waktu fajar mereka dengan bercanda satu sama lain hingga matahari terbit.
"Maria, ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengamu. Lebih tepatnya, Yang mulia ratu Aurellia datang ke sini dan mendiskusikan masa depan kerajaan Heinz dengan Duchy Of Petersburg."
Karena itulah ia bangkit dan bersiap-siap. Dia mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih rapih dan layak.
Dia juga mulai memperkirakan apa yang akan ratu Aurellia bicarakan dengannya dan mulai memikirkan keuntungan dan kerugian jika kerajaan Heinz ingin melakukan kerjasamanya resmi dengan keluarganya.
__ADS_1
Selagi Maria melakukan itu, Issac keluar sejenak dari kamar tahanan Maria. Entah apa yang ia sedang lakukan di sana.
Beberapa saat kemudian, dua orang wanita memasukkan ruangannya. Maria cukup terkejut dengan aura yang mereka miliki. Seorang wanita berambut perak memiliki aura layaknya seorang penguasa yang berwibawa sementara wanita berambut pink memiliki aura layaknya wanita yang sangat cerdas.
Maria menyadari kalau mereka adalah Ratu Aurellia dan perdana menteri Margareth. Sebagai penghormatan, Maria berdiri dari tempat ia duduk dan membungkuk pada mereka berdua.
"Sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa bertemu dengan Yang mulia ratu Aurellia dan Perdana Menteri Margareth. Semoga kesejahteraan dan kemuliaan terus bersama anda, Yang mulia ratu dan perdana menteri."
Aurellia tersenyum lembut dan mengatakan kepada Maria bahwa dirinya tidak perlu bersikap terlalu formal dan kaku. Mau bagaimana pun juga, mereka berdua adalah seorang penguasa dan ratu Aurellia menganggap Maria sebagai rekan yang sejajar.
Ketiganya duduk Saling berhadapan satu sama lain dan membicarakan hal-hal ringan. Dari luar mungkin hanya kelihatan sebagai obrolan wanita. Tetapi sebenarnya, mereka sedang saling mengukur dan menilai.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Issac datang dengan sebuah troli berisi sarapan mereka pagi itu. Akan lebih baik bagi mereka jika membicarakan hal penting dengan perut terisi daripada dengan perut kosong seperti sekarang.