Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Pertempuran Di Wilayah Barat


__ADS_3

"MUSUH SUDAH TERLIHAT!! MEREKA DATANG DARI ARAH UTARA!!"


Penjaga tembok segera berteriak ketika mereka melihat musuh telah bergerak mendekati tembok pertahanan wilayah Mariendolf.


Jumlahnya lebih sedikit dari yang mereka bayangkan sebelumnya. Wajar, itu karena dia hari yang lalu, mereka terkena serangan mendadak dan banyak korban jiwa yang jatuh dari pihak mereka.


Terhalangnya gerak laju mereka membuat Issac memiliki waktu tambahan untuk memobilisasi tentara lainnya. Saat ini, jumlah tentara yang terkumpul di pihak kerajaan adalah 15.000 orang.


"Musuh berjumlah sekitar 60.000, setidaknya beberapa hari yang lalu. Tapi jumlah mereka telah direduksi hingga di angka 50.000. Mereka masih memiliki keunggulan dalam jumlah tapi moral mereka telah runtuh karena sergapan kemarin."


Komandan resimen perbatasan mulai memberikan beberapa informasi kepada Issac dan yang lainnya saat dewan perang darurat diadakan.


"Meskipun begitu kita tidak bisa lengah. Pasukan penyergap tidak menghancurkan pasokan logistik mereka dan juga tidak memutus jalur pasokannya. Ada kemungkinannya kalau bantuan akan segera datang."


Semuanya mengangguk tapi Issac menggeleng.


"Tidak, mereka tidak akan datang. Aku bisa menjamin hal itu. Sebagian besar kemampuan militer mereka disokong oleh kekaisaran Moskov. Dengan alasan tertentu, kekaisaran Moskov mengurangi jumlah bantuan dengan signifikan.


"Kalaupun bantuan datang, mereka adalah relawan yang direkrut dari para petani dan lainnya yang tidak berpengalaman di Medan perang."


Sabotase yang Issac lakukan melalui para agennya telah membuat kemampuan produksi kekaisaran turun. Akibatnya, mereka tidak punya kelebihan untuk membantu sekutu mereka dan memaksimalkan semua produksi untuk kebutuhan dalam negeri.


Dia juga mendapatkan informasi bahwa kekaisaran Moskov telah terkena bencana epidemi. Well, itu bukan ulahnya. Sejujurnya ia tidak membayangkan hal itu akan terjadi. Kabar sedih atau gembira, setidaknya itu membantu kerajaan.


"Kalau begitu, kita akan melakukan beberapa rangkaian serangan. Pertama, kita akan memfokuskan sebagian tentara kedua dan keempat kerajaan untuk mempertahankan perbatasan di luar tembok.


"Misi mereka adalah mereduksi jumlah musuh sebanyak mungkin. Meskipun kalah jumlah, kualitas individu maupun kelompok dari tentara kedua dan keempat adalah yang terbaik.

__ADS_1


"Ketika sinyal dari tembok telah tiba, segeralah mundur. Kita akan memancing pihak lawan ke depan benteng dan akan menghabisi mereka di sana."


Komandan resimen perbatasan menghela nafas sejenak, lalu melanjutkan.


"Adapun bantuan dari tentara Ketiga yang datang dari timur, petugas James, anda akan ditugaskan untuk menjalani misi yang berbahaya. Menysuplah melalui perbukitan dan sergap barisan belakang musuh. Hancurkan tentara musuh sebanyak-banyaknya dan tangkap Marquis Baldwin hidup-hidup. Apakah sudah jelas?"


Atas rekomendasi Issac, James datang sebagai bala bantuan dengan seribu pasukan kavaleri bersamanya. Kemampuannya yang luar biasa membuat Issac mendatangkan dirinya dari provinsi timur kerajaan.


Setelah memberikan arahan terakhir, dewan perang bubar dan setiap komandan dan kapten pergi ke pos mereka masing-masing. Namun Issac mengajak James untuk mengobrol terlebih dahulu.


"Sudah lama ya, James. Bagaimana kabar anakmu dan Evelyn? Apakah mereka berdua baik-baik saja?"


"Yah, semuanya baik-baik saja. Aku, Evelyn, dan anakku dalam keadaan sehat. Terimakasih berkat dirimu dan yang lainnya, kehidupan kami membaik setelah memasuki dinas militer."


James adalah prajurit yang berprestasi. Selain kuat, ia juga memiliki jasa yang besar dalam perang sipil dan perang dengan kerajaan Garlin. Dan jika ia berhasil menuntaskan misi yang Issac berikan kali ini, dia akan mendapatkan promosi kenaikan pangkat.


"Memang merepotkan. Tapi tenang saja, aku tidak akan mati di sini. Sebaliknya, aku akan mempersembahkan kepala Baldwin itu untuk Evelyn dan anak gadisku yang manis."


"Mengerikan. Well, kau tidak bisa membuat kepala Baldwin sebagai hidangan utama. Karena itu, tangkap dia hidup-hidup. Meskipun bodoh, setidaknya ia masih berharga sebagai chip tawar-menawar."


Issac dan James saling tertawa satu sama lain. Sudah lama mereka tidak melakukan percakapan seperti ini. Tidak punya banyak waktu, James pamit pada Issac dan bersiap untuk misinya.


Beberapa jam kemudian, peperangan meletus di barat kerajaan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"REGU ARTILERI DAN PENYIHIR, TERUS GEMPUR MUSUH DAN JANGAN BERIKAN MEREKA KESEMPATAN! REGU PENEMBAK, DUKUNG PASUKAN KAVALERI DAN INFANTERI! JANGAN SAMPAI MUSUH LOLOS!!"

__ADS_1


Pertempuran sengit meletus tiga kilometer di luar tembok. Maaf, mungkin pertempuran sengit adalah diksi yang salah. Akan lebih tepat jika ini dikatakan sebagai pembantaian satu pihak.


Perlengkapan perang pasukan relawan musuh tidak buruk setidaknya jika mengikuti standar kekaisaran Grand Aria. Tapi ketika dihadapkan dengan kekuatan militer kerajaan Heinz yang superior, mereka tidak bisa melakukan apapun selain mengambil sikap defensif.


Para tentara relawan mulai menyerah. Mereka kelelahan dan moral mereka telah runtuh dari awal dan tidak menginginkan perang lagi. Hingga akhirnya, komandan mereka memutuskan untuk mengibarkan bendera putih. Lebih dari ini, korban yang tidak diperlukan akan terus tumpah jika ini dilanjutkan.


"MEREKA MENYERAH! HEI KALIAN, JATUHKAN SENJATA KALIAN DAN ANGKAT TANGAN KALIAN!"


Mereka menuruti perintah pemimpin pasukan musuh dan meletakan senjata dan mengangkat tangan. Tidak ada perlawanan ketika mereka di tangkap. Semuanya menurut ketika digiring oleh pasukan musuh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di kemah pasukan utama Marquis Baldwin......


"Cih! Dasar jelata itu! Sama sekali tidak bisa diandalkan! Mereka menyerah begitu saja tanpa melakukan perlawanan yang berarti!"


Dari tenda mewahnya, Baldwin mengeluarkan sumpah serapah berkali-kali. Ia tidak menyangka pasukannya bisa menyerah semudah itu dan bukannya bertarung habis-habisan. Penasihat yang berada di sampingnya akhirnya buka mulut.


"Kita tidak punya pilihan lain kecuali mundur, tuan Marquis. Kita telah kehilangan keunggulan yang kita miliki. Akan lebih baik jika kita mengevakuasi tentara kita lalu mengonsolidasikan ulang kekuatan kita."


Marquis Baldwin mungkin orang yang sembrono tetapi dia percaya dengan penasihatnya. Segera, ia percaya dan memerintahkan komandan tentaranya untuk mengevakuasi pasukan.


Tapi terlambat. Itu karena musuh mereka, tentara kerajaan, telah mencapai kemah utama mereka.


"MUSUH MENYERANGG!!"


Segera, kegaduhan terjadi di kemah utama. Itu adalah serangan mendadak yang sangat tidak diduga. Perkemahan utama dikelilingi oleh lereng-lereng curam. Adapun untuk posisi yang landai, semuanya telah dijaga ketat.

__ADS_1


Pembantaian satu pihak terjadi. 200 tentara musuh berhasil mengalahkan puluhan ribu pasukan musuh. Itu karena perbedaan kualitas yang sangat tinggi di antara mereka. Pada akhirnya, Marquis Baldwin gagal melarikan diri dan ia telah ditangkap oleh pasukan musuh.


__ADS_2