
Sehari kemudian, tepatnya Senin pagi, kami berpamitan kepada Bibi Mervouw untuk kembali ke akademi. aku pribadi sih berjanji untuk mengajak kedua kakakku berlibur kesini di akhir pekan berikutnya. Kurasa mereka akan senang dengan kehangatan Bibi Mervouw.
aku juga menyampaikan kepada bibi bahwa desa ini sudah tidak perlu lagi menghabiskan uang mereka untuk membayar para petualang karena kami sudah menghabisi goblin yang bersarang dekat desa ini. aku juga memberikan 50 koin emas yang aku temukan di sarang goblin itu. tentu saja Bibi Mervouw menangis.
ah iya, sebelum pulang, aku menyempatkan diri untuk berziarah ke makam guru dari ayah dan ibuku. itu kuburan sederhana. hanya gundukan tanah dan batu nisan. makam ini bersih. Mungkin Bibi Mervouw yang rutin membersihkan kuburan ini.
sebelum kami mencapai luar desa, para anak kecil berkumpul mengelilingi Anna, James, dan Evelyn. mereka menangis karena ketiga sahabat ku memutuskan untuk pergi dari desa ini. yah sepertinya mereka juga akan datang kesini lagi nanti. walaupun dengan alasannya yang berbeda dengan diriku sih.
"Hei Issac, apa tidak apa-apa bagi kami untuk datang terlambat ke akademi? maksudku, kita bisa dihukum lhoo."
Evelyn terlihat khawatir sepanjang perjalanan kembali ke kota akademi. aku hanya mengangkat bahu ku dengan santai. ini adalah hal yang mudah untuk diselesaikan!
"Tenang saja Evelyn. kita tidak akan terkena Hukuman. lagipula ada dua anak bangsawan bersama kau dan James disini. para guru tidak akan berani menyentuh anak bangsawan dan orang-orang mereka. ku kira kita akan dihitung seperti itu."
"Hehhh...aku tidak tahu ternyata kau sejahat itu ya." Kali ini giliran James yang nimbrung.
"eits jaga mulutmu teman. kau pikir kalian bisa selamat karena siapa!?"
yah ini adalah candaan biasa. makanya kami tertawa bersama-sama.
"Kalian kembali duluan saja ke akademi . aku akan mengurus quest kita di guild. Anna, tolong selesaikan urusan dengan para guru oke? aku mengandalkan mu!"
Anna menggembungkan pipinya. hei, kau memasang ekspresi yang lucu Anna! ah, sepertinya dia ngambek!
"Baiklah. tapi aku tidak akan melakukannya dengan gratis! kau harus mentraktir ku makan malam nanti!"
oke sepakat! akan ku traktir makan malam terenak. sepuasnya!
kami berpisah. aku menuju ke guild petualang dan segera membereskan masalah keberhasilan misi kami dengan memberikan telinga goblin sebagai bukti keberhasilan.
__ADS_1
tidak perlu waktu lama. hanya lima menit. setelah menerima hadiah, aku langsung meninggalkan guild. aku harus segera menulis surat kepada La-Sa Guild cabang Venz untuk mengirim tim ke desa.
baru saja 10 langkah aku berjalan keluar guild, tiba-tiba sekitar sepuluh orang mengepung ku. eh? ada apa ini? mereka kan murid akademi yang menjadi petualang. habisnya, aku pernah melihat beberapa dari mereka saat di akademi. makanya aku paham.
"Jadi, kakak-kakak semua, ada urusan apa kalian dengan saya? kalau ada masalah penting, lebih baik kita bicarakan di dalam Guild selagi kursi dan meja sedang kosong."
Lagipula kenapa mereka bisa keluar akademi? aku tahu mereka petualang tetapi akademi sangat ketat bahkan jika mereka adalah seorang senior dan petualang. yah, kecuali mereka mendapat rekomendasi dari guru, mereka bisa keluar dari akademi untuk sementara waktu. nampaknya kemungkinan ini yang paling masuk akal.
"Cih, tidak perlu bersikap sok sopan seperti itu, bocah Bang***. Bangsawan munafik seperti mu tidak perlu memasang wajah manis dihadapan kami!"
Bangsawan Munafik? ohhh, ternyata begitu. sepertinya aku dikenal sebagai bangsawan Munafik karena dekat dengan beberapa rakyat biasa ya. ah, aku jadi Ingin bermain sejenak!
****
Aku akan menghancurkan hidup Bangsawan ini dan mencuri semua yang dia punya! setelah itu, namaku akan terkenal di antara teman-teman ku yang lain sebagai seorang pemberani. itu yang ada di kepala si botak. panggil saja dia seperti itu.
si botak adalah salah satu dari anggota fraksi anti bangsawan yang radikal. dia satu kubu dengan Theodore. ini adalah debut pertamanya dalam meneror seorang anak bangsawan. dan dia juga sudah menyiapkan beberapa cara untuk menutupi aksinya. bahkan, dia juga memiliki rencana untuk terlihat sebagai seorang korban.
dia yakin dengan kekuatannya yang sekarang, dia mampu mengalahkan seluruh murid seangkatannya di tahun kelima. tidak peduli Bangsawan atau rakyat jelata, dia tidak terkalahkan.
sebagai bentuk superioritasnya, dia menyebarkan teror kepada teman seangkatannya. terutama orang yang segolongan dengannya. dengan kekerasan, dia membangun pesona dan kekuatannya sendiri.
sekarang, hanya berhadapan dengan bocah yang tiga tahun lebih muda darinya? itu urusan yang jauh lebih mudah. Saat ini, dihadapannya, bocah yang tadi dia gertak, sedang memasang ekspresi ketakutan dengan wajah yang pucat. kakinya bergetar hebat seolah tidak mampu menopang berat badannya sendiri.
"Nah bocah, aku beri kau dua pilihan. pertama, serahkan semua barang berharga mu dan kami akan memberikan mu kematian yang tidak menyakitkan. kedua, melawan kami dan kau akan tahu apa akibatnya."
Anak itu, Issac, dengan ketakutan yang sangat besar memberikan Hadiah yang ia dan teman-temannya dapatkan kepada si botak. tawa menjijikkan keluar dari mulutnya. dia telah membawa Issac ke sudut gang yang sepi jadi ada siapapun disini. ia pikir menyayat tubuh bocah ini sama sekali bukan pilihan yang buruk.
setelah menerima Lima belas silver dari Issac dan merampas sebuah belati yang terlihat mahal, dua teman si botak yang mengerti niat partnernya langsung mendorong Issac ke tembok dan memukulinya beberapa kali. sementara si botak, dia menjilat bibirnya dan mengeluarkan belati itu dari sarungnya. dengan ini, dia siap menguliti seluruh tubuh Issac.
__ADS_1
dia telah selangkah di depan Issac, namun dia merasakan perasaan merinding yang tidak wajar. dia tidak peduli. toh dia sudah pernah membunuh manusia sebelumnya.
begitu dia menempelkan belatinya di kulit Issac, tiba-tiba.....
CRASHHH!! Belati itu tertancap di tubuh jantung kawannya yang berada disebelah kanan dia. semua bingung. tapi belum sempat otak mereka mengolah apa yang sedang terjadi, Si botak itu mencabut belatinya dan kali ini menusuk leher kawan di sebelah kirinya.
Si botak bergetar hebat. kali ini rasa takut yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhnya. badannya bergerak sendiri. semua temannya menjauhi dirinya.
"ANJING! APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN BOTAK!" salah satu dari mereka yang kesadarannya telah kembali langsung memaki si botak. melihat kedua rekannya mati bersimbah darah telah membuat amarahnya memuncak. mereka murid akademi juga.
"Ti-tidak! Tu-tubuhku bergerak de-dengan sendirinya! ya! itu pasti ulah bocah itu!"
Si botak ingin melemparkan kesalahannya pada Issac. sayang, Issac telah pingsan. mungkin karena shock melihat dua orang mati di depannya secara langsung.
mana mungkin rekannya percaya. dengan cepat dia menghunuskan pedangnya dan menyerang si botak dengan cepat. tetapi karena perbedaan kekuatan yang begitu besar, si botak dengan cepat juga maju dan menangkap lengan rekannya. dia mematahkan lengan temannya seperti mematahkan lidi!
teriakan kesakitan terdengar dari mulutnya. tidak hanya itu, si botak juga mematahkan kaki dan mencolok kedua mata temannya. tentu saja keenam rekannya yang lain sangat ketakutan. dia membunuh temannya sendiri!
mereka kabur. tapi tidak sempat. setelah akhirnya si botak Membunuh temannya, tentu saja target selanjutnya adalah mereka!
Si botak dengan lincah memenggal tiga orang sekaligus. darah muncrat dari leher mereka yang telah terpisah. sisanya mencoba melawan tapi itu sia-sia. mereka mati dengan tubuh atas mereka hancur lebur karena menerima pukulan dari si botak yang telah dilapisi oleh sihir penguat. yah, itu cukup berdarah-darah.
si botak akhirnya jatuh berlutut. tubuhnya tidak bisa dia kendalikan. sesuatu yang melebihi rasa takut telah menghinggapi seluruh tubuhnya.
"Ternyata kau sendiri tidak sekuat itu ya. aku bertanya-tanya kenapa kau sangat mengagumi kekuatan mu sendiri. yah, pada dasarnya kau tidak berbeda dengan para bangsawan sombong itu."
Suara Issac tiba-tiba terdengar dari belakangnya. dia sadar bahwa ini adalah ulah bangsawan bajingan itu. tetapi dia tidak bisa menengok ke belakang.
"Sebagai sentuhan terakhir..." begitu Issac menyelasaikan kalimat nya, Belati yang si botak pegang tiba-tiba terangkat oleh tangannya sendiri dan.... yah, dia menusukkan belati itu ke alat kelaminnya sendiri.
__ADS_1
"GYAAAA!!! SSSAAAKKKKIIITTT!!!" jeritan yang menyayat telinga keluar dari mulut si botak. itu kencang. jelas orang lain akan mendengar suara itu.
sekarang, hanya tinggal menunggu orang-orang datang dan Issac melanjutkan pingsan (tidur) nya.