Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 96: Perjalanan Panjang Menuju Clifford (Part 2)


__ADS_3

Perjalanan kami menuju Wilayah Clifford lancar-lancar saja. sejauh ini tidak ada hal mengkhawatirkan yang terjadi. wilayah Clifford terletak di sebelah timur Ibukota Kerajaan. perlu setidaknya melewati dua wilayah bangsawan lain untuk mencapai sana. syukurlah, tidak ada masalah pada saat kami melewati wilayah tersebut.


kami beberapa kali beristirahat. selain mereka berempat dan pak Kusir kelelahan, kuda yang menarik gerobak ini juga butuh Istirahat. sebenarnya aku sih berniat untuk beristirahat dan mencari penginapan di wilayah bangsawan yang kami lewati. tetapi karena mereka ingin menghemat biaya akomodasi, jadi kami memutuskan untuk berkemah saja.


kami segera mengeluarkan seluruh alat yang dibutuhkan untuk berkemah. diantaranya dan yang paling utama, tentu saja tenda. itu adalah tenda yang berukuran cukup besar. bahkan bisa menampung tujuh orang sekaligus. tentu saja, tenda ini memiliki mekanisme khusus yang dapat menyesuaikan diri dengan musim dan keadaan lingkungan.


tenda ini akan menjadi hangat ketika dingin dan menjadi sejuk ketika suhu memanas. ini adalah tenda yang aku dapatkan ketika berhasil menyelasaikan dungeon beberapa tahun yang lalu. sekali lagi, Terimakasih dewa Hades!


sementara kita tidur di tenda, Pak Kusir memutuskan untuk tidur di gerobak. dia bilang kalau itu sudah biasa baginya. sebagai orang baik dan polos, tentu saja aku memberikan selimut untuknya. selimut itu memiliki fungsi yang sama dengan tenda yang akan kami gunakan.


"Pak Kusir, ini untukmu." pak kusir yang sedang membereskan barang bawaan kami untuk mencari tempat tidur menoleh ke arah ku.


"Apa ini bocah?"


"Bukan apa-apa, ini hanya selimut. lumayan, setidaknya ini bisa membuat Kehangatan tetap terjaga."


Pak kusir mengangguk berkali-kali saat menerima selimut itu. itu adalah selimut dengan bahan yang lembut dan nyaman untuk digunakan. sepertinya berbeda dari selimut yang biasa dia gunakan.


"Hahaha. terimakasih bocah! aku tertolong dengan selimut ini. aku juga bawa sih, tetapi selimut lusuh yang biasa saja. baru pertamakalinya aku memakai selimut selembut ini!"

__ADS_1


syukurlah kalau kau merasa nyaman. aku pergi meninggalkan pak kusir untuk menyiapkan makan malam. saat sudah sampai di tenda, Anna dan Evelyn sedang menyiapkan perapian untuk memasak. sebenarnya agak susah untuk mencari kayu kering saat musim dingin seperti ini. untung ada sihir jadi tidak perlu waktu yang lama untuk menunggu kayu itu kering.


sementara James, aku pikir dia sedang mencari hewan untuk diburu. nah, ini pasti kode. mereka ingin aku yang masak! hehhh.... baiklah-baiklah. aku akan memasak sesuatu untuk kalian.


aku pergi sejenak meninggalkan mereka dan masuk sedikit jauh dalam ke hutan. mungkin ada beberapa tumbuhan yang bisa ku jadikan sebagai bahan penyedap makanan. oh, ternyata benar-benar ada! lumayan, selain memakai garam, kita juga bisa menjadikan beberapa tanaman ini penyedap rasa!


setelah menyelesaikan urusanku di dalam hutan, aku keluar. James sudah kembali dengan dua kelinci yang berukuran cukup besar dan satu ayam serta beberapa telur. nah, saatnya memasak! aku mengeluarkan panci dari tas spasial ku dan mengisinya dengan air. aku meminta James untuk membersihkan jeroan hewan buruannya dan mengulitinya. Anna, Evelyn, dan aku memotong dan menumbuk tanaman yang aku dapatkan tadi dan merubahnya menjadi bumbu.


setelah selesai, kami mulai mencampurkan bahan-bahan tadi dan memasukannya ke dalam air. setelah itu aku beri garam. aku mengiris daging kelinci itu kecil-kecil dan memasukan daging setelah seluruh bahan tercampur. Sekarang, tinggal membuat ayam bakar! aku mengoleskan ayam itu dengan bumbu yang tadi kami buat beserta dengan garam. kami menusukkan ayam yang sudah disembelih dan dibersihkan itu lalu membakarnya.


bau wangi semerbak tercium dari kedua masakan kami. yeah, itu sangat menggoda selera. Anna dan yang lainnya sepertinya sudah ngiler tetapi maaf kawan, kalian butuh 10 menit untuk menunggu masakan ini matang!


"Hei Pak Kusir. ini untukmu. lumayan untuk mengisi perut dan menghangatkan tubuh."


Awalnya pak Kusir terlihat tidak tertarik dengan makanan kami. mungkin karena dia sudah memakan bekalnya sendiri dan bersiap ingin tidur. tetapi begitu mencium aroma dari kedua menu ini, selera makannya bangkit lagi.


"Hahaha! Terimakasih bocah. sebenarnya aku sudah makan tetapi mencium bau yang sangat harum itu benar-benar membuatku berpikir kalau aku sama sekali belum makan. sekali lagi, terimakasih atas pertolonganmu."


aku tersenyum dengan ramah dan memberikan sebuah sup dan paha ayam yang cukup besar padanya. setelah sekali lagi mengucapkan terimakasih padaku, aku pergi dari sana dan bergabung dengan Anna dan yang lainnya. wah, mereka cukup lahap ya. bahkan nambah. sepertinya mereka kelaparan selama perjalanan. ckckck, kasihannya!

__ADS_1


sepuluh menit kemudian, makan malam selesai. kami memutuskan untuk tidur tetapi sebelum itu, aku akan menjaga mereka terlebih dahulu. bergiliran sih tetapi aku memilih yang pertama.


James dan Evelyn sudah mulai tidur. suara dengkuran lembut memenuhi seisi tenda. aku sedang berjaga diluar. duduk memandangi bintang-bintang yang bertebaran indah di langit sambil menikmati segelas susu hangat.


"Issac, sepertinya kau punya hobi khusus ya dengan memandangi langit malam?" Anna tiba-tiba muncul di sampingku. apakah gadis ini tidak bisa tidur? biarlah.


"Tidak juga sih. tergantung kondisi langitnya saja. kebetulan malam ini sedang indah-indahnya." kataku sambil menunjuk ke langit.


Anna hanya terkikik saja melihat antusiasme ku. aku juga ikut terkikik dan lanjut melihat langit malam lagi.


"Kau tahu Anna, jika kau merasakan lelahnya hidup kupikir memandangi langit akan menjadi refreshing yang bagus. karena sekotor-kotornya bumi, langit selalu menyediakan hal-hal yang indah."


Anna menyenderkan kepalanya ke bahuku. ada rasa hangat yang menjulur ke seluruh tubuhku. meskipun ini aneh untuk hubungan antar sahabat, aku merasa ini baik-baik saja. tidak, lebih dari itu, ini sangat nyaman. aku juga, mungkin, secara refleks menyentuh dan mengelus rambutnya yang entah kenapa terasa sangat harum dan lembut.


"Begitukah?"


"haha... mungkin saja sih. tapi terlepas dari itu, aku tidak akan berhenti mengagumi keindahannya. itu saja."


Anna dan aku tertawa bersama. setelah itu, kami membicarakan hal hingga akhirnya, Anna tertidur dalam Sandaranku. yah, kutebak, perjalanan ini akan menjadi perjalanan dan petualangan yang menyenangkan, ya.

__ADS_1


__ADS_2