
langit sudah gelap ketika aku kembali dari Istana. yah, kami terlalu banyak berpesta sehingga tertimpa beberapa masalah. tidak, sebenarnya yang tertimpa masalah itu aku karena Aurellia sangat mabuk dan dengan cerobohnya menumpahkan gelas berisi anggur ke beberapa dokumen yang sangat penting.
Aurellia kepalang mabuk dan akulah yang harus menyalin ulang dokumen itu. AAARGGGH! ini merepotkan! untungnya aku bisa menyalin gaya tulisan Aurellia sehingga semuanya baik-baik saja. mulai sekarang, aku harus menjauhkan Aurellia dari alkohol!
itulah kenapa aku akhirnya baru kembali dari istana ketika sudah malam. nah, semoga saja tidak ada rumor aneh-aneh yang tersebar di dalam istana dan sampai ke telinga Keluarga kerajaan. akan repot nanti untuk mengurusnya.
di depan mansion, kak Sasha dan kak Misha sudah menungguku di beranda. rasanya seperti aku ditunggui oleh istri karena pulang telat dari kantor. aku sangat senang sih, tapi di sisi lain juga gelisah. apakah aku disuruh tidur di sofa malam ini?
"selamat datang di rumah, Is. eh kenapa wajahmu pucat? apa kau kelelahan?" berlainan dengan harapanku, mereka menghampiriku dengan wajah yang khawatir. hahh...aku jadi merasa bersalah.
"tidak kok. aku hanya sedikit kedinginan, hahaha." aku tentu tidak akan mengatakan kalau aku sudah berburuk sangka pada mereka. itu bisa menghancurkan mood yang sudah mereka bangun. maafkan aku kakak!
"hmmm benarkah itu? ya sudahlah, ayo kita masuk ke dalam! Via dan yang lainnya sudah menunggu di meja makan." aku mengangguk dan masuk bersama mereka sambil bergandengan tangan. ternyata aku benar-benar tidak bisa membenci sesuatu seperti ini ya.
di meja makan sudah ada ayah, kedua ibuku, dan Lili. aku tidak melihat kak Albert dan si bodoh Geitz. aku tahu kak Albert pasti sedang sibuk di perpustakaan. tetapi si bodoh Geitz?
__ADS_1
"kalau kau mencari Geitz, dia sedang ke kuil agung. salah satu bagian tubuhnya terluka sehingga dia membutuhkan pengobatan dari Priest terbaik yang ada di kuil." ah masalah itu kah? yah awalnya aku berpikir agar luka itu tidak bisa disembuhkan. tetapi melihat ayah dan ibu yang sangat sibuk kesana-kemari mencari penyembuh terbaik, aku berubah pikiran. untuk kebaikan ayah dan ibu, aku akan membiarkan si bodoh Geitz itu sembuh.
kami menikmati makan malam kami dengan meriah dan menyenangkan. Via sangat manja ketika berada di dekat kak Sasha dan kak Misha. aku pikir mereka akan marah kalau aku menjadikan Via sebagai pelayan pribadiku. ternyata mereka sama sekali tidak marah. bahkan memperlakukannya seolah Via adalah adik perempuan mereka sendiri.
sudah kuduga kalau aku memiliki terlalu banyak prasangka. sepertinya kebiasaan burukku dari kehidupan lama belum hilang. sekali lagi, dengan penuh penyesalan, aku minta maaf kakak!
"oh iya, apakah kalian sudah mendengar apa yang terjadi di wilayah Clifford?" ayah Akhirnya memulai pembicaraan dalam tema lain. semua yang hadir di meja memiringkan kepala. eh, memangnya apa yang terjadi?
"teror yang mengerikan terjadi di mansion Clifford. beberapa hari yang lalu, seorang rakyat jelata masuk ke dalam mansionnya dan membunuh seluruh orang yang dia temui disana. pada akhirnya dia meledakkan diri ketika Earl Clifford berusaha untuk menghentikannya. Earl Clifford sendiri terluka saat kejadian itu. Sekarang, para ksatria kota Cliff sedang mencari dalang dibalik kejadian ini."
dalam hal ini, aku mengendalikan salah satu ksatria dan membuat dia menerobos ke kediaman Clifford. tentu saja, aku tidak bermaksud membunuh Earl Clifford. kematian yang simpel seperti itu tidak pantas untuk orang dengan dosa seperti dia. Setidaknya, aku akan membuat hari-hari terakhirnya penuh kesakitan. sama seperti apa yang dialami oleh putra tercintanya.
tapi aku tidak menyangka kalau dia akan melemparkan pelaku ke rakyat biasa. tidak, aku seharusnya tidak kaget. justru aku akan mati jantungan jika dia mengakui bahwa yang menyerang mansionnya adalah ksatrianya sendiri. para bangsawan akan melihat bahwa dia tidak memiliki bawahan yang loyal jika dia mengakui itu.
ah, benar juga. aku telah memikirkan skema bantuan terbaik untuk rakyat biasa yang telah menjadi korban kelaparan di kota Cliff. aku, atas nama Aurellia, telah mengirimkan beberapa gerobak yang berisi ratusan karung gandum ke wilayah Clifford dan menjualnya dengan harga yang sangat murah. bahkan dibawah harga pasaran. tetapi itu bukan kualitas yang buruk. itu adalah gandum terbaik yang kami panen di wilayah Randall. saat musim panen kemarin kami mengalami surplus yang sangat besar.
__ADS_1
beberapa diantara mereka adalah gandum yang aku beli dari pedagang yang tidak jadi menjual dagangannya di kota Cliff. selain itu, aku juga membawa kain dan lagi-lagi juga dijual dengan harga yang sangat murah. dengan ini akan dua dampak yang terjadi.
pertama, pamor Aurellia akan naik. dia akan dikenal sebagai penyelamat oleh para penduduk dan dengan itu, seandainya perebutan tahta terjadi dan Aurellia ikut serta di dalamnya, dia telah mengamankan dukungan dari rakyat biasa.
kedua, rakyat biasa semakin kehilangan rasa percaya dan hormat mereka kepada para pemimpin wilayahnya, terutama Clifford. di saat mereka seharusnya membantu rakyatnya yang kesusahan, mereka malah menghabiskan kas dengan berfoya-foya.
yah, ini benar-benar seperti membunuh dua burung dengan sekali tembak. Clifford sedang menuju kehancuran. rencanaku cukup sederhana. begitu Clifford runtuh dan gelarnya dicabut, aku akan membuat Aurellia mengelola wilayah itu. sederhana kan rencanaku? yah meskipun begitu, mungkin akan memakan waktu yang cukup lama. sisanya, akan aku serahkan pada agen VIESTA yang ada di sana untuk menjalankan rencanaku.
makan malam akhirnya selesai. Via dan para pelayan lainnya membereskan meja makan. sebenarnya kami sudah melarangnya tetapi dia bilang bahwa meskipun dia dekat dengan kita, itu tidak berarti bahwa dia boleh lalai dari pekerjaannya sebagai pelayan. hei, kau adalah pelayan pribadiku! setidaknya minta izin kepadaku untuk melakukan hal itu oke?
aku memutuskan untuk beristirahat. meskipun aku bisa tidak tidur selama sepuluh hari berturut-turut, well, aku tetap manusia. terkadang aku butuh istirahat sebagai respon alami atas kelelahan.
aku masuk ke kamar, mengganti bajuku dengan piyama dan berbaring di kasurku. tapi...kenapa tiba-tiba tangan ku terangkat dan terhimpit oleh dua gunung yang indah segar di masing-masing tanganku? dengan gerakan kaki seperti robot aku menoleh ke kanan dan kiri. dan aku terjepit oleh kakak-kaka ku! sejak kapan mereka masuk kamar!? kenapa aku tidak bisa mendeteksi mereka!? dan yang lebih penting lagi kenapa mereka disini!?
"Heiii...kami ingin tidur bersamamu lagi malam ini? apakah tidak boleh?" gawat! karena suara kak Sasha yang menggoda dan tangannya di dadaku. kak Misha juga mengarahkan tangannya ke tubuh bagian bawahku. tidak tidak! aku tidak boleh kehilangan kewarasanku Disni!
__ADS_1
"baiklah-baiklah! kalian boleh tidur bersamaku malam ini! dan juga, kak Misha, tangan mu!" kak Misha tertawa kecil dan tidak jadi menyentuh adik kecilku. Ya ampun, persis apa yang ayah katakan, cinta mereka benar-benar berat. tapi aku senang kok.