
Mendengar nama orangtuanya disebut, Issac menjadi bingung. tentu saja dia kaget! Mervouw memiringkan kepalanya. kenapa dia kaget?
"apakah kau mengenal mereka nak?"
Issac menggaruk kepalanya. dia bingung harus bagaimana.
"Ehhh begini bibi...ah bagaimana aku harus mengatakannya. mereka adalah orangtuaku. hehe...."
kali ini Mervouw yang kaget. anak ini...putra dari Arthur Randall?
mereka saling bertatapan. lalu sedetik kemudian, tawa pecah diantara mereka. awalnya mereka ingin mengakhiri pembicaraan, namun karena kebetulan yang tak terduga ini sangat menyenangkan, akhirnya mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk memperdalam ikatan satu sama lain.
Obrolan mereka terasa lebih hangat kali ini. Mervouw banyak bercerita tentang masa muda orang tua Issac. dulu, setiap kali musim panas, mereka selalu bermain ke desa ini. itu karena desa ini adalah tempat tinggal guru favorit mereka yang kebetulan bernama Issac.
yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Issac, guru kesukaan orang tuanya, adalah suami dari Mervouw. dahulu guru mereka pernah mengajak ketiga orang ini untuk piknik musim panas.
setelah dibawa kesini oleh Suami Mervouw, mereka jadi ketagihan dan memutuskan untuk selalu pergi ke desa ini jika musim panas tiba. mereka juga suka berenang di Danau yang ada di dekat desa ini. Mendengar disini ada danau, Issac jadi ingin mengajak teman-temannya untuk berenang.
pembicaraan hangat mereka yang dipenuhi gelak tawa akhirnya berhenti saat tengah malam. yah, ini karena Mervouw yang sudah berusia lanjut mudah kelelahan. belum lagi dia harus menyiapkan sarapan untuk pagi hari jadi dia harus istirahat terlebih dahulu. Issac juga sama. dia tidak lelah tapi mungkin akan merepotkan jika dia berada di luar terus. akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke kamarnya juga.
tentu dia tidak tidur. dia memutuskan untuk terus menikmati pemandangan malam yang indah ini hingga matahari terbit dari timur.
****
Pagi itu, Anna terbangun dari tidurnya. matahari sudah terbit. dia membuka jendela kamarnya dan angin segar menerpa dirinya. pemandangan bunga terhampar di depannya, bersama dengan jajaran bukit yang terlihat dari kejauhan.
ini adalah sensasi yang baru Anna rasakan. dia belum pernah tinggal di daerah pedesaan sebelumnya sehingga perasaan seperti ini adalah sesuatu yang baru bagi dirinya. dia menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. sejenak, dia berdoa terlebih dahulu kepada 12 Dewi suci, setelah itu memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
""Selamat Pagi Nona Anna."" diluar kamar, Anna berpapasan dengan James dan Evelyn, yang segera menyapanya dengan sopan.
"Pagi James, Evelyn. pagi yang indah bukan? omong-omong dimana Issac, aku tidak melihat dia keluar dari kamar?"
"Maaf nona, kami tidak tahu. mungkin saja anak itu masih tidur."
Mereka baru saja ingin memastikan ke kamar Issac ketika aroma yang sangat lezat tercium dari lantai bawah. lupakan soal Issac, makanan enak nomor satu. begitulah yang Anna pikirkan. begitu tiba di lantai bawah Anna terkejut karena Issac dan Mervouw sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Yohh Anna, James, dan Evelyn. tidur kalian nyenyak sekali bukan sampai-sampai jam segini kalian baru bangun. ayo segera sarapan, kita tidak punya banyak waktu untuk bersantai."
katanya sambil membawa sebuah panci yang berisi sup daging. sarapan hari ini terlihat jauh lebih enak daripada makan malam kemarin. mungkinkah karena kemarin Mervouw terlalu terburu-buru menyiapkan Makan malamnya? sepertinya tidak.
__ADS_1
nah, lupakan saja. yang penting makanan nya enak!
""Selamat makan!!""
tidak perlu waktu lama untuk menghabiskan sarapan mereka. seperti yang Issac katakan, mereka tidak punya banyak waktu. sepuluh menit kemudian, sarapan selesai.
Mervouw merapihkan meja makan sementara Anna dan yang lainnya segera menuju ke teras rumah untuk mendapatkan arahan dari Issac. Anna jadi bingung, apakah Issac pernah memburu monster sebelumnya? tapi melihat dia dapat mengalahkan monster di dungeon bawah tanah akademi, jawabannya sudah jelas.
"Baiklah, mari kita pergi. Bibi Mervouw, kami berangkat dulu. sampai jumpa."
Anna dengan riang melambaikan tangannya ke arah Mervouw yang disambut senyuman olehnya. perjalanan mereka ke sarang goblin menghabiskan waktu sekitar satu jam.
sebenarnya mereka tidak perlu memberantas semua goblin. tapi sepertinya Issac punya rencana lain. Anna berpikir seperti itu.
"Hei Anna, kau sepertinya terlihat kebingungan? ada apa?"
"I-issac!! jangan tiba-tiba muncul dibelakang ku seperti itu!!"
"Hahaha maaf Anna, tapi kau imut saat seperti itu. kau bertanya kenapa kita harus pergi ke sarang goblin padahal di sepanjang jalan kita bertemu goblin kan? jawabannya sederhana. yang pertama karena desa ini istimewa. jadi aku memutuskan untuk memberantas semua goblin disini.
yang kedua itu....."
"Yang kedua itu...Rahasia!"
BUK!! Sebuah tinju mendarat di atas kepala Issac. itu adalah tinju yang telah diperkuat oleh sihir Buff. itu pasti sakit!
"Hei Anna aku hanya bercanda! setelah sampai sana kau pasti akan tahu niat ku! percayalah."
Anna dengan imut memalingkan wajahnya dengan cemberut. "Issac Membully ku!"
James dan Evelyn yang melihat kemesraan Issac dan Anna hanya geleng-geleng kepada dengan pasrah. bukankah mereka terlihat seperti sepasang kekasih dibandingkan sahabat!?
satu jam perjalanan, mereka telah sampai di sarang goblin. yah sebenernya mereka tidak perlu ke sarang goblin sih karena sepanjang jalan banyak sekali mayat goblin yang berceceran. kalau mereka mau, mereka hanya tinggal memotong salah satu anggota tubuh goblin untuk dijadikan bukti kepada guild bahwa tugas mereka telah selesai.
tapi Anna dan yang lainnya manut saja dengan Issac. pelajaran untuk mereka, patuh secara berlebihan itu tidak baik. karena sekarang, begitu mereka masuk ke goa yang menjadi sarang para goblin, Issac malah hanya berdiri di luar. bukan hanya itu, dia bahkan juga menutup pintu masuk goa itu dengan sihir elemen buminya!
nah sisanya bisa ditebak. Anna dan yang lainnya panik setengah mati sambil kalang kabut mencari jalan keluar. James tahu Issac itu usil, tapi kali ini sangat berlebihan!
"Cih, Sampah itu, kenapa dia enak-enakan diluar sementara kita harus menghadapi kematian di Goa ini!?" rupanya makian James terdengar ke telinga Issac yang berada di luar Goa.
__ADS_1
"Oiii, aku bisa mendengar mu James! kalau kau mau keluar pastikan kau sudah membunuh semua goblin itu oke!!"
"ISSAAAAACCC." kali ini teriakan Anna yang terdengar hingga keluar Goa. sementara Issac? nah tidak ada dari mereka yang tahu apa yang sedang dia lakukan.
Mau bagaimana lagi? sepertinya Issac serius kali ini. mereka mau tidak mau harus masuk lebih jauh ke dalam untuk menghabisi para goblin.
****
Sementara itu diluar Goa...
Issac sedang mendirikan tenda dan membuat perapian untuk memasak. yah, Issac cukup jago memasak. bahkan sarapan yang tadi mereka makan hampir semuanya adalah buatan Issac.
kali ini dia berniat untuk membuat Sup kelinci dan porsinya sengaja dia tambah. pasti mereka akan kelaparan dan kelelahan karena berjuang keras untuk memberantas para goblin. Issac harus standby di depan Goa untuk bersiap akan kemungkinan terburuk. jadi dia mengandalkan Cacha untuk berburu bahan utamanya yaitu kelinci bertaring. yah, mereka karnivora walaupun kelinci.
Issac juga meminta Cacha untuk mencari sarang para goblin dan berbagai penglihatan kepada Issac. selain itu Cacha juga membunuh para goblin yang terlihat di sepanjang jalan. tujuan Issac kali ini ada dua. menghabisi para goblin yang mengacau di desa sekaligus meningkatkan kemampuan Anna, James, dan Evelyn.
Issac merasa bersalah kepada mereka, tapi ini adalah salah satu cara untuk melatih mental mereka. mereka kuat. Issac tidak meragukan hal itu sama sekali. tetapi mereka belum pernah menghadapi musuh yang nyata. ini adalah kesempatan mereka untuk berkembang. dan salah satu pantangan yang harus mereka hadapi adalah... membunuh.
Issac mungkin cukup terbiasa Membunuh. entah itu manusia atau monster. tapi tidak dengan mereka. itulah kenapa mereka harus melalui pelatihan semacam ini.
Isaac memberikan waktu dua jam untuk mereka. seharusnya dengan kekuatan yang mereka miliki sekarang, itu cukup bagi mereka untuk memberantas seluruh goblin yang bersarang disana. toh, itu tidak seperti mereka akan bertemu King goblin atau apapun itu.
Baiklah, Issac memutuskan untuk lanjut memasak.
****
sementara itu, Kembali ke dalam Goa...
Mereka bertiga terengah kelelahan karena terus bertarung tanpa henti melawan goblin. mereka tidak tahu sudah sejauh mana mereka masuk. Goa ini seperti tidak memiliki ujung.
sepanjang perjalanan, mereka seringkali disergap para goblin. goa ini gelap. Anna bisa saja menggunakan sihir cahaya untuk menerangi tempat ini tapi itu akan memancing para monster. pada akhirnya, mereka harus mengandalkan pendengaran mereka dan insting untuk bertahan hidup.
Yang membuat James dan Evelyn kaget adalah, walaupun dari luar Anna terlihat seperti wanita yang lemah, ternyata dia adalah seorang petarung jarak dekat yang hebat! dia bisa membunuh seekor goblin hanya dengan tinju kosongnya saja. ini membuat mereka sadar bahwa menilai seseorang hanya dari penampilan itu sangat berbahaya.
awalnya, mereka merasa sangat mual ketika membunuh seekor goblin. namun mereka tidak punya pilihan. jika tidak membunuh kau akan dibunuh. mereka tidak cukup naif untuk menyadari hal itu.
yah berkat itu, tanpa mereka sadari, para goblin yang berada di Goa sudah hampir habis. James dengan sihir penguat dan seni pedangnya dengan barbar menebas para goblin. Anna dengan kemampuan beladiri nya menghancurkan tulang goblin laknat itu dan Evelyn yang ternyata berbakat dala sihir buff dan barrier, melindungi punggung mereka saat bertarung. bisa dibilang, kerjasama tim mereka luar biasa.
akhirnya, semua goblin telah dibabat habis! sudah saatnya mereka keluar dari Goa ini dan menghajar orang yang telah menjebak mereka dalam kekacauan ini!!
__ADS_1