Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Finalisasi Rencana


__ADS_3

Ini adalah satu Minggu sebelum kegemparan di arena pelatihan tentara kerajaan terjadi.


Di ruang rapat istana, para petinggi militer dan kerajaan telah berkumpul. Ratu, perdana menteri, kepala parlemen, Menteri urusan militer, dan jenderal dari angkatan bersenjata kerajaan Heinz.


"Dalam waktu tujuh hari, kita akan memulai kampanye militer. Tujuan kita adalah menaklukan Marquisdom Savoy. Margareth, silahkan lanjutkan."


Margareth berdiri dari kursinya dan menjelaskan detail operasi yang akan mereka lakukan.


"Marquisdom Savoy sedang berada dalam posisi yang buruk. Arc Savoy, yang sekarang adalah Kepala keluarga Savoy, telah pergi ke ibukota Moskov dan belum pernah kembali lagi.


"Menurut informasi yang kami dapatkan, dirinya sedang menjalani pemulihan di Kiev. Tetapi dugaan lainnya, dia sangat trauma ketika menghadapi musuh yang kuat saat bencana misterius terjadi."


Margareth berhenti sejenak dan membalikan halaman dari file yang sedang ia pegang.


"Sekarang, sekitar 30.000 orang telah memperkuat pertahanan mereka. 13.000 adalah tentara pribadi Marquis Savoy, 7.000 terdiri dari rakyat biasa yang direkrut sebagai relawan, dan sisanya, 10.000 lainnya adalah tentara bayaran."

__ADS_1


Margareth berhenti sejenak ketika salah seorang mengangkat tangannya.


"Menteri urusan militer, sepertinya anda memiliki pertanyaan. Silahkan."


"Terimakasih perdana menteri. Maaf atas interupsinya. Apakah tidak ada bala bantuan yang datang untuk mempertahankan Marquisdom Savoy? Rasanya, tindakan mereka terlalu janggal."


"Benar. Dengan alasan tertentu, mereka tidak mengirimkan bantuan. Menurut analisis intelejen, hal ini disebabkan karena musim dingin ekstrem yang menimpa kekaisaran Moskov.


"Musim dingin di sana datang lebih cepat dan berhenti lebih lambat. Ada kemungkinan mereka akan menunda kampanye militer mereka. Tetapi yang lebih penting lagi......"


Margareth terdiam. Matanya melirik ke Aurellia. Aurellia memejamkan matanya dan mengangguk.


Seketika ruang rapat menjadi hening. Para pejabat dan petinggi lainnya tercengang dengan fakta itu. Mereka yang tidak kaget hanyalah Aurellia, Margareth, dan Chris.


Para petinggi mengetahui satu hal. Ketika mereka menaklukan sebuah kerajaan, perintah dari kaisar akan turun. Itu adalah perintah mengenai penghapusan keluarga royalti yang berkuasa sebelumnya.

__ADS_1


Tidak hanya nama. Secara harfiah, mereka benar-benar dihapuskan. Setiap keluarga kerajaan akan dibantai hingga tidak tersisa. Tidak peduli mereka wanita, anak-anak, dan yang lainnya. Mereka juga memburu anak-anak haram raja jika mereka punya.


Itu adalah usaha mereka untuk mereduksi potensi pemberontakan. Biasanya, begitu keluarga royalti yang bersangkutan mendengar kalau kerajaan mereka akan diserang oleh kekaisaran Moskov, mereka akan langsung kabur ke benua lain.


Tetapi jika keluarga Royalti sudah tidak eksis lagi, lalu siapa sebenarnya yang mendorong pemberontakan ini bisa terjadi? Para petinggi dipenuhi oleh pikiran seperti itu tetapi Margareth berdeham dan mengembalikan fokus mereka.


"Mari kita kesampingkan dulu soal pemberontakannya. Sekarang, mari kita lanjutkan ke pembahasan utama."


Margareth mulai menjelaskan plan yang Aurellia dan dirinya rancang.


"Operasi kali ini akan diperkuat oleh 50.000 tentara kerajaan. Kami akan menyerahkan teknis penugasan kepada menteri urusan militer dan angkatan bersenjata kerajaan Heinz. Tidak perlu khawatir untuk perlengkapannya perang maupun masalah logistik lainnya, kami sudah mempersiapkan hal itu."


Menteri urusan militer dan jenderal tertinggi angkatan bersenjata yang terdiri dari angkatan darat dan angkatan laut mengangguk. Mereka juga sudah mempersiapkan diri untuk hal ini.


"Kementerian urusan keuangan telah menganggarkan dana yang sangat besar untuk kampanye militer ini. Kegagalan bukanlah pilihan. Berapapun harganya, kita harus berhasil."

__ADS_1


Itulah yang Aurellia katakan sebelum rapat selesai.


Satu Minggu kemudian, tentara kerajaan Heinz mulai berangkat menuju wilayah Savoy.


__ADS_2