Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 61: Amarah (Part 3)


__ADS_3

enam hari perkemahan, semuanya berjalan lancar. tidak ada hal yang menyulitkan setidaknya bagi trio sahabat itu. mereka tidak hanya sekedar mengikuti pelatihan dari para Ksatria dengan baik, bahkan juga mendapatkan predikat sebagai peserta terbaik.


"Baiklah anak-anak! hari ini adalah hari terakhir perkemahan musim panas! selamat karena kalian telah berhasil melewati pelatihan yang berat bahkan bagi para Ksatria seperti kami. Semoga kemenangan selalu menyertai Kalian!"


setelah menyelesaikan pidatonya yang sangat singkat, Pemimpin Royal Knight, Kimberley, Membubarkan Barisan para murid. mereka segera kembali ke tenda masing-masing.


tenda yang mereka pakai cukup besar, itu bisa menampung setidaknya 30 orang. tapi hanya tenda saja. mereka benar-benar hanya tidur di atas tanah. paling-paling yang bisa tidur di kasur empuk adalah para bangsawan. seperti biasa, mereka diistimewakan.


begitu juga dengan pembagian kelompok dan kamp. para bangsawan jelas tidak mau disatukan dengan rakyat jelata. kalian bisa menebak sisanya.


"Hei Misha, Lia. Bagaimana? kemahnya asyik bukan? aku ingin merasakan ini lagi!"


Putri Aurellia merasa sakit perut karena tingkah Sasha.


"Kenapa Sasha berubah ketika dia hidup di alam terbuka!? kemana sifat dingin dan pemalunya selama ini!?"


Misha juga sama. dia tidak habis pikir. apakah Sasha kerasukan simpanse?


"Tidak apa Lia. biarkan saja dia. nanti akan aku ceritakan kelakuannya ke adik tercinta nya." mendengar itu Sasha langsung terdiam. lalu langsung menatap wajah melasnya lagi.


bagi dia yang selama ini memasang wajah berwibawa kepada adiknya, Ancaman dibunuh lebih baik daripada ancaman tadi! Jika Issac tahu soal kelakuan dia yang seperti ini, Sasha akan bersembunyi di dalam lubang kelinci seumur hidupnya!


Melihat ekspresi Sasha yang seperti itu, mau tidak mau Misha tertawa kecil. astaga anak ini.


"Baiklah kalau begitu ayo kita istirahat saja sore ini. aku yakin pasti kita akan disuruh untuk jalan lagi besok."


"Ah, kau benar Lia, ayo Misha, kita tidur."


Singkatnya, sore itu, mereka memutuskan untuk beristirahat karena sudah tidak memiliki kegiatan lain.


****


Sementara itu, di malam harinya, di area perkemahan....


melewati hutan yang lebat tanpa takut bertemu dengan monster, 20 orang berjalan mengendap-endap tanpa suara langkah kaki, tanpa menyisakan jejak.


kehadiran 20 orang itu sama sekali tidak disadari sama sekali oleh lima Royale Knight yang sedang berjaga, yang berujung dengan berakhirnya hidup mereka.


setelah Membunuh lima ksatria, mereka langsung mencari target mereka. tentu saja itu adalah dua tenda yang berisi anak bangsawan. mereka tidak akan menyentuh rakyat jelata. itulah tugas yang diberikan pada mereka.


mereka dengan tenang berusaha untuk menembus kamp itu dengan senyap. namun....


"Oi!! Siapa Disana!? Hei kalian! Bangunkan para Ksatria yang tertidur, sekelompok penyusup memasuki Kamp Kita!!"


itu adalah Komandan Kimberley yang bisa menyadari kehadiran mereka. namun meski begitu Kimberley tidak yakin dia dapat mengatasi bahkan tiga dari mereka dengan kekuatannya yang sekarang.


"tch sial sepertinya para penjaga depan sudah mati. Oi Kalian, panggil sepuluh orang untuk bertarung bersama ku. Bawa 20 Ksatria lainnya untuk mengevakuasi seluruh murid ke tempat aman! Cepat!"


Sementara kegaduhan terjadi di Kamp, pemimpin dari penyusup itu sadar bahwa mereka sudah dipergoki oleh para Ksatria. tidak ada pilihan lain. sepertinya malam ini mereka akan pesta darah lagi.


"Kalian! bawa sepuluh orang untuk mengejar anak-anak itu! sisanya ikut bersama ku! sepertinya kita mendapat lawan menarik malam ini."


awalnya dia ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat tapi menemukan lawan yang menarik. dia jadi sedikit ingin bersenang-senang terlebih dahulu.


sementara itu di kamp bangsawan, para Ksatria segera membangunkan anak-anak bangsawan dengan cara yang agak kasar. mereka mungkin akan dapat keluhan dan hukuman nanti, tapi ini demi keselamatan anak bangsawan itu sendiri.


"HEI KALAU KALIAN INGIN SELAMAT SEGERA BANGUN!!"

__ADS_1


Dengan malas mereka bangun dari kasur empuk mereka tapi tidak dengan Sasha, Misha, dan Putri Aurellia. karena mereka sudah tidur sejak sore, tubuh mereka cukup segar ketika bangun.


"Ada apa Ksatria? kenapa berisik sekali.


Salah seorang Ksatria membungkukan badannya,


"Maafkan ketidak sopanan kami tuan putri, Nona Sasha, Nona Misha. kamp kita didatangi penyusupan. demi keselamatan kalian ayo pergi dari sini!"


segera memahami situasi mereka, ketiga gadis itu langsung mengikuti para ksatria. tapi sebelum itu Sasha melemparkan sihir air kepada yang lain agar mereka segera bangun.


mulai dari sini, usaha penyelamatan mereka dimulai.


****


Sementara itu di malam yang sama, di akademi...


Issac belum tidur. dia sedang membaca laporan dari La-Sa guild dan VIESTA. tiba-tiba teriakan Cacha terdengar di kepalanya.


"Tuan Gawat!! penyusup dengan jumlah 20 orang telah memasuki area kamp tempat dimana kakak anda dan Aurellia berada! sepertinya mereka berusaha untuk membunuh mereka semua!"


"BANG***!!" Issac menggebrak meja kerjanya. dia tidak peduli dengan yang lain tapi jika sampai kakaknya dan putri tersakiti..Issac tidak akan membiarkan hal itu terjadi!


"Cacha, tunjukkan jalannya padaku! aku bersumpah akan menghancurkan para penyusup itu!"


Issac langsung memasuki mode tempurnya dan dengan arahan Cacha, dia segera melesat ke tempat kakaknya dan tuan putri berada.


"Kak Misha, Kak Sasha, Aurellia. tunggu lah aku!"


*****


Sasha, Misha, Putri Aurellia, serta para anak bangsawan dan 20 Ksatria lainnya melarikan diri untuk menemukan tempat yang aman.


namun terlambat, para penyusup telah mengepung mereka. para ksatria menggertakan gigi mereka. sang mangsa menyadari bahwa pemburu mereka kuat! para penyusup memang hanya sepuluh orang. tapi kekuatan mereka jelas sangat timpang. dua dari mereka bahkan bisa menghabiskan sepuluh ksatria dalam waktu singkat!


Putri Aurellia langsung menyiapkan pedang ganda nya. begitu juga Misha. sementara Sasha telah merapal sihirnya dalam diam.


"Akan kami beri kalian pilihan. menyerah lah, maka kami akan memberi kalian kematian langsung yang tidak menyakitkan. jika kalian melawan, kalian tahu pilihan kedua."


merespon pilihan para penyusup, Sasha, diperkuat dengan sihir buff nya, langsung maju dengan kepalan berkobar api berwarna emas dan menghantam salah satu dari penyusup. itu pukulan yang sangat telak. seketika membuat penyusup itu langsung mati seketika.


Misha juga dengan gesit langsung mengeluarkan teknik andalannya, Invisible Sword, dan memenggal satu orang diantara mereka. sementara putri dengan teknik pedang gandanya membelah salah satu tubuh penyusup. sekarang, tersisa tujuh diantara mereka.


"Kalian para Ksatria, bawa yang lainnya untuk di evakuasi. benar juga! bawa mereka ke tempat murid lainnya. disana pasti aman! Cepat, kita tidak punya banyak waktu!"


mendengar instruksi dari tuan putri mereka saling bertatapan. tapi mereka sadar waktu yang dimiliki sedikit. maka dari itu mereka langsung membawa Bangsawan lainnya untuk dievakuasi sementara putri mengulur waktu.


"Putri, dan Nona Randall bertahanlah, setelah mengantar mereka kami akan kembali membawa bantuan. sampai saat itu, kami mohon. Tetaplah hidup!"


Setelah mengatakan itu 10 Ksatria pergi dan sisanya menemani Putri dan si kembar.


"Sepertinya kami terlalu meremehkan kalian. Oi kalian semua bersiaplah. ketiga gadis yang disana bukan lawan yang mudah!"


dengan ini, pertandingan mereka memasuki babak baru.


****


Kimberley kewalahan. nafasnya terengah-engah. tubuhnya penuh dengan darah dan luka. dia telah berusaha sekeras mungkin untuk menahan para penyusup itu namun sia-sia. kekuatan mereka terlampau jauh! dia memang berhasil membunuh tiga orang dari mereka. tapi itulah batas miliknya. para ksatria lain yang bertaruh disisinya juga telah gugur.

__ADS_1


"wahh aku tidak menyangka kau sekuat ini! begitu lah ya kehebatan para ksatria yang menjadi simbol pelindung keluarga kerajaan. tapi kau sudah mencapai batas mu bukan? lihat, bahkan anak buah mu juga sudah mati seluruhnya."


mendengar ejekan dari kepala penyusup itu seperti menelan pil pahit bagi Kimberley. sudah sejauh ini. haruskah dia mati disini? Tidak! aku tidak boleh mati disini! setidaknya, Setidaknya aku harus membunuh orang ini!


meskipun tubuhnya sudah lemah, tekadnya masih membara. Kimberley tahu bahwa dia tidak akan menang tapi setidaknya dia masih bisa mengeluarkan jurus pamungkasnya. ya, ini adalah truf miliknya.


namun ketika dia bersiap menghadapi musuh sekaligus kematiannya...


tiba-tiba semua yang tersisa disitu merasakan tubuh mereka berat! sama sekali tidak bisa digerakkan. itu adalah tekanan mana yang luar biasa!


diikuti dengan cahaya keemasan yang melesat dari gelapnya langit malam. itu bukan bintang jatuh atau apapun. itu adalah sihir level bencana yang hanya bisa dikeluarkan oleh para pahlawan!


itu merupakan sihir elemen api tingkat tinggi yang meriah api berwarna emas dengan bentuk Ryuu (naga dalam legenda Jepang). jumlahnya bukan hanya satu melainkan enam!


seketika api emas yang turun dari langit itu memusnahkan keenam penyusup tanpa sisa. bahkan tidak ada setitik abu sedikit pun!


melihat apa yang baru saja terjadi, kedua orang itu, Kimberley dan pemimpin para penyusup, bergetar hebat. rasa dingin yang sangat tajam menjulur ke tulang belakang mereka.


"Yahh komandan. sepertinya kau sangat terdesak ya? kalau begitu izinkan aku ikut bermain."


itulah yang dikatakan Issac, orang yang melepas sihir tadi. dia sudah berada di belakang si bos. merasakan kekuatan yang luar biasa di belakangnya, Bos itu langsung menjauh dari Issac.


sayangnya itu sia-sia. begitu dia mendarat di tanah, tulang tangan dan kedua kakinya telah patah. mana dari tubuhnya juga dikuras habis oleh Issac.


"GAHHHH!!! SIALAN! APA YANG KAU LAKUKAN! INI SANGAT SAKITTT!!"


hanya itu yang keluar dari mulut sang pemimpin. seluruh tubuhnya telah rusak karena bocah itu!


"Komandan, aku serahkan dia padamu. pastikan untuk memeriksa bagian giginya. aku takut ada racun yang dia selipkan disitu. ah benar, jangan biarkan dia mati oke! aku akan mencari kakak dan tuan putri dulu."


setelah menyembuhkan luka Kimberley, Issac langsung melesat ke tempat kakaknya berada dan meninggalkan Kimberley yang sedang tercengang.


****


di tempat itu, sepuluh ksatria telah tewas dengan kondisi yang sangat mengerikan. sementara itu, Sasha, Misha, dan tuan putri Aurellia jatuh berlutut karena kelelahan. mereka gagal melawan ketujuh penyusup yang tersisa.


"Oya, kalian memang kuat. aku akui hal itu. tapi hanya itu Saja. kami jauh lebih kuat daripada kalian. sekarang, saatnya eksekusi!"


salah satu dari mereka mengeluarkan sihir air. dia berniat untuk mencekik mangsanya hidup-hidup dengan menenggelamkan kepala mereka dalam air. namun sebelum itu, tiba-tiba sihir airnya menghilang.


Sasha dan yang lainnya telah pasrah dan sangat kelelahan sehingga mereka tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalian para bajingan... sepertinya senang sekali ya mempermainkan mangsa kalian. tapi sayang ini adalah akhir dari hidup kalian."


tiba-tiba sesosok bayangan hitam muncul, dengan seekor serigala hitam besar bermata emas berdiri di belakangnya.


salah satu dari mereka ingin mengeluarkan Sihirnya, tapi sayang, aktivasi sihirnya gagal.


"nah jangan kaget. aku akan berbaik hati menjelaskannya pada kalian. Cacha, bawa ketiga orang itu ke tempat yang aman. pastikan mereka sampai sana dengan selamat. setelah itu beri mereka sihir penyembuhan."


mematuhi perintah bayangan itu, Issac, Cacha langsung membawa pergi ketiga gadis itu.


"Nah, ini adalah wilayah ku sendiri. di wilayah ini, aku bisa mengendalikan seluruh fenomena mana. entah itu yang berada di alam maupun yang bersirkulasi di tubuh kalian. dengan kata lain, aku memiliki kendali atas tubuh kalian. maaf, hukum My body my Authority tidak berlaku disini."


dengan seringainya yang menakutkan, Issac mengendalikan tubuh yang sepertinya merupakan pemimpin di antara para penyusup. karena tubuhnya dipenuhi oleh amarah, hanya satu hal yang dia inginkan. melihat penderitaan dan kesakitan mereka.


dengan sihirnya, Issac mulai mengendalikan orang itu. dia mengeluarkan pisau dan segera menikam temannya. tidak hanya itu, dia juga memutilasi rekannya hidup-hidup. tidak hanya satu, melainkan seluruh rekannya dia habisi. suara tangisan kesakitan terdengar di area itu sepanjang malam. membuat teror berkepanjangan itu semakin mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2