
"Eh, Clifford bermaksud mencelakai ku saat turnamen?" begitu yang aku dengar dari salah satu agen VIESTA yang ada di Akademi.
Ini semakin menarik saja. bukankah dia punya kartu truf. mungkin kah itu pil? atau buku sihir terlarang? yah, kemungkinan besarnya adalah yang pertama. buku sihir terlarang sekarang tersimpan di ruang bawah tanah kuil 12 Dewi suci. bahkan sekelas raja pun akan sangat sulit untuk menyentuhnya.
hmmm kalau bisa aku ingin menghalangi jalannya. tapi ikut alur permainannya juga terdengar menyenangkan. ah begitu saja deh! aku penasaran, apa yang akan dia pakai nanti?
baiklah, aku masih memiliki waktu selama tiga Minggu untuk persiapan turnamen. aku sudah mendaftarkan diri begitu dewan siswa menyambangi kelas kami.
sekarang, aku sedang berada di kelas dan mendengarkan pembahasan tentang Dungeon. guru dari kelas ini adalah Kepala guild pusat yang terletak dari Venz. dulunya dia adalah petualang yang telah terjun di lapangan selama lebih dari 30 tahun.
ketika dia pensiun dari pekerjaan petualangnya, Guild memutuskan untuk mengangkatnya menjadi kepala Guild Pusat. yah, Guild cenderung menerapkan meritokrasi dalam sistem kerja mereka.
semakin banyak kau berkontribusi, semakin banyak pula yang kau dapatkan. yah, kurang lebih seperti itu lah. kalian tahu sisanya kan. itulah kenapa Guild petualang menjadi tempat dan rekan yang bisa dipercaya. memang bukan tanpa aib, tapi setidaknya, ini adalah salah satu lembaga terbaik di kerajaan.
"Baiklah, sekian penjelasan saya tentang Dungeon. Minggu depan, kita akan pergi ke dungeon yang berada di bawah tanah akademi."
seisi kelas bersorak. eh, ke Dungeon? apa tidak terlalu cepat bagi murid tahun pertama?
"Ah, tuan Starfall, sepertinya kau agak terganggu dengan itu. apa kau punya pertanyaan?"
ehhh aku ketahuan. baiklah, tidak masalah. toh sensei juga bukan orang jahat.
"Aku minta maaf sensei, tapi bukankah ini terlalu cepat bagi kami untuk masuk ke dungeon? ah, bukan aku meragukan sensei atau menuduh sensei yang tidak-tidak. tetapi saya rasa kekuatan yang kami miliki belum cukup untuk memasuki dungeon sekarang."
"CIH, ITU KAN MEMANG KAU SAJA YANG LEMAH DASAR BODOH!" eh aku malah mendapat balasan dari salah satu lima murid terbaik di kelas S, Gilbert Storm. anak kedua dari istri sah Duke Storm.
yah maaf deh kalau aku lemah. tapi dengan kekuatan mu yang sekarang, kau hanya akan menjadi bangkai tidak berguna di dalam dungeon tahu!
Tentu saja aku tidak mengucapkan itu. ingat, kita tidak boleh mencari musuh!
__ADS_1
"Hahaha. menarik Starfall. kenapa kau berpikiran seperti itu?"
aku mengangkat bahu, "yah, selama saya tinggal di wilayah Randall, saya sering mengobrol dengan para petualang. tentu salah satunya tentang Dungeon.
mereka bilang, konsentrasi mana yang kuat di dalam Dungeon menyebabkan para monster mengalami evolusi untuk bisa bertahan hidup. jadi biasanya tingkat mereka berada di peringkat semi grade dua hingga grade satu. bahkan hal itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan monster yang berada diluar Dungeon."
Sensei terlihat puas dengan jawaban ku. "yah jawaban mu akurat Starfall. memang benar pada dasarnya kekuatan kalian belum cukup untuk masuk dungeon.
tapi tenang saja, dungeon yang kita masuki telah dibersihkan secara berkala oleh petualang dari guild. jadi kalian tidak perlu khawatir."
ohh, ternyata begitu. wajar sih, ini kan akademi. kalau dungeon tidak rutin dibersihkan, monster pasti akan keluar dari sana dan membahayakan para siswa.
"baik sensei, saya tidak punya keluhan." sensei mengangguk. baiklah, kalau begitu kelas selesai!
"Hei Issac, yuk pergi ke kantin. aku sudah lapar!" entah kenapa Anna tiba-tiba muncul dari belakang ku. aduh, anak ini.
"benar juga, sekarang jam makan siang. mari kita pergi bersama. sepertinya James dan Evelyn ada kegiatan lain jadi mereka tidak bisa menemani ku."
"Siapa mereka?" oh Anna ternyata penasaran dengan mereka.
"Mereka adalah teman pertama ku di akademi. mereka berasal dari wilayah Sera lhoo."
"Ehh ternyata begitu? bisakah kau mengenalkan mereka padaku?"
"kenapa tidak? lain kali akan ku perkenalkan padamu."
wajah Anna terlihat cerah, "Terimakasih Issac!" wah dia menempelkan tubuhnya ke lenganku! hei ada sesuatu yang empuk disana!
yah pertemanan kami semakin erat. apalagi saat aku mengatakan bahwa aku mengenal kakeknya karena dia adalah guruku. dia malah makin senang. baguslah, jadi aku bisa menikmati pesona dirinya yang indah!
__ADS_1
"Nee Issac, aku penasaran. sepertinya kau seringkali menahan diri ya. saat praktek sihir berlangsung maupun saat di kelas seperti biasa. apakah ada masalah?"
ohh dia tahu bahwa aku menahan diri? luar biasa sekali!
"Yah, tidak masalah kan? akan sedikit bermasalah jika aku mencolok di kelas."
"Eh benarkah?"
"yah begitulah. anggap saja aku menyembunyikan satu dua rahasia yang tidak bisa aku bongkar di hadapan kalian."
Anna lagi-lagi menggembungkan pipinya. "hmmmph, Pelit!"
mendengar jawaban itu aku tidak bisa menahan tawa. astaga gadis ini. dia lucu sekali! hahh menyenangkan seandainya hidup bisa terus seperti ini.
Kami melanjutkan makan siang kami hingga jam pelajaran berikutnya datang.
****
Sementara itu di markas perkumpulan anak bangsawan....
"Yohh, Minggu depan, aku akan pergi ke dungeon yang ada di bawah tanah akademi. apakah kau memiliki sesuatu untuk bersenang-senang?"
yang berbicara adalah Gilbert Storm. dia memili semacam kelainan jiwa dimana dia hanya akan terpuaskan jika dia mempermainkan hidup orang lain.
sementara yang diajak bicara, tentu saja, Gustave.
"hahah tentu saja aku punya dasar bodoh!"
Gustave mengeluarkan sebuah cairan berwarna merah kehitaman. itu adalah pemancing monster. mirip seperti yang digunakan oleh Robert untuk mencelakai tuan putri.
__ADS_1
"Ohhh, ini kah? luar biasa!!" Gilbert berteriak senang. dengan ini dia dapat memuaskan keinginannya terus menerus.
tentu saja sambil menyingkirkan Issac. sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. dia tertawa terbahak-bahak di ruang itu. seolah rencananya akan berjalan dengan sempurna.