Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 119: Terimakasih, Anna!


__ADS_3

Bishop Leon dengan frustasi membaca laporan dari orang-orang yang dia kirim ke akademi. mereka tidak menemukan apapun dari target yang mereka awasi, Issac. dia menenggak anggurnya lalu mencengkeram kepalanya. dia mengutus beberapa orang yang menjadi bagian dari keluarganya untuk mengawasi gerak-gerik Issac. namun hasil yang mereka dapatkan nihil. bukan hanya tidak mendapatkan apa-apa, mereka justru seolah-olah seperti dipermainkan. ini membuat Leon semakin frustasi.


cih! dasar tidak bisa diandalkan! Leon menggebrak mejanya. tetapi setelah itu dia menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. dia harus tenang. tidak ada yang datang bahkan jika dia marah.


tidak ada pilihan lain, dia harus tetap mengawasi Issac. tetapi meskipun begitu... dia harus menyiapkan banyak rencana lagi. beberapa malam yang lalu, dia bermimpi sebuah cahaya mendatanginya dan memerintahkan dia untuk menyingkirkan Issac. itu dia anggap sebagai Wahyu dari Dewi dan karenanya, dia harus menyelesaikan ini dengan maksimal.


****


matahari sudah terbit ketika aku selesai mandi. aku mengganti bajuku dan bersiap-siap. tetapi sebelum itu, aku harus membangunkan tunangan tercintaku terlebih dahulu. aku menuju kasur dan melihat Anna yang masih tertidur. ups, gaun malamnya agak turun dan memperlihatkan sedikit gunungnya yang indah jadi aku naikkan gaunnya.


melihat wajahnya yang manis saat tertidur, aku tidak bisa menahan diri sehingga aku menciumnya. ah, dia terbangun. aku mencium lagi matanya yang masih setengah terbuka. aku tidak tahu kenapa tetapi wajahnya sangat bersih. tadi ada kotoran yang menempel di wajahnya bahkan ketika dia bangun tidur.


"Malam tadi sangat bagus ya Issac. aku jadi ingin menginginkannya lagi." aku menjentikkan dahinya dengan lembut. wajahnya yang memasang ekspresi pura-pura sakit benar-benar terlihat manis jadi aku mengecualikan bibirnya lagi, kali ini lebih dalam. yah, jangan salah paham, malam tadi aku tidak melakukan apapun. hanya memanjakan dia sampai dia puas. aku juga puas sih jadi ini impas.

__ADS_1


tenang saja Anna, aku pasti akan memakan mu kok satu saat nanti. setelah bibir kami terpisah, Anna mengeluarkan erangan manis. wajahnya terlihat sangat merah. baiklah, sekarang saatnya bagi Anna untuk mandi dan segera pergi dari asrama laki-laki.


setelah dia selesai mandi, kami siap berangkat sekolah. aku melapisi Anna dengan sihir agar tidak ada satupun orang yang melihat dan mengetahui keberadaan Anna. kecuali aku tentunya.


"Hei sayang, setelah ini apa yang akan kau lakukan." dia bertanya seperti itu ketika kami sudah keluar dari asrama. benar juga ya... karena terlalu banyak sesuatu yang harus aku lakukan, aku jadi bingung harus melakukan yang mana terlebih dahulu.


aku mengelus rambut Anna. benar juga, sepertinya aku harus mengurus 'mereka' dulu. mereka memang tidak bisa mendapatkan apapun dariku tetapi hal itu tidak terjadi pada yang lain. aku tidak berniat menyingkirkan Mereka terlalu cepat. sebaliknya, mereka adalah sumber informasi yang berharga jadi mari perlakukan mereka dengan hal yang sepantasnya.


"aku tidak mau mendengar itu dari orang yang setiap harinya tidak mendengarkan apa yang guru ajarkan!" aku sedikit terkikik. gadis ini benar-benar ya.


"omong-omong Anna, aku mendengar dari kakek, akhir-akhir ini kau sering mendatanginya. apakah ada sesuatu?" Anna agak membuang muka saat aku mengatakan itu. ehhh... sepertinya itu rahasia Anna jadi aku tidak perlu mengungkit lebih dalam lagi.


berlainan dengan harapanku, Anna mengatakan niatnya yang sesungguhnya. "Sekarang Issac adalah seorang bangsawan yang memiliki nama kan? meskipun belum memiliki wilayah sendiri, mungkin saja akan tiba saatnya Issac akan mendapatkan wilayah untuk diperintah. makanya, hingga saat itu tiba, aku ingin belajar tentang pengelolaan wilayah dengan kakekku agar nanti aku bisa meringankan sedikit beban Issac."

__ADS_1


mendengar hal seperti itu membuat aku sangat senang sehingga aku memeluk Anna dengan erat. yah, karena ini di depan umum, jadi ada banyak murid yang melihat. aku mendapat tatapan iri dan cemburu dari murid lelaki. tapi hei, siapa peduli kan? Anna adalah kekasihku jadi persetan dengan mereka.


dengan suasana hati yang baik aku menggandeng tangan Anna menuju Kafetaria. ada banyak hal yang akan terjadi tetapi setidaknya aku senang Anna berusaha keras untuk membantuku. terimakasih, Anna!


****


dari kejauhan, seorang siswa akademi tahun ketiga akademi memandangi kejadian diluar gedung sekolah. wajahnya terlihat sangat merah. bukan karena malu, itu adalah bentuk kemarahan. tangannya dengan erat terkepal sehingga melukai telapaknya sendiri. matanya menyuratkan kebencian yang mendalam.


dua orang yang sedang berjalan penuh kemesraan. bergandengan tangan dan saling tersenyum dan tertawa. orang itu menggerakkan giginya.


"Beraninya! Beraninya! beraninya kau merebut dia dariku! aku bersumpah untuk merebut lagi milikku! ya, karena dia adalah milikku! hanya milikku seorang!"


dia akan merebut kembali, pasti! tidak peduli siapapun, entah itu Bangsawan, raja, bahkan tuhan sekalipun, jika itu menghalangi jalannya dia akan menghancurkannya. pasti!

__ADS_1


__ADS_2