
liburanku berjalan dengan baik. memang banyak hal yang terjadi tetapi semuanya relatif menyenangkan. sekarang aku selalu berkirim surat dengan Anna dan sesekali menghampirinya ke kota Brauwl. hubungan aku dengan Anna semakin erat. sepertinya Anna sudah mulai menerima realita dan menerima perasaannya sendiri padaku. aku sangat bahagia dengan perkembangan itu.
pertunangan kami belum diumumkan kepada publik. mungkin keluarga kerajaan sudah tahu tapi mereka sama sekali tidak tertarik untuk ikut campur dengan itu. yah, itu memudahkanku. aku tidak mau mereka menyentuh keluargaku sama sekali. rencananya, Pertunangan kami akan diumumkan bertepatan dengan ulang tahunku yang kelima belas di musim semi.
Juga, aku agak terganggu dengan sesuatu. akhir-akhir ini Anna sering menghabiskan waktu di perpustakaan. itulah yang pelayannya katakan padaku. dia juga beberapa kali mampir ke kantor dagang La-Sa Guild di kota Brauwl. aku tidak tahu apa yang dia lakukan disana tetapi aku tidak mau dia jatuh sakit karena terlalu memaksakan diri.
sementara itu, kedua kakakku akhir-akhir ini mengembangkan kebiasaan aneh. hampir setiap malam mereka tidur denganku. mereka sepertinya sangat menikmati sekali. yeah, akan bohong jika aku bilang tidak menikmati itu. tapi tetap saja itu membuatku gugup setiap kali kami tidur bersama.
oke, kesampingkan tentang cerita kehidupan pribadiku. masih banyak yang harus aku selesaikan sebelum musim dingin berakhir dan sekolah dimulai kembali. salah satunya adalah melihat langsung kondisi dan kemampuan pasukan pribadi yang aku bentuk. itulah kenapa, besok pagi aku harus berangkat ke wilayah Randall.
****
pagi ini badai salju sedang menerjang ibukota. tapi aku sama sekali tidak mengurungkan niatku untuk berangkat ke markas tentara pribadiku. kali ini yang aku pilih sebagai Kusir adalah salah satu dari anggota Wolfgang, Black Tiger.
dia sendiri memiliki kekebalan yang tinggi terhadap hawa dingin. juga, dia tidak terganggu dengan badai salju yang sedang berkecamuk. dia bilang itu adalah hal yang sudah biasa baginya. oke, jadi aku memilihnya sebagai Kusir pribadiku sekarang.
seperti yang pernah aku ceritakan, markas pasukanku terletak di antara wilayah Randall dan kekaisaran. itu adalah sebuah bukit yang tidak bisa di akses oleh siapapun. Selain karena tidak ada gunanya, tempat itu dipenuhi oleh monster. tempat yang benar-benar cocok untuk markas rahasia.
karena kereta kuda yang aku gunakan adalah milikku sendiri, aku yakin bisa sampai ke wilayah Randall dalam lima hari. kereta ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga cocok dengan segala keadaan. termasuk medan berlumpur, bersalju, dan lain-lain. kereta ini juga sudah dipasangi beberapa mekanisme pertahanan. ini terdengar seperti tank,. mungkin? tetapi ini benar-benar hanya kereta kuda!
yah perjalanan cukup panjang. tetapi segalanya berjalan dengan lancar. lima hari setelah berangkat dari Venz, kami sudah memasuki wilayah Randall.
__ADS_1
karena tahu bahwa yang datang ke kota Romeon adalah aku, para Ksatria milik ayah dengan senang hati membiarkan aku lewat tanpa membayar biaya masuk. tentu saja, aku memberikan mereka beberapa tip untuk jajan mereka. kami melewati jalanan utama kota Romeon. sudah lama aku tidak kesini. kota ini benar-benar sudah berubah.
banyak bangunan baru yang lebih besar dan megah. taraf hidup di kota Romeon sudah meningkat sedemikian rupa sehingga warga kota Romeon punya uang yang cukup untuk merenovasi rumah mereka yang mungkin sudah tua dan tidak terawat sehingga terlihat lebih indah. jalanan di kota sudah diperbaiki dan telah dipasangkan lampu sihir di sisi jalan. intinya kota ini sudah berubah dan lebih rapih.
Ayah dan kak Albert telah berjuang keras untuk sampai ke titik ini. tentu saja untuk membantu mereka, aku bekerjasama dengan mereka lewat guild ku. aku meminjamkan uang kepada mereka untuk memperbaiki infrastruktur kota dan desa di sekitarnya. sebagai gantinya, ayah akan mengembalikan uang itu dalam waktu lima hingga sepuluh tahun dengan bunga tidak lebih dari dua persen.
di samping itu, aku memberikan pinjaman juga pada para warga yang ingin membuka usaha. pinjaman itu nantinya akan mereka gunakan sebagai modal awal untuk membangun usaha mereka. sebisa mungkin aku melakukan seleksi dan pengawasan untuk memastikan bahwa dana yang kami pinjamkan tidak disalah gunakan dan dapat mengembalikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
itulah kenapa aku tidak menginginkan Geitz menjadi Kepala keluarga selanjutnya. seratus persen dia tidak akan bisa melanjutkan pembangunan yang dilakukan oleh ayah. bahkan dia akan menghancurkannya. dengan bodohnya menaikkan pajak secara drastis dan membuat para warga jatuh dalam kemiskinan. aku sama sekali tidak bisa membayangkan dan membiarkan hal itu terjadi.
melewati jalanan kota Romeon, aku membuka jendela dan menikmati pemandangan yang hidup. anak-anak yang berlarian kesana-kemari, para ibu yang sedang bernegosiasi dengan pedagang, Ksatria yang menyapa para warga sembari berjaga. ah, aku juga melihat anak-anak dari panti asuhan! dibandingkan mereka yang dulu Kumal, berantakan, dan kotor, kehidupan mereka jauh lebih baik sekarang. mata mereka menjadi lebih hidup dan seolah sedang menatap masa depan yang indah.
aku dengan ramah menyapa mereka, yang membuat mereka berteriak kepadaku seolah sedang melihat idolanya. y-yahh aku tidak biasa dengan perlakuan seperti ini jadi itu terasa agak canggung.
meskipun terpencil, markas yang dibangun disini besar. berdiri di atas tanah seluas sepuluh hektar dengan bangunan besar di atasnya. ada sekitar lima bangunan yang membentuk letter U dan sebuah lapangan di tengahnya.
Bangunan itu terdiri dari dua asrama prajurit yang saling berselan. di seberangnya ada tempat latihan indoor, bengkel yang biasa digunakan untuk memperbaiki senjata yang rusak (tempat untuk memproduksi senjata ada di tempat lain), dan yang terakhir adalah gedung untuk pusat administrasi yang letaknya di antara mereka.
Hudson sudah menungguku di tengah lapangan. seperti yang diharapkan dari Hudson ya, dia tetap menggunakan pakaian tipis di tengah musim dingin. hei, meskipun ini masih siang, tidak ada yang dengan gila mengenakan pakaian seperti ini kan disaat suhu mencapai angka sepuluh derajat celsius?
aku keluar dari kereta kuda dan berterimakasih pada Black Tiger dengan memberikan uang saku untuk di kota Romeon. ehhh dia senang sekali setelah menerima itu. baguslah.
__ADS_1
"Selamat datang tuan di markas pusat prajurit pribadi anda. saya rasa nama itu terlalu repot untuk diucapkan. apakah anda sudah memikirkan nama tertentu?"
Ahhh! aku bodoh! kenapa juga bisa-bisanya aku lupa soal itu!? te-terpaksa, aku harus tidak terlihat kompeten di depan bawahanku sendiri. itu memalukan!
"A-aku minta maaf, aku sama sekali belum memikirkan nama untuk pasukan ini. tapi, akan kucoba memikirkan ini selama kunjunganku berlangsung."
"seperti kemauan anda tuan. kalau begitu, sebelum melihat kondisi dan pelatihan para prajurit, saya akan membawa anda untuk mengetahui isi dari bangunan yang ada disini. mari ikuti saya."
Hudson mengajakku untuk berkeliling terlebih dahulu. pertama, asrama. gedung ini terdiri dari lima puluh kamar dengan masing-masing kamar diisi oleh sepuluh orang. artinya satu gedung dapat menampung kurang lebih lima ratus orang. memang, gedung ini terlalu besar. tidak hanya kamar, gedung ini terdiri dari dapur, kamar mandi, dan semua infrastruktur yang menunjang kebutuhan para prajurit. oh iya, di bawah dapur terdapat sebuah ruang bawah tanah yang merupakan gudang untuk menampung persediaan bahan makanan untuk seluruh prajurit dan pegawai.
Hudson juga membawaku ke salah satu kamar. terdiri dari sepuluh ranjang dengan masing-masing lemari disampingnya. di dalam situ tentu saja ada peralatan dan barang milik para prajurit.
aku juga dibawa untuk melihat kamar mandi yang cukup bersih dan dapur dimana para juru masak sedang mempersiapkan makan malam. para prajurit biasa makan pagi dan malam di dapur. sementara makan siang, biasanya mereka makan di arena pelatihan. disitu ada tenda yang berfungsi sebagai dapur lapangan. begitu sih kata Hudson.
setelah puas melihat-lihat asrama, aku juga mengunjungi tempat latihan outdoor. gedung ini juga besar. bahkan lebih besar daripada asrama. di dalamnya terdiri dari banyak ruang. ada yang untuk gym (walaupun dengan peralatan yang kuno), tempat untuk berlatih pedang, dan lainnya. ruangan ini biasanya digunakan para prajurit untuk berlatih diluar jam pelatihan yang menjadi kurikulum resmi.
selanjutnya, aku mengunjungi bengkel. yah seperti yang kalian bisa bayangkan dari bengkel, tempat ini sumpek dan gerah. juga cukup bau keringat dari para pandai besi yang sedang membetulkan senjata. sebenarnya tidak hanya senjata sih. ada juga barang-barang lain seperti tong, gunting, dan perkakas.
dan yang terakhir adalah ruang administrasi. ini mungkin agak aneh karena walaupun menjadi pusat dari markas ini, gedungnya malah lebih kecil dari yang lain tetapi justru menjadi yang paling sibuk. para pegawai mondar-mandir membawa tumpukan kertas dan alat hitung, suara orang-orang yang menulis, serta obrolan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. benar-benar hiruk pikuk.
kenapa ada pegawai non prajurit disini? ayolah itu sederhana kan? untuk membangun pasukan yang kuat dan solid, selain butuh prajurit yang kuat, kau juga memerlukan orang-orang yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dari balik layar. memastikan pasokan makanan aman dan tidak di gelapkan, menghitung gaji para prajurit, mengurus skema pembuatan dan pengiriman senjata, dan berbagai macam hal lainnya.
__ADS_1
itulah kenapa mereka sangat dibutuhkan. setelah aku melihat fasilitas dan infrastruktur di markas ini, aku cukup puas. tetapi juga merasa ada beberapa kekurangan. baiklah aku akan membicarakan itu dengan Hudson. tapi nanti saja. sekarang, aku harus pergi ke arena pelatihan. tempat dimana para prajurit dilatih.
aku benar-benar penasaran dengan kemampuan para prajuritku.