
hari demi hari berganti. malam dan siang selalu bergulir untuk mengisi waktu umat manusia. musim juga tidak tinggal diam. meskipun waktu untuk menetap mereka lebih lama dari siang dan malam, mereka tetap berjalan selangkah demi selangkah untuk pergi, digantikan oleh musim lainnya.
sekarang musim semi. waktu dimana bunga yang telah tertidur begitu lama kini bangun kembali. pohon-pohon yang daunnya meranggas seolah mereka adalah orang tua yang pesakitan, kini kembali tumbuh dan terlihat sehat. udara juga menjadi hangat. meskipun tersisa tumpukan salju, hanya tinggal menunggu waktu untuk mencair.
hari ini adalah pesta ulang tahunku yang ke-15. sebenarnya aku merasa hal seperti ini tidak perlu dirayakan secara besar-besaran. cukup dengan keluarga dan teman-temanku saja. tetapi karena ulang tahun ini juga merupakan pengumuman dan pesta pertunangan aku dan Anna, akhirnya harus dirayakan.
banyak yang sudah terjadi selama musim dingin kemarin. entah kenapa secara tidak sadar tidur bertiga dengan kedua kakakku menjadi kebiasaan! anehnya, aku justru agak kesepian ketika tidak tidur bersama mereka. Harus diakui kalau aku lemah terhadap hal-hal seperti ini ya.
hubunganku dengan Anna juga semakin berubah. Anna sedikit demi sedikit mulai menerimaku sebagai pasangan hidupnya. pada akhirnya, di akhir musim dingin, di menara yang sam yang pernah kami kunjungi di kota Brauwl, Anna menyatakan cintanya padaku, yang seharusnya aku lakukan sih.
tentu saja, kami sangat senang dan menghabiskan waktu petang kami dengan berciuman di menara. itu adalah ciuman yang dalam sehingga saat kami melepas bibir kami, sebuah benang perak terbentuk di antara bibir kami.
"Aku tidak keberatan jika Issac mempunyai istri lain, tapi jangan lupakan aku oke?" yah, dan si gadis ceroboh ini mengatakan itu padaku! hei, kenapa dia mengatakan sesuatu seperti itu di saat momen begini!?
ya sudahlah lagipula itu sudah berlalu. tapi terimakasih Anna, kau tahu isi hatiku! oke, kembali ke pesta ulang tahun sekaligus pertunanganku. Anna berdiri disampingku. begitupun ayahku dan ayah Anna masing-masing berdiri di sisi kami.
__ADS_1
aku tidak perlu menjabarkan apa yang ayah katakan, tapi intinya, ini adalah momen istimewa bagiku dan bagi keluarga Randall. juga bagi Anna dan keluarga Sera. setelah berpidato seperti itu, pesta Akhirnya dimulai dan aku memutuskan membawa Anna berkeliling.
"Yahhh Issac! selamat atas pertunanganmu. beraninya kau bertunangan dengan sahabatmu sendiri tanpa seizin atasanmu ya?" Aurellia menghampiri kami. dia terlihat sangat cantik dengan pakaian yang ia gunakan sekarang. tapi mari kesampingkan soal kecantikannya dulu, ini adalah waktuku dengan Anna.
""Terimakasih tuan putri.""eh, kami mengucapkan itu secara bersamaan. kami saling memandangi satu sama lain, lalu tertawa bersama. hal-hal kecil ini terasa cukup menyenangkan ternyata.
"Ya, ya, kalian boleh bermesraan tapi lakukanlah saat kalian berduaan saja, oke? jangan jadikan kehadiranku tidak lebih dari angin disini!" oh, maaf deh putri. aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. putri sedang merajuk jadi aku harus menghiburnya nanti.
"Ahh, rupanya ada yang cemburu ya disini! ngomong-ngomong, selamat kalian berdua! aku kaget ketika tahu Anna yang menjadi tunangan Is, tapi lebih dari itu, aku sangat senang!" kak Sasha berlari kearah kami dan melompat ke Sasha sambil memeluknya.
ehhhh... dilihat dari manapun kau seperti itu kan, Aurellia?
kak Misha yang berjalan dibelakang kak Sasha akhirnya menyusul kami dan memeluk Anna. tadi malam, mereka menghabiskan waktu bertiga tapi aku tidak tahu apa yang mereka lakukan dan bicarakan. yahh, bukan hak ku juga sih untuk tahu apa yang mereka lakukan.
"putri, tidak baik untuk menutupi sesuatu seperti itu. kau harusnya lebih jujur pada perasaanmu sendiri kan?"
__ADS_1
wah gawat! kalimat kak Misha membuat kepala Aurellia mengeluarkan asap! tangannya juga tiba-tiba mengeluarkan aura berwarna merah. itu adalah sihir penguat. geh, aku harus menghadapi hal-hal yang merepotkan lagi kan!?
"bercanda putri! ya ampun, saya tidak menyangka putri akan marah seperti ini. fufufu." nah, kak Misha adalah iblis. dalam artian lain. dia memang selalu seperti itu sih.
aku berdeham. jangan membuat suasana di pesta ini menjadi tegang, oke? setelah mengobrol sejenak dengan kedua kakakku (yang sekarang merupakan kekasihku juga), aku membawa Anna ke yang lain, termasuk beberapa bangsawan. yah, hubunganku dengan beberapa bangsawan terutama bangsawan birokrat tidak buruk. jadi tidak ada masalah untuk berbicara sedikit dengan mereka dan mengenalkan Anna pada mereka.
dan tentu saja, aku harus mengenalkan Anna kepada keluarga yang memiliki hubungan paling dekat dengan keluarga Randall sejauh ini, keluarga Balzaac. Lili sudah ada disini bersama dengan keluarganya. dari agak kejauhan aku bisa melihat dia melambaikan tangannya.
"Kak Is, Kak Anna selamat! nee nee, apakah aku bisa menjadi tunangan kak Is juga!?" kenapa kau bertanya seperti itu di depan kami dan keluargamu! ya ampun entah kenapa wanita di sekitarku benar-benar mengerikan.
Paman Richard hanya tertawa, tapi matanya yang menatapku sama sekali tidak tertawa! menyeramkan! aku menelan ludah tetapi dengan poker face tetap mengenalkan Anna pada Paman Richard dan istrinya.
yah aku pikir sisanya berjalan lancar. walaupun ada beberapa ketegangan terjadi. ayah yang berbicara serius dengan Duke Conrad dan sedikit berdebat dengan keras. untungnya ketegangan itu tidak berlangsung lama ketika akhirnya Conrad meninggalkan pesta.
well, sepertinya setelah ini, beban dan Pekerjaan ku akan makin banyak ya?
__ADS_1