
ohh, pertandingan akhirnya dimulai juga! sejujurnya aku sudah bosan menunggu daritadi. lebih dari itu, ini adalah momen spesial karena aku akan melihat langsung perkembangan kedua kakakku. ya, ini adalah pertandingan Misha nee-san melawan...
aku malu mengatakannya, tetapi dia akan melawan kakak pertama ku yang paling bodoh, Geitz. aku bisa memperkirakan bagaimana hasilnya. Misha nee-san pasti akan menang. itu pasti. hanya saja aku ingin Geitz dipermalukan.
Geitz mungkin kuat. setidaknya diantara bangsawan lain, kekuatannya tidak terlalu ampas. tapi jika dibandingkan dengan Misha nee-san, hmmm, bahkan seujung jarinya tidak sampai.
"Yooo Misha, kau berani menghadapi ku dengan kekuatan mu yang sekarang? berani sekali!"
eh, si bodoh ini langsung memprovokasi begitu dia masuk ke arena? apa dia gila?!
"Oh ya? dengan kekuatan ku yang sekarang, aku yakin dapat menerbangkan mu hanya dengan satu pukulan. tanpa menggunakan sihir penguat tubuh."
mendengar provokasi balik dari Misha, tubuh Geitz bergetar. wajahnya memerah. dia marah dan malu mendengar Kalimat seperti itu keluar dari mulut orang yang dia anggap lebih lemah darinya.
nah aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya Geitz merasa dirinya sangat kuat hingga dia meremehkan lawan-lawannya. tidak masalah jika lawannya memang lemah tapi jika dia meremehkan orang yang jauh lebih kuat daripada dirinya....
yahh aku rasa nasibnya sudah ditentukan sejak awal. dia akan kalah. orang yang tidak bisa mengukur kemampuan dirinya sendiri tidak akan pernah menang melawan musuhnya. bagiamana dia bisa menang sementara di saat yang sama dia tidak mengenal dirinya sendiri.
aku menoleh ke arah Sasha nee-san di sebelah kanan ku. wajahnya juga Memerah. itu adalah campuran dari ekspresi marah, malu, dan geram atas tindakan kakak lelakinya. nah, aku menepuk pundaknya,
"Tenang saja. mulut Geitz memang besar tapi tidak sebesar kekuatan dan kesabarannya. hasil pertandingan ini sudah ditentukan sejak awal. kita semua tahu itu.
jadi, jangan terlalu khawatir. tidak mungkin Misha nee-san akan kalah melawan orang bodoh seperti Geitz."
oke, seperti Sasha nee-san sudah tenang. sekarang, mari kita amati bagaimana pertandingan ini berjalan.
****
"Baiklah, Kalian berdua, bersikaplah!" Wasit mengakhiri perdebatan mereka. Misha tetap tenang namun Geitz sepertinya masih marah.
"Aku, orang yang akan mewarisi gelar bangsawan dari Ayah, orang yang akan berjalan di atas tanah ini sebagai utusan dari para Dewi, diremehkan oleh orang yang lahir dari Rahim Jelata seperti dia!? Tidak bisa dimaafkan! meskipun dia memiliki darah ayah, dia tetaplah jelata yang Kotor!
akan aku hancurkan dia. akan ku hancurkan hidupnya hingga dia tidak lagi dapat melihat sinar matahari!" Kemarahan berkecamuk di hatinya. tentu saja terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.
"Baiklah, Di Arena ini, kalian bebas melakukan apapun." Wasit Mulai menjelaskan aturan di arena pertandingan.
"kalian boleh memakai berbagai teknik bertarung. entah itu berpedang, sihir, ataupun tangan kosong dan teknik lainnya. namun, kalian tidak boleh saling membunuh. trik apapun boleh kalian gunakan. itu saja." selesai memberi penjelasan Wasit mulai menghitung mundur.
pertandingan akan segera dimulai. Misha telah mengokohkan kuda-kudanya sementara Geitz terlihat merapal sihirnya.
__ADS_1
"Pertandingan dimulai!!"
Geitz yang telah selesai merapal sihirnya langsung menyerang Misha. "FIRE BALL CANON. HABISI DIA!"
lima bola api meluncur dengan kecepatan yang cukup tinggi ke arah Misha. bangku penonton menjadi heboh.
"Oi si Geitz itu benar-benar serius menyerang adiknya sendiri! apa dia sudah gila?!"
"Hei-hei, itu mirip seperti Crimson Fire Canon dari salah satu mage terkuat kerajaan kan? kenapa dipakai untuk menyerang keluarganya sendiri?"
berbagai pertanyaan muncul di kepala penonton. tetapi Misha maupun Geitz tidak terganggu oleh itu. mereka fokus bertarung.
meskipun sihir Geitz memang cukup hebat, tetapi Misha dengan mudah menghindari semua itu. tentu saja, dia bahkan telah berhadapan dengan sihir milik saudara kembarnya yang jauh lebih berbahaya dari ini. bagi Misha, sihir Geitz hanya mainan anak-anak.
"Lihat kan, bahkan dibandingkan sihir Sasha, kekuatan milikmu jelas tidak ada apa-apanya." bahkan disaat menghindari semua bola api itu dia masih bisa mengejek Geitz!
Geitz yang terprovokasi dengan marah langsung mengeluarkan Sihir angin yang sangat besar. itu akan memiliki dampak yang besar jika mengenai Misha secara telak.
tapi sebelum Geitz dapat menembakkan sihirnya ke arah Misha, Geitz telah terpental hingga keluar arena dan menabrak dinding pembatas bangku penonton.
semua tercengang. tentu saja, Misha murni dengan kekuatan fisiknya langsung melaju dan meninju perut Geitz hingga dia terpental. tentu saja dia tidak akan menunggu Geitz selesai merapalkan sihirnya. nah sepertinya Geitz sudah pingsan. jadi pemenangnya sudah ditentukan.
gemuruh tepuk tangan terdengar di seluruh penjuru stadion. teriakan pujian terdengar dari manapun. sementara di kursi VIP, para anak bangsawan yang bertaruh untuk kemenangan Geitz merasa rugi telak. yahh mereka bodoh karena melebih-lebihkan kekuatan Fraksi mereka.
****
"Tuh kan, sudah ku bilang. Sejak awal pemenangnya bahkan telah diputuskan."
aku mengatakan itu kepada Sasha nee-san yang dengan senang bertepuk tangan atas kemenangan kembarannya.
"nmm, seperti yang diharapkan dari saudara kembar ku! dia memang luar biasa". Baguslah kalau dia senang. aku juga senang sih, tapi kurang puas saja melihat Geitz tidak habis dipukuli oleh Misha. baiklah, kapan-kapan aku saja yang membuatnya babak belur!
oh, sepertinya sudah saatnya aku masuk ke arena. pertandingan selanjutnya adalah aku melawan salah satu dari orang yang sekelas denganku dan termasuk dari salah satu lima teratas, Frans Albatros.
karena dia keluarga Albatros, aku jadi tidak sabar untuk menghadapinya. yoshh, saatnya bersenang-senang!
****
Issac memasuki Arena pertandingan. di depannya Frans Albatros sudah menunggunya.
__ADS_1
"Yah Albatros... sepertinya kau sudah menunggu ku daritadi."
Frans Albatros tersenyum. itu adalah ekspresi yang tidak biasanya dia perlihatkan. bahkan kepada keluarganya sendiri. tentu saja Issac bingung.
"Oh, kau tersenyum! tumben sekali! jika para wanita melihat mu, mereka pasti akan jatuh hati!!"
sebuah urat muncul di dahi Frans Albatros. tangannya juga ikut terkepal.
"Hei, aku sudah merubah pandangan ku tentang mu sejak kejadian di dalam dungeon! jadi jangan memperburuk citra mu lebih dari ini oke!"
"Oh baguslah kalau begitu. aku senang kau memandang baik diri ku."
Frans menghela nafas dalam-dalam. anak ini, bisakah dia berhenti bermain bodoh dan mulai serius? hah biarlah.
"Aku tahu kau kuat. karena itulah aku tidak akan menahan diri. persiapkan dirimu, Issac!"
ohh dia memanggil Issac dengan nama depannya. ini semakin membuat dia bersemangat. sepertinya ini akan menjadi pertandingan persahabatan.
"begitu lebih baik Frans! jangan menahan diri! persembahkan tarian terbaik mu padaku!"
setelah hitungan mundur dari wasit selesai, Issac dan Frans langsung melesat untuk menyerang. pertandingan yang sengit terjadi diantara mereka berdua.
Frans yang ahli dalam pedang sihir menyerbu Issac dengan tebasan beruntun andalannya. sementara Issac dengan lihai dapat menghindari seluruh tebasan yang dilayangkan padanya. dia sengaja tidak menggunakan sihir elemental. dia menyesuaikan kekuatan Frans dengannya.
sejauh ini Issac mengambil sikap defensif. dia menangkis dan menghindari seluruh serangan yang dilancarkan oleh Frans. harus diakui oleh Issac bahwa teknik berpedang yang digunakan Frans sangat luar biasa. bahkan jika bilah pedang itu tidak menyentuh mu, kau masih bisa terkena dampak serangannya.
kecepatan juga menjadi kunci kehebatan teknik berpedang Frans. setelah melancarkan satu serangan, tanpa jeda dia akan melesatkan tebasan lain ke arah Issac. jika Issac berhasil menepis tebasan yang berasal dari atas, dia akan segera melancarkan serangan dari arah kanan. begitupun seterusnya seolah-olah dia memiliki seribu tangan.
para penonton menjadi tambah antusias! baru tahun ini, babak awal sudah menjadi pertempuran yang panas! kekuatan mereka bisa seimbang! seperti yabg diharapkan dari murid kelas S.
tapi pada akhirnya arah pertandingan sudah mulai terlihat. gerakan Frans mulai melambat. ini adalah konsekuensi yang harus ditanggung oleh Frans karena teknik nya yang cepat memakan banyak tenaga sementara stamina dan mana milik Frans terbatas.
"HEBAT SEKALI ISSAC, KAU BISA MENANGKIS SEMUA SERANGAN KU! BAHKAN ORANG TUA KU AKAN KESUKSESAN UNTUK MENANGKIS SEMUANYA!"
"Yah begitulah! gerakan mu luar biasa. bahkan bisa mendesak ku hingga sejauh ini. tapi sudah saatnya mengakhiri pertandingan ini!"
begitu melihat celah dari gerakan Frans, Issac dengan kecepatan yang luar biasa mengalir kan mana-nya ke pedang kayu yang dia gunanya lalu dengan sigap menyerang ke arah perut Frans yang terbuka lebar.
hasilnya dia terlempar beberapa meter. pada akhir, pertandingan pertama Issac dimenangkan dengan gemilang olehnya.
__ADS_1