
Ini adalah kejadian beberapa waktu sebelumnya.
Issac mendapatkan sebuah pesan dari Aurellia. Carolina dan Olivia sudah tertidur. Pembicaraan terjadi di antara mereka berdua dan sebuah perintah diberikan padanya.
"Hancurkan kekuatan Savoy. Tekan kemampuan bertempur mereka dan pastikan agar Savoy tidak bertingkah di masa depan."
Aurellia lalu mengatakan bahwa akan ada kemungkinan kalau Savoy pasti akan menyerang kerajaan. Aurellia tidak mau membuang-buang tenaga untuk provokasi murahan seperti itu.
Dan begitulah sisanya. Saat Issac sampai di kerajaan, ia menghentikan perjalanannya di Wilayah milik Lilianne dan mempersiapkan diri di sana. Sekitar dua minggu kemudian, barulah ia pergi ke wilayah Savoy.
Pembantaian terjadi. Lebih dari 70.000 pasukan musnah malam itu. Tragedi itu adalah tragedi yang paling memalukan bagi Savoy. Lebih tepatnya bagi kekaisaran. Tapi tragedi belum selesai sampai di situ.
Perintah yang Issac terima adalah menghancurkan kekuatan Savoy. Itulah kenapa ia menyerap kehidupan milik para prajurit Savoy dengan salah satu sihir kegelapannya dan melepaskan tengkorak itu ke Savoy.
Baiklah, sekarang waktunya pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam itu, keadaan pusat wilayah Savoy benar-benar kacau balau. Sebuah bola ungu pekat awalnya mengambang di langit mereka. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Tetapi beberapa menit kemudian, bola ungu itu mengembang dan meledak seperti kembang api.
Serpihan ledakannya jatuh ke tanah dan lingkaran sihir muncul dari serpihan itu. Dari sana, lebih dari sepuluh ribu Undead keluar dan menghancurkan malam di pusat wilayah Savoy yang relatif tenang.
Raungan para Undead memenuhi langit malam Wilayah Savoy. Mereka segera menyebar dan mengahancurkan pusat pemerintahan Savoy tidak peduli apapun itu. Rumah, Kuil, Toko, Gudang, dan lain-lain.
__ADS_1
Para Undead yang berasal dari arwah para Mage juga menggila. Mereka membakar apapun yang ada di depan mereka dengan sihir api, menenggelamkan berbagai tempat dengan sihir air, dan merobohkan berbagai area dengan sihir air dan angin.
Ksatria elit akhirnya datang tetapi mereka sudah terlambat. Lagipula Undead yang bangkit memiliki kekuatan sihir yang jauh lebih besar. Mereka jelas bukan tandingan para Ksatria elit dan penyihirnya.
Sementara dari langit, Issac melihat kekacauan dari atas. Di bawahnya, Savoy telah berwarna merah. Lautan api menenggelamkan Savoy yang makmur. Issac memutuskan untuk turun ke bawah. Ia belum menghancurkan target utamanya.
Seperti dewa kematian yang turun dari langit, bumi di bawahnya bergetar. Ia yang kebetulan turun di antara beberapa Ksatria yang berhasil mengalahkan satu Undead langsung diserbu oleh mereka.
Percuma, karena yang mereka tahu, potongan tubuh mereka berterbangan saat itu juga. Katananya yang berwarna hitam pekat membawa kehancuran bagi para Ksatria elit dan penyihir kuat yang mencoba untuk melawannya.
Ia tidak membunuh penduduk sipil. Tetapi kehadiran dirinya cukup untuk membuat para warga berlutut ketakutan. Matanya yang dingin memancarkan aura kematian dan kebencian yang pekat. Rasanya mereka seperti tercekik dan tidak bisa bernafas hanya dengan merasakan kehadirannya.
Tujuan Issac adalah mansion Savoy. Karena dilindungi oleh Barrier yang sangat kuat, mansion Savoy masih baik-baik saja. Di depan bangunan itu, Ksatria yang menjadi elit diantara para elit yang menjaga Savoy telah berkumpul. Jumlah mereka 200 orang.
Kekuatan mereka tidak bisa diremehkan. Selain ahli pedang, mereka juga hebat dalam sihir. Tidak kurang dari yang diharapkan Marquis Savoy karena berhasil mengumpulkan mereka.
"Jadi kau adalah bangsat yang membuat kekacauan di teritoriku!? Babi sepertimu tidak akan bisa selamat dari hukuman ilahi. Semuanya, hancurkan babi itu hingga berkeping-kepi....huh?"
Issac dengan santai melambaikan tangannya dan 200 Ksatria elit diantara elit itu hancur karena nyala api berwarna hitam pekat. Teriakan mereka memenuhi langit malam Savoy dan mengutuk tuan mereka karena telah membawa mereka pada kematian.
Savoy sendiri takut, tapi ia memulihkan dirinya sendiri. Ia menatap Issac dengan wajah yang dipenuhi oleh amarah dan kedengkian. Pedang telah tercabut dari tangannya.
"Mati!!!"
__ADS_1
Savoy maju dan mengayunkan pedangnya bertubi-tubi pada Issac. Tapi tidak ada satupun ayunannya yang mencapai dirinya. Setiap kali bilahnya hampir mencapai Issac, Pedang itu berhenti seolah tidak mau menebas dirinya.
Issac sendiri melihat pedang itu. Huh? Pedang ini hidup? Dia memiliki kehendak sendiri. Sepertinya ia tidak mau mematuhi Savoy. Issac tersenyum dan meraih pedang itu lalu merebutnya dari tangan Savoy dengan sangat mudah.
"Kuhhh!! Babi sialan! Untuk orang yang berani melawan bangsawan sepertiku! Siapa kau sebenarnya!?"
Issac tertawa kecil. Sama seperti dirinya dan Maria, Savoy adalah seorang reinkarnator. Itulah kenapa dirinya tertarik dengannya. Tapi ia hanyalah sampah. Tidak lebih. Bahkan jika ia kuat, ia bukan tandingan Issac ataupun para kekasihnya.
"Tidak perlu untuk mengetahui hal itu, reinkarnator."
Ekspresi Savoy langsung mengeras. Bagaimana ia bisa tahu kalau dirinya adalah reinkarnator!? Wajahnya mengatakan seperti itu. Karena tidak boleh lagi ada yang tahu, ia langsung menembakan sihir bola api Crimson berukuran sangat besar pada Issac.
Seperti yang diharapkan dari reinkarnator. Ia memiliki mana yang sangat besar sehingga mungkin bagi dirinya untuk mengeluarkan sihir sebesar ini. Api Crimson adalah sihir api yang sangat panas.
Tapi kekuatannya jauh lebih rendah daripada milik Lilianne. Itulah kenapa Issac tidak perlu menghindarinya dan membiarkan tubuhnya terkena api itu.
Suara tawa terdengar dari mulut Savoy. Aku telah berhasil mengahancurkannya! Tidak peduli seberapa kuat seseorang, ia tidak akan bisa selamat dari serangan api Crimson!
Atau itulah yang ia pikirkan. Nyatanya, semua ekspektasinya dihancurkan oleh orang itu. Ia muncul dari dalam kobaran api tanpa tanda terluka sedikitpun.
"Maaf mengecewakan harapanmu. Tetapi api sekecil itu tidak akan bisa menghancurkanku."
BUGHHHH!!! Issac memukul Savoy dengan tangan kosong hingga dirinya terpental dan menembus tembok mansionnya sendiri. Darah keluar dari mulutnya. Badannya terasa seperti digilas oleh gajah.
__ADS_1
"Sayang untuk membunuhmu di sini. Mari kita bertemu lagi, reinkarnator. Aku mengharapkan yang terbaik untukmu ketika kita bertemu kembali."
Dengan santai Issac menghilang dari pandangan Savoy yang tidak bisa berbuat apapun karena lukanya yang parah. Yang bisa ia lihat hanyalah bencana yang terjadi di wilayahnya.