Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Sekecil Apapun, Korupsi Tetaplah Korupsi.


__ADS_3

"Hei, kau telah mendengar kabarnya? aku dengar, kediaman pangeran ketiga diserang oleh orang-orang yang tidak dikenal!"


"Ehhh?! mengerikan sekali? siapa yang telah berani menyerang mansion pangeran ketiga? berani sekali mereka melakukan sesuatu seperti itu."


berita penyerangan mansion pangeran ketiga telah terdengar dan menjadi isu hangat bagi orang-orang yang tinggal di ibukota dan wilayah sekitarnya. tidak terkecuali di kota akademi. buktinya, di bar tempat Issac biasa hampiri, banyak pelanggan yang membicarakan itu.


"Jadi, pangeran kedua benar-benar telah bergerak ya? tidak aku sangka akan secepat ini. meskipun masih dalam bagian rencana kita sih."


"itu benar, Tuan. pangeran kedua telah menggerakkan pasukan rahasianya untuk membuat kekacauan di mansion pangeran ketiga. untungnya, pangeran Hermann sedang tidak ada di mansionnya waktu itu. jadi pangeran Hermann baik-baik saja. sekarang dia, sedang berada di dalam istana dengan alasan keamanan dan keselamatannya. pihak istana sedang menyelidiki kasus ini."


yang menjawab pertanyaan Issac adalah Wolf, kepala unit Wolfgang. sebuah divisi rahasia yang dibentuk oleh VIESTA untuk melakukan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh anggota VIESTA lainnya.


"memang. karena membunuh pangeran Hermann bukan tujuannya sama sekali. itu lebih seperti peringatan agar pangeran Hermann tidak berbuat yang macam-macam pada pangeran William."


Issac sudah memperkirakan kejadian ini semenjak dia membocorkan niat sebenarnya Pangeran Hermann pada pangeran William. dan seperti yang sudah dia prediksi, dengan akal sumbu pendek pangeran William, dia mengirimkan tim untuk melakukan sesuatu pada lawannya. tapi ada hal lain yang membuat Issac tertarik.


"kau bilang tadi pangeran sumbu pendek itu mengirimkan pasukan rahasia kan? apakah kau tahu tentang mereka?"

__ADS_1


sayangnya Wolf menggeleng. "kami memiliki informasi yang sedikit tentang itu tuan. mereka tidak tercatat sebagai pasukan resmi manapun. seperti Istana sendiri belum menyadari keberadaan mereka."


begitu. tidak mungkin untuk pangeran kedua yang bodoh membentuk pasukan rahasia yang dapat lolos dari pengamatan istana sekalipun. pasti ada sosok yang hebat dibelakangnya.


"Baiklah Wolf. ini adalah tugas barumu. selidiki mereka dan cari informasi tentang mereka sebanyak mungkin. entah itu jumlah maupun kemampuan tempur mereka. tentu saja, termasuk markas dan orang yang memimpin mereka. kau diizinkan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia oleh VIESTA."


"Laksanakan, tuan!" seketika, Wolf menghilang dari hadapannya.


****


"Is, kita menghadapi beberapa masalah." Anna menghampiri Issac yang sedang menuliskan beberapa dokumen untuk dikirimkan kepada menteri urusan dalam negeri.


"ya, ini masalah anggaran. kita sudah berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan bahan-bahan material terbaik. tetapi entah kenapa mereka mengatakan bahwa dengan uang yang kita berikan, mereka tidak bisa mendatangkan barang yang kita minta."


ada yang tidak beres. Issac lalu pergi ke sebuah rak dan mengambil sebuah tumpukan dokumen. itu adalah kumpulan laporan bukti pembayaran dan pembelian barang. selain itu, juga ada laporan pengawasan pembangunan. bersama dengan Anna, Issac menyoroti itu semua dan berusaha menemukan kejanggalan.


"ternyata begitu. sepertinya ada beberapa pihak yang berusaha menggelapkan uang-uang kita. Anna, aku akan memastikan lagi hal ini. yang terpenting, pastikan negosiasi dengan pihak penyedia material berjalan dengan lancar selama aku membereskan kasus ini."

__ADS_1


Issac berpikir bahwa hal seperti ini bisa terjadi suatu saat nanti. sepertinya prediksinya sama sekali tidak meleset. ada orang-orang yang pada akhirnya mengambil kesempatan seperti ini. dia telah menggaji pada pekerja maupun mandor dengan sangat layak. bahkan mereka diberi makan tiga kali sehari tanpa pemotongan gaji. maka korupsi sekecil apapun sama sekali tidak bisa diampuni!


Issac memutuskan untuk segera membentuk tin investigasi bersama Aurellia. tim ini terdiri dari orang-orang paling berintegritas yang berhasil di himpun dan diseleksi secara ketat oleh mereka berdua. merekalah yang akan menyelidiki dan menyelasaikan kasus ini hingga tuntas. Issac mengusulkannya ini pada Aurellia beberapa bulan sebelum proyek ini berlanjut. tetapi Issac secara pribadi sudah menjaring dan menyelidiki latar belakang orang-orang ini jauh sebelum proyek ini dimulai.


"Sekarang, mari kita lihat apa yang bisa mereka lakukan." itulah yang dia katakan pada dirinya sendiri."


****


Halo pembaca Budiman! mohon maaf atas keterlambatan update novel ini ya! karena kemarin Author sedang kehabisan kesabaran ide, jadi Author memutuskan untuk mengalihkan fokus Author ke projek lain.


FYI, Author punya Projek baru lagi yaitu novel ini!



kebetulan Author juga turut melombakan novel baru ini. mohon dukungannya ya! jangan lupa baca, klik suka, dan kasih votenya! feel free untuk menerima kritik dan saran dan pembaca sekalian!


kalau mau diskusi, bisa banget kok! berikut nomor WA author dan media sosial:

__ADS_1


WA: 081310737701


Ig: emha_rahmawan


__ADS_2