Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 33: Baron Starfall


__ADS_3

heh, akhirnya aku dipanggil ke istana ya. tidak aku sangka akan secepat ini. aku penasaran dengan wajah pangeran Lewis. akan seperti apa ya wajahnya nanti? well aku tidak banyak berharap dia akan dihukum oleh raja. seperti yang diharapkan dari fraksi terkuat dalam konflik perebutan tahta, mereka punya kartu truf untuk mengatasi barang bukti itu.


paling-paling fraksi mereka mengorbankan bangsawan rendah yang menjadi pion sekali pakai. sekaligus Robert yang menjadi kambing hitam. aku penasaran mau sampai kapan mereka terus menghabiskan pion mereka.


tapi itu bukan urusan ku sih. sejujurnya aku tidak mau ikut-ikutan dalam perebutan kekuasaan. setidaknya sekarang. entah di dunia ini maupun sebelumnya, perebutan kekuasaan menjadi hal yang sangat merepotkan. seorang anak tidak ragu untuk menikam ayahnya. seorang kawan tidak malu-malu untuk menggantung sahabatnya sendiri.


bahkan ketika manusia telah hidup di alam demokratis, perebutan kekuasaan tetap menjadi masalah sepanjang eksistensi bernama manusia tetap ada. perang sipil, agresi ke negara lain, pembantaian, dan berbagai tindakan keji lainnya mereka lakukan hanya untuk sebuah kursi bernama kekuasaan. sungguh menyedihkan.


tapi aku yakin akan datang saatnya dimana aku akan, suka atau tidak suka, terjerumus dalam konflik tahta. entah berada di pihak mana aku akan berdiri. ayah selama ini mengambil sikap netral. mungkin tindakan itu akan diikuti oleh Marquis selanjutnya. tapi aku tidak bisa seperti itu. insting ku mengatakan bahwa tidak lama lagi, kekacauan akan terjadi di benua Lantos dan itu akan berdampak pada orang yang akan aku sayangi.


yah mari kesampingkan hal-hal seperti itu. aku sudah melakukan beberapa persiapan untuk hal itu. entah efektif atau tidak, mari serahkan sisanya pada keberuntungan ku.


ada sekitar dua hari lagi sebelum aku pergi ke istana. para pelayan sibuk mondar-mandir untuk menyiapkan pakaian ku. Hei, masih ada dua hari lagi. jadi santai saja oke?!


"hei, hei, Is-chan, jika Luna tahu kamu diundang ke istana, dia pasti akan memelukmu dan mencium pipimu berkali-kali, dan bahkan melempar mu dan menangkap mu lagi seperti ketika kau berusia tiga tahun" begitu lah kata Maya Kaa-san, tapi.....heii kau bahkan melakukan semua hal yang kau katakan tadi!!


sekarang aku sedang berada dalam pelukannya. *********** yang besar membuat ku sulit bernapas. hei lepaskan!! walaupun sejujurnya...ehem, cukup empuk dan lembut sih....


tidak, tidak, tidak!! lupakan itu! Maya Kaa-san adalah milik ayah jadi aku cukup dengan kakakku saja!! mereka juga mulai tumbuh lhoo. tangan ku sering tenggelam saat menggandeng mereka!

__ADS_1


ayah yang dari tadi melihat tingkah kami hanya pasrah. dia tahu Sendiri bagaimana perilaku istrinya, makanya diam saja. dasar ayah bodoh!!


tapi akhirnya ayah menginterupsi. "Maya sudah cukup menggoda Issac. dia harus segera menyiapkan banyak hal sebelum ke istana. termasuk mengajarkan hal yang harus dilakukan dan dihindari ketika berada di istana kerajaan."


Maya Kaa-san terlihat agak cemberut tapi dengan berat hati dia tetap melepaskan ku. untungnya Via datang dan akhirnya Maya Kaa-san bermain dengan Via.


"baiklah kalau begitu, ayo Is, aku akan mengajarkan beberapa hal padamu. termasuk dalam berpakaian. jangan berani memakai pakaian yang biasa kau gunakan atau aku akan menggantung mu dalam posisi terbalik!"


ehhh mengerikan!! aku bisa melihat aura iblis di belakang tubuh ayah! akhirnya aku dengan lelah diceramahi oleh ayah soal etika keluarga kerajaan.


****


kalau bisa Issac berniat memerintahkan para agennya untuk meminta cetak biru Istana. tapi segera mengurungkan niatnya. mereka pasti memiliki banyak hal, entah itu artefak, pasukan bayangan, atau apapun yang siap memberantas orang-orang yang berani mengganggu keluarga kerajaan.


dia jelas bisa mengalahkan mereka jika Issac mau, tapi untuk sekarang, mengusik keluarga kerajaan bukan keinginannya. kecuali jika mereka mengganggunya terlebih dahulu.


sesampainya di halaman Istana, Issac turun terlebih dahulu. ayahnya akan bergabung dengan bangsawan lain di ruang tahta dan Issac segera dihampiri oleh para pelayan istana. dia mendapat sebuah briefing singkat dari seorang butler. Issac mengangguk saja mendengar penjelasannya.


Issac berjalan mengikuti sang pelayan melewati aula dan menyusuri lorong istana. dia tidak bisa tidak kagum melihat keindahan luar dan dalam istana. akan sulit baginya untuk mendeskripsikan betapa glamornya istana kerajaan.

__ADS_1


sampai di depan pintu ruang tahta, mereka berhenti. disitu sudah ada dua orang yang akan menjaga ruang tahta. dilihat dari aura mereka, jelas dua orang itu adalah prajurit yang sangat kuat, terlepas dari penampilan luar mereka.


mereka berdua membuka pintu ruang tahta yang super besar murni dengan kekuatan fisik.


sementara itu di dalam ruang tahta, berbaris para bangsawan di kanan dan kiri tahta. paling depan dari mereka adalah bangsawan peringkat tinggi. disusul oleh yang lebih rendah dibelakang nya. Raja Heinz yang sekarang, Leonidas R Heinz dengan gagah duduk di atas kursi. sementara di sampingnya ada perdana menteri Heinz, Jeremiah Bless.


Issac maju melewati para bangsawan. lalu dengan rendah hati berlutut dihadapan raja.


"benarkah kau anak yang bernama Issac Randall? seorang anak lelaki yang menyelamatkan putri ku dari sergapan para monster?"


suara raja Leonidas sangat dalam dan berwibawa. walaupun usianya sudah masuk kepala tujuh, tetapi sisa masa mudanya jelas belum pudar.


"benar wahai yang mulia Baginda raja."


"bagus sekali anak muda. kau adalah pahlawan kerajaan karena telah berhasil menyelamatkan seorang royalti. untuk itu, aku memberikan sebuah kehormatan untukmu berupa gelar Baron Starfall."


para bangsawan tercengang. termasuk Marquis Randall. namun entah raja maupun perdana menteri sama sekali tidak bergeming.


"dengan rendah hati saya Issac Randall, akan menerima kehormatan dari yang mulia."

__ADS_1


dengan ini, seorang legenda telah lahir Issac R Starfall.


__ADS_2