
setelah malam yang cukup panjang berlalu, akhirnya waktu pagi tiba. matahari yang terbit dari timur menyinari tenda kami yang agak lembab karena angin dingin semalam. pada akhirnya sepanjang malam, aku yang berjaga. itu karena tiba-tiba terjadi badai yang cukup besar tadi malam jadi aku tidak tega membangunkan mereka. aku tentu saja tahan dengan terpaan badai semalam tapi kalau itu mereka yang sekarang, aku yakin mereka pasti akan beku.
yang pertama kali bangun di antara mereka adalah James lalu disusul oleh Evelyn. untuk Anna, karena dia tidur lebih terlambat dari mereka, jadi dia belum bangun. baiklah, membiarkan dia tidur setengah jam lagi tidak akan buruk jadi biarkan saja.
"Hoaaaammm.... apakah sudah saatnya bergantian Issac? ah maaf, biarkan aku menyegarkan diri terlebih dahulu."
aku berusaha menahan tawa mendengar gumaman James. anak ini selalu saja mencoba untuk bergerak cepat. tetapi maaf kawan, kau sudah sangat terlambat.
"Selamat pagi James. tidak, matahari sudah terbit dari timur. seperti yang bisa kau lihat."
mendengar penjelasan ku, James membelalakan matanya karena kaget. entah kemana perginya rasa kantuk tadi. dia dengan sigap berdiri dan berlari keluar tenda. benar kan? langit sudah secerah ini.
"Eh, berarti semalaman tadi kau adalah satu-satunya orang yang berjaga kan? kenapa kau tidak membangunkan kami dan segera beristirahat!?"
James menggoncankan tubuhku berkali-kali. Oi Oi Oi! tenanglah oke? aku akan memberikan penjelasan padamu!
"Yah kau tahu? tadi malam terjadi badai yang cukup besar dan dingin. tentu saja aku tidak tega untuk membangunkan kalian. aku yakin jika kalian memaksakan diri untuk berjaga, kalian justru akan membeku dan membuat keadaan semakin merepotkan."
James termenung sejenak setelah mendengar penjelasanku. yah, dia bukan orang bodoh yang keras kepala meskipun memiliki sifat yang otak-otot. seharusnya dia memaklumi pertimbanganku. aku tahu, James mungkin merasa tidak enak karena selalu mengandalkan ku. tetapi aku sama sekali tidak keberatan tentang itu
"Yeah, kau ada benarnya juga. keadaan akan menjadi lebih berbahaya. Terimakasih atas pertimbanganmu oke. tetapi lain kali, tolong andalkan kami juga. mau bagaimana-pun kita adalah sahabat."
aku menepuk pundaknya untuk membesarkan hatinya. "Tentu saja. aku sama sekali tidak keberatan untuk berjaga semalaman. lagipula aku bisa bertahan dari hal-hal semacam ini. tenang saja, aku pasti akan mengandalkan kalian untuk banyak hal. lagipula aku juga sudah sering merepotkanmu. iya kan?"
James mengangguk dan tersenyum. Evelyn juga sama merasa tidak enaknya seperti James tetapi dia sepakat dengan apa yang aku katakan. setelah urusan itu diselesaikan, kami mulai menyiapkan sarapan. pagi ini kami tidak memasak untuk menghemat waktu jadi kami hanya memakan roti dan daging kering serta segelas susu yang sudah kami hangatkan. Evelyn juga membangunkan Anna untuk ikut makan. tidak perlu waktu banyak, kami menyelesaikan makan pagi kami.
"Yoh bocah, Kalian sudah siap untuk melanjutkan perjalanan? jika semuanya berjalan lancar, kita akan sampai wilayah Clifford dalam satu setengah hari. aku akan sedikit cepat jadi pastikan kalian tidak mabuk perjalanan oke?"
__ADS_1
Pak Kusir mengatakan itu pada kami ketika semua barang sudah diangkut kembali ke gerobak. kelihatannya si Kuda juga dalam kondisi terbaiknya hari ini. sebenarnya aku mengharapkan untuk sampai lebih cepat, tetapi mengingat kondisi jalan yang sedang bersalju seperti ini, untuk sampai kesana dalam satu setengah hari merupakan sesuatu yang luar biasa. apalagi dengan kondisi gerobak yang seperti ini.
oh, Pak Kusir juga mengembalikan selimut yang aku berikan padanya. dia bilang kalau dirinya sedang beruntung karena selimut yang dia pakai melindunginya agar tetap hangat dalam badai semalam. dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika seandainya dia memaksakan dirinya untuk menggunakan selimut lusuh dan tipis miliknya. aku juga sama sih.
setelah selesai bersiap, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju wilayah Clifford.
****
Selama sisa perjalanan menuju kesana, semuanya berjalan sesuai rencana. tidak ada satu masalah pun yang mereka hadapi. paling-paling kuda yang kelelahan. itupun segera mendapatkan vitalitasnya kembali ketika Kusir memberikan sejenis tanaman kepada kudanya.
kata Kusir kepada Issac dan teman-temannya, itu adalah tanaman yang dapat mengembalikan tenaga bagi para hewan yang biasa mengangkut barang seperti kuda dan keledai. dan satu setengah hari kemudian, mereka telah memasuki wilayah kekuasaan Earl Clifford. butuh satu jam untuk masuk ke kota Cliff menggunakan kuda dari wilayah terluar kekuasaan Clifford.
"Baiklah, seperti yang kalian minta, aku hanya akan mengantar kalian sampai sini saja. ah, sepertinya mereka sudah tidak membatasi akses keluar masuk di gerbang kota jadi aku yakin kalian bisa melewatinya. hati-hati juga terhadap barang-barang kalian oke! kalau begitu sampai jumpa kembali!"
Kusir meninggalkan mereka setelah sampai di gerbang kota. selain membayar tarif yang dari awal sudah ditentukan, Issac juga memberikan tip kepada Sang Kusir serta selimut yang kemarin dia pinjamkan. mood pak kusir terlihat sangat senang saat Issac memberikan itu jadi dia meninggalkan mereka dengan ekspresi yang ceria.
mereka membayar biaya masuk kepada ksatria penjaga gerbang. ternyata harganya lebih mahal bahkan jika dibandingkan dengan wilayah Randall yang lebih maju. Issac curiga bahwa ada pungutan liar atau penggelapan yang dilakukan oleh mereka. yah, dia sedikit tidak senang uangnya digunakan oleh hal tidak berguna seperti itu. tetapi mau bagaimana lagi kan?
keadaan di dalam kota terlihat kontras dengan gerbang kota yang terlihat megah. banyak toko yang tutup padahal masih siang. tidak hanya itu, mereka juga melihat banyak orang-orang berpakaian lusuh duduk di pinggir jalan dengan wajah yang pucat dan perut terlihat kurus. tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak juga banyak terlihat.
menyedihkan. itulah yang terlintas di pikiran James, Evelyn, dan Anna. sementara Issac, dia sepertinya tidak terganggu sama sekali sehingga menimbulkan pertanyaan ketiga sahabatnya.
"Issac, apakah tidak apa-apa membiarkan mereka seperti itu? apakah kau tidak berpikir untuk menolong mereka?"
Issac menggeleng mendengar pertanyaan Anna. "Tidak, itu tidak diperlukan. Earl Clifford seharusnya yang bertanggung jawab untuk memastikan dan menjamin kesejahteraan mereka. bukan kita. kita tidak lebih dari seorang petualang yang datang ke kota ini untuk menyelasaikan Quest dari Guild petualang. hanya itu saja."
Issac mengatakan itu. nadanya sangat datar dan kosong tetapi sangat dingin. Anna dan yang lainnya tidak bisa memastikan apa yang Issac pikirkan sehingga mereka tidak memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa lagi.
__ADS_1
mereka memutuskan untuk mencari penginapan yang agak bagus untuk memastikan barang-barang mereka aman. tadi, Pak Kusir menyarankan kepada mereka agar menginap disebuah tempat yang bernama Cat inn. itu adalah nama yang agak aneh tetapi sering digunakan oleh para petualang untuk menginap.
tidak lama kemudian, mereka menemukan tempat itu dan segera masuk ke dalamnya.
"Selamat datang di penginapan kami! ingin menginap berapa malam Disni?
mereka disambut oleh seorang wanita paruh baya bertubuh agak gemuk. disampingnya ada seorang gadis kecil berambut kuning pirang dengan rambut dikepang. mungkin ini adalah penginapan yang dikelola oleh keluarga.
"Ya, kami ingin menginap selama tiga hari disini." kata Issac saat yang tiba di depan wanita itu.
"Baiklah. 60 koin tembaga untuk tiga hari per orang. belum termasuk dengan biaya makan ya. silahkan ambil kuncinya, kamar kalian ada dilantai tiga."
Issac dengan sopan mengangguk dan membagikan kunci kepada sahabatnya. mereka tinggal beres-beres saja setelah ini. karena masih agak kelelahan, mereka akan pergi ke guild untuk menginformasikan misi mereka dan mulai Menyelesaikan misi mereka besok. hari ini, mereka fokuskan untuk istirahat dan memulihkan tenaganya terlebih dahulu.
****
Di Gerbang Masuk Kota Cliff....
beberapa Ksatria terlihat sedang mengobrol. ada lima orang diantara mereka dan salah satunya adalah kepala Ksatria kota Cliff.
"Hei kau tahu, tadi ada petualang yang datang ke kota ini. mereka bodoh ya, kenapa datang kesini saat cuaca sedang seperti ini hahaha" tawanya disusul oleh ksatria lain.
"mereka empat orang kan? aku lihat diantara mereka ada dua wanita, aku jadi ingin 'mencicipi' salah satu diantara mereka. terutama wanita yang terlihat pemalu dan berambut coklat itu. tubuhnya sangat luar biasa." lidahnya yang panjang menjulur seperti kadal. dia adalah kepala Ksatria.
"bagaimana cara kau melakukan itu pak?" salah satu dari mereka penasaran.
"cih, dasar bodoh, mereka itu hanya petualang rendahan. sedikit trik bisa membuat mereka terperangkap. tenang saja, jika ini semua berjalan lancar, aku akan memberikan sesuatu yang memuaskan kalian."
__ADS_1
perkataan Komandan Ksatria itu disambut sorakan oleh para bawahannya. demi sesuatu yang memuaskan itu, mereka mulai mendiskusikan cara yang tepat untuk menjebak para petualang itu.