
"Kau menggunakan tunangan mu sendiri untuk mengawasi bocah itu dan membunuhnya!? Gegabah Sekali!"
Bernard Rutsell merasa telinganya terganggu. menggunakan Anna Sera sebagai alat untuk mengawasi Issac dan membunuhnya? jangan bercanda! Bernard mengepalkan tangannya dan menggebrak meja.
"Tch, Berisik sekali kau Bernard. itu adalah keputusan terbaik Yang kami ambil. jadi tidak perlu protes."
merasa terganggu dengan tindakan Bernard, Geitz mencibir Bernard dan menenggak wine-nya. Gustave dan bangsawan lainnya juga terlihat tidak acuh dan terus bermain bersama 'mainan' mereka.
Bernard akhirnya pasrah. sebenarnya di sudah menyiapkan orang untuk mengawasi kegiatan Issac. mau bagaimana pun dialah yang bertanggung jawab untuk itu. tapi sebelum dia bergerak, dia terpaksa harus mengubah rencananya.
Bernard tidak keberatan soal siapa yang harus mengawasi Issac, tapi jika pada akhirnya pilihan itu jatuh pada Anna maka itu adalah blunder terbesar mereka. sejauh yang Bernard pantau, Anna dan Issac sudah menjadi sahabat dekat sebelum perintah untuk mengawasi Issac diberikan pada Anna.
mungkin akan baik-baik saja jika tugas itu diberikan kepada Anna sejak awal tetapi sudah terlambat. Bernard tidak tahu pasti tapi yang jelas cepat atau lambat Anna akan memberi tahu Issac tentang ini.
"Apakah masa depan kerajaan akan baik-baik saja jika diserahkan kepada mereka yang bahkan tidak becus untuk menangani hal seperti ini?"
ungkapan pesimis itu dia simpan dalam hati. sebenarnya dia tidak mau menjadikan Issac sebagai musuh. dia sendiri tidak tahu banyak tentang Issac tapi intuisinya mengatakan bahwa Issac adalah orang yang tidak boleh dia buat marah.
ini terjadi ketika dia secara tidak sengaja Melihat Issac saat ujian masuk berlangsung. kekuatannya yang luar biasa dan kapasitas mana yang tidak terukur, memikirkan hal seperti itu membuat dia merinding lagi.
nah adapun sekarang, dia hanya ingin mengawasi Issac. itu saja. ketika dia mengatakan bahwa Fraksi bangsawan harus menemukan waktu yang tepat untuk menghabisinya adalah alasan dia saja agar dia bisa membaca potensi kekuatan Issac. meskipun dia yakin kalau mereka bahkan tidak bisa menyingkirkan Issac bahkan jika mereka mau.
lebih spesifik lagi dia sebenarnya tidak terlalu berminat untuk bergabung dengan mereka jika bukan karena posisi keluarganya. ini menyedihkan, tapi karena hubungan baik yang terjalin dengan keluarga Conrad sudah cukup lama, akhirnya Count Rutsell harus berada di sisi yang sama dengan Duke Conrad dalam persaingan mahkota.
__ADS_1
dan untuk memperkuat posisi Count Rutsell dia harus bekerja dengan si Gustave. dia tidak memandang Gustave dengan rasa hormat atau apapun itu. bagi Bernard, Gustave hanyalah seorang narsis yang ingin merebut gelar Duke yang akan di wariskan ke kakaknya dari Istri Duke yang lain, Maximilian Conrad.
Gustave merasa bahwa dirinya lebih layak daripada Maximilian karena darah bangsawan yang ada di tubuhnya adalah darah murni. tidak seperti Maximilian yang darahnya kotor karena hasil dari peranakan rakyat jelata. padahal jika ditanya siapa yang paling berbakat, tentu saja itu Maximilian.
Bernard menghembuskan nafas lalu pergi dari ruang itu. berhadapan dengan mereka memang selalu merepotkan.
"Semoga hal buruk tidak terjadi padaku."
setelah mengatakan itu dia pergi menyusuri lorong yang cukup gelap. seperti suasana hatinya.
*****
"Aaaaccchoo" Brrr, uhh aku merasa kedinginan. apakah ada orang yang membicarakan ku? bodo amat sih sebenarnya. tapi tetap saja bersin ini sangat mengganggu!
"Ah, ada apa Issac? apakah kau sedang sakit?" James yang terlihat bingung karena aku tiba-tiba bersin bertanya.
hari ini aku bersama dengan James dan Anna sedang, apa yang harus aku katakan, rapat mungkin?
intinya seperti itu. omong-omong, karena mulai sekarang Anna sudah mulai bekerja denganku, aku memutuskan untuk mempertemukan Anna dengan James.
yah ketika mengetahui bahwa ternyata Anna adalah anak dari penguasa wilayah tempat dia berasal, suasananya menjaga sedikit canggung. tapi karena Anna adalah gadis yang Egaliter dan supel, kecanggungan itu akhirnya hilang dalam waktu singkat.
alasan ku mempertemukan mereka sederhana saja. karena mereka akan jadi rekan kerja yang saling berkoordinasi satu sama lain. dengan ini pekerjaan kami akan menjadi lebih mudah.
__ADS_1
pemandangan ini terlihat aneh ya? tiga bocah berusia 13 tahun sedang rapat dan membahas tema yang begitu berbahaya? tapi tak apalah. di dunia ini 15 tahun sudah dianggap dewasa jadi mereka yang berusia 13 tahun tidak dipandang sebagai bocah-bocah amat.
"Baik aku akan mulai. seperti biasa, anak bangsawan itu...mereka semua menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya. mereka belum melakukan pergerakan secara khusus. aku juga diminta untuk terus memantau mu oleh Gustave dan lainnya tapi..."
tapi apa Anna!? kenapa kau memiliki kebiasaan untuk memotong perkataan mu di tengah jalan!? ya ampun gadis ini. jika Moodnya sudah baik dia akan seperti ini terus.
"Kau harus waspada terhadap satu orang. Bernard Rutsell."
aku memiringkan kepala, "Bernard Rutsell? murid tahun keempat dan pewaris keluarga Rutsell. ada apa dengan dia? aku tidak tahu banyak tentangnya."
"aku juga sama. tapi sepengamatan ku, jika dibandingkan dengan yang lain, dia adalah murid dengan intuisi yang tajam dan juga berhati-hati. aku tidak akan kaget jika dia sudah tahu bahwa aku berbicara soal tugas yang diberikan Gustave padamu."
ohhh...aku mengangguk sambil memegang dagu ku. ini menarik. Bernard Rutsell kah? sepertinya aku harus berhati-hati dengan dia. haruskah aku bertemu dengannya setidaknya sekali? baiklah, mari kita atur itu untuk nanti.
aku berterimakasih kepada Anna dan sekarang, giliran James lah yang memberikan laporan.
"sejauh ini, seperti yang diharapkan, persatuan mereka belum solid. mereka belum memiliki motivasi yang jelas serta susunan yang teratur. tidak ada aksi. kebanyakan rencana mereka hanya sampai di mulut saja tapi..."
nah James, jangan ikut-ikutan oke?
"ada salah seorang murid tahun ketiga yang mencolok di antara mereka, namanya Theodore. ku pikir di antara anggota fraksi lainnya dia adalah orang yang paling keras memusuhi bangsawan.
sampai saat ini aku dan bahkan sebagian besar dari kami masih belum mengetahui dari mana asal kebencian itu."
__ADS_1
uwaahhh apakah si Theodore ini radikal? biarin sih. tapi orang yang terlalu ekstrem seperti dia punya kemungkinan untuk mengganggu rencana ku. aku akan memikirkan cara untuk mengatasi nya nanti.
baiklah, karena rapat sudah selesai, akhirnya suasana formal sudah hilang. aku mengajaknya kedua sahabat ku untuk minum teh di kafetaria. ahhh enaknya hari ini!