Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 9: Para Bandit dan persiapan Subjugasi part 1


__ADS_3

* sudut pandang ketiga


tiga hari setelah liburan tiga bersaudara, Arthur mengumpulkan keluarga nya di ruang kerjanya. tidak hanya keluarganya sih, pegawai yang selama ini membantu kerja Arthur juga turut hadir. mereka berkumpul untuk membahas satu hal. subjugasi bandit. ini bukan pertama kalinya Marquisdom Randall memerangi bandit.


mau bagaimana pun, wilayah Randall adalah wilayah yang seringkali digunakan sebagai tempat transit oleh banyak kalangan yang akan berpergian ke daerah kekaisaran. maka dari itu tingkat mobilitas di wilayah Randall sangat tinggi. mereka masuk ke wilayah kota Romeon dengan membayar retribusi. setelah di kota mereka menyewa penginapan, membayar untuk makan, dan mengisi ulang stok sebelum melanjutkan perjalanan. inilah salah satu penghasilan utama Marquisdom.


dengan tingkat mobilitas yang begitu tinggi, wajar jika banyak orang yang berusaha mengambil keuntungan dengan cara yang kotor. salah satunya adalah bandit. mereka menyasar karavan-karavan pedagang bahkan bangsawan. sejauh ini mereka berhasil diberantas tapi entah kenapa di era nya, mereka sangat sulit diatasi.


" hari ini setidaknya ada dua laporan yang kami dapatkan dari kesaksian para pedagang yang barang dagangan nya dijarah oleh penyamun itu." Arthur meletakan beberapa lembar kertas di atas mejanya.


kertas itu berisi laporan mengenai aktivitas para bandit yang terus dipantau oleh para pengintai yang dikirim telah diturunkan untuk mengawasi pergerakan para Bandit.


pada akhirnya isi dari kertas itu hanya laporan bahwa tim pengintai sama sekali tidak bisa mendeteksi pergerakan gerombolan perampok itu.


sementara di kertas lain berisi kesaksian para pedagang yang selamat setelah berhasil kabur dari serangan bandit. kesaksian itu berisi kurang lebih mengenai seperti apa penampilan rombongan penyamun itu dan bagaimana mereka beraksi. termasuk titik lokasi dimana bandit itu menyerang.


seharusnya laporan saksi ini bisa sangat membantu. namun entah kenapa setiap kali tentara Marquis bergerak, para perampok tidak ditemukan. begitupun dengan harta rampasan mereka.


jumlah mereka belum bisa dipastikan karena setiap beroperasi mereka selalu menggunakan topeng dan jubah berwarna hitam. tapi tidak mungkin mereka bisa bergerak dengan sangat cepat sembari membawa banyak barang hasil rampasan. kemungkinan besar para bandit memiliki artefak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan rampasan mereka.


tapi jika mereka punya, siapa yang sebenarnya memberikan benda itu kepada mereka? Artefak penyimpanan adalah artefak langka yang bahkan diperlakukan sebagai harta nasional di kerajaan Heinz.


ini hanya hipotesis Arthur, tapi dia yakin bahwa salah satu bangsawan yang selama ini menjadi lawan bagi Marquisdom Randall, yaitu Duke Conrad. Arthur menduga ada campur tangan Duke Conrad kali ini.


tapi bahkan dia tidak mempunyai bukti yang cukup untuk melengkapi potongan analisisnya. Dia juga yakin ada yang dengan sengaja membocorkan pergerakan para tentara kepada para bandit. tapi entah siapa yang melakukannya dia tidak punya ide.


setelah keluarga nya berkumpul, Arthur akhirnya memulai rapatnya. Arthur duduk di bagian paling ujung. sementara disebelah kanannya ada kedua istrinya dan kedua anak laki-lakinya, Albert Randall sang anak kedua dan Geitz Randall, anak pertama Arthur.

__ADS_1


di sebelah kirinya adalah beberapa pegawai yang selama ini membantu Arthur dalam mengatur dan mengolah wilayah Randall. sementara di sebelah mereka adalah Misha, Sasha, dan tentunya adik kesayangan mereka, Issac.


"seperti yang kalian tahu, akhir-akhir ini aktivitas para bandit semakin masif." Arthur memulai rapat sembari membuka sebuah peta yang menggambarkan wilayahnya.


" menurut laporan dari para pedagang, mereka beraksi di area-area ini." Arthur menandai beberapa titik lokasi dengan pena-nya.


"tapi ketika para prajurit dikirim ke lokasi, para bandit sudah lari. dan yang jauh lebih merepotkan adalah mereka menguras habis barang dagangan serta pasokan makanan yang dibawa oleh para pedagang dan kurir.


mereka tidak meninggalkan bukti apapun selain gerobak yang telah terbakar dan kuda yang mati karena mereka bunuh. operasi mereka benar-benar rapih untuk sekelas perampok.".


semua hadirin mendengarkan dengan fokus penuturan Arthur. hanya ada satu orang yang meletakan kepalanya di meja dengan malas. siapa lagi kalau bukan si pemalas Issac. well, Issac memang dianggap pemalas jika membicarakan soal rapat seperti ini.


Albert yang melihat tingkah Issac menggelengkan kepalanya. astaga anak ini. tentu dalam hati dia mengeluh. walaupun pandangan nya terhadap Issac cukup dingin, dia sebenarnya peduli dan sayang dengan Issac. hanya saja cara menyayangi dia memang berbeda dengan para saudara perempuannya.


" Issac, tindakan mu mengganggu kami. jika kamu memang tidak berniat mengikuti rapat, kamu bisa keluar dan bermain di sekitar mansion. kalau kamu ingin ke kota kamu dapat membawa pengawal."


" Tidak nii-san. aku minta maaf karena kemarin aku tidur terlalu malam dan sekarang aku mengantuk.". lagi-lagi Albert menggelengkan kepala sambil menghembuskan nafas. bagaimana pula seorang anak kecil tidur terlalu malam.


" lain kali jangan tidur terlalu malam. aku akan meminta pelayan untuk membuat minuman penyegar. maaf ayah atas intrupsi nya. silahkan lanjutkan rapat nya."


Arthur akhirnya melanjutkan, " para pengintai yang kami kirim untuk mengawasi para bandit juga kembali dengan tangan kosong. mereka tidak mampu menelusuri jejak maupun markas para bajingan itu.


kami juga mengirim tim patroli untuk memastikan keamanan jalur menuju wilayah Randall. tapi bahkan sepertinya gerakan para perampok sangat cekatan sehingga tim patroli pun tidak bisa sampai ke tempat kejadian tepat waktu.


pada akhirnya, opini dari para karavan pedagang serta bangsawan terhadap Wilayah Randall menjadi agak jelek. yah berkat dibangun-nya berbagai fasilitas hiburan di wilayah ini opini dan pandangan mereka tidak terlalu buruk. tapi jika ini terus dibiarkan krisis kepercayaan akan terjadi dan itu akan menjadi mimpi buruk ketika pasukan istana akhirnya turun tangan." Arthur mengakhiri penjelasannya.


" Ayah! Mengapa kita tidak mengerahkan para tentara dengan jumlah besar untuk menyusur jauh ke dalam hutan saja?! bukankah itu jauh lebih efektif daripada mengirim sebagian kecil prajurit untuk patroli dan pengintai?! jika para komandan takut, biar aku saja yang langsung memimpin pasukan ini!!"

__ADS_1


Geitz, anak pertama Arthur dengan emosi langsung memberikan usulan. sekarang dia sedang mengeyam pendidikan di Akademi bersama dengan Albert. dia pulang ke wilayah Randall setelah diberi izin khusus dari akademi untuk ikut menyelesaikan masalah di wilayah nya.


jujur saja, dalam pandangan Issac, Geitz hanyalah anak bangsawan payah yang seringkali menggunakan nama ayahnya untuk melakukan tindakan konyol dan bodoh. sebenarnya entah itu Geitz maupun Albert di didik dengan baik selama mereka di wilayah Randall. termasuk untuk tidak berbuat sewenang-wenang pada siapapun.


namun semenjak Geitz tinggal di ibu kota, tingkahnya mulai berubah. alih-alih fokus dalam studi nya, dia malah memilih untuk menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. bahkan sering mengatasnamakan ayahnya untuk melakukan hal yang tidak pantas. ada kemungkinan ini adalah hasil dari pergaulannya antara dia dan para bangsawan di ibu kota.


" dasar kakak bodoh. sudah ku duga isi kepala mu tidak sebesar jari jempol mu. tidak ada jaminan bahwa markas para bandit ada di dalam hutan. alih-alih berhadapan dengan bandit yang ada kau akan berhadapan dengan monster tingkat tinggi yang merepotkan.".


mendengar celaan dari adiknya, Geitz jelas naik pitam. dia hampir saja melayangkan sebuah pukulan ke Albert jika tidak dihentikan oleh Arthur.


Arthur menghela nafas, " Albert, apakah kau punya usul yang lebih baik?" Albert berpikir sejenak, lantas menggeleng.


" ku pikir ada. seharusnya kita masih memiliki kesempatan untuk memburu para bandit itu. kelihatannya aktivitas para bandit, meski kelihatan acak, mereka terlihat memiliki pola dalam menjalankan aktifitas nya." Albert mulai menjelaskan ide nya.


dia menyarankan untuk menaruh beberapa pasukan kecil di lokasi yang pernah menjadi aksi para bandit. lokasi ini di dasar kan pada laporan para korban bandit. Albert juga menyarankan meletakan sebuah tim di lokasi yang berpotensi menjadi tempat para perampok itu melakukan aksi mereka.


Geitz, yang sarannya tidak disetujui, dengan keras meninggalkan lokasi rapat. sementara yang lain mendengarkan penjelasan dan ide Albert.


Issac tentu ikut mendengarkan. namun di dalam hatinya ia menyeringai dingin.


****


malam itu, seorang pemuda berjalan melewati kota Romeon yang telah sepi. angin dingin berhembus menusuk kulit nya tapi dia tidak merasakan apapun. tiba-tiba sebuah anak panah melesat di hadapannya dan jatuh tepat di depan kaki nya.


di anak panah itu, terlihat secarik kertas yang digulung. dalam kertas itu terdapat sebuah tulisan.


" Persiapan selesai. Operasi Hukuman Neraka Siap dilaksanakan." melihat isi surat itu, pemuda itu menyeringai. malam ini, sesuatu yang berdarah-darah akan di mulai.

__ADS_1


__ADS_2