Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 64: Undangan Dari Issac


__ADS_3

"Hoi Bernard! kau terlihat sangat Bermasalah. tidak biasanya kau seperti ini. apakah ada sesuatu yang mengganggu mu?"


Sambil menenggak anggur nya, dia menggeleng. sekarang dia sedang berada di tempat Fraksi bangsawan biasanya berkumpul. sungguh, meskipun sudah lima tahun dia berada disini, dia tidak pernah terbiasa.


tapi bukan itu yang membuat dia pusing. pembunuhan yang dilakukan oleh Maurice dan Louis lah yang membuat dia berada dalam kondisi seperti sekarang. tindakan bodoh yang dilakukan kedua orang itu akan menyulitkan fraksi bangsawan untuk kedepannya.


Bernard, bisa dikatakan agak berbeda dengan anak bangsawan lain. semuanya menyadari bahwa Fraksi Anti Bangsawan itu ada di Akademi. tapi hanya Bernard yang menyadari sejauh mana potensi ancaman mereka untuk para bangsawan.


menurut perhitungannya, saat ini keberadaan mereka tidak bisa mengancam posisi dan hegemoni para bangsawan. mereka mungkin punya massa yang banyak, tapi mereka tidak punya visi yang sama. lagipula tidak ada orang kharismatik yang dapat menyatukan mereka sampai saat ini.


selain itu, selama akademi berdiri, Dana yang digunakan untuk operasional akademi maupun gaji para guru berasal dari donasi para bangsawan. begitu juga berbagai bangunan serta buku-buku yang menjadi koleksi di perpustakaan Akademi, itu semua ada berkat sumbangsih mereka.


karena hal ini pula-lah yang membuat para guru maupun pekerja lainnya mencari aman selama mereka bekerja di Akademi. bahkan banyak dari mereka yang dengan senang hati bekerjasama dengan anak-anak bangsawan. biasanya mereka tutup mata dan mulut setelah disogok oleh para berandalan kecil berbaju mewah itu.


itulah kenapa pada akhirnya, posisi para bangsawan selama ini sama sekali tidak tergoyahkan.


tetapi dia tidak yakin hal ini akan. berlanjut selamanya. 10 orang yang dibunuh oleh Maurice dan Louis di depan ratusan pasang mata rakyat biasa akan menjadi pemicu yang luar biasa bagi mereka untuk bersatu.


selama ini, kasus penindasan rakyat jelata oleh para bangsawan hanya berakhir diantara para guru saja sehingga murid lain yang tidak terdampak secara langsung hanya menganggap itu sebagai rumor. paling-paling hanya teman terdekat para Korban yang mempercayai kebenaran itu.


tapi melihat tindakan mereka berdua secara langsung, bahkan dengan riang gembira mengangkat dan mengarak kepala 10 orang itu yang sudah dipenggal langsung dihadapan mereka itu....ah sudahlah. Bernard sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.


"Seandainya aku dilahirkan sebagai seekor kucing." itulah ekspresi hatinya sekarang.


"Permisi Tuan Bernard." tiba-tiba suara gadis yang akrab memanggilnya. saat ia mendongak, ternyata itu adalah Anna Sera.


tanpa banyak cakap, Anna memberikan sepucuk surat untuk Bernard. dia tidak menjelaskan dari siapa surat ini dan apa isinya. bahkan setelah memberikan surat itu, dia langsung pergi setelah pamit.


dia tidak punya pilihan lain. dia buka amplop yang melapisi surat itu dan langsung terdiam begitu membacanya. dia mengucek matanya dan sekali lagi melihat isi dari surat itu.


tidak salah lagi! ini adalah surat undangan. tapi kenapa harus sekarang? Bernard tidak punya ide. baiklah, kalau begitu dia memang harus datang untuk mengonfirmasi niat dari orang ini. tentu saja secara langsung.


dia dengan cekatan langsung pergi meninggalkan tempat pesta.


****

__ADS_1


"Bagaimana Anna, apakah kau sudah memberikan surat itu kepada orang yang bersangkutan?"


Issac yang sedang minum teh dengan santai bertanya kepada Anna, yang memilih untuk minum Anggur dingin.


"Tentu saja. tapi... apakah dia akan benar-benar datang?" Anna agak khawatir. tapi Issac dengan tetap santai tersenyum.


"Yah, ku pikir dia tidak punya pilihan selain memenuhi undangan ku. lagipula dia adalah orang kau nilai sebagai pria yang tajam bukan. dia pasti akan datang untuk langsung berbicara padaku."


Anna tersenyum kecut, "Kau ini selalu melakukan tindakan nekat ya Issac. apakah selanjutnya kau akan mengundang Gustave juga?"


mendengar pertanyaan sinis dari Anna, Issac hanya tersenyum tenang.


"Entahlah. tapi tidak perlu mengundang orang bodoh sepertinya. sebaliknya, aku benar-benar ingin berbicara dengan kakak nya, Maximilian Conrad."


"Ya ya ya.... terserah kau saja Issac." setelah itu mereka melanjutkan minuman mereka sambil menunggu orang yang diundang datang.


****


Bernard dengan langkah yang agak goyah berjalan menuju bar yang terletak di ibukota akademi. ini hari Minggu, jadi semua siswa boleh keluar dari akademi untuk sementara waktu.


"Apakah anda tuan Rutsell? Orang yang mengundang anda sudah menunggu di atas."


Suara itu berasal dari meja bartender. tanpa melihat ke asal suara, dia langsung naik ke lantai dua. disana, dua orang yang dikenalnya, Issac dan Anna, sudah menunggu.


"wah, kalau bukan Tuan Rutsell... selamat datang di pesta kecil-kecilan kami. silahkan, duduklah di tempat yang anda suka."


dengan kesopanan ala bangsawan, Issac berdiri untuk menyambut Bernard dan mempersilahkan dia untuk duduk.


setelah Bernard duduk, beberapa pelayan bar datang dengan membawa beberapa botol berisi berbagai jenis anggur, tiga gelas, dan sebuah ember berisi es batu.


"minum anggur dingin di musim panas adalah hal terbaik. silahkan Tuan Rutsell jangan ragu untuk minum. tenang saja, saya tidak menambahkan apapun yang dapat membahayakan keselamatan anda."


meskipun agak ragu, Bernard tetap meminum anggur itu. Tidak seperti yang dia bayangkan, rasanya cukup segar. tenggorokannya yang keriting menjadi nyaman setelah meminum itu.


"Jadi, tuan Randall, maaf, tuan Starfall. apa tujuan anda mengundang saya kesini? jelas bukan hanya untuk pesta minum bukan?"

__ADS_1


Issac tertawa kecil, "Seperti yang rumor katakan, anda cukup terus terang ya? baiklah, saya akan langsung ke intinya. anda sudah paham bukan kalau posisi Fraksi anda dalam bahaya?"


Bernard mengerutkan keningnya. itu benar. tapi apa yang orang ini inginkan?


"Katakan dengan jelas tuan Starfall, Apa yang sebenarnya kau inginkan?"


Mendengar itu Issac menyeringai.


"Anda tahu, dalam waktu dekat, pengaruh bangsawan di Akademi sedikit demi sedikit akan terkikis. setelah tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh Schazar dan Sera, kelihatannya Fraksi Anti Bangsawan sudah mulai bersatu dan dalam waktu dekat mereka akan melancarkan aksinya.


singkatnya tuan Rutsell, maukah anda bergabung dengan saya? akan sangat disayangkan jika orang seperti anda tetap berada di tempat bobrok seperti itu."


kesabaran Bernard mulai habis. dia dengan keras memukul meja. sebuah urat terlihat di pelipisnya.


"Kau meremehkan kami, para bangsawan!? kami tidak Selemah itu dan aku sendiri juga tidak semurahan itu tuan Starfall!"


"Justru karena anda tidak murahan lah saya meminta anda untuk bergabung. anda sendiri sadar bahwa suara anda tidak kuat diantara para bangsawan lain.


tindakan anda yang penuh perhitungan membuat mereka menganggap anda sebagai orang yang lambat dalam merespon sesuatu. padahal sebaliknya, andalah yang justru paling memahami kondisi yang sedang terjadi.


saya yakin anda telah melakukan beberapa persiapan untuk mengawasi saya sambil mengukur seberapa besar ancaman saya untuk Fraksi anda. namun semua itu menjadi Kacau ketika Gustave meminta tunangannya sendiri, Anna Sera, untuk membunuh saya ketika waktunya tepat.


Anda pasti berpikir bahwa Anna telah menjadi agen ganda untuk saya, tapi apakah anda bisa mengatakan itu kepada mereka? saya rasa tidak. bukan karena anda takut, tapi anda tahu bahwa suara anda tidak akan didengar oleh telinga mereka yang telah disumpal."


Semua perkataan Issac benar-benar memukul ulu hati Bernard. dia tidak salah sama sekali. semua itu Benar. mengingat betapa bodohnya Gustave dan kroninya membuat Bernard mengepalkan tangannya karena sangat kesal.


"Saya tidak akan memaksa anda tuan Rutsell. mau bagaimana-pun, seseorang akan menjadi berharga ketika dia melakukan sesuatu atas kehendaknya sendiri. tapi akan saya ingatkan, ketika waktunya telah tiba, jangan memilih pijakan yang salah untuk berdiri.


saya akan dengan senang hati menyambut orang yang luar biasa seperti anda kapanpun itu. jangan ragu untuk mendatangi saya jika anda berubah pikiran.


kalau begitu, Saya dan Anna permisi terlebih dahulu."


setelah mengucapkan itu, Issac dan Anna pergi meninggalkan bar. menyisakan Bernard seorang diri yang sedang termenung.


"Hahh, segalanya berjalan menjadi sangat merepotkan! seandainya aku terlahir sebagai seekor kucing."

__ADS_1


Bernard tetap stand by di bar itu sambil terus termenung dan menghabiskan anggurnya.


__ADS_2