Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 47: Deep Talk Dengan Tuan Putri


__ADS_3

malam itu, tiga hari sebelum turnamen di mulai, aku kedatangan seorang tamu penting. tamu penting itu adalah 'Orang Itu'. oh! sepertinya memanggil dia dengan sebutan 'orang itu' akan terlalu sulit. jadi mari kita panggil dia dengan nama kodenya, Wolf.


yahh, aku tidak berharap dia datang dari pintu depan sih, jadi akhirnya aku mendapati bahwa dia sedang nangkring di jendela asrama ku.


"Hei Wolf, tidak sopan masuk lewat jendela. lain kali, jika kau ingin bertamu, masuklah lewat pintu depan."


Wolf tertawa saja mendengar hal itu, "yah anda tahu sendiri tuan bahwa bukan tipe saya untuk mengetuk pintu depan lalu mengucap salam kepada penghuni rumah."


hehhh, seperti yang diharapkan dari mantan Assassin. tidak mungkin baginya untuk masuk lewat pintu depan ya.


"Lalu, apakah ada sesuatu hingga kau jauh-jauh kesini dari Venz?"


"tentu saja Tuan. aku pikir ini bisa menarik minat mu." dia melompat masuk ke asrama ku setelah aku mengizinkan nya. laporan macam apa yang dia bawa?


"Ini adalah kabar yang aku bawa dari Dark Guild. akhir-akhir ini, sedang ada permintaan dari seseorang untuk menemui kelompok White Goat."


hmm white goat ya. aku memang sudah mendengar tentang mereka. sekelompok ninja yang biasa dibayar untuk melakukan pekerjaan kotor. terutama pembunuhan. bisa dibilang mereka adalah kelompok assassin. reputasi keji mereka sudah tersebar di berbagai penjuru kerajaan.


tapi, siapa yang mencari mereka? dan apa tujuannya? siapa yang menjadi target mereka? berbagai pertanyaan berkelindan di kepalaku.


"Soal itu saya rasa..."


dari ekspresi ku, dia jelas bisa menebak apa yang aku pikirkan. hahh, sepertinya aku harus belajar untuk memasang poker face mulai dari sekarang.


"ada beberapa kemungkinan. pertama, mereka di bayar oleh seorang bangsawan untuk membunuh rivalnya. kedua, disewa oleh kelompok tertentu untuk mencuri barang-barang yang sangat penting dan bersifat rahasia. dan yang ketiga...."


eh kenapa Wolf berhenti? jangan nanggung!


"Yang ketiga, kemungkinan dia dibayar untuk mengacaukan sebuah perhelatan besar yang diadakan setiap satu tahun sekali saat musim gugur Di akademi."


aku mengernyitkan alis ku, "Maksudmu turnamen? apa untungnya mereka melakukan hal itu? lagipula dari mana datangnya kemungkinan seperti itu?"

__ADS_1


"Jika bayaran mereka sesuai, mereka bersedia untuk melakukan apapun. itu saja. pada akhirnya kalau mereka dibayar satu koin platinum untuk mengacaukan turnamen, mereka akan senang hati melakukannya.


Lagipula ini bukan pertama kalinya mereka mengacaukan sebuah acara besar. berdasarkan pengalaman ku, mereka pernah dibayar untuk mengacaukan pesta dan membunuh beberapa pejabat penting di kekaisaran Grand Aria.


ehhh mengerikan sekali! ternyata tidak hanya di dalam negeri ya. jangkauan mereka bahkan meluas hingga ke Grand Aria.


berarti kemungkinan seperti ini memang ada. baiklah, aku meminta Wolf untuk memasang mata pada mereka. dia adalah orang dark guild sebelum menjadi bawahan ku , jadi dia banyak tahu tentang orang-orang yang membuat kaitan dengan dark guild. aku merasa beruntung dapat menarik dia ke sisiku.


sebelum dia pergi, aku menanyakan sesuatu padanya,


"Hei Wolf, sudahkah kau mengunjungi anak itu?"


langkahnya terhenti. tatapannya berubah menjadi agak murung.


"tidak perlu. lebih baik dia menganggap bahwa aku sudah mati. sebagai gantinya tuan Issac, tolong berikan dia yang terbaik untuk hidup."


aku mau tidak mau tersenyum mendengar permintaan ini. "Tentu saja. dengan seluruh hidupku."


Ekspresi wolf terlihat lega. "syukurlah. terimakasih tuan. saya akan kembali ketika saya sudah mendapat berita lainnya. selamat tinggal."


****


setelah berbicara dengan wolf, aku malah tidak bisa tidur. baiklah mari sedikit berjalan-jalan. Anggap saja cari angin. aku berjalan keluar dari kompleks akademi tahun pertama. tidak terasa aku telah sampai di komplek akademi tahun ke-tiga. harus kah aku kembali?


mungkin iya. akan dicurigai jika jam segini seorang murid akademi tahun pertama memasuki komplek tahun ketiga tanpa alasan yang jelas. namun, aku melihat seorang yang tidak asing.


eh, itu putri kan? ada apa? kenapa dia belum tidur?


aku memutuskan untuk menghampiri putri. ehh, wajahnya terlihat sedih. kenapa gerangan?


"Yoh, malam yang indah putri. kenapa kau belum tertidur?"

__ADS_1


mendengar suara ku, putri terkejut. astaga ekspresi itu juga imut tahu.


"eh tuan Issac, kenapa kau ada disini? ini komplek tahun ketiga lho." wah sepertinya aku dicurigai. tapi ya sudahlah. nasi sudah menjadi bubur.


"sejujurnya, aku hanya jalan-jalan saja. malam ini aku tidak bisa tidur."


Putri tertawa kecil. "Oh ya? kalau begitu sini temani aku mengobrol." putri menggeser sedikit posisi nya. memberikan aku ruang untuk duduk.


"Dengan senang hati putri." tentu saja. pria mana yang keberatan untuk duduk di samping wanita cantik?


"Hei Issac, menurut mu, apakah terlahir sebagai seorang rakyat jelata adalah kutukan?"


"maksud tuan putri?"


"terkadang, aku bermimpi dilahirkan sebagai seorang rakyat biasa. hidup sederhana, bertemu dengan pria yang ku cintai lalu menikah dan mempunyai anak. setelah itu hidup menghabiskan masa tua dengan damai.


tetapi, takdir berkata lain. aku memang lahir dari keluarga kerajaan tetapi bahkan aku tidak dapat hidup dengan bebas. seluruh aspek dalam hidup ku diatur. setiap pergerakan ku diawasi.


ayah memang menyayangi ku. tapi itu saja. aku bahkan dijadikan objek pernikahan politik. pernikahan yang tidak pernah aku harapkan. mungkin belum, tapi aku yakin waktu itu akan segera datang. belum lagi sering menjadi target prasangka bagi saudara ku yang lain.


aku berpikir. alih-alih berkah, hidup sebagai anak seorang selir dan seorang wanita adalah kutukan."


ohh soal ini ternyata. aku sendiri tidak terlalu paham tapi...


"tuan putri, bahkan ketika kita terlahir sebagai seorang manusia saja, itu sudah merupakan kutukan." kataku.


"apalagi ketika kau lahir sebagai seorang rakyat jelata, kutukan itu bertambah dua kali lipat. nah saat kau lahir sebagai seorang wanita, kutukan itu akan bertambah lagi."


tuan putri tetap diam. aku tidak tahu apa yang dia pikirkan tapi aku tetap melanjutkan.


"Bagaimana, tidak adil bukan. konsep kebangsawanan yang di anut oleh sebagian besar manusia di Lantos, aturan yang dibuat seenak perutnya oleh para pejabat untuk memuaskan diri mereka, yang kaya menindas yang miskin, dan segudang kebobrokan lainnya.

__ADS_1


maka dari itu putri, jadilah lebih kuat! Sehingga kau bisa melawan ketidakadilan dan menghapus kutukan itu. jadilah lebih cerdas sehingga seluruh aturan dunia ini tunduk dibawah keinginan mu. bebaskan dirimu dari rantai setan itu dan carilah kebahagiaan mu sendiri."


aku berdiri untuk meninggalkan putri. kalau begitu, selamat tinggal putri. gapai lah harapan mu tanpa harus terikat dengan rantai apapun.


__ADS_2