Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Invasi Monster


__ADS_3

Secara garis besar, rencana Issac berjalan lancar. Itu adalah sabotase di garis belakang musuh. Sebagian besar kebutuhan perang kekaisaran Moskov diproduksi di Kiev. Senjata, zirah, peralatan sihir, pasokan makanan, dan gerobak untuk mengangkut logistik.


Pihak kekaisaran Moskov menutup-nutupi kejadian ini dan menilai bahwa ledakan dan kebakaran terjadi karena kecelakaan. Jika mereka sampai mengatakan bahwa tragedi di Kiev adalah karena sabotase, moral para prajurit dan rakyat mereka bisa turun. Itu artinya, Kiev telah menjadi tempat yang tidak aman dan berbahaya.


Meski mereka tahu bahwa apa yang terjadi di Kiev adalah sabotase dari pihak lawan, mereka tidak menemukan jejak dan tersangka dibalik kejadian ini. Lawan mereka benar-benar bersih dalam melakukan hal kotor seperti ini.


"Kerugian yang kita alami kali ini sangat besar yang mulia kaisar yang agung. Delapan dari sepuluh tempat produksi peralatan perang hancur dan membutuhkan waktu paling cepat enam bulan untuk memperbaikinya lagi.


Kondisi pertanian kita juga memburuk, yang mulia kaisar nan agung. Tanaman yang siap dipanen telah terbakar ludes dan hanya menyisakan sedikit saja. Kalau begini, persediaan makanan para tentara akan terganggu dan gerak maju kita akan terhambat."


Sementara sang perdana menteri menyampaikan laporannya, sang kaisar hanya mengangguk. Tidak peduli seberapa besar kerugian yang kaisar terima, ia tidak berniat untuk menghentikan peperangan ini.


Perdana menteri juga tidak berbeda. Tetapi menurut pertimbangannya, akan lebih baik jika mereka menunda dulu dan fokus untuk memulihkan kekuatan mereka.


"Selama para tentara siap untuk berperang secara mental dan fisik, tidak ada masalah dengan itu. Tidak perlu menundanya. Beri mereka peralatan dan makanan seadanya. Lagipula kekurangan masih bisa tertutupi oleh daerah-daerah yang kita taklukan."


Setelah menaklukan banyak kerajaan di sekitar kekaisaran Moskov, terutama wilayah yang berada di Utara dan timur, kekaisaran memiliki cadangan yang cukup melimpah. Kaisar mengerti keadaan itu tetapi perdana menteri lebih paham masalah yang sesungguhnya.

__ADS_1


Dibandingkan dengan kerajaan Heinz, birokrasi di kekaisaran Moskov jauh lebih korup. Para bangsawan maupun pejabat lebih sering mencuri dan menggelapkan sebagian besar pajak dalam bentuk hasil panen maupun uang.


Perdana menteri yakin jika membawa sebagian besar sumber daya dari kerajaan yang ditaklukan tidaklah semudah membalikan telapak tangan.


Ia yakin kekaisaran Moskov bisa menang. Mengingat mereka juga di dukung oleh Teokrasi Dea yang memilih pengaruh sangat besar di seluruh benua. Tetapi bahkan jika mereka menang sekalipun, kemenangan ini akan sangat mahal.


Tapi perintah kaisar Romanov III mutlak. Karena itulah, ia mulai menyiapkan segalanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Goblin, Orc, Ogre, Serigala raksasa, dan berbagai monster lainnya mengincar tujuan mereka selanjutnya. Ini aneh. Gerakan mereka terlalu terkoordinir. Pasti ada seseorang yang mengendalikan monster sebanyak ini.


Tetapi para petualang tidak memikirkan itu lebih jauh. Adalah tugas kerajaan untuk menyelidiki kasus ini. Tugas mereka adalah membunuh monster sebanyak yang mereka bisa dengan korban dari pihak mereka seminimal mungkin.


Para petualang yang berspesialisasi dalam pertarungan jarak dekat langsung maju dan menyerang para monster. Para penyihir menyanyikan mantra mereka dan mendukung para petarung jarak dekat. Ada juga yang merapalkan sihir buff kepada mereka sehingga kekuatan mereka meningkat pesat.


Sementara untuk para petualang yang memiliki kemapuan dalam sihir penyembuhan, mereka semua dikumpulkan di garis belakang dan bertugas untuk mengobati para petualang yang terluka.

__ADS_1


"Banyak sekali monster yang mengincar tempat ini. Tetapi kita pasti akan menang! Iya kan, kak Is?"


Lilianne dan Issac mengamati dari atas tembok. Sebenarnya Issac melarang Lilianne untuk pergi tapi dirinya sangat memaksa. Mau bagaimana lagi, kan? Selama Lilianne tidak ikut berperang, semuanya akan baik-baik saja.


Perlahan tapi pasti, para monster sudah dalam berada di posisi yang terdesak. Mereka tidak bisa menghadapi para petualang yang telah berpengalaman. Sejauh ini belum ada petualang yang tewas. Ia juga tidak mengharapkan hal itu.


Tetapi ada cukup banyak petualang yang terluka. Mereka segera dibawa oleh rekan mereka ke garis belakang untuk diobati dan beristirahat sebentar lalu melawan para monster lagi. Yah, mereka tidak mau ketinggalan kesempatan untuk menaikan ranking mereka.


Hingga sore hari, semuanya berjalan lancar. Jumlah monster sudah berkurang drastis. Sebagian kecil tentara juga telah diturunkan untuk membantu para petualang. Sebentar lagi, semua monster akan musnah.


Tetapi sesuatu yang tidak terbayangkan terjadi. Dari kejauhan, segerombolan monster terlihat dari ufuk langit. Issac menggunakan penglihatan jarak jauhnya dan menyadari bahwa itu adalah segerombolan wyvern dan Griphin sedang menuju ke posisi para petualang.


Mau bagaimana lagi, untuk meringankan beban mereka, Issac memutuskan untuk turun tangan. Tanpa merapal, sebuah api hitam yang dilapisi dengan petir berwarna merah muncul di atas telunjuknya. Hanya seukuran kelereng, tapi ini lebih dari cukup.


Issac mengarahkan bola api hitam kecil dan petir merah ke arah gerombolan monster terbang itu dan dentuman besar terjadi. Semua monster terbang itu habis tidak bersisa. Kalaupun mereka tidak mati karena ledakan, mereka akan mati karena serangan petir merah.


Sisanya, semua monster yang menyerang wilayah Utara kerajaan Heinz telah musnah sepenuhnya menjelang malam.

__ADS_1


__ADS_2