
Sebulan setelah peperangan, Issac tidak langsung kembali ke ibukota. Ada banyak hal yang harus dia urus setelah peperangan.
Marquis Baldwin telah dikembalikan kepada fraksinya. Memalukan memang. Tetapi itu urusan dia dan sekutunya. Lagipula dari awal dia adalah pion kekaisaran Moskov. Cepat atau lambat, ketika dirinya tidak lagi berguna, ia akan dibuang.
Issac, Angelica, Agatha, dan 2000 tentaranya berangkat ke sebuah wilayah yang terletak 10 kilometer dari perbatasan. Ini adalah wilayah yang strategis. Menjadi penghubung antara bagian Utara kekaisaran dan sebelah barat kekaisaran.
"Tempat ini akan dijadikan sebagai pangkalan militer. Wilayah ini mengarah kedua tempat. Barat dan Utara kekaisaran Grand Aria. Akan tiba saatnya ketika kita mengambil kebijakan ofensif, maka tempat inilah yang akan menjadi basis untuk menyerang kekaisaran Grand Aria."
Itulah yang Issac katakan. Wilayah ini adalah sebuah kota kecil yang awalnya dipimpin oleh seorang Baron. Tidak ada yang istimewa dari tempat ini. Satu-satunya yang membuat wilayah ini menjadi penting adalah posisinya yang strategis untuk kepentingan militer maupun sipil.
Tetapi seperti yang diharapkan dari Marquis Baldwin dan fraksinya, mereka gagal mengembangkan tempat ini. Jika mereka serius, mungkin pasukan mereka tidak akan menderita kekalahan seperti sekarang.
Dan juga.... tempat ini miskin. Isinya hanyalah rumah-rumah kecil meskipun perkotaan. Ada guild petualang yang menjadi pusat aktivitas bagi para petualang. Tapi hanya itu. Tidak ada lagi yang menarik di tempat ini.
"Issac, aku sudah mengerjakan yang kamu minta. Balasannya mungkin akan datang bersamaan dengan bantuan yang kamu minta."
Bantuan yang Angelica maksud adalah sumber daya manusia. Kota ini sangat berantakan dan kotor. Sampah bertebaran dimana-mana. Selain itu, bangkai hewan yang tidak diurus bisa mendatangkan penyakit.
Karena itulah ia membutuhkan para insinyur untuk membenahi fasilitas kota, dokter untuk menyembuhkan mereka yang sakit, polisi untuk memastikan kemanan terjaga, dan guru yang akan memberikan pendidikan kepada warga lokal.
Ngomong-ngomong soal warga lokal, tidak ada sama sekali dari mereka yang keluar dari rumah masing-masing. Mungkin mereka takut. Tempat seperti ini rawan didatangi oleh para bandit dan monster yang bisa menyerang mereka setiap saat.
__ADS_1
"Angie, berapa banyak cadangan makanan yang dimiliki oleh Mariendolf?"
"Hmmm cukup. Ah maaf, maksudku berlebih. Baiklah aku paham niatmu dan aku sudah melakukan persiapan. Bantuan untuk makanan dan obat-obatan akan segera datang sore ini. Mereka yang sakit akan segera dirawat dan mereka yang kelaparan akan segera diberi makan."
Issac tersenyum dan mengelus kepala Angelica. Setelah itu, Issac memerintahkan James dan tentaranya untuk berpatroli berkeliling kota sementara Issac dan kedua istrinya akan menghampiri para penduduk.
"Angie, Agatha, tolong minta penduduk untuk berkumpul di luar. Bantuan akan segera datang. Aku akan mendirikan tenda bantuan untuk makanan dan klinik. Jika ada yang sakit, tolong bawa mereka kesana. Aku akan memberikan pertolongan pertama."
Angelica dan Agatha mengangguk lalu segera melaksanakan tugas mereka. Issac juga segera mencari tanah yang lapang. Dengan sihir penciptaan, ia membuat beberapa tenda besar seperti tenda militer. Ia juga memburu Beberapa hewan dan monster yang bisa dikonsumsi lalu memasak mereka.
"Sayang, bantuan sudah datang dan warga sudah keluar. Cukup sulit untuk membujuk mereka tapi untunglah berhasil."
"Terimakasih Agatha. Tolong minta beberapa tentara untuk mengawasi karavan bantuan. Pastikan agar kerusuhan tidak terjadi."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Issac akhirnya kembali ke ibukota setelah dua bulan di wilayah Mariendolf. Walaupun pekerjaan dia sebagai kepala staf istana telah dihandle oleh Rena yang ia angkat sebagai sekretarisnya, pekerjaan pasti tetap menumpuk.
Untuk sekarang, Aurellia, Margareth, Anna, Misha, Sasha, Lilianne, dan Olivia sudah beristirahat penuh. Mereka memutuskan untuk tidak memberatkan Issac kecuali Aurellia dan Margareth karena mereka tidak punya pilihan lain.
Untuk pekerjaan Anna, Lilianne, dan yang lainnya diserahkan kepada bawahan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Selamat datang kembali tuan Issac. Senang bisa melihat anda lagi."
"Terimakasih Rena. Ngomong-ngomong, tolong hilangkan honorifik itu. Kita adalah Sepasang kekasih sekarang."
"Fufufu. Ini hanya untuk urusan pekerjaan. Di luar itu, mari kita memanggilnya sesuka hati kita nanti."
Rena tersenyum dan menghidangkan sebuah teh kepada Issac. Enak. Sesuatu yang dihidangkan oleh Rena memang selalu lezat. Di antara para Kekasihnya yang lain, Rena lah yang memiliki kemampuan memasak paling baik.
Issac pergi ke lokernya dan mengambil berbagai laporan yang ditujukan padanya. Tergantung tingkat kerahasiaannya, beberapa laporan boleh diakses oleh bawahannya. Sementara yang sekarang ia pegang, tertulis bahwa dokumen itu sangat rahasia.
"Bagaimana keadaan seluruh kerajaan selama aku pergi, Rena?"
Rena yang sedang merapihkan beberapa dokumen yang telah ia baca dan tanda tangani pergi ke samping Issac. Rena duduk di sebelahnya dan menyenderkan kepalanya ke bahu Issac.
"Baik-baik saja, mungkin? Maksud saya, semua program yang nyonya Aurellia buat berjalan dengan lancar. Parlemen juga mengawasi kinerja setiap pejabat pemerintah. Fungsi check and balance berjalan dengan baik."
"Apakah ada sesuatu yang janggal?"
"Sejauh yang saya tahu, tidak. Berkat janji untuk promosi ke jabatan dan status yang lebih tinggi, setiap bangsawan bekerja dengan baik dan benar."
Sambil mendengarkan setiap laporan Rena, Issac membaca laporan yang diberikan juga padanya. Ia telah mengirim agen RIS untuk mengawasi setiap institusi yang ada di kerajaan. Berbagai kementerian, semua Bangsawan, dan lain-lain.
__ADS_1
Penyimpangan seperti korupsi dan pelanggaran hukum tidak akan diampuni. Itulah kenapa para pejabat bekerja semaksimal mungkin. Dan tentu saja, tidak ada yang berani berkhianat. Inilah tujuan utamanya.
Issac mengelus ekor dan telinga Rena. Lembut dan nyaman. Gadis serigala perak ini sangat menggemaskan. Itu membuat hatinya dipenuhi dengan ketenangan.