Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 127: Teror


__ADS_3

Fiuhh! Akhirnya sampai juga di kota akademi! aku tidak begitu peduli. tidak seperti kota Bandung atau Jogja, kota akademi sama sekali tidak membuatku kangen. yang membuatku segera ingin kembali adalah wajah ketiga kekasihku dan yang lainnya. aku rasa mereka baik-baik saja. aku tidak mendeteksi sesuatu yang berbahaya pada mereka sejauh ini. tetapi akan lebih baik mengecek mereka secara langsung.


"Issac terlalu bersemangat ya sepertinya. aku jadi iri melihat itu." aku terkekeh mendengar keluhan Lia. "hei, kemarin kita sudah menghabiskan waktu untuk saling memanjakan oke? jadi jangan memasang ekspresi seperti itu."


Lia hanya mengangkat bahu. tapi wajahnya juga sedikit memerah. oke, oke. aku akan menghabiskan waktu bersamamu lagi nanti tapi untuk sekarang, aku akan bersenang-senang dulu dengan tunanganku dan yang lain. aku mengatakan itu lewat tatapan mata. Lia tersenyum padaku dan mengucapkan sampai jumpa. setelah Lia hilang dari pandangan, aku langsung menuju asramaku sendiri. yeah, ini sudah malam jadi lebih baik untuk tidak mengganggu istirahat mereka. juga, aku sendiri butuh istirahat.

__ADS_1


itu sih yang aku pikirkan. tetapi sepertinya itu tidak akan terjadi. begitu aku masuk kamarku, banyak coretan berwarna merah darah di tembok kamar. termasuk di jendela, dinding kamar mandi, dan bahkan ranjangku. coretan itu berisi teror dan ancaman. aku hanya tersenyum kecut saja. aku sudah tahu siapa yang melakukan ini tetapi tetap saja ini lucu.


apakah dia pikir bisa membuat mentalku jatuh hanya dengan ini? isi ancamannya sederhana. jauhi Anna. siapa lagi kalau bukan orang itukan? aku bertanya-tanya harus aku apakan orang ini? hidupnya tidak memiliki harga jadi aku tidak keberatan untuk menghilangkan keberadaannya dari dunia ini. tapi aku belum punya alasan yang tepat untuk melakukan itu jadi untuk sekarang, aku akan membiarkannya.


baiklah, [Restoration] dan seketika semuanya kembali seperti semula. tidak ada satupun coretan yang tersisa, barang yang tadinya berantakan juga sudah rapih. dengan begini, tidak ada lagi yang aku khawatirkan. aku mau istirahat, tetapi sepertinya tidak bisa begitu. di dalam laci mejaku, ada tumpukan kertas yang berada di sana. y-yahh pekerjaanku semakin banyak jadi aku pikir malam ini tidak ada istirahat sama sekali. aku menghembuskan nafasku dan segera membereskan seluruh pekerjaanku malam ini juga.

__ADS_1


"hmmm? sebuah surat terus dikirimkan padamu semenjak aku pergi ke wilayah Randall? kira-kira apa isinya?" itu adalah pagi setelah aku berjibaku dengan seluruh tugasku malam tadi. sekarang aku sedang sarapan dengan Anna dan yang lainnya. ada Lia juga. yah, dia memang sudah biasa sarapan dengan kami jadi tidak ada yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang aneh.


"Yahh...aku bingung harus mengatakan apa, tetapi kau bisa membacanya sendiri." Anna memberikan surat itu kepadaku. kakakku dan Lia tertarik jadi aku membiarkan mereka untuk membaca isinya. tetapi setelah sekilas membaca surat itu, mereka mengeluarkan ekspresi jijik. yah, aku juga sama sih. mungkin ini dimaksudkan sebagai surat cinta, tetapi isinya tidak lebih dari sekadar pujian berlebihan dan posesifitas tak terbatas. tanpa banyak cakap aku segera membakar kertas itu dengan sihirku.


nah itu hanya dipermukaan, tetapi aslinya, aku juga membakar si pengirim surat itu dengan apiku. Anggap saja ini sejenis santet. itu tidak akan membuat dia mati tetapi aku yakin sekarang kafetaria rakyat biasa sedang heboh karena seorang murid tiba-tiba berteriak kesakitan seolah-olah tubuhnya sedang terbakar. aku tidak keberatan kalau dia hanya menerorku, tetapi kalau dia sampai berani berbuat seperti itu pada Anna, well, aku jelas tidak bisa diam.

__ADS_1


aku bertanya-tanya harus dengan cara apa memberikan anak ini pelajaran ya? ah aku ada ide! dengan seringai menyeramkan, aku mulai merencanakan anak ini.


__ADS_2