
tidak banyak yang terjadi selama perjalanan. empat hari perjalanan, sesuai perkiraanku, kita sampai di wilayah Randall dalam waktu empat hari. perlu waktu sekitar lima sampai enam jam lagi hingga mencapai kota yang menjadi bekas wilayah Sinovac. harusnya sih segitu. tetapi karena aku bersama ayah telah memperbaiki kondisi jalan di seluruh wilayah Randall, perjalanan menuju kota Chevron hanya memakan waktu tiga hingga empat jam saja.
perlu harga yang mahal untuk memperbaiki kondisi jalan. jadi sekarang, jalan menuju wilayah Randall bukan hanya berupa tanah saja, melainkan sejenis aspal kuno atau di duniaku ini sering disebut beton kuno. meskipun harganya mahal, hasilnya setimpal. distribusi barang semakin lancar, hasil bumi semakin mudah diangkut ke kota Chevron maupun Romeon, dan beberapa keuntungan lain. termasuk di dalamnya, keuntungan politis.
Lia tentu saja bertanya ku apakah wilayahnya juga bisa dibuat seperti ini. sebagai bawahan yang baik, aku menjawabnya dengan tegas. tentu saja, Tidak! atau lebih tepatnya belum. setidaknya, dana yang sekarang tersedia yang sekarang hanya cukup untuk memperluas wilayah.
"hmmmph! kau tidak perlu berterus terang sebegitunya dasar bawahan bodoh!" ah gawat dia ngambek. bahkan kata-katanya kasar. tetapi karena Lia terlihat sangat imut jadi aku ikhlas kok diejek seperti tadi.
__ADS_1
aku pindah dan duduk disebelah Lia lalu mengelus kepalanya. dia terlihat malu tapi sama sekali tidak menolaknya. "Tenang saja, jika Anna ingin seperti itu, aku bisa mengurusnya. yah, walaupun mahal, aku akan tetap mencoba bernegosiasi dengan para investor."
Lia menggeleng. dia mungkin merepotkan tetapi tetap tahu batasan keuangan wilayahnya. dan paham apa prioritasnya jadi dia tidak memaksaku untuk melakukan sesuatu yang memberatkan. karena senang jadi sebagai hadiahnya aku memanjakan Lia, yang moodnya menjadi baik sepanjang perjalanan.
****
tempat pelatihan sementara para Ksatria adalah sebuah tempat yang dibangun secara semi-permanen. hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu, yang dapat dibongkar sewaktu-waktu. ada lima asrama yang dibuat untuk menampung tiga ratus orang. dapur, tempat mandi, dan gedung administratif. tempat untuk berlatih ada di tempat lain.
__ADS_1
Issac membimbing Aurellia ke tempat dimana para Ksatria sedang dilatih. saat mereka sampai disana, sang putri disambut oleh pemandangan yang mencengangkan.
"I-issac! apa-apakah ini hanya pelatihan biasa? atau....neraka?" yah, wajarlah Aurellia bertanya seperti itu kepada Issac. alih-alih melihat para calon Ksatria berpedang, menombak, atau memanah, Aurellia justru melihat bagaimana para calon Ksatria itu 'disiksa'. berlari keliling lapangan menggunakan baju baja yang lengkap, merayap di tanah lalu ditembaki berbagai sihir dari atas, dan dipaksa berenang dengan kaki dan tangan terikat. apa-apaan ini!?
berlawanan dengan ekspresi Aurellia, Issac justru tersenyum. itu membuat Aurellia bergidik. itu bukan senyum manis yang biasanya tunjukkan pada dia. itu adalah senyum iblis ketika menyiksa lawannya.
a-apa yang sebenarnya orang ini pikirkan!? Aurellia mau tidak mau harus melihat semua ini dan akan meminta penjelasan pada Issac nanti. Issac juga sadar, sepertinya setelah ini, dia akan menerima ceramah panjang.
__ADS_1