Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Agatha Yang Menyembunyikan Sesuatu


__ADS_3

Issac meminta Margareth untuk menceritakan kejadian tadi ketika makan malam. hasilnya, makan malam berjalan dengan meriah dan Margareth seolah lupa dengan kejadian yang tadi. nyonya Heid juga membuat makanan spesial hari ini. dia menyajikan babi panggang yang diisi oleh berbagai sayuran dan bumbu yang sangat lezat. makan malam mereka diakhiri dengan menikmati teh yang lezat dan keju yang juga enak.


tunggu? Issac mengenal cita rasa teh ini! begitu juga kejunya! jadi begitu, ternyata nyonya Heid membeli produk teh kelopak bunga mawar Adonia dan keju dari Versailles.


setelah makan malam, Issac langsung pergi ke kamarnya. dia ingin masuk ke dalam sihir spasialnya dan melihat semua jarahan yang dia hasilkan selama bertualang kurang lebih 180.000 tahun di lapisan alam neraka paling bawah. awalnya sih begitu, tapi....


"Margareth, aku tahu kau ingin membicarakan hal penting dengan Angelica dan Agatha. tapi kenapa harus di kamarku?!!"


"hmmm? emangnya masalah? lagipula kamar kamu adalah kamar yang paling rapih dan bersih. jadi nggak masalah, kan?"


bukan Margareth yang menjawab tapi Angelica. Issac menepuk jidat sendiri karena tingkah ketiga gadis merepotkan ini.


"Apa hubungannya!? kalian sama saja seperti mereka. kalian bisa sangat merepotkan, ya?"


"berisik! kalau kau protes pergi saja dari sini! yang lebih penting lagi, siapa yang kau maksud dengan mereka!?"


"tidak, tidak. ini kamarku dan harusnya kalian yang pergi. ah soal yang aku bilang 'mereka', Agatha, kau lupakan saja hal itu."

__ADS_1


Agatha dan Issac lagi-lagi ribut. entah kenapa keributan mereka sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Angelica dan Margareth merasa cemburu! Agatha selalu memasang wajah yang tenang ketika mereka bertiga bersama. hanya di depan Issac ekspresi malu-malu, panik, dan marah bisa dia perlihatkan dengan bebas.


"oke, jadi Margareth, apa kau ingin membicarakan hal yang tadi sore?"


Margareth mengangguk. dia kembali serius dan mulai menceritakan kejadian yang tadi sore alami ketika dia pergi bersama Issac di distrik commoner. tidak usah ditanya lagi, mereka benar-benar terkejut dan tidak menyangka kejadian itu sama sekali. Issac dan Margareth adalah dua orang penting yang berasal dari kerajaan. jika terjadi sesuatu dengan mereka berdua, itu akan menyebabkan kekacauan yang sangat merepotkan.


"Apakah kamu punya petunjuk siapa yang Melakukan itu, Margareth?"


"Sayang sekali, aku tidak memilikinya. tetapi, jika dilihat dari kemampuan mereka dalam berkamuflase, kecepatan mereka dalam menyerang, dan hawa membunuh yang mereka arahkan padaku.... tidak bisa disangkal lagi kalau mereka adalah orang-orang yang sangat hebat."


Margareth menjawab pertanyaan Agatha dengan bergetar. Issac tahu persis kalau orang-orang tadi mengarahkan nafsu membunuh yang sangat kuat secara langsung kepada Margareth. Issac memutuskan untuk membawa kepala Margareth ke dadanya dan memeluknya. Margareth awalnya bingung tapi pada akhirnya dia menerima itu dan menangis di dada Issac selama beberapa menit.


"Aku tidak menemukan apapun dalam tubuh mereka. tapi setidaknya aku membawa ini. mungkin saja kalian mengetahui sesuatu."


Angelica dan Agatha memperhatikan pedang yang dia berikan dengan seksama. wajah Angelica seolah sedang mengatakan bahwa ia secara samar-samar mengingat sesuatu. tetapi Agatha sangat shock ketika melihat pedang itu dengan sekali lihat.


Agatha memang menyembunyikan keterguncangan dirinya dengan poker face yang ia pasang. tetapi Issac yang sudah sangat terlatih dalam membaca emosi dan kondisi lawannya ketika dia bertualang, sangat mengerti dengan kondisi mental Agatha.

__ADS_1


"Aku seperti pernah melihat pedang ini tetapi aku lupa dimana dan kapan tepatnya."


"Aku sama sekali tidak mengetahuinya. aku bahkan baru pertama kali melihat pedang dengan corak seperti ini."


Angelica menjawab dengan jujur sementara Agatha jelas-jelas berbohong di mata Issac. Agatha jelas menyembunyikan sesuatu. tapi Issac memutuskan untuk tidak mengungkitnya disini. dia tidak akan memaksa temannya untuk melakukan hal yang temannya tidak sukai.


tapi ini semua menyangkut keselamatan Margareth. jika dalam jangka waktu dua sampai tiga hari Agatha tidak mengatakan kebenarannya, Issac akan mendesaknya untuk itu.


"Aku memang tidak ingat sih. tapi aku akan tetap membantu kok. ayahku adalah penggila pedang, jadi pasti dia tahu sesuatu. nanti akan aku tanyakan padanya."


"Aku juga akan membantu. mungkin keluargaku tahu soal pedang ini."


Margareth dan Issac mengangguk. setelah selesai membicarakan ini, Agatha pamit keluar kamar dan pergi dengan buru-buru. tapi Angelica dan Margareth malah bercanda di kamar Issac hingga mereka berdua tertidur. Issac hanya menghela nafas lelah dan menyelimuti mereka berdua.


sekarang, adalah kesempatannya untuk masuk ke dalam sihir spasial miliknya. Issac masuk dan langsung terguncang setelah melihat rampasan yang dia ambil sewaktu berada di alam neraka lapisan terbawah.


entah berapa juta monster dengan anggota tubuh yang sangat amat berharga. ada juga pedang, baju zirah, tombak, tanaman, dan benda-benda yang memiliki nilai yang tak ternilai!

__ADS_1


Issac dengan gerakan secepat mungkin langsung membedah, menguliti, dan mengambil semua bagian yang berharga dari jutaan monster itu. tidak, dia tidak mengambil bagian tubuh monster. semua yang ada di tubuh mereka adalah sesuatu yang sangat tidak ternilai. ini hanya seperti Issac memisahkan mereka dan sama sekali tidak ada yang terbuang.


ya ampun. bahkan jika Issac hanya tidur-tiduran belaka, dia tidak akan pernah miskin sepanjang sisa hidupnya.


__ADS_2