Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 77: Menjaga Senyuman Mu


__ADS_3

"Issac, kau memberikan ku kesempatan untuk meminta sesuatu padamu kan jika aku membutuhkan bantuan?"


Issac mengangguk. tetapi dia merasakan sesuatu yang dingin mengalir di punggung nya ketika melihat putri Aurellia menyeringai. apakah dia memikirkan sesuatu yang aneh!? Issac jadi tambah merinding setelah berpikir seperti itu.


Putri Aurellia menggenggam tangan Issac dengan kedua tangannya. ini seperti seorang anak kecil memohon sesuatu kepada orangtuanya!


"Issac, tolong. jadilah milikku!"


Hah? setelah mendengar permintaan putri Issac malah bingung. Menjadi milik putri? apakah itu berarti menjadi semacam budaknya?


"Bukan Seperti itu maksudku dasar Issac Bodoh! jadilah asisten, ajudan, pengawal, dan penasihat ku! aku membutuhkan kebijaksanaan mu untuk memperbanyak kerajaan. itulah yang aku maksud!!"


Issac hanya menggaruk kepalanya setelah paham apa maksud dari permintaan putri Aurellia. tapi...hei, bukankah justru putri yang membuat permintaan ambigu seperti itu!? kenapa jadi Issac yang terlihat sebagai orang yang salah!?


tapi mengatakan hal seperti itu di depan putri bisa mengurangi umurnya, jadi dia simpan saja itu untuk dirinya sendiri.


melihat tatapan putri yang seperti itu... tidak adil bagi Issac. tatapan penuh harap apalagi dari sahabatnya membuat hati Issac goyah. hahhh, mau bagaimana lagi kan? lagipula bagi Issac, membantu tuan putri untuk mewujudkan cita-citanya sama sekali tidak buruk.


setelah memikirkan itu, Issac tersenyum dan menggenggam tangan putri Aurellia yang lembut.


"Kalau itu permintaan putri, baiklah, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Putri dalam mewujudkan cita-cita anda."


Putri Aurellia mengangguk dengan senang. dia merasa sangat beruntung karena pemuda seperti Issac bersedia untuk berdiri di sisinya.


"Kalau begitu terimakasih Issac. mulai sekarang, mohon bantuannya. dan juga..."


"Dan juga?"


putri agak ragu untuk melanjutkan kalimatnya, tetapi dia tetap mengatakannya,

__ADS_1


"Aku sudah beberapa kali mengatakan ini. tolong, jika kita sedang sendiri atau bersama dengan kedua kakakmu, Lili, dan Anna, tolong panggil aku dengan nama saja tanpa ada honorifik. ini mungkin egois tetapi aku ingin mencoba lebih dekat dengan mu."


Putri Aurellia mengatakan itu sambil menundukkan kepalanya. wajahnya juga Memerah seperti kepiting rebus. Issac hampir tidak bisa menahan tawanya. dia cukup sering melihat ekspresi putri yang seperti ini tetapi dia sama sekali tidak bosan.


"Itu sama sekali tidak egois, kau tahu. aku justru senang bisa memanggil mu dengan santai, Lia."


Mendengar namanya dipanggil oleh Issac bahkan dengan panggilan khusus untuk orang yang akrab dengannya benar-benar membuat jantung Aurellia berdegup kencang. wajahnya memanas.


Issac sendiri juga merasa malu. tetapi melihat Aurelia yang jauh lebih malu, Issac menjadi sedikit tenang. dia ingin menertawakannya tetapi tidak jadi. pada akhirnya Issac mengajak putri untuk kembali ke rumah Mervouw.


"Lia, ayo kembali. kita harus bersiap-siap karena malam ini akan ada pesta. kita harus menyiapkan tempat dan memastikan stok barang cukup untuk seluruh penduduk Adonia."


Aurellia mengangguk dan mereka akhirnya berjalan menuju desa. jarak diantara mereka akhirnya menyempit. terlihat dari ekspresi Aurellia yang dengan menikmati perjalanannya bersama Issac. Issac juga sering melemparkan candaan kepada Aurellia. mereka terlihat serasi satu sama lain.


sesampainya di desa, mereka langsung ke rumah Bibi Mervouw untuk istirahat sebentar sebelum malam datang. Issac sendiri agak lelah. banyak hal yang terjadi seharian ini sama sekali yang diluar perkiraannya. termasuk menjadi tangan kanan Aurellia. dia bertanya-tanya masa depan seperti apa yang akan dia temui.


apapun itu, Issac tidak terlalu peduli. tetapi yang jelas, ini tidak akan mudah bagi putri ataupun dirinya. dia yakin orang suruhan para bangsawan akan tetap datang. begitu juga dengan para pedagang culas yang berusaha mengambil keuntungan dengan membeli hasil panen warga Adonia dengan harga murah.


mereka entah bagaimana pasti akan berusaha untuk tetap memanipulasi harga beli kepada penduduk desa. entah dengan memboikot akses penduduk desa ke pasar sehingga para penduduk akhirnya terpaksa untuk membungkuk kepada mereka lagi atau bahkan menggunakan kekerasan seperti mengintimidasi penduduk agar mereka mau menjual seluruh panen mereka kepada para pedagang rakus ini.


yah sebagai pendamping dan penasihat Aurellia, adalah tugas Issac untuk berhadapan dengan mereka. dia akan membuat catatan mental untuk menangani mereka nanti. dia mungkin justru bisa mendapatkan hati para pedagang tetapi dia tidak berharap banyak.


sekarang, Issac memutuskan untuk keluar. dia ingin melihat persiapan pesta untuk malam ini. di luar, para staf La-Sa guild sedang sibuk mondar-mandir mengangkat barang-barang dari gerobak. hmmm, kelihatannya lancar jadi tidak ada yang perlu Issac khawatirkan.


ini adalah pesta yang mereka adakan sendiri menggunakan sisa dana yang Issac berikan. awalnya dia berpikir kalau kalian punya sisa dana lebih baik putar uang itu kembali agar bertambah banyak.


tetapi mereka sudah bekerja keras jadi apresiasi seperti ini diterima. Issac bahkan sudah memesan sepuluh tong anggur untuk mereka. dia juga membawa daging dengan kualitas yang bagus dari ibukota. yahh jika bawahan mu bahagia, kinerja mereka nanti juga akan semakin baik.


setelah melihat aktivitas para bawahannya Issac jadi bingung dia harus ngapain. akhirnya dia hanya duduk di beranda rumah Mervouw dan menunggu malam datang. Mervouw sengaja tidak menyiapkan makan malam hari ini. seluruh penduduk desa akan ikut berpesta. meskipun Issac bilang ini akan menjadi ajang untuk menghibur bawahannya, tetapi niat sebenarnya dari pesta ini adalah mendapatkan hati warga.

__ADS_1


para bawahannya dan penduduk sudah saling menerima. tentu saja Issac berpikir bahwa mereka cepat sekali beradaptasi. tetapi dengan pesta ini, Issac berharap ikatan warga dengan para bawahannya akan semakin kuat. hmmm haruskah dia mengumumkan bahwa Tuan Putri dari kerajaan ada di sini?


yah itu bukan ide yang baik, jadi tidak usah.


malam tiba, pesta akhirnya dimulai. sebuah api unggun yang besar dinyalakan, menerangi seluruh desa dengan cahayanya. musik mulai dimainkan. penduduk desa dan staf guild bernyanyi bersama. dibandingkan dengan dua Minggu yang lalu, warga desa terlihat lebih hidup dan lebih sehat. mereka saling berangkulan, saling tertawa. mereka sudah saling menerima. ini adalah berita bagus.


Issac duduk di depan rumah Mervouw. dia tidak ikut pesta. lebih tepatnya tidak ingin membuat suasana menjadi kaku karena kehadirannya.


Aurellia duduk di sebelahnya. dia juga ikut menemani Issac yang suka termenung.


"Hei Issac, ini pertanyaan random saja tapi... menurut mu, jika suatu saat kerajaan akan berperang dengan kekaisaran Grand Aria, siapa yang akan menang?"


mendengar pertanyaan itu Issac memiringkan kepalanya. eh? bukankah hasilnya sudah jelas?


"Tentu saja Kerajaan Heinz akan musnah dari peta selamanya. kerajaan memang tidak lemah. kita punya banyak tentara dan mereka terlatih. tetapi jika kita membandingkannya dengan kekaisaran, kita tidak akan bisa bertahan dalam satu bulan."


Aurellia tertawa mendengar jawaban Issac. itu sangat terang-terangan! jika keluarga kerajaan mendengar ini atau bangsawan lain, mereka bisa saja melaporkan Issac dan akhirnya dia dieksekusi. tetapi apa yang Issac katakan memang benar. mereka nyaris tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan kekaisaran.


"Tapi kau tahu Issac, aku pernah mendengar bahwa para bangsawan tingkat tinggi dan keluarga kerajaan merencanakan untuk menyerang Kekaisaran karena mereka sedang terlibat perang lain dengan Moskov. yah, walaupun sepertinya hal itu dibatalkan oleh mereka sendiri."


Issac tertawa mendengar pernyataan Aurellia. ternyata para badut itu tidak hanya pintar menipu tapi juga melucu. bisa-bisanya mereka dengan bodoh merencanakan hal seperti itu. sudah Issac duga, dia tidak bisa menyerahkan masa depan kerajaan ini kepada orang seperti mereka.


"Yah, jangan terlalu dipikirkan. mereka juga paham bahwa mereka tidak cukup kuat untuk menginvasi kekaisaran. tapi yang paling penting, aku hanya ingin menjaga senyum mereka. dan juga senyum mu, tentunya."


Aurellia tidak mengeluarkan kalimat terakhir itu.


dia hanya tersenyum sambil menatap wajah Issac. dia baru sadar ternyata lelaki disebelahnya tampan. karena agak terbawa suasana, dengan agak sembrono dia mencium pipi Issac. jelas saja Issac terperanjat. kenapa Aurellia tiba-tiba menciumnya!?


"Fufufu...anggap saja itu tanda pertemanan kita. terimakasih karena sudah membantu ku sampai sejauh ini."

__ADS_1


setelah mengucapkan itu Putri masuk ke dalam rumah sementara Issac hanya mengusap pipinya. sepertinya malam ini dia tidak akan bisa tidur ya.


__ADS_2