
hari demi hari berjalan seperti biasanya. tidak banyak dinamika yang terjadi setelah peristiwa Rapat pertama ku dengan James dan Anna jadi aku cukup menikmati hidupku dengan relatif tenang. hingga tidak terasa, satu tahun telah berlalu di Akademi.
akhirnya aku menjadi murid tahun kedua. seluruh angkatan kami di relokasi ke area yang baru. tidak banyak berbeda dari Area murid tahun pertama. paling-paling ukuran kamar jadi agak besar. tapi itu saja.
yah kurasa itu cukup bukan untuk menggambarkan area murid tahun kedua?
"Eh, kalian akan menjalani kemah musim panas? itu berarti satu bulan lagi kan?"
dan disinilah aku sekarang, Perpustakaan pusat di Akademi. sebenarnya ada perpustakaan kecil di masing-masing area. tapi karena koleksi disini lebih lengkap, para murid biasanya lebih sering berkunjung ke sini.
"Ya, itu benar. itu adalah kegiatan wajib murid tahun keempat."
Kak Sasha yang membalas pertanyaan ku. aku sedang berkumpul dengan kak Sasha, Kak Misha, Putri Aurellia, dan Lili. tentu saja Karena Lili sudah berusia 13 tahun. dan seperti yang diharapkan dari Lili, dia berada di kelas S dengan nilai ujian paling tinggi di angkatannya.
"Sebenarnya, ini lebih mirip ke pelatihan musim panas. kami dengar dari murid tahun kelima, di perkemahan itu, mereka akan dilatih cukup keras oleh para Royale Knight."
Ohhh Royale Knight kah? ku dengar mereka dilatih langsung oleh keluarga Albatros dan menjadi salah satu ksatria paling elit di Kerajaan. yah, tugas mereka memang melindungi keluarga kerajaan sih jadi wajar saja jika mereka diberi pelatihan dan perlengkapan terbaik.
"Ehh sepertinya terdengar mengerikan. aku berharap kebijakan itu dihilangkan saat aku menjadi murid tahun keempat!"
Kak Sasha langsung memukul kepala ku! hei itu sakit!
"Ya ampun kau ini pemalas sekali! aku bingung kenapa kita punya adik yang hebat tapi pemalas!? iya kan Misha?"
__ADS_1
Kak Misha dengan kalem mengangguk. nah, melihat mereka berdua sepakat sepakat seperti itu membuat ku ingin menangis!
"Ara, kami merasa menjadi angin disini." uwaahh sepertinya putri Aurellia dan Lili ngambek! duh aku harus menghibur mereka kan?
pada akhirnya acara mengobrol kami hari ini diakhiri dengan usaha ku untuk menghibur mereka berdua. sambil ditertawai kak Misha dan Kak Sasha tentunya.
Satu Bulan berlalu dengan damai. ada sedikit gejolak sih. beberapa bangsawan junior alias adik kelas berlaku arogan di depanku. Tidak masalah sih. tapi masalahnya dia mengganggu Lili bahkan ketika dia sedang duduk di samping dan mengobrol dengan ku. si junior Tolol itu dengan Sok gentle ingin menarik Lili dan menjatuhkan dia ke pelukannya.
tentu saja itu berakhir dengan patahnya kedua kaki dan tangan bangsawan itu serta muka lebam dan seluruh giginya rontok. uhhh sepertinya itu berlebihan. tapi untungnya aku kebal hukum mengingat aku adalah si Baron sementara anak itu belum memiliki gelar apapun. lagipula aku masih anak seorang Marquis sehingga orang tuanya bahkan tidak berani menyentuh ku.
Sekarang aku sedang berada di pintu gerbang akademi. aku memutuskan untuk menemani Kak Sasha, Kak Misha, dan Putri Aurellia yang akan berangkat menuju tempat perkemahan.
tempat perkemahannya tidak terlalu jauh. terletak sepuluh kilometer dari akademi. itu adalah daerah perbukitan dan hutan diantara ibukota dan Kota Akademi. mungkin terdengar berbahaya karena itu adalah daerah hutan. tapi karena itu sudah sering dipakai oleh Akademi untuk mengadakan acara perkemahan, bisa dibilang tempat itu dirawat dengan baik oleh staf akademi.
"Nah Is, kami akan meninggalkan mu selama satu Minggu jadi jangan kangen dengan kami oke?"
sebuah kedutan muncul di pelipis mereka berdua. putri Aurellia hanya tersenyum kalem Saja. uwahh tapi aku dapat merasakan asura dalam dirinya!
"Tapi kalian bertiga, kembalilah dengan selamat ya. aku akan sangat sedih jika kalian terluka."
melihat tampang melas ku, sepertinya hati mereka terenyuh. Lili dan Anna yang ada di samping ku tertawa. hei, aku serius tahu. aku tidak pura-pura bersedih!
"Baiklah Kak Misha, kak Sasha dan putri, berhati-hatilah. semoga kalian baik-baik saja hingga acara selesai." Lili memeluk kedua kakakku dan putri Aurellia sekaligus. uwahh itu terlihat agak....erotis?
__ADS_1
nah lupakan. aku juga mengucapkan salam ku dan akhirnya mereka beserta murid lainnya berangkat menggunakan beberapa gerobak Kuda.
saat aku berjalan kembali ke asrama, sekalian mengantar Lili dan Anna, aku berbicara dengan Cacha lewat telepati.
"Cacha, kau ada disitu?"
Cacha biasanya berada di bayangan ku. jadi untuk memastikannya aku memanggil nya.
"Ya tuan, saya ada disini. anda butuh sesuatu?"
aku mengangguk, "Ya, tolong awasi kedua kakakku dan tuan putri. firasat ku tidak enak."
"bukankah Anda terlalu khawatir tuan? mereka akan dilatih oleh ksatria paling elit di negeri ini kan? seharusnya tidak ada masalah dengan penjagaan mereka."
Cacha sepertinya kebingungan. dia mungkin benar, tapi aku punya pikiran lain.
"Anggap saja untuk tindakan berjaga-jaga. aku tidak mau mengambil resiko apapun."
"Kalau memang itu mau anda tuan. kalau begitu saya akan mengawasi mereka lewat para monster yang ada di sana."
"baiklah, begitupun lebih baik. pastikan kau memilih monster yang kuat untuk menjaga mereka ya."
"Laksanakan tuan!"
__ADS_1
Nah dengan begini aku telah menerapkan tindakan berjaga-jaga. mungkin aku terlalu paranoid, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati kan?
dengan begitu aku pergi menuju Asrama ku sendiri.