Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Pengalihan


__ADS_3

Peperangan kemarin memang bukan perang yang menentukan. Duke Conrad dan para sekutunya memang mengalami krisis dan kehilangan banyak kekuatan karena itu. Tetapi bukan berarti mereka telah benar-benar kalah. Selama mereka masih mengendalikan ibukota, adalah hal yang mungkin bagi mereka untuk mengonsolidasikan kembali kekuatan mereka.


Selain itu, pelabuhan juga berada di tangan Duke Conrad dan pangeran Lewis. Selama mereka masih menguasai pelabuhan, mereka bisa mendapatkan lebih banyak pasokan dari tempat lain. Keunggulan inilah yang tidak dimiliki oleh Duke Balzaac dan pangeran William.


Sebaliknya, keuntungan ini juga dipegang oleh Starfall. Dari awal, wilayah yang Issac kelola ini merupakan kawasan yang sudah strategis. Ada sungai besar yang bermuara di laut. Tempat itu cocok untuk membangun galangan kapal, menciptakan kapal, dan menyediakan pelabuhan bagi para pedagang ataupun untuk kepentingan militer.


Tetapi kerajaan telah menyerah untuk mengembangkan kawasan ini. Selain jauh dari ibukota, membangun kawasan ini juga butuh biaya yang mahal. Itulah kenapa mereka membiarkan tempat ini tetap terisolasi dalam waktu yang lama.


Kembali ke peperangan. Tujuan utama Issac bukanlah menghadang tentara Duke Conrad di jaringan jalan raya lalu melanjutkan iringan pasukannya menuju ibukota. Ia hanya ingin membuat Duke Conrad lengah.


Faktanya, pertempuran itu hanya pengalihan. Duke Conrad melakukan blunder dengan menyebarkan kekuatannya di banyak tempat pada masa-masa seperti ini. Memusatkan kekuatan dan memikirkan strategi untuk memenangkan perang ataupun menghindari peperangan yang sia-sia adalah tindakan yang tepat dalam situasi seperti ini.


Itulah kenapa, pada saat Duke Conrad dan pangeran Lewis sedang berfokus pada pertempuran di barat laut dan Medan perang lainnya, pasukan Issac yang terpisah telah berangkat dari timur bahkan sebelum musim semi tiba. Mereka berhasil menaklukkan lebih dari empat wilayah dan Duke Conrad sama sekali tidak menyadari hal ini.


Tidak, bahkan jika dia menyadarinya, Duke Conrad dan fraksinya tidak bisa melakukan apapun. Dari tempat ia sekarang berdiri menuju wilayah yang Issac taklukan memakan waktu sekitar dua hingga tiga Minggu. Apalagi jalan menuju kesana bukan seperti jalan raya yang besar dan mulus seperti yang menghubungkan Venz dan Versailles.


Tapi itu bukan akhir dari berita buruknya. Tidak seperti yang agen miliknya katakan, Starfall memiliki angkatan laut. Sebenarnya mereka menggunakan beberapa kapal dagang yang Issac beli pada saat di kekaisaran. Sebagian besar ia beli dari serikat dagang Lambard dan beberapa dari yang lain.


Ia telah meminta banyak ahli perkapalan dan insinyur untuk menyesuaikan kapal-kapal itu untuk dijadikan kapal perang. Dan sekarang, sekitar kurang lebih lima kapal berbendera Starfall yang dipersenjatai panah besar dan meriam yang ia beli dari benua Timur telah mengisolasi pelabuhan yang berada di bawah Duke Conrad.

__ADS_1


Alhasil, sekarang suplai dari laut telah terputus. Duke Conrad tidak memiliki pilihan lain kecuali memenuhi kebutuhan perang mereka lewat semua yang tersedia di dalam negeri. Tentu saja, itu tidak cukup untuk menutupi kekurangan mereka.


"Kamu melakukannya sampai sejauh itu, sayang? Maksudku, kamu bahkan memalsukan jumlah dan kekuatan militer yang kamu miliki lalu dengan sengaja membocorkannya ke telinga fraksi pangeran pertama, mengalihkan perhatian mereka dengan 3000 pasukan, dan sekarang, kamu mengisolasi Duke Conrad dan sekutunya lewat jalur darat dan laut!


"Ya ampun, calon suamiku sepertinya sudah lama berhenti untuk menjadi manusia, ya?"


Issac sekarang sedang bersama Margareth. Ia tidak berarti Versailles, melainkan sebuah wilayah yang berjarak dua Minggu dari dari Venz menuju ke arah timur. Ia menempatkan banyak infanteri dan regu kavaleri serta unit artieleri di wilayah ini.


Namanya adalah wilayah Laverde. Sebuah wilayah subur dengan produk anggur sebagai penghasilan utama mereka. Laverde adalah sebuah wilayah yang dipimpin oleh seorang Baron dan pada saat serangan ke wilayahnya terjadi, ia sedang berada di ibukota.


"Memang harus seperti itu kan? Kita tidak punya banyak pilihan selain menggunakan berbagai opsi dan strategi yang tersedia. Untuk sekarang lawan kita memang hanya Duke Conrad. Tapi begitu ibukota jatuh dan Lia menduduki kursi tahta, kita akan memiliki dua musuh.


Hawa dingin mengalir di punggung Margareth. Issac memang tidak berteriak dan mengatakan hal itu dengan tenang. Tapi itulah masalahnya. Kenapa dia bisa mengatakan hal seperti itu dengan wajah lurus?


Tapi itu Issac. Margareth tidak akan pernah melupakan apa yang Issac katakan saat mereka berdua berada di auditorium akademi kekaisaran. Bahwa dia tidak akan ragu menggunakan cara kotor sekalipun untuk melindungi orang-orang yang ia cintai.


"Ini mungkin lebih cepat dari yang kita rencanakan. Margareth, tolong hubungi markas pusat untuk mengakhiri isolasi di pelabuhan. Kita akan segera merebut tempat itu dari pangeran Lewis dan Duke Conrad. Lalu, minta pasukan bersiap-siap. Kita akan menuju ibukota dalam waktu tujuh hari."


Margareth mengangguk dan mengirimkan pesan ke ibukota lewat seekor burung merpati. Jumlah tablet batu yang tersedia terbatas. Jadi menggunakan burung merpati untuk pengiriman informasi masih menjadi pilihan utama dalam hal ini.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hahahaha!! Orang-orang sombong itu! Hanya karena telah mengalahkan kita di peperangan sebelumnya, apakah mereka pikir kalau menerobos ibukota itu mudah!?"


Berita kalau beberapa wilayah yang berdekatan dengan Venz telah ditaklukkan oleh Starfall telah terdengar oleh para bangsawan. Tapi anehnya, mereka tenang-tenang saja. Bahkan sebagian besar menertawai Issac.


"Tentu saja kan? Pasukan kita adalah para ksatria dengan kualitas tinggi yang siap untuk mati membela harkat dan martabat para bangsawan. Selain itu kita memiliki banyak mage hebat di pihak kita. Apalagi yang terpenting, istana berada di bawah kendali kita. Raja dan perdana menteri juga telah menjadi sandera.


"Aku dengar, diantara pasukan milik Starfall, ada cukup banyak ksatria kerajaan yang telah bersumpah untuk melindungi raja, kan? Aku yakin mereka tidak akan berani menerobos ibukota karena tidak ingin raja yang mereka cintai mati. Hahahaha!"


Earl Barrow yang berperan sebagai menteri dalam negeri tertawa terbahak-bahak. Sementara itu Marquis Schazar dan Duke Conrad mengangguk setuju. Mereka memang berpikir bahwa kondisi mereka sulit, tetapi tidak pernah terlintas di pikiran mereka bahwa pangeran Lewis akan kalah.


"Hahaha tentu, tentu! Terimakasih, Marquis Schazar, Duke Conrad, dan yang lainnya. Berkat kalian, selangkah lagi aku akan menjadi seorang raja. Tentu saja, aku akan banyak memberikan hak istimewa pada kalian nanti!"


Pangeran Lewis tertawa dengan suasana hati yang baik. Ia bersulang dengan para sekutunya seolah-olah semua rencana mereka berjalan dengan mulus. Tetapi, beberapa saat kemudian, seorang prajurit berlari dan menerobos ruang audiensi di istana yang menjadi tempat berkumpul. Nafasnya tersengal dan wajahnya pucat.


"Maaf menerobos tuan! Tetapi ada informasi yang harus saya sampaikan! Pe-pelabuhan di selatan Venz....telah jatuh ke tangan musuh!"


Seketika, gelas yang mereka pegang jatuh dan pecahannya berserakan di lantai.

__ADS_1


__ADS_2