
wah, tidak ku sangka akhirnya acara pemberian hadiah akan dimulai. nah aku sudah menyiapkan hadiah terbaik untuk Lili. ku harap dia menyukainya.
tetapi beberapa saat sebelum pemberian hadiah dimulai, muncul sesuatu yang tidak terduga. tiba-tiba lampu di hall utama tempat pesta diselenggarakan mati. semua hadirin bingung. apakah ini bagian dari skenario pesta?
tiba-tiba, aku merasakan hawa membunuh disekitar ku. para ksatria pribadi Duke Balzaac langsung membentuk formasi untuk melindungi para bangsawan. aku sendiri yang mampu melihat dalam kegelapan langsung membawa Lili ke belakang ku untuk melindunginya. putri Aurellia dan kedua kakakku juga langsung membentuk formasi untuk melindungi Lili.
nah, itu pasti mereka. kelompok yang telah merancang penyerangan ini. aku tidak tahu ada masalah apa mereka dengan keluarga Balzaac. tapi yang jelas Lili tidak boleh menjadi korban apalagi kambing hitam dalam kasus ini.
****
beberapa hari yang lalu, selagi aku membaca laporan dari para bawahan ku, aku menemukan sebuah laporan yang mengatakan mungkin saja sesuatu akan terjadi ketika pesta ulang tahun Lili digelar.
aku langsung memanggil orang yang bertanggung jawab atas laporan itu. dalam penuturannya, dia mendengar desas desus itu saat sedang berada di salah satu bar milik dark guild. dark guild ini pastinya berisi hal-hal kotor tentang kerajaan. pembunuh bayaran, pengedar obat-obatan terlarang, dan berbagai macam dosa lainnya.
dengan menggunakan kemampuan Eavesdropping nya, dia mendengar dari sudut tergelap di bar itu ada beberapa orang yang sedang menyebut nama Balzaac dan Lilianne.
selain itu fakta bahwa seseorang misterius mencari assassin dengan bayaran yang cukup tinggi membuat dia yakin bahwa akan ada sesuatu yang terjadi.
yah awalnya aku ingin mengabaikan kemungkinan bahwa penyerangan akan terjadi mengingat betapa hebat dan ketatnya penjagaan yang mungkin dilakukan oleh Paman Richard, ayah dari Lili. tapi mengingat apa yang terjadi di wilayah Randall, rasanya berjaga-jaga tidak bisa diabaikan.
aku langsung meminta orang yang bertanggung jawab atas laporan ini untuk memobilisasi bawahan ku yang lain. bersiap untuk kemungkinan terburuk. lewat dia, aku juga menulis surat tanpa nama yang ku tujukan untuk paman Richard. isinya tentang kemungkinan terjadinya serangan di kediaman mereka saat pesta.
aku menyarankan untuk mengawasi kegiatan bawahan keluarga Balzaac. entah itu maid, butler, ataupun para ksatria mereka. siapa yang tahu kalau mereka tidak akan menusuk mu dari belakang bukan?
sekarang, percaya atau tidak mereka terhadap isi surat ini adalah cerita lain. aku ingin meyakini bahwa kemungkinan ini tidak kecil tapi sayangnya kami tidak punya cukup waktu dan bukti. ini karena aku tidak punya sumber daya manusia yang cukup di ibukota sehingga aku tidak bisa menyelidiki kegiatan orang-orang misterius itu dengan baik.
well, setidaknya aku telah berusaha mengingat kan mereka. sisanya aku serahkan pada tuan rumah. tentu aku berharap hal-hal buruk tidak perlu terjadi saat hari istimewa milik adik ku sedang berlangsung.
****
suara dentingan pedang terdengar di seluruh penjuru aula milik keluarga Balzaac. termasuk juga anak panah yang berterbangan di atas kepala dan bola api berterbangan. malam ini, di pesta ulang tahun Lili yang ke sebelas, penyerangan benar-benar terjadi!
__ADS_1
aku heran kenapa orang-orang bodoh ini menyerang keluarga Balzaac. dan aku tidak terlalu peduli juga sih. yang terpenting Lili selamat. aku yakin paman Richard dan yang lainnya bisa menjaga diri mereka sendiri.
beberapa orang berpakaian yang berpakaian maid dan butler maju menyerang ku. sudah ku duga mereka bercampur di antara para pelayan. sebelum belati mereka dapat menyentuh ku, aku mengompres tanah dengan sihir ku menjadi sekecil peluru dan mengarahkan nya kepada kepala mereka lalu menembakan nya. dua orang itu tewas seketika.
para bangsawan sudah dievakuasi ke tempat yang aman. begitupun Lili telah dievakuasi juga, dikawal oleh Sasha dan Misha. yang tersisa disini sekarang adalah para ksatria yang berusaha sebisa mengalahkan para penyerang tanpa membunuh mereka, serta aku dan putri Aurellia yang juga melawan mereka.
seperti yang diharapkan dari putri kerajaan yang menerima pendidikan terbaik, ilmu berpedang ganda nya luar biasa. aku tidak bisa tidak terkesan dengan skillnya. untuk anak seusianya (ya Elah ente juga anak-anak Issac) dia bahkan membuat lawannya yang seorang ksatria profesional kewalahan. gerakannya, alih-alih berpedang, lebih terlihat seperti seorang penari. entah kenapa gerakan ini terlihat sangat mirip dengan putri penari pedang dari kehidupan ku sebelumnya.
menurut ku ada beberapa gerakannya yang agak sia-sia. tapi melihat seorang anak seusia dia memakai teknik yang indah seperti itu, ku rasa tak akan ada yang mengeluh.
setelah beberapa saat akhirnya kami berhasil melumpuhkan mereka. para ksatria langsung menyeret lawan yang sudah tidak berdaya ke tempat lain. mungkin penjara bawah tanah. mereka pasti akan menginterogasi orang-orang itu. nah semoga berhasil.
****
di tempat lain, tepatnya di sebuah bukit yang berada beberapa ratus meter dari distrik bangsawan, terlihat seorang lelaki yang kemungkinan berusia 35 tahunan. disekelilingnya terdapat beberapa orang mengenakan jubah hitam dengan kupluk yang menutupi wajah mereka.
pria itu sendiri dalam kondisi yang cukup buruk. wajahnya terlihat lebam. seperti nya dia memang telah dipukuli oleh orang yang mengelilingi nya. seseorang menghampiri mereka. seorang pemuda berusia 12 tahun dengan jas hitam dengan sulaman bunga berwarna emas di kerahnya. itu adalah Issac.
"Tuan muda, inilah assassin yang dibayar oleh kelompok yang menyerang keluarga Balzaac. targetnya adalah nona Lilianne. dia berniat untuk menyerang Nona ketika dia berhasil diamankan di kamar nya. setelah itu Assassin ini akan membunuh Nona Lilianne."
orang itu tidak merespon, seolah yang dikatakan oleh para anak buah Issac adalah kebenaran. yah mereka memang benar. itulah yang assassin katakan saat dia diinterogasi oleh anak buah Issac.
Issac berjongkok dihadapan assassin. dengan mata dingin dan tajam serta aura membunuh yang kuat dia mulai bertanya kepada assassin itu, " katakan padaku, apa alasan mu ingin membunuh Lilianne Balzaac?"
walaupun Assassin itu dihadapkan oleh aura membunuh milik Issac, dia tidak terlihat gemetar atau apapun.
" tidak ada alasan khusus. hanya saja bayaran yang orang itu berikan besar. cukup untuk menikmati masa pensiun ku."
tatapan Issac semakin tajam, " begitukah? yah aku tidak peduli apa alasan mu sebenarnya. yang jelas kau menyentuh seseorang yang seharusnya tidak kau sentuh.".
Assassin itu dengan santai mengangkat bahunya, " yah, aku sudah membunuh banyak bangsawan maupun orang-orang lainnya. tidak ada bedanya antara putri seorang Duke dengan target ku yang lain."
__ADS_1
Issac dengan tenang menggelengkan kepalanya, " sayangnya kau sedang tidak beruntung. Lilianne adalah orang yang telah membuat ku bersumpah darah untuk ku lindungi. semua bentuk dan usaha untuk mencelakainya adalah dosa besar di mata ku."
" nah mari kita lanjutkan, siapa orang yang membayar mu? apakah orang itu ada hubungannya dengan bajingan Conrad? atau mungkin bangsawan lain yang memusuhi Keluarga Balzaac?"
Assassin itu nampak sedikit kaget mendengar deduksi Issac. " entahlah, bukan Conrad ku pikir. bisa jadi bangsawan yang berada satu fraksi dengannya ataupun yang lainnya. yah aku tidak peduli dengan siapa client ku. selama bayaran nya bagus, aku tidak pilih-pilih client dan target."
muncul kedutan di sudut mulut Issac. sudah ia duga walaupun bukan Conrad yang mengirim orang ini, tetap saja ada keterlibatan di dalamnya. bajingan itu sepertinya belum jera setelah wajah nya di lempar oleh kotoran. yah dia akan sedikit menyiapkan rencana balasan untuk orang itu, walaupun itu cerita untuk nanti.
Issac mengeluarkan sebuah pistol yang dia buat dari sihir modeling nya, " terimakasih atas informasi mu. sekarang adalah saatnya penebusan. sebelum riwayat mu berakhir, adakah pesan terakhir?"
Assassin itu terdiam sejenak. seperti memikirkan sesuatu. dan akhirnya mengatakan sesuatu, " ya. aku memiliki seorang keponakan yang tinggal bersama ku di daerah kumuh distrik Commoner. setelah aku mati nanti dia akan hidup sebatang kara. orang tuanya telah mati karena penyakit. kerabat lain pun tidak ada jadi dia hanya akan sendirian di dunia ini.
ku mohon, berikan dia setidaknya beberapa koin untuk bertahan hidup. dan juga tolong berikan semua uang yang telah ku kumpul kan untuknya. itu ada di peti yang ku simpan dibawah kasur ku. sebenarnya aku berniat pensiun setelah melaksanakan misi ini tapi aku kurang beruntung harus berhadapan dengan orang seperti mu."
Issac mengerutkan keningnya, " kau tidak takut mati?"
Assassin itu tersenyum pasrah, " takut yahh?? ya mungkin, sedikit. setelah membunuh banyak orang layaknya membunuh seekor semut, aku jelas tidak berhak mengeluh ketika berada di posisi yang sama dengan mereka."
mendengar jawaban Assassin, Issac tertawa. sungguh orang yang luar biasa.
" baiklah, kalau begitu siapa namamu? aku akan mengingat nama mu selamanya."
" Alfred."
"Alfred ya, baiklah aku akan meminta bawahan ku untuk mencari keponakan mu dan melaksanakan wasiat terakhir mu. selamat tinggal." Issac menarik pelatuk nya dan suara ledakan dari pistol terdengar. assassin itu ambruk seketika.
" sayang sekali padahal kau adalah orang yang luar biasa. pengalaman mu pasti bisa membawa mu ke puncak yang jauh lebih tinggi lagi dan akhirnya bisa menikmati hidup dengan keponakan mu. sayang sekali kau kurang beruntung sehingga harus mengakhiri karir mu sebagai seorang pembunuh bayaran." kata Issac dalam hati.
Issac lalu menyuruh anak buah nya untuk membawa pergi tubuh itu. sebelumnya dia menuliskan sesuatu di kertas dan memberikan nya kepada bawahannya. mereka mengangguk dan segera pergi melaksanakan perintah tuan mereka.
sekarang, dia harus memikirkan cara terbaik untuk menghibur adiknya. dia pasti shock setelah hari istimewa nya dihancurkan oleh para brengsek itu.
__ADS_1
Issac pergi dan menghilang di kegelapan malam.