
Hari itu, Issac sedang berjalan menelusuri lorong gedung yang biasa digunakan oleh fraksi bangsawan untuk berkumpul. tidak ada yang menghalangi jalannya. terutama yang satu angkatan dengannya. tidak setelah mereka melihat betapa mengerikannya Issac pada saat pesta makan malam.
tetapi dia tetap mendapatkan tatapan sinis dan tidak enak dari kakak kelasnya. nah, dia tidak perlu terganggu dengan itu. seandainya mereka menyerang Issac secara bersamaan saat itu juga, kemenangan Issac sudah ditentukan. lagipula selama perjalanan, Issac mengeluarkan Aura yang cukup mengerikan. yah, suasana hatinya sedang buruk hari ini.
tujuan dia adalah satu. menemui Gustave dan membuat bajingan itu membayar atas apa yang telah dia lakukan selama ini kepada Anna. dia sudah punya rencana sendiri untuk melakukan hal itu.
tidak lama, dia telah sampai di depan ruangan. ada beberapa lima orang ksatria yang menjaga ruang itu. mereka berada di Grade satu. tetapi tidak seperti yang lain, mereka adalah pasukan elit yang terlatih dan memiliki pengalaman. bahkan, satu orang dari mereka bisa mengalahkan sepuluh orang yang memiliki peringkat yang sama dengan mereka. seperti yang diharapkan dari pengawal para bangsawan, mereka sangat kuat.
para pengawal itu tentu mengenal dan tahu siapa Issac. pada saat itu mereka melihat pertandingan Issac pada saat turnamen. mereka menilai Issac cukup kuat. setidaknya berada di Semi Grade satu, tetapi itu jelas belum cukup untuk melawan mereka.
salah satu dari pengawal itu mengacungkan pedangnya ke arah Issac.
"Berhenti di sana tuan Issac. jika anda ingin mencari masalah Disni, lebih baik segera menjauh!" kata pengawal itu, sambil mengeluarkan aura pembunuh. itu cukup untuk membuat siswa biasa menjadi kaku dan mengompol karena ketakutan. tetapi Issac tidak bergeming. tidak ada sedikit pun rasa takut yang terlihat dari tatapannya dan gestur tubuhnya.
dia hanya mengernyitkan dahinya dan menajamkan tatapannya kepada para ksatria pengawal itu. itu membuat para ksatria itu sedikit gemetar. seolah pisau yang sangat tajam menusuk punggung mereka. tetapi mereka masih ksatria pengawal bangsawan. mereka punya harga diri untuk tetap berdiri.
"Ksatria rendahan seperti kalian berani mengarahkan pedangnya kepada kepala keluarga Starfall. ini menarik. apakah kalian tidak terpikir hukuman apa yang kalian dapatkan jika aku membawa kasus ini ke pengadilan kerajaan?"
mereka agak goyah mendengar itu. Issac benar. meskipun dia hanya seorang Baron, Issac tetap seorang bangsawan bahkan kepala keluarga dan apa yang mereka lakukan pada Issac bisa dianggap sebagai ancaman atau bahkan percobaan pembunuhan kepada keluarga bangsawan. tetapi mengingat bahwa mereka memiliki backing berupa Gustave dan kawan-kawannya, rasa takut mereka hilang.
tanpa mengindahkan ancaman 'halus' Issac, salah satu dari mereka bahkan maju selangkah ke hadapan Issac, seolah siap untuk bertempur dengannya.
__ADS_1
"Saya ingatkan sekali lagi tuan Issac. tarik kaki anda dari sini atau..."
"atau?"
"Atau anda akan merasakan akiba...."
Kalimat itu belum selesai ketika akhirnya ksatria pengawal itu secara tiba-tiba terpental hingga menabrak tembok. menyebabkan tembok itu retak sangat parah. kekacauan terjadi.
keempat rekannya langsung mengambil posisi bertarung. mereka tidak tahu apa yang barusan terjadi. kenapa rekan mereka terlempar padahal Issac sama sekali tidak sedang dalam posisi bertarung? lagipula yang tadi itu bukan sihir angin yang cukup sering digunakan untuk melempar lawan.
mereka langsung waspada. tetapi Issac dengan santai memandang mereka satu persatu. lalu mengeluarkan isyarat seolah mengatakan bahwa dia tidak keberatan melawan mereka sekaligus. tentu saja itu membuat mereka terprovokasi.
akhirnya ketiga orang itu maju sekaligus. itulah yang mereka rencanakan. pada akhirnya mereka menyadari bahwa tubuh mereka sangat kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Issac telah melemparkan sihir Paralyze kepada mereka di waktu yang bersamaan saat dia menghajar Ksatria kedua.
Issac maju ke arah mereka dan menepuk pundak mereka satu persatu sambil mengeluarkan senyum penyemangat.
"Nah kalian tenang terlebih disini terlebih dahulu. setelah aku menyelasaikan urusan dengan tuan kalian, aku akan dengan senang hati melanjutkan pertarungan kita."
Tubuh mereka bertiga tergetar hebat setelah mendengar itu. mereka merasa bahawa sedang berhadapan dengan makhluk yang sama sekali tidak masuk akal. Issac tidak mengeluarkan sihir apapun. begitu juga dengan aura. tetapi entah kenapa mereka merasa sangat ketakutan.
Issac tidak mempedulikan mereka dan segera membuka pintu ruangan. di dalam dia Melihat pemandangan yang membuat dia merasa muak. beberapa bangsawan sedang berkumpul. Gustave, Bernard, Geitz, Alex, Louis, dan Maurice. juga ada beberapa bangsawan lain yang ikut dengan mereka. mereka sedang mencambuk beberapa wanita telanjang dan memperkosanya. Issac mau tidak mau terganggu dengan pemandangan seperti itu. hanya Bernard saja yang sedang diam dengan wajah kelelahan.
__ADS_1
Bernard menyadari kehadiran Issac tetapi dia lebih memilih diam. sementara itu, Geitz menjadi orang kedua yang menyadari keberadaan adiknya. dia baru saja beres berpakaian setelah selesai memperkosa salah satu gadis disitu.
begitu melihat Wajah Issac, kemarahan timbul dalam dirinya. dia juga berteriak, yang membuat seluruh orang di ruang itu mengetahui keberadaan Issac.
"Dasar anak Pelacur Bangsat! apa yang kau lakukan disini!?" dengan sihir penguat tubuh dan percepatan, Geitz melesat ke arah Issac dan berusaha untuk meninjunya.
sayang, mood Issac sedang buruk. makian Geitz membuat suasana hatinya makin buruk. tidak, amarahnya memuncak. dia ingin menghajar Geitz hingga hancur. sebelum tinju itu berhasil menyentuh tubuh Issac, Issac telah meraih kepala Geitz dan menabraknya ke lantai.
jeritan kesedihan keluar dari mulut Geitz. tapi itu belum semua. Issac menginjak-injak wajah Geitz hingga hancur tidak terbentuk. dan puncaknya, Issac menginjak ******** Geitz hingga suara deraknya terdengar sangat menyakitkan. Issac sedikit puas.
sekarang, saatnya dia menyelasaikan urusannya dengan Gustave.
"Kau Gustave Conrad kan? aku menantang mu untuk berduel. tiga hari lagi, mari adakan duel secara resmi. dan mari kita bertaruh. jika aku menang, batalkan pertunangan mu dengan Anna. jika kau menang, kau bebas melakukan apapun padaku."
Gustave tidak menyangka dia akan diajak duel. tetapi ini adalah perkembangan yang menarik baginya. dia menyeringai. ternyata karena Anna. dan hanya karena pelacur tidak berguna itu dia mendatangi kandang singa?
"Baiklah, aku terima itu. tiga hari lagi. aku akan menunggu hari itu datang."
Issac mengangguk singkat dan meninggalkan ruangan itu. tetapi sebelum itu, dia melemparkan Lima kepala Ksatria yang bertugas sebagai pengawal Gustave. yah, itu cukup berdampak pada mental Gustave. Issac juga menyembuhkan luka Geitz. kecuali luka pada alat kelaminnya.
pada akhirnya, tiga hari lagi, Hari penghukuman bagi Gustave akan datang. begitulah yang dipikirkan Issac
__ADS_1