
Venz ternyata tidak berubah. Satu-satunya yang berubah adalah bangunan yang dulunya rumah para penduduk dan jejeran toko sekarang hanya menjadi puing-puing reruntuhan. Panti asuhan yang Issac bangun juga menjadi korban dari keganasan si jago merah.
Untungnya, pengasuh segera mengevakuasi anak-anak dan membawa mereka ke Versailles. Jadi tidak ada korban jiwa dipihak anak-anak. Tapi tetap saja. Melihat penduduk sipil menjadi korban jiwa dari peperangan membawa kenangan yang tidak menyenangkan.
Rumah yang dulu menjadi tempat tinggal Olivia juga hancur. Padahal, dia ingin mengunjungi rumah itu sekali lagi. Tapi sudah terlambat. Lilianne dan Margareth hanya bisa menatap sedih reruntuhan bangunan yang tidak lagi tersisa.
Tidak ada yang ingin bertanggung jawab atas tragedi ini. Lebih dari 10.000 penduduk tewas dan yang lainnya terluka. Fraksi Pangeran Lewis mengklaim bahwa ini adalah perbuatan pangeran William.
Sementara itu pangeran William melemparkan kesalahan itu pada pangeran Lewis yang menganggap bahwa ia dengan sengaja membakar distrik Commoner. Pada akhirnya ini disebabkan oleh mereka berdua. Tapi tidak ada yang ingin merekonstruksi distrik Commoner.
Akibatnya, ratusan ribu orang menjadi gelandangan. Ada juga yang melarikan diri ke wilayahnya dan memulai hidup baru disana. Tetapi orang-orang yang tidak beruntung tidak bisa berbuat apapun. Semuanya hanya bisa pasrah menerima nasib mereka.
Aurellia secara pribadi telah mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada para korban. Dia membangun tenda, memberikan selimut, makanan dan tempat tinggal sementara. Begitu juga Anna yang secara resmi memberikan bantuan lewat Versailles.
Tetapi penerima bantuan itu terbatas. Begitu juga dengan kemampuan finansial Aurellia dan Versailles. Wilayahnya memang kaya, tapi bahkan mereka sedang memaksimalkan sumber daya mereka untuk investasi di bidang lain.
Issac memang berpikir bahwa perang ini penting tapi seperti yang ia pikirkan juga, Meskipun Issac sengaja membiarkan perang ini berlarut-larut untuk melemahkan kekuatan finansial dan militer bangsawan. Tetapi kalau dibiarkan berlarut-larut, ekonomi di wilayahnya juga akan terdampak.
Jalan raya yang ia bangun masih tetap ramai. Tetapi sekarang kebanyakan pedagang lebih memilih menggunakan kapal dari pelabuhan untuk membawa barang dagangan mereka. Rutenya, mereka akan berangkat dari pelabuhan kearah timur dan melewati muara sungai baltik. Dan nanti, mereka akan berlabuh di pinggir sungai Baltik yang memisahkan wilayah Starfall dengan federasi Garlin.
__ADS_1
Tapi tetap saja, mengangkut dengan kapal itu lebih mahal dan resikonya lebih besar. Jadi ia harus menyelesaikan perang ini dengan cepat begitu kesempatan datang dan celah terbuka.
"Jahat....kenapa mereka tega melakukan ini semua?"
"Benar. Aku tidak berpikir kalau mereka memiliki alasan untuk membakar kota ini."
Tatapan nanar terlihat di mata mereka. Issac hanya mengelus rambut mereka berdua dengan lembut untuk membuat mereka tenang.
"Inilah perang, Lilianne, Margareth. Tidak peduli siapapun yang berperang, tidak peduli pihak manapun yang menang maupun yang kalah, yang menjadi korban adalah penduduk yang tidak berdosa."
Tidak peduli dimanapun dunia tempat tinggal, sepertinya memang seperti itu. Karena itulah Issac telah membuat hukum humaniterian. Para pasukannya yang berhasil menaklukkan sebuah wilayah sangat dilarang untuk menjarah, merampas, dan memerkosa penduduk sipil.
Selain karena alasan kemanusiaan, alasan lainnya adalah untuk menghindari konflik yang sia-sia. Memastikan penduduk di daerah yang ditaklukkan agar tetap tenang itu penting. Akan lebih bagus jika mereka bersimpati. Itulah yang pasukannya lakukan saat mereka berhasil menaklukkan tiga wilayah terdekat yang sekarang menjadi pangkalan militer.
Dalam waktu 10-15 hari, ia akan segera sampai di Versailles.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Is!! Aku merindukanmu!!"
__ADS_1
Begitu keluar dari kereta kudanya, Issac langsung diserbu oleh Anna yang melompat ke arahnya. Dengan tawa, Issac menangkap Anna dan memutarnya. Lalu memeluknya.
Dia juga benar-benar kangen dengan Anna.
Ternyata benar. Anna semakin cantik. Kulitnya semakin halus dan badannya semakin tinggi. Tubuhnya juga langsing dan sangat menggoda di mata Issac. Tapi yang lebih dari itu, dia terlihat semakin cerdas, tegas, dan ceria. Banyak yang berubah semenjak ia diberi tanggung jawab menjadi wakil Issac.
"Ya, aku juga merindukanmu Anna. Kau terlihat semakin cantik. Aku bersyukur diberkahi oleh tunangan sepertimu."
Wajah Anna langsung memerah. Dipuji secara langsung membuat jantungnya berdegup kencang. Ia menyembunyikan ekspresi wajahnya di dada Issac.
Kebetulan Olivia juga ada disitu. Sama seperti Anna, Olivia juga semakin cantik dan matang. Matanya menggambarkan sifat seseorang yang benar-benar memiliki tekad yang kuat. Issac juga langsung memeluk Olivia.
"Selamat datang tuan. Senang melihatmu kembali dengan selamat. Seperti nona Anna, aku juga sangat merindukan dirimu."
"Ya, Via. Aku juga sama. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu."
Air mata mulai menetes dari mata Olivia. Dia benar-benar merindukan Issac dari lubuk hatinya. Oke sepertinya dia akan mengurus dua gadis ini terlebih dahulu. Dua kakaknya sedang di wilayah Randall. Aurellia juga sedang berkeliling di desa-desa dekat sini. Sepertinya dia tertarik dengan perkebunan anggur, apel, jeruk, dan lainnya.
Tapi begitu Olivia dan Anna melepaskan pelukan mereka, Olivia memberikan sebuah surat yang tersegel. Ada kabar penting yang harus ia sampaikan pada Issac sekarang juga.
__ADS_1
"Tuan, aku mendapatkan surat dari kepala cabang La-Sa Guild di Reichstaag, dari nona Carolina."
Saat ia membaca surat itu, kabar yang ada di dalamnya benar-benar mengejutkan. Perang antara fraksi Duke Manstein dengan bangsawan yang mendukung pangeran lain mulai pecah. Alasannya adalah karena terbunuhnya kaisar.