
Melihat perkembangan Versailles yang begitu pesat, para pejabat istana dan bangsawan lainnya mulai khawatir. Terutama menteri urusan dalam negeri. Dia sengaja memilih wilayah itu untuk Issac agar dia benar-benar terisolasi dari panggung perpolitikan kerajaan dan tidak ikut campur dalam konflik tahta.
Namun perhitungannya salah. Hanya dalam waktu satu tahun, dia berhasil membangun wilayah barunya dimana Versailles sebagai pusat pemerintahannya menjadi sebuah wilayah yang sangat makmur. Bahkan bisa dibilang metropolitan.
Jumlah populasinya bersaing dengan ibukota sementara pendapatan per tahun wilayahnya bahkan lebih besar daripada gabungan antara ibukota dan wilayah bangsawan peringkat tinggi manapun.
Tetapi yang jauh lebih membuat mereka khawatir adalah proyek ambisius Versailles. Sebuah jaringan jalan raya yang akan menyambungkan Versailles dengan Venz.
Sebelumnya, para pedagang yang mengangkut material ataupun bahan pokok dari dan ke wilayah Starfall harus melewati wilayah-wilayah bangsawan yang merupakan fraksi Duke Conrad yang memiliki hubungan buruk dengan Issac.
Para penguasa wilayah itu akan menerapkan tarif yang mahal pada mereka untuk mencegah aliran barang masuk ke Versailles. Tapi sekarang, semuanya menjadi berbeda. Seorang utusan dari Versailles datang ke Venz dan mengajukan sebuah proposal pada raja mengenai proyek ini.
Sebenarnya itu tidak perlu. Bangsawan yang mengelola sebuah wilayah diberikan hak otonomi yang sangat besar untuk dengan bebas mengeluarkan kebijakan yang berhubungan dengan wilayahnya.
Tetapi untuk mendapatkan hati dari keluarga raja, Anna sengaja mengirimkan seorang utusan untuk menerangkan proyek ini kepada raja. Utusan itu menjelaskan berbagai keuntungan jika raja bekerjasama dengan mereka untuk ikut serta dalam proyek ini.
Yah, atas bujukan keluarganya, tentu saja Aurellia ada di belakang itu semua, raja benar-benar ikut serta dalam pembangunan itu. Bahkan Versailles sampai meminjamkan banyak uang kepada keluarga raja untuk membangun beberapa pos yang akan menjadi titik pembangunan jalan.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, para mata-mata yang disebarkan oleh para bangsawan melaporkan bahwa Versailles sedang melakukan rekrut besar-besaran untuk pasukan yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan mempertahankan wilayah mereka dari ancaman luar.
Beberapa bulan lalu, mereka merekrut sebanyak 1500 orang. Mereka semua di seleksi secara ketat oleh para instruktur dan ksatria yang terlatih dan diperiksa latar belakangnya sehingga para mata-mata ini tidak bisa masuk lebih jauh.
Bulan ini, mereka merekrut sekitar 1000 orang lagi untuk masuk dalam pelayanan militer. Dan para mata-mata itu masih tidak bisa menemukan celah untuk masuk lebih jauh ke dalam struktur militer dan membuka rahasia yang mereka pegang.
Tapi para bangsawan juga tidak memiliki alasan yang tepat untuk menyalahkan Starfall. Mau bagaimana pun membentuk sebuah pasukan memang menjadi kewajiban bagi setiap wilayah. Mereka harus bisa melindungi Diri mereka sendiri dari ancaman pihak luar.
Bagaimanapun, yang membuat mereka khawatir adalah jumlah. Seorang bangsawan dengan gelar Viscount paling banyak hanya memiliki 1000 pasukan dan ditopang oleh beberapa ratus ksatria. Itupun mereka sudah kesulitan dan harus menerapkan pajak yang tinggi kepada rakyat mereka.
Mau bagaimana lagi. Mereka tidak punya pilihan dan hanya bisa mengawasi terus menerus pergerakan Starfall. Meskipun dia berada di kekaisaran sekarang dan akses untuk informasi kepadanya dipersulit, ada kemungkinan dia telah melakukan cara lain untuk menjalin komunikasi dengan wakilnya di Versailles.
Para pejabat dan bangsawan itu sama sekali tidak sadar Siapa yang sebenarnya diawasi dan siapa yang sedang sebenarnya yang mengawasi. Siapa yang elang dan siapa yang tikus. Jaringan informasi yang dimiliki oleh Starfall di kerajaan Heinz jauh lebih kuat daripada yang mereka bisa bayangkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Issac tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Margareth dan Lilianne. Mereka berdua menghabiskan waktu mengobrol semalaman. Itu hal yang biasa sebenarnya. Tetapi entah kenapa kali ini mereka lebih intens.
__ADS_1
Tetapi yah, Issac tidak bisa menguping pembicaraan wanita. Itu tidak sopan! Tapi entah kenapa sikap Margareth akhir-akhir ini menjadi aneh. Dia tetap profesional dengan menjalankan tugasnya seperti biasa menjadi asisten Issac.
Tetapi di luar pekerjaan, dia sedikit menjaga jarak dengan Issac. Jika ia berusaha mendekatinya, Margareth akan menjauh dengan memalingkan wajah. Eh, apakah aku melakukan sesuatu yang membuatnya marah?
"Issac, maukah kamu keluar bersamaku sabtu besok?"
"Tentu saja, kenapa tidak? Tapi kemana kita akan pergi?"
"Lihat saja nanti! Tapi kamu janji, oke!?"
Ada apa dengan gadis ini!? Issac hanya bisa menghela nafas lelah. Lilianne hanya menahan tawa dan mengacungkan jempol seolah memberikan semangat.
Tidak, tidak! Jangan hanya mengacungkan jempol! Jelaskan apa yang sedang terjadi! Tapi Lilianne menepuk pundaknya dan berkata "sudah, ikuti saja. Perlakukan dia dengan lembut oke?"
Itu semakin ambigu! Tapi ya sudahlah....dia hanya harus menuruti kemauan Margareth. Entah apa yang gadis cantik itu minta. Tapi berkencan dengan gadis cantik seperti Margareth tidak terlalu buruk. Sangat bagus malah.
Sabtunya, Issac telah bersiap-siap. Seperti biasa, dia memakai pakaian sederhana. Sebuah kemeja yang dilapisi rompi hitam. Celananya berwarna coklat. Dan Margareth justru terlihat agak glamor sekarang. Tapi dia yang menggunakan gaun seperti itu benar-benar cantik.
"Ja-jangan menatap diriku seperti itu.... pakaian ini benar-benar memalukan!"
Margareth dengan ragu-ragu memegang tangan Issac. Itu adalah tangan yang hangat dan penuh dengan kasih sayang. Genggaman yang sama dengan Aurellia dan kekasihnya yang lain.
Dengan senang hati, Issac menerima genggaman tangan dari Margareth dan mereka mulai berkeliling di area perbelanjaan. Tidak ada kegiatan istimewa yang mereka lakukan. Hanya berkeliling, mencoba berbagai kuliner, window shopping, dan hal-hal biasa lainnya.
Tapi momen ini sendiri istimewa. Margareth yang tersenyum, berteriak malu lalu memukul-mukul tangannya, dan semua tindakan yang hari ini Margareth lakukan terasa istimewa.
Mereka menghabiskan waktu hingga malam. Keduanya memutuskan untuk makan malam di restoran Issac yang memiliki empat lantai. Jadi ada lantai yang balkonnya berhadapan langsung dengan pemandangan area distrik komersial.
"Indah ya? Untuk pertama kalinya aku menikmati pemandangan seperti ini selama bertahun-tahun di kekaisaran."
"Oh ya? Yah ini memang lebih indah daripada di kerajaan. Lebih bersinar dan ramai bahkan ketika malam hari."
Lalu hening. Entah itu Issac dan Margareth sama-sama tidak mengatakan apapun. Tapi Margareth memutuskan untuk berbicara setelah menyiapkan mentalnya.
"Issac, kita sudah bersama selama satu tahun. Banyak hal yang sudah kita lewati bersama-sama. Walaupun kamu sering merepotkanku, tetapi... tetapi....aku benar-benar tidak bisa lepas dari dirimu."
__ADS_1
Margareth bangkit dan menyntuh pipi Issac dengan kedua tangannya. Mata Heterochromianya berkaca-kaca. Lalu tanpa mengatakan apapun lagi, dia mencium bibir Issac dengan sepenuh hati. Berusaha untuk menyampaikan perasaannya lewat ciuman itu.
Walaupun Issac terkejut, dirinya tetap menerima ciuman itu dan tidak menolak sama sekali. Dia bisa merasakan transmisi perasaan Margareth. Bibir Margareth lembut dan wangi. Setelah sepuluh detik, Margareth melepaskan ciumannya. Dia sangat malu dan wajahnya memerah hingga telinganya.
"Aku mencintaimu, Issac. Sangat mencintaimu."
Margareth membawa tangan Issac ke dadanya. Jantungnya miliknya berdegup kencang. Sementara Issac dia belum mengatakan apapun tapi sudah jelas bahwa dia bisa merasakan cinta dari Margareth.
"Margareth, sebenarnya aku...."
"Aku sudah tahu! Kamu mempunyai lima kekasih lain di kerajaan, kan? I-itu memang mengejutkan! Ta-tapi aku....sudah berbicara pada Aurellia dan yang lainnya."
Issac menatap Margareth yang tertunduk malu sambil berharap dengan ekspresi yang ia sendiri tidak bisa gambarkan. Dia tidak membenci Margareth. Tidak, lebih tepatnya Margareth adalah orang yang berharga baginya.
Dalam hati terdalamnya, ia tidak mau Margareth menjadi milik orang lain! Dia ingin Margareth untuk dirinya sendiri. Pada akhirnya, dia menyerah. Karena Aurellia dan yang lain sudah mengizinkan, maka jadilah.
Dia meraih pinggang Margareth dan menarik ke tubuhnya. Issac membalas ciuman Margareth yang tadi. Lidah mereka saling menjilat satu sama lain. Tapi karena Issac lebih berpengalaman, Margareth kalah dan pasrah ketika mereka bertukar kesenangan.
Issac mengaktifkan sihir teleportasinya dan berpindah ke kamarnya di mansion nyonya Heid. Karena Margareth sudah menjadi kekasihnya, maka dia tidak perlu merahasiakan sihir ini lagi.
"Kalau begitu, aku juga mencintaimu Margareth. Malam ini, jadilah milikku."
Issac mendorong gadis malang itu ke kasur. Bola matanya yang indah karena dua warnanya yang tidak seragam berkaca-kaca. Entah kenapa Issac seperti serigala malam ini dan Margareth seperti domba kecil yang siap disantap!
Dengan cepat, Issac membuka pakaian Margareth dan tidak bisa berpaling dari tubuh indahnya. Dia memulai pemanasan dan mencium serta menjamah setiap bagian tubuh Margareth.
Dia hanya pasrah! Margareth senang karena seluruh tubuh sucinya disentuh oleh Lelaki yang ia cintai. Rasanya aneh tapi menyenangkan. Tiba-tiba, saat Issac bermain dengan dua gunung miliknya dan Persik yang ada di dipuncaknya, sensasi aneh datang!
Tubuhnya mengejang dan perasaan kenikmatan karena ******* untuk pertama kali dalam hidupnya terlukis di wajahnya. Issac mengakhiri pemanasan dan menyatukan tubuhnya dengan tubuh Margareth.
Malam itu, Issac dan Margareth saling mencari kenikmatan satu sama lain. Tapi karena tubuh Margareth yang tidak berpengalaman, dia hanya bisa mengerang kenikmatan dan pada akhirnya, sensasi kesenangan datang dari tubuh bagian bawahnya. Dia telah keluar untuk yang kedua kalinya walaupun yang kali ini lebih menyenangkan.
"Malam masih panjang Margareth, dan aku belum keluar."
Pertarungan panjang itu diakhiri dengan cairan hangat yang masuk ke bagian terdalam milik Margareth setelah Margareth empat kali keluar. Karena lelah, Margareth akhirnya jatuh tertidur, dengan senyum dan ekspresi wajah yang puas. Issac tersenyum dan mencium bibir Margareth yang sedang tertidur, lalu tidur di samping Margareth.
__ADS_1