Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Kontribusi


__ADS_3

Beberapa bulan setelah seluruh kerajaan Garlin menjadi bagian dari kerajaan Heinz, revitalisasi besar-besaran dilakukan di Pesa dan seluruh wilayah Garlin. Sebagai kelanjutan tugasnya, Aurellia yang telah bekerja seperti biasa secara resmi menugaskan Marina untuk membangun ulang wilayah Garlin.


Aurellia, Issac, dan menteri urusan dalam negeri, Maximilian Conrad, mempertimbangkan untuk memberikan gelar Duke kepada Marina atas prestasi yang telah ia raih. Tetapi rencana itu masih mereka pertimbangkan.


Rena telah kembali ke sisi Issac dan sebagai gantinya, Issac merekrut staf baru yang telah lulus dari universitas Heinz untuk membantu Marina.


Fraksi anti Boabdil maupun fraksi pro Boabdil telah ditindak. Bergantung pada kejahatan yang mereka lakukan, ada yang di eksekusi di depan umum ataupun dikirim ke kamp kerja paksa.


Adapun untuk Boabdil sendiri, Marina yang memutuskan untuk memenjarakan dirinya seumur hidup. Melihat kerajaan yang susah payah ia bangun jatuh ke tangan musuh, kematian jauh lebih baik bagi Boabdil daripada terus hidup sembari melihat kerajaan yang diimpikannya berubah total.


Untuk Hans, ia adalah salah satu dari orang yang dieksekusi mati. Dirinya adalah dalang dari kejahatan yang dilakukan oleh Boabdil dan pendukungnya.


Wilayah Garlin telah menghadapi era baru mereka di bawah kepemimpinan ratu Aurellia dan tuan baru mereka, Marina.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Uuuhhh....imutnya! Sini Via, biarkan aku menggendongnya!"


Carolina yang sedang berada di Venz Kini sedang menggendong gadis yang usianya bahkan belum menyentuh tiga bulan. Ia sangat imut dan lucu!


Carolina dengan bahagia menggendong dan bermain bersamanya. Syukurlah gadis kecil ini tidak rewel ketika ibu dan ayahnya sedang bekerja. Sesekali menangis, tentu saja. Ketika dia lapar dan ingin menyusui misalnya.

__ADS_1


"Lina, berhenti bermain. Masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Ah, kelihatannya dia sudah tidur. Tolong baringkan dia ke keranjang itu."


Carolina sebenarnya masih ingin menggendong Carla, anak dari Issac dan Olivia. Tetapi Olivia benar. Pekerjaan mereka masih menumpuk dan tidak banyak waktu untuk disia-siakan. Carolina meletakan Carla di keranjang dan membantu Olivia.


"Kali ini yang mulia ratu dan tuan Issac tidak main-main. Mereka menganggarkan banyak dana untuk mengantisipasi perang yang akan datang. Salah satu anak perusahaan kita telah ditunjuk untuk memenuhi permintaan pasokan senjata dan peralatan sihir.


"Kita harus memastikan bahwa produk yang kita hasilkan berkualitas baik atau kerajaan akan menganggap kita tidak memiliki kompetensi untuk bersaing."


Kerajaan menunjuk banyak perusahaan besar maupun kecil untuk memproduksi dan memenuhi kebutuhan perang. Ransum perbekalan, paket perlengkapan perang berupa zirah, helm baja, dan masing-masing senjata untuk para tentara, kuda, dan berbagai kebutuhan lainnnya.


"Kali ini Issac dan ratu Aurellia tidak main-main ya. Beberapa bulan yang lalu, Chris dan anggota parlemen lainnya mengesahkan peraturan wajib militer bagi warga kerajaan yang berusia 18 hingga 25 tahun.


Carolina menyesap tehnya setelah mengatakan itu. Hawa dingin di luar membuat ia ingin minum alkohol. Namun karena sedang bekerja, ia menghindari alkohol sedemikan rupa.


"Jadi begitu ya. Sepertinya ratu Aurellia enggan untuk menyewa tentara bayaran karena meragukan loyalitas mereka."


Olivia menyandarkan punggungnya ke kursi dan beristirahat sejenak.


"Sebagai seorang pedagang dan pengusaha, kita memiliki peran penting yang harus kita lakukan. Karena itu, mari berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan kerajaan, juga orang-orang yang kita cintai."


Carolina mengangguk setuju dengan Olivia. Setelah beristirahat sejenak, mereka berdua mulai melanjutkan pekerjaan mereka lagi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di istana, Aurellia sedang berdiri di kantornya sambil memegang sebuah pena dan memandangi peta besar yang tertempel di dinding Kantornya.


Margareth baru saja masuk ke kantornya ketika melihat Aurellia di sana. Ia menghampiri Aurellia yang sedang terdiam.


"Lia, apa yang sedang kamu lakukan?"


"Ah, Margareth rupanya. Tidak, aku hanya sedang mengevaluasi ulang proposal strategi yang dikirim oleh setiap kesatuan Tentara kerajaan Heinz."


Di atas meja Aurellia, menumpuk beberapa file yang sepertinya sudah ia baca hingga selesai. Margareth juga membaca berbagai file itu hingga selesai dan berdiri di samping Aurellia.


"Jadi, sekarang kamu sedang mencari jalan tengah dari proposal yang kamu baca ya. Kalau melihat dari kebijakan yang selama ini kamu buat, kerajaan lebih cenderung mengambil sikap defensif kan?"


"Iya. Tetapi kali ini berbeda. Aku telah memutuskan bahwa kita akan melakukan operasi ofensif. Dan target pertama kita adalah tempat ini."


Aurellia menunjuk satu tempat di peta yang telah ia tandai. Wilayah Savoy.


"Savoy, kah? Memang benar. Tempat ini dalam kondisi yang rapuh sekarang. Bencana yang telah Issac buat memberikan kerusakan yang sangat besar hingga membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk pulih."


Peperangan ini tidak akan mudah. Kekaisaran Moskov adalah kekuatan terbesar di benua sekarang. Tapi Aurellia dan Margareth telah bertekad bahwa ini akan menjadi peperangan yang berdarah-darah bagi musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2